
**Happy reading guys.....
Mohon dukungannya dakam bentuk apapun ya guys😊, dan maaf masih suka ada typo yang bertebaran dimana-mana..
.
.
.lanjut**...
"Aku....! Tentu saja aku tidak mau..? " jawab Dana lantang dengan penuh keyakinan...
"Lalu....?" Ucap Ana semakin penasaran..
"Kita buat perjanjian pelanggaran dan hukumannya.." ucap Dana dengan serius..
"Hah maksudnya..? Aku menjadi semakin bingung saja sayang..!" Ucap Ana kebingungan..
"Begini, dengarkan aku baik-baik..." ucap Dana sejenak menghela napas panjang..
"Perjanjian ini berisi kedisiplinan kita sebagai sepasang suami istri dan akan kita uji coba selama satu tahun.." lanjut Dana serius..
"Perjanjiannya bisa berisi tentang kesalahan yang kau buat seperti telat pulang, keluar tanpa izin, chat dengan lelaki lain tanpa izin dan lainnya.." ucap Dana lagi dengan ekspresi yang begitu serius..
Mendengar itu Ana sedikit oaham dengan perjanjian yang Dana maksud..
"Lalu, soal hukuman...?" Tanya Ana kemudian dengan penasaran..
"Hukuman bisa berupa frekuensi bercinta yang ditambah atau sebagai pengendali permainan berikutnya..!" Ucap Dana tanpa rasa malu sedikit pun. Sementara Ana yang mendengar itu entah rasa campur aduh apa saja yang dia rasakan yang ada dia merasa sangat malu..
"Apa yang kau katakan itu sayang, kau ini mesum sekali..!" Ucap Ana kemudian beranjak pergi dari tempat itu, tentu saja Dana langsung mengejarnya dengan dengan rasa puas karena sudah berhasil menggoda sang kekasih hati...
"Tunggu..! Menggoda..? Bukankah itu ide yang baik dan sangat bagus..?" Ucap Dana di dalam hati sambil menampilkan senyum seringainya.....
. . . . . .
"Sayang... kau ini kenapa cepat sekali larinya..?" Tanya Dana ketika sudah masuk kedalam mobil bersama dengan Ana, tentu saja Ana yang sampai terlebih dahulu...
"Kamu aja yang lama.." jawab Ana singkat..
Setelah itu tidak ada percakapan yang serius lagi diantara mereka karena Dana fokus mengemudi dan Ana yang fokus memikirkan tentang perjanjian pernikahan yang Dana katakan tadi..
"Sayang sebentar lagi kamu sidang.! Jadi semangat belajarnya dan kalau ada butuh bantuan jangan sungkan ya padaku, kau tau bukan aku tidak suka dengan kode-kodean..? Jadi kalau ada apa-apa langsung ngomong, okey..?" Pinta Dana dengan suara tegasnya ketika sudah sampai di deoan kosan Ana dan Ana reflek menganggukan kepalanya seperti seorang anak kecil yang takut dengan ayahnya...
Baru saja Ana hendak keluar dari mobil tiba-tiba Dana menariknya dan menghadiahkan kecupan singkay dibibir Ana sehingga membuat Ana kaget setengah mati...
__ADS_1
"Ingat sayang ada satu hal lagi..! Aku putuskan jika perjanjian nikah kita akan benar-benar dibuat dan harus ditaati. Namun isi dari perjanjian tersebut akan kita buat setelah kita menikah, jadi mulai sekarang pikirkan lah hukuman apa saja yang kamu inginkan.. okey..?" Pinta Dana lagi dengan nada mengintimidasi..
"Apa....! Jadi itu sungguhan...? " tanya Ana reflek,
"Tentu saja harus, agar nanti kau tidak lari dari tanggung jawabmu sayang...! Sudah cepat lah masuk sekarang yang penting kau harus cepat lulus agar kita bisa segera menikah..." ucap Dana tegas dan Ana pun bergegas keluar dari mobil meninggalkan Dana yang tiada hentinya menatap kepergian Ana....
"Cepatlah lulus sayang...!" Gumam Dana kemudian...
. . . . . . . .
Beberapa hari telah berlalu hari ini adalah satu hari menuju sidang Ana, perasaan Ana begitu tak karuan radanya. Gugup dan senang menjadi satu bercampur aduk menjadi satu, membuat badan Ana serasa lemas...
Drt drt drt
Dan suara ponselnya memecah konsentarasi Ana dalam membaca ulang ppt yang telah dibuatnya..
"Iya sayang.." jawab Ana langsung begitu tau Dana lah si pengganggu itu..
"Ayuk sayang siap-siap kita keluar..!" Pinta Dana cepat..
"Tapi sayang..! Bsok aku sidang aku mau menenagkan diri, bukan jalan-jalan..?" Ucap Ana sedikit kesal. Bagaimana mungkin Dana mengajaknya jalan-jalan ketika besok dia akan sidang..
"Bukan begitu sayang... aku tau kamu pasti gelisah sekarang, aku hanya ingin membuatmu melupakan itu sejenak dengan makan siang, okey..? Mau ya aku jemput okey, bye sayang.." ucap Dana tanpa menunggu persetujuan dari Ana, jika sudah begini bagaimana Ana menolak..? Baiklah sepertinya dia memang butuh keluar sebentar...!
"Sayang makasih buat semuannya.." ucap Ana dengan lembut sembari menatap Dana dengan sayang..
"Sama-sama sayang..! Pokoknya kamu harus semngat biar besok sidangnya lancar, okey..? " ucap Dana penuh perhatian..
"Siap sayang...!" Jawab Ana penuh semangat..
"Owh iya sayang, rencananya seminggu lagi aku sama keluarga aku mau melamar kamu secara resmi ke keluarga kamu.." ucap Dana lagi dengan penuh semngat..
"A-apa..?" Tanya Ana kaget, bagaimana mungkin secepat ini..?
"Sayang...! Kenapa secepat ini, aku besok baru mau sidang sayang, untuk wisuda masih dua bulan lagi..! Tidak bisakah jika lamarannya setelah aku wisuda saja..?" Tawar Ana kemudian, jika secepat ini tentu saja Ana belum siap...!
"Tidak bisa sayang, untuk menikah tidak apa-apa setelah kamu wisuda tapi untuk lamaran lebih cepat lebih baik..! Kamu cukup jadi gadisku yang penurut..!" Ucap Dana tak ingin dibantah..
"Apa-apaan ini..! Kenapa aku tidak bisa menolak.." ucap Ana tentu saja hanya di dalam hati, karena takut jika dia bersuara lagi maka Dana akan terbawa emosi..
Alhasil Ana hanya mengangguk saja menyetujui hal itu...
"Tidak apa-apa, masih ada satu munggu lagi waktu untuk kamu senang-senang na.." gumam Ana pelan sangat pelan sehingga Dana tidak bisa mendengarnya...
Setelah itu mereka langsung pulang karena Dana ingin memberikan Ana waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi sidangnya besok..
__ADS_1
. . . . . .
"Sayang besok aku jemput jam 8 ya kan kamu sidangnya jam 9.." ucap Dana tepat ketika mobilnya berhenti di depan kosan Ana..
"Iya sayang... doain aku yah aku deg-degan banget nih.." ucap Nia menatap Dana dengan intens..
"Iya sayang... ya udah gih buruan naik ke kamar..! " ucap Dana dan dengan segera Ana menurutinya karena dia juga merasa perlu belajar lagi..
Sesampainnya dikamar Ana langsung membersihkan dirinya dan kemudian kembali fokus dengan laptopnya....
Beberapa saat berlalu Ana merasa dirinya sudah cukup belajar dan memutuskan untuk merebahkan dirinya...
Detik demi detik berlalu Ana merasa matanya semakin berat dan akhirnya memutuskan untuk tidur karena dia memang merasa begitu lelah baik itu badan dan juga pikirannya...
. . . . .
Saat yang ditunggu-tunggu Ana sekligus menakutkan akhirnya kini sudah berlalu. Ana keluar dari ruang sidangnya menuju kearah Dana yang memang sudah menyambutnya dari kejauhan...
"Sayang..., makasih udah mau nemenin aku..!" Ucap Ana begitu terharu dengan perlakuan Dana padanya saat ini..
"Sama-sama sayang...! Ini buat kamu..." ucap Dana sembali memasangkan slempang ketubuh Ana..
Tunggu....
"Kenapa tulisannya seperti ini sayang..! Kan malu..?" Ucap Ana karena membaca tulisan aneh dislempang yang Dana berikan untuknya....
"Tidak apa-apa sayang, kan kita memang akan menikah sebentar lagi.." ucap Dana dengan senyum seringainya....
Bagaimana Ana tidak malu slempang yang Dana berikan berisi tulisan.." selamat Ana calin istri Dana.." kebayang gak sih malunya kayak gimana..?
"Sayang aku kesana dulu ya, dipanggil sama temen-temen aku nih..?" Pinta Ana dengan lembut dan langsung disetujui oleh Dana.....
Kemudian Ana berjalan menghampiri teman-temannya dengan Dana yang selalu mengawasinya dari kejauhan....
.
.
#Bersambung.....
Sampai disini apa yang kalian rasakan guys...?
yuk tulis di kolom komentar tapi jangan lupa like dulu ya, hehe😁
Terimakasih sudah mampir....
__ADS_1