
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐๐...
Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.
Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐....
.
.
.Lanjut kuy..
"Dasar Anak ini benar-benar keras kepala..!, duh kalau Ana beneran pergi kapan punya cucu ya..." gumam mama sedikit kesal, ketika sudah keluar dari kamar sang anak...
. . . . . . .
Beberapa hari telah berlalu baik Dana maupun Ana tidak ada yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan lagi...
Ana benar-benar merasa hidupnya hampa sekarang, tidak ada lagi tugas harian dari Dana untuk membawakannya makan siang, bahkan Ana terkadang lupa dengan hubungan mereka yang telah diakhiri secara sepihak oleh Dana tersebut, karena terkadang dirinya hampir menghubungi Dan untuk meminta izin..
"Huh...., kenapa rasanya aneh begini..!!, tuhan kenapa aku merasa sangat merindukan Dana saat ini..!" Gumam Ana memejamkan matanya..
"Lebih baik aku selesaikan saja tugas skripsi ku dan sekalian belajar buat sidang...?" Pikir Ana kemudian...
Beberapa saat berlalu, Ana masih saja fokus belajar hingga mengabaikan keadaan di sekitarnya...
"Woyyyy...!" Teriak Clara sambil mengagetkan Ana dengan menepuk kedua pundaknya dari belakang....
Tentu saja Ana merasa sangat terkejut dengan tingkah Clara tersebut...
__ADS_1
"Owh ya ampun....., Clara...! Resek banget sih kamu..?" Ucap Ana dengan sangat kesal...
"Kamu ini kenapa sih na..? Aneh banget deh akhir-akhir ini, panggilan ku juga tak pernah kamu angkat..? Kau membuat ku khawatir tau gak..?" Ucap Clara mengeluarkan uneg-unegnya yang beberapa hari ini dia tahan akibat ulah Ana yang seakan hilang ditelan bumi..
"Gak apa-apa kok, he he. Lagi sibuk nih, kamu liat sendiri kan..? Liat aja ponsel ku aja entah dimana..?" Ucap Ana yang memang tidak tau dimana keberadaan ponselnya sekarang, dan untung saja keadannya kali ini benar-benar meyakinkan sehingga dia tidak perlu repot-repot untuk membuat alasan lain..
"Iya juga sih...!" Ucap Clara yang memang melihat sahabatnya itu tengah sibuk belajar...
"Owh iya na.. ratih, nanda sama rere ngajak kita nonton sepakbola bareng nih di tempat rere..?" Ucap Clara, hal itu membuat fokus Ana teralihkan dari laptop ke Clara...
"Kenapa..? Tumben sekali ngajak nonton bareng, emangnya mereka udah enggak sibuk...?" Tanya Ana memastikan, karena jurusan ketiganya memiliki kegiatan yang super sibuk akhir-akhir ini sehingga sudah sangat lama mereka tidak kumpul, terakhir kali ya saat makan malam dulu....
"Iya..! Mereka udah pada balik tiga hari yang lalu, mereka juga kesulitang ngehubungin kamu, makanya aku di suruh nyamperin kamu, takut kalau kamu khilaf terus ....." Clara tidak melanjutkan kalimatnya karena dia yakin jika Ana mengerti apa yang dia maksud...
"Mati.. begitu maksud mu..?" Lanjut Ana cepat, tentu saja dia sangat hafal bagaimana kelakuan Clara..
"Jadi gimana, kamu bisa kan ikut nonton..? Harus bisa dong jarang-jarang nih..! Cuma berlima aja loh ya, jangan sampai Dana ikut.." ucap Clara menggoda, mendengar itu Ana kembali memikirkan Dana lagi..
"Hey..! Kamu kok aneh gini sih? Lagi ada masalah, cerita dong gak bail kalau di pendem sendiri..?" Ucap Clara yang memang sudah merasa sangat aneh dengan sahabatnya itu yang kebanyakan melamun sedari tadi...
"Gak apa-apa, owh iya aku ikut deh nonton kayaknya aku juga butuh hiburan...! Kita berangkat bareng ya..? Aku lagi malas sendiri..!" Pinta Ana dan langsung di setujui oleh Clara...
"Udah lupakan dulu itu.., sekarang cerita kamu ada masalah apa..? Apa seserius itu masalah yang kamu hadapi sampai kamu melupakan segala hal dan memilih menyendiri seperti ini..." ucap Clara mencoba memancing Ana agar bersedia membagi masalahnya...
Mendengar apa yang Clara katakan, Ana sama sekali tak berniat untuk menjawabnya namun perlahan badannya mulai mendekati Clara dan mulai menangis semakin lama semakin kencang hingga saat ini Ana terlihat menangis sesenggukan akibat tak mampu menahan tangisnya tersebut....
Melihat itu Clara bisa merasakan jika kali ini masalah Ana jauh lebih berat dari sebelumnya...
"Menangislah na jika itu bisa membuat mu sedikit lebih tenang..!, aku akan selalu ada untuk mu apapun yang terjadi..!" Ucap Clara dengan penuh keyakinan, perlahan dia menyalurkan sedikit kekuatan untuk sahabatnya itu dengan cara mengelus-elus lembut punggung ana yang terlihat bergetar tersebut...
Beberapa saat berlalu, kini Ana sudah mulai tenang sementara Clara begitu setia menemani Ana dan menunggu hingga sahabatnya itu bisa tenang seperti sekarang..
__ADS_1
"Sekarang bisakah kamu ceritakan masalah mu padaku..?, kamu masih menganggap aku sebagai sahabat bukan..?" Ucap Clara agar Ana bersedia membuka mulutnya, karena biasanya jika kalimat ini sudah dilontarkan sang pendengar akan segera patuh...
Mendengar itu perlahan Ana mulai menceritakan semua masalahnya tanpa ada yang tertinggal sedikit pun, tidak lupa juga dengan perasaannya saat ini kepada Dana yang sepertinya hatinya sedang memupuk cinta untuk Dana. Sementara Clara yang sedari tadi dengan tenang mendengar cerita Ana begitu kaget saat mendengar jika Dana membebaskan Clara, mana mungkin Dana bersikap seperti itu..?..
"Apa kamu yakin jika sekarang kamu sudah mencintai dia..?" Kalimat yang paling ingin Clara ucapkan sedari tadi akhirnya keluar juga, dan menggema di ruangan itu..
"Aku rasa...., aku rasa aku, aku mulai mencintainya.." ucap Ana pelan dengan wajah yang menunduk tentu saja dia merasa malu mengatakan hal ini...
"Maka perjuangkan na..! Mungkin sikap yang Dana tunjukan selama ini karena sebelumnya dia pernah dikecewakan, bisa saja kan? Itulah kenapa dia ingin kamu menurut padanya dan tidak ingin mendengar kamu berbohing sedikit pun. Itulah kenapa dia sangat kecewa dengan mu kali ini..." ucap Clara menyampaikan dugaan sementaranya,...
Mendengar itu Ana hanya diam saja, entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini..
"Baiklah sepertinya aku memang harus menemuinya..!, tapi aku masih butuh waktu untuk meyakinkan lagi tentang perasaanku.." ucap Ana pada akhirnya, hal itu membuat Clara merasa sedikit lega...
"Iya bagus..!, tapi ingat jangan lama-lama aku takut dia keburu naksir orang lain.." ucap Clara da di hadiahi tepukan di pahanya hingga membuat paha Clara sedikit terasa panas...
"Eh ngomong-ngomong aku baru tau kalau ternyata kamu punya penggemar rahasia..?" Ucap Ana membuat keduanya saling tatap, dengan perasaan bingung di pikiran Clara mendengar kaimat sahabatnya itu...
"Penggemar rahasia.....?"
#Bersambung....
#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
#Sukses untuk kita semua
Terimakasih
__ADS_1