Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Dari Hangat menjadi dingin...!


__ADS_3

#Happy reading all


Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š...


Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.


Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐Ÿ˜‰....


.


.


.Lanjut kuy..


"Maaf..maaf karna aku sudah pergi dengan Raka ke tempat tadi..?" Ucap Ana dengan takut, mendengar itu Dana justru menampilkan senyum seringainya yang membuat nyali Ana semakin ciut saja....


"Emzz, harusnya kau sendiri yang meminta izin padaku..! Kenapa kau justru meminta Raka yang melakukannya..? Emmzz..." jawab Dana kali ini berbicara dengan sangat berbeda seolah-olah tidak ingin membuat Ana merasa takut lagi pada dirinya...


"Oh itu.... emzz aku....." Ana begitu gugub untuk menjawab pertanyaan Dana tersebut...


"Tunggu, benar juga yang Dana katakan kenapa aku menyerahkan semuannya pada Raka, entah apa saja yang sudah Raka katakan, sehingga Dana mengizinkan diriku pergi." Ucap Ana di dalam hati sambil meringin membayangkan apa yang sudah dia lakukan...


"Apa kau takut padaku..?" Langsung saja Dana menanyakan hal itu, tentu dia ingin mendengar jawaban langsung dari mulut Ana. Ya walau pun dia sudah tau jika Ana sangat takut dengan dirinya, tapi justru itu baik bukan? Agar Ana tidak berniat mencari lelaki lain..!


"Jawab lah dengan jujur karena kali ini aku tidak akan marah kepada dirimu, aku janji.." ucap Dana dengan penuh keyakinan, mendengar itu Ana hanya tersenyum...


"Sungguh sikap Dana kali benar-benar membuatnya salah tingkah....! Seperti aku mulai menyukainya..." ucap Ana di dalam hati...


"I-iya, " jawab Ana pelan, tentu saja dia takut jika tiba-tiba Dana berubah pikiran...


"Baiklah aku sudah tau jika kau takut dengan ku, jadi aku bisa lega sekarang karena jika kau takut itu artinya kau tidak akan berani macam-macam padaku, bukan..?" Ucap Dana dengan nada penuh penekana, mendengar itu Ana seolah-olah merasa dirinya sedang di uji sekarang...


"Apa dia tau jika aku berniat kabur darinya...?" Ucap Ana di dalam hati...


. . . . . . .


Saat ini Ana sudah berada di ruang keluarga di rumah Dana tentu saja dengan semua orang yang juga hadir di sana....

__ADS_1


"Apa kau bahagia sayang...?" Tanya mama kepada Ana, entahlah mama hanya ingin sekedar memastikan apakah Ana bahagia atau tidak bersama anaknya yang keras kepala itu...


"Jujur saja nak, jangan pedulikan anak keras kepala itu, anggap saja dia tidak ada disini..!" Ucap mama dengan lembut tak ingin membuat sang calon menantu merasa tidak nyaman...


Mendengar itu Ana hanya tersenyum kaku, bingung hendak menjawab apa...


"Apa kau tidak ingin menjawab pertanyaan mama sayang...!" Tanya Dana seketika saat tak kunjung mendapatkan jawaban apapun dari Ana atas pertanyaam sang mama...


"Hey kak..!! Kau ini benar-benar membuat perutku menjadi geli dengan panggilan mu itu.." ucap Doni sang adik, yang dengan sengaja memperjelas panggilan Dana kepada Ana untuk menggoda sang kakak yang begitu keras kepala tersebut...


"Anak kecil lebih baik kau diam saja, tau apa kau tentang diriku..." ucap Dana memojokan sang adik..


"Ck, dasar tidak punya kaca apa dia..!! Hey lihatlah pacarnya seumuran denganku, ya beda-beda tipis lah, tapi kenapa dia tidak menganggap kekasihnya itu sebagai anak kecil.." gerutu Doni dengan sedikit kesal...


"Sudah lah kau tidak akan pernah menang melawan kakak mu itu.." ucap sang papa kepada Doni karena tanpa Doni sadari sang ayah mendengar apa yang dia ucapkan pelan barusan....


"Ayo lah sayang, jawab dong mama penasan banget ini..! Lagian mama yakin mau kau bahagia atau tidak dia tidak akan meninggalkanmu..?" Ucap sang mama membuat Dana mendelik dengan kesal...


"Mama benar-benar ingin mempermalukan diriku di depan kekasihku sendiri..! Ini tidak bisa dibiarkan...?" Ucap Dana di dalam hati, kemudian memikirkan apa yang hendak dia lakukan...


"Benarkah dia bahagia...? Atau dia hanya sedang berpura-pura atau takut jika aku memarahinya lagi..?" Pikir Dana setelah mendengar ucaoan Ana tersebut....


"Hey calon kakak ipar apa kau tidak salah bicara..? Dari perlakuan yang mana hingga kau bisa mengatakan jika kau bahagia..?" Tanya Doni penasaran, tentu dia merasa heran bagaimana mungkin seorang gadis bahagia bersama dengan pemarah dan kepala baru seperti Dana kakanya itu...


"Dek... sebaiknya kau diam..! Cepatlah kau cari calin mantu yang baik buat mama, jangan yang kau bisa hanya menggoda kakakmu saja.." titas sang mama dengan tegas, membuat Doni menjadi salah tingkah dan akhirnya memilih diam dan mendengar saja..


"Mama harap yang kau katakan itu benar sayang..!, owh iya kapan kamu akan sidang nak..?" Tanya mama dengan sangat penasaran, tentu saja ada niat lain dari pertanyaannya tersebut..


"Kalau tidak ada halangan bulan depan ma...!" Ucap Ana reflek, tanpa menyadari sesuatu hal...


Jawaban Ana tersebut membuat semua orang bersorak senang kecuali Dana, iya dia belum tau masalah ini..? Dana Ana bahkan tidak mencoba untuk memberitahunya.


"Apakah menurutnya ini bukan hal penting..?" Ucap Dana dalam hati sambil terus memperhatikan pergerakan Ana yang terlihat duduk dengan gelisah...


"Ma ini sudah malam..! Biar Dana antar Ana pulang ya ma..?" Pinta Dana dengan suara yang datar sehingga membuyarkan rasa bahagia yang ada di dalam hati semua orang yang ada disana..


"Baiklah..! Jaga baik-baik calon menantu mama ini ya ?" Pinta sang mama dengan sangat antusias, Dana hanya tersenyum mendengar permintaan mamanya tersebut..

__ADS_1


Sejujurnya Dana merasa sangat kecewa dengan tindakan Ana yang membuat dirinya tau masalah yang sepenting itu bersamaan dengan yang lain,..


. . . . . .


Saat ini keduannya sudah sampai di depan kosan Ana, namun kedua masih tetap diam. Ana merasa bingung dengan sikap Dana, tumben dia diam saja seperti ini. Hal ini membuat Ana merasa ada hal yang salah dengan dirinya...


"Sayang...." panggil Ana dengan pelan, mendengar itu seketika Dana menatap kearah Ana dan langsung mengunci pandangan satu sama lain....


Dana hanya menatap Ana tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Ana jadi semakin bingung dibuatnya...


"Apa aku ada salah padamu..? Jika ada maka tolong maafkan aku..!" Pinta Ana dengan cepat tak ingin lagi dia membuat waktu, dia benar-benar merasa ada hal yang aneh dengan sikap Dana kali ini....


"Apa kau tidak sadar dengan kesalahanmu..? Memangnya kau menganggap diriku ini sebagai apa ha..? Orang yang selalu memaksamu, begitu..!" Ucap Dana dengan suara setengah membentak, sebenarnya sejah dari rumahnya dia sudah menahan emosi yang kini sudah mulai meledak. Mendengar itu Ana hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar...


"Apa aku melakukan kesalahan lagi..?" Pikir Ana sambil mengingat setiap kejadian di rumah raka, hingga...


"Astaga..." gumam Ana pelan, namun masih bisa di dengar oleh Dana...


"Kenapa kau hanya diam saja..? Apa kau tidak pernah menganggap aku sebagai kekasihmu.?" Tanya Dana lagi dengan suara yang mengintimidasi, mendengar itu Ana hanya diam dan kemudian air putih bening mulai melewati pipi cantiknya. Melihat itu hati Dana sedikit tersentuh, namun dia sudah sangat marah dan kesal dengan tingkah Ana kali ini...


"Kau bahkan tidak mengatakan padaku terlebih dulu, kapan kau akan sidang..! Padahal kau sendiri yang setuju untuk menikah denganku setelah lulus nanti..?" Ucap Dana lagi yang semakin memojokan Ana...


"Apa kau berniat kabur dariku..?" Tanya Dana pada akhirnya, hanya itulah yang ada di dalam otaknya saat ini. Kalimat ini bagai belati yang mampu menusuk tepat jantung Ana hingga membuatnya semakin diam mematung, dan merasa bersalah.....


#Bersambung.....


Duh apa ya yang akan Dana lakukan....? Simak terus dan tunggu kelanjutannya ya guys...!!


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...


#Sukses untuk kita semua


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2