
Saat ini Ana tengah terduduk disudut kamarnya seorang diri. sesekali dia memandangi tas yang telah dia ambil sebelumnya..
"Tuhan...apa yang harus aku lakukan..? aku sungguh ingin pergi... tapi aku tidak mungkin mengingkari janji yang bahkan belum genap satu jam aku ucapkan.." ucapnya lirih
Kembali Ana menatap tas yang sebelumnya dia letakan tepat dihadapannya.
"Aku benar-benar ingin pergi tetapi itu tidak mungkin....!" Ucapnya lagi dengan frustasi..
"Lagian kenapa dia tiba-tiba ingin aku berjanji seperti itu sih..? Kenapa gak lusa aja..? Atau besok..! Kenapa harus sekarang..?" Sungguh Ana benar-benar merasa frustasi..
Dengan cepat ia mengambil tas dihadapannya dengan begitu kasar.
"Apa aku pergi aja ya..? Toh dia tidak akan tahu..? Lagian aku pergi tidak lama dan perginya bareng Clara juga..?" Ucapnya lirih..
Kemudian ia bergegas memasukan barang yang akan dibawanya ke dalam tas.
Dirasa cukup Ana langsung menutup rapat tas tersebut dan meletakkannya diatas tempat tidur..
"Huhhh, aku benar-benar tidak nyaman dengan semua ini? Pergi atau tidak sama-sama membuatku tak berdaya.." ucapnya lagi kemudian merebahkan badannya diats tempat tidur..
Sesekali ana memejamkan matanya untuk sekedar merenungkan semua kemungkinan yang akan terjadi nantinya...
Drt....drt...drt..
"Halo.." jawab Ana spontan tanpa melihat siapa yang sedang menelepon dirinya..
"Sayang kamu kenapa..?" Ucap seseorang dari seberang sana..
Mendengar suara tersebut spontan Ana langsung bangun dari posisi nyamannya..
"Sayang....! Sudah sampai rumah..?" Tanya Ana kemudian..
"Sayang... kamu ini kenapa sih..? Jawab dulu pertnyaan ku, baru kamu nanya balik..!" Ucap Dana dengan kesal..
"Maaf sayang.." jawab Ana kemudian
"Lalu, kenapa kau tidak menjawab juga..? Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku..? Kenapa kamu terdengar seperti sedang menutupi sesuatu.." tanya Dana dengan penasaran..
"Tidak sayang..! Aku hanya sedang lelah saja..! Aku istirahat dulu ya sayang..?" Ucap Ana kemudian..
__ADS_1
"Baiklah tidur yang nyenyak ya sayang, owh iya lusa aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat..! Jadi besok kamu istirahat saja ya, aku tahu kamu pasti lelah.." ucap Dana kemudin mengakhiri panggilan tersebut..
Mendengar hal tersebut membuat Ana bernapas sedikit lega.
"Bukankah itu berarti aku bisa pergi hari ini..? Ya..! Sepertinya ini memang rencana Tuhan yang paling baik.. Terima Kasih tuhan.." ucap Ana semngat, kemudian membersihkan dirinya untuk bersiap-siap pergi...
.
.
"Kamu yakin mau ikut kita pergi..?" Tanya Clara langsung begitu melihat Ana menggenakan tas yang sama seperti dirinya..
"Menurutmu..? Apa aku sedang bercanda..? Apa kamu tidak melihat ku sekarang..? Ayolah aku benar-benar sudah tidak sabar ingin melihat mereka bermain..!" Ucap Ana yakin kemudian mereka pun bergegas berangkat ke tempat tujuan mereka..
"Na, aku takut kamu kena masalah karena ini.." ucap Clara yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan sahabatnya..
"Tidak apa-apa, kamu tenang saja aku yakin bisa mengatasi ini dengan baik. Sudahlah sebaiknya kita nikmati saja perjalanan kali ini jangan terlalu memikirkan hal yang belum terjadi" ucap Ana yakin, walau sebenarnya hatinya juga tengah gelisah...
"Kali ini ku mohon biarkan aku menikmati masa muda ku untuk terakhir kalinya sebelum menikah dengan kamu.." ucap Ana di dalam hati, berharap semua akan tetap baik-baik saja nantinya...
Mendengar itu semua orang merasa agak lega, dan akhirnya mereka menikmati perjalanan tersebut dengan riang gembira..
Saat ini Ana tengah duduk diatas tempat tidurnya. Entah kenapa Ana merasa ada yang berbeda dari sikap dan perlakukan Dana terhadapnya.
"Bukankah hari ini seharusnya Dana ngajak aku pergi seperti yang dia ucapkan dua hari yang lalu? Lalu kenapa dia belum menghubungi aku juga sampai sekarang..?" Ucap Ana penasaran...
Kemudian Ana bergegas mengambil ponselnya dari dalam tas dan langsung saja melakukan panggilan kepada sang kekasih..
Istttt
"Kenapa tiba-tiba gak aktif sih? Tumben banget dia gak ada kabar gini..! Duh kok perasaan ku gak enak gini ya? Keman sih..? " Gerutu Ana kesal..
"Apa jangan-jangan dia tahu kalau aku pergi ke stadion..? Astaga...! Bagaimna ini, apa yang harus aku lakukan..?. Tenang na tenang itu sungguh tidak mungkin, dia bahkan tidak ada menghubungi kamu selama kamu disana.." ucapnya menyemangati diri sendiri..
"Tapi kalau dia udah tahu, apa yang akan aku lakukan..?" Ucap Ana lagi semakin merasa khawatir...
Beberapa saat berlalu, Ana semakin merasa khawatir karena tak kunjung mendapat kabar dari pujaan hatinya. Pada akhirnya Ana tertidur dengan begitu nyenyak sembari trus memikirkan keberadaan Dana saat ini...
Sementara itu disisi lain..
__ADS_1
"Aku tahu kamu diminta untuk merahasiakan ini dariku, tapi terlambat aku sudah tahu semuanya...! Kalian pergi ke tempat itu bahkan tanpa meminta izin dariku.. apa kamu senang membuat hubungan teman mu sendiri berantakan seperti ini..?" Ucap seseorang dengan emosi yang begitu menggebu di dalam hatinya..
"Terimakasih sudah membuat ku sadar untuk memikirkan kembali mengenai rencana pernikahan kami.." ucapnya lagi, kemudian meninggalkan seorang wanita yang tengah menangis pilu mendengar ucapan lelaki tersebut...
"Kenapa semua menjadi kacau begini..? Kenapa dia semarah itu sampai berniat membatalkan pernikahannya..?" Ucapnya pelan..
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, andai saja aku tidak mengajak dia pergi ini semua tidak akan terjadi." Ucapnya lagi dengan penuh penyesalan...
Berbeda dengan wanita yang dia tinggalkan yang saat ini tengah menangisi perbuataannya. Dana justru merasa begitu emosi, benar-benar emosi ....
"Apa janji yang dia ucapkan selama ini hanya angin lalu..? Hanya sebuah kata yang bahkan tidak bermakna sama sekali baginya..? Apa dia benar-benar tidak bisa menghargai ku sedikit saja, kenapa dia membohongi aku seperti ini.." ucapnya dengan penuh emosi..
Berulang kali Dana memukul setir mobilnya dan sesekali menyalkan klakson yang membuat orang didepannya kaget..
"Sial... Bisa gak sih kalian jangan ganggu saya..! Awas...." Teriak Dana dengn keras yang kemudian kembli melajukan mobilnya dengn kencang..
"arrhgg Ana kenapa kamu lakuin ini sama aku..? kenapa kamu khianati semua kepercayaan aku selama ini..!" ucapnya lagi dengan pelan...
"kenapa kamu selalu mengiyakan semua permintaan ku, sementara kamu berniat untuk melanggarnya..! apa kamu pikir aku sedang bercanda..? apa kamu benar-benar tak bisa menghargai aku..? " ucapnya lagi..
seseorang yang sangat mempercayai kekasihnya bukankah akan sangat merasa terluka jika dikhianati..? begitulah yang Dana rasakan saat ini rasa cintanya yang besar membuatnya merasakan rasa sakit yang berkali-kali lipat...
"jika kamu memang tidak nyaman dan tidak ingin bersamamu lalu kenapa kamu selalu mengiyakan semua yang aku katakan ..? apa jika aku mengajak kita berpisah kamu juga akan menyetujuinya ..?" ucap Dana dengan pikiran yang semakin kacau saja..
"iya..,..."
#Bersambung..
Hello guys gimna nih kabar kalian...?
semoga selalu dalam keadaan sehat ya...!!
author receh balik lagi nih, hehehe,...
Yuk mohon dukungannya ya guys, dan semoga author bisa belajar menulis dengan lebih baik lagi dan lebih menikmati lagi...
Ternyata menulis seberat ini guys rasanya, hadeh skripsi author aja gak kelar-kelar, hadehhhh.. kabur dulu ahh...
see you..
__ADS_1