
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐๐...
Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.
Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐....
.
.
.Lanjut kuy..
"Kemana dia..?" Tanya Clara yang sudah merasa frustasi mencari keberadaan sang sahabat...
"Tasnya juga sudah tidak ada disini..! Sepertinya dia sudah pulang.." ucap Rere membuat yang lain menghembuskan nafasnya kasar...
"Coba liat motornya..?" Ucap Canda menimpali..
"Ana kesini bareng aku..!, duh kemana ya anak itu suka banget bikin orang khawatir.." ucap Clara sedikit kesal...
"Telvon woe...?" Ucap Ratih, hal ini membuat semuanya menepuk dahi mereka masing-masing. Bagaimana mereka bisa lupa dengan hal itu...?
Dengan segera Clara mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Ana, tidak butuh waktu lama sang tersangka langsung menjawab panggilan tersebut....
"Halo...?" Jawab Ana dengan santai, hal itu membuat Clara merasa begitu kesal..
"Na...., kamu ini dimana sih.. ? Tau gak kita udah nyari kamu kemana-mana tapi tidak ketemu juga..! Dan kamu seperti orang yang tidak merasa salah sama sekali..! " ucap Clara dengan suara yang keras..
"Siapa sayang...?" Ucap Dana, mendengar itu Clara merasa sangat bingung kenapa bukan suara Ana yang dia dengar melainkan suara seorang pria...!
"Ana kamu dimana...?" Ucap Clara lagi dengan suara yang lebih keras..
"Maaf ra.., tadi aku buru-buru jadi lupa izin sama kalian..! Lagi pula mana aku tega membangunkan kalian yang masih berada dialam mimpi...?" Ucap Ana memberikan alasan yang sebenarnya..
"Bener-bener ya na kamu ini..!, terus dimana kamu sekarang kenapa aku mendengar suara laki-laki tadi.." tanya Nia karena sudah penasaran sejak tadi, sementara itu Ana malah terdengar tertawa..
"Na..! Tolong ya tolong, mumpung aku masih peduli..?" Ucap Clara lagi dengan suara yang terdengar sedang kesal..
"Ana sedang bersamaku sekarang..! Maaf sudah membuat kalian khawatir, kalian tenang saja aku akan menjaganya dengan sangat baik..! Jadi bisakah kau matikan telvon mu sekarang..? Karena kau itu sangat mengganggu..!" Ucap seseorang yang Clara yakini adalah seorang laki-laki, dan tanpa menunggu jawaban dari Clara panggilan tersebut berakhir...
"Dasar tidak tau diri....!" Gerutu Clara, hal itu membuat sahabatnya menjadi bingung..
"Dimana..?" Tanya Rere, karena sudah sangat penasaran..
"Entahlah dia sedang bersama laki-laki, tapi entah dengan siapa aku tidak tau..? Sudahlah kalian tidak usah khawatir dia akan baik-baik saja..!, udah lah aku jugamau pulang deh.." ucap Clara menjelaskan apa yang dia dengar tadi...
Setelah itu mereka semua akhirnya merasa lega dan para anggota juga sudah kembali ke rumah masing-masing...
. . . . . .
__ADS_1
Disisi lain masih dengan Ana dan Dana...
"Sekarang kita mau kemana..?" Tanya Dana ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil..
"Kemana ya...? Terserah kamu aja deh..!" Ucap Ana karena dia memang tidak tau dan tidak ada tempat yang ingin dia kunjungi saat ini...
"Ayolah sayang, kali ini kita akan melakukan semua yang kamu inginkan, jadi hanya keinginanmu yang akan kita berdua lakukan..!" Ucap Dana dengan wajah datar khas dirinya, ya walaupun dia sudah sedikit lunak tetapi tetap saja menjadi Dana yang dingin..
"Emzz tapi aku tidak tau mau kemana..?" Ucap Ana sedikit khwatir, bagaimana jika Dana marah lagi padanya kan tidak seru baru juga baikan sudah marahan lagi..
"Baiklah... emz bagaimana jika kita ke taman kota saja sekedar untuk berbincang-bincang sedikit..?" Saran Dana dan langsung saja disetujui oleh Ana. Mendengar itu Dana bergegas melajukan mobilnya ketempat tujuan mereka yang kali ini atas persetujuan dari Ana tidak seperti biasanya yang hanya berdasarkan keinginan Dana...
"Sepertinya dia memang berbeda sekarang.." ucap Ana di dalam hati yang menatap Dana dengan senyuman yang begitu manis..
Melihat itu Dana menjadi salah tingkah sendiri, jujur saja Dana merasa baru pertama kali merasakan perasaan yang campur aduk ada rasa senang, malu, bahagia, terharu ya pokoknya semua rasa menjadi satu yang pasti Dana merasa bahagia saat ini..
"Tolong jangan melihat aku dengan tatapan seperti itu atau aku akan menabrakan mobil ini nanti.." ucap Dana membuat Ana kebingungan..
"Kenapa.." tanya Ana dengan wajah yang serius kali ini, memangnya siapa yang mau merakan hal itu..?
"Tatapan mu dan juga senyuman mu itu membuatku merasa aneh..!" Ucap Dana agar Ana tidak tau jika dia sedang gugup sekarang..
"Benarkah maafkan aku kalau begitu..! Kau bisa tenang sekarang..!" Ucap Ana dan mengalihkan pandangannya dari Dana agar yang diucapkan Dana tidak benar-benar terjadi..
"Aku tidak memintamu untuk mengabaikan diriku sayang..!, aku hanya meminta mu agar tidak menunjukan senyumanmu itu atau aku akan.. emz aku akan..., sudah lah lagian untuk apa kamu melihat jendela seperti itu.." ucap Dana dengan wajah yang serius sepertinya dia mulai merasa kesal sekarang...
"Apasih yang dia inginkan..? Aku benar-benar menjadi serba salah dibuatnya..!" Ucap Ana di dalam hati karena kesal juga lama-lama dengan Dana sang kekasih yang begitu membuatnya kesal tapi juga ngangenin.....๐คฃ
"Ayo sayang kita turun.." ajak Dana dengan senyuman yang begitu manis yang seketika mampu membuat jantung Ana berdetak dengan sangat kencang..
"Sayang...., bisakah kau simpan saja senyumanmu itu, karena aku tidak bisa melihat mu seperti itu.." gerutu Ana namun masih mampu di dengar oleh Dana..
"Baiklah sayang aku tidak akan tersenyum lagi..!, ayo kita duduk disana.." ucap Dana kemudian menunjuk tempat duduk terdekat dari tempat mereka berdiri saat ini..
"Emmz baiklah sayang, ayo.." jawab Ana dengan bersemngat walaupun sebenarnya dia merasa sangat malu saat ini tapi Ana berusaha untuk menutupinya setengah mati...
"Sayang ayo kita berbicara tentang diri kita masing-masing, agar kedepannya kita tidak melakukan kesalahan satu sama lain.." ucap Dana ketika mereka berdua sudah duduk dengan nyaman, sebenarnya Dana memang tidak mengetahui banyak hal tentang Ana..
"Apakah itu penting..?" Tanya Ana kemudian setelah mendengar ucapan Dana..
"Apa maksudmu..? Tentu saja itu sangat penting..! Supaya setelah kita menikah nanti kita sudah sangat mengenal satu sama lain..!" Ucap Dana dengan suara menuntut..
"Baiklah sayang..! Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan..!" Ucap Ana dengan senyum yang tulis, namun berbeda dengan Dana yang merasa aneh dengan ucapan Ana tersebut...
"Benarkah..! Jika begitu ayo kita ke hotel karena aku ingin itu..." ucap Dana dengan senyum menggoda, mengerti maksud dari ucapan Dana dengan segera ana mencubit lengan Dana hingga membuat sang pemilik kesakitan..
"Sayang... apa yang kamu lakukan ini sakit..!" Ucap Dana sambil mengelus lengannya yang telah dicubit oleh sang kekasih...
"Makanya jangan mesum...! " ucap Ana dengan keras, hal itu justru membuat Dana tersenyum senang..
"Baiklah sekarang katakan padaku seberapa senang kamu menonton sepakbola sayang..?" Tanya Dana penasaran, karena semenjak melihat Ana pertama kali waktu itu Dana sudah sangat penasaran..
__ADS_1
"Tau dari mana kamu sayang, jika aku suka menonton acara sepakbola..?" Tanya Ana yang juga tidak kalah penasaran mengingat jika dirinya tidak pernah menonton bersama dengan Dana...
"Apa kau lupa dimana kita bertemu pertama kali..? Dan apa yang kau lakukan saat itu..?" Lagi-lagi pertanyaan yang melayang diantara mereka. Sadar akan hal itu akhirnya mereka berdua tertawa bersama kemudian saling melempar senyum masing-masing...
"Serius sayang..?" Ucap Dana lagi ketika mereka berdua sudah lelah tersenyum dan tertawa..
"He he baiklah...!" Ucap Ana..
"Aku sudah menyukainya sejak smp ada alasan tertentu kenapa aku bisa menyukainya dan sepertinya kamu tidak perlu tau alasannya, yang jelas sepakbola membuat pikiranku berhenti memikirkan dunia untuk sesaat dan sangat menikmati setiap momen indah yang selalu dihadirkan oleh pemain-pemain profesional diatas lapangan..! Apa kau tau aku sangat suka dengan laki-laki yang berseragam club bola seperti itu..? Menurutku mereka terlihat sangat bersinar dengan jersey tersebut.." ucap Ana panjang lebar, menjelaskan semua hal yang menurutnya penting dengan mata yang berbinar...
"Sebesar apa kamu menyukai mereka.." tanya Dana dengan tatapan menyelidik, hal itu membuat Ana salah tingkah. Tentu saja dia sadar apa yang sebenarnya coba di gali oleh Dana..
"Hehehe apa kau cemburu..? Tenang saja aku suka pada mereka hanya sebatas fans dengan idolanya saja..! Karena hanya kamu yang mampu mengisi penuh hatiku.." ucap Ana dengan malu-malu, hal itu membuat Dana merasa sedikit lega..
"Makasih sayang karena sudah mau mencintaiku, padahal kamu tau sendiri bagaimana sikap diriku padamu selama ini..! Maukah kamu berjanji tidak akan pernah menghianatiku dan selalu berusaha untuk menambah kadar rasa cintamu padaku..! " ucap Dana dengan penuh harap sambil memperhatikan wajah Ana yang terlihat masih malu-malu...
"Aku akan mencobanya..! Aku harap kau tidak melarangku untuk melanjutkan hobby ku menonton bola sayang..!" Ucap Ana dengan tulis, karena menurutnya semuannya sama-sama mampu memberikan kadar masing-masing sebagai penyemangat di hidupnya...
"Kamu tenang saja sayang, karena aku juga suka menonton bola jadi aku harap kapan-kapan kita bisa menonton bareng.." ucap Dana membuat wajah Ana berbinar sayang..
"Apa aku tidak salah dengar..?" Batin Ana..
"Bola sayang aku akan menunggu waktu itu, aku benar-benar sudah tidak sabar..!" Ucap Ana dengan riang gembira..
"Owh iya sayang aku ada satu permintaan untuk mu..! Aku harap kamu tidak akan pernah melanggarnya karena jika itu sampai terjadi mungkin aku akan merasa sangat kecewa padamu.." ucap Dana dengan wajah yang serius kali ini, sehingga wajah Ana langsung memucat mendengar hal itu...
"Katakan sayang..! Aku akan mencoba untuk mengikuti aturan darimu, asal kau bersedia untuk menemani ku sampai kau bosan.." ucap Ana..
"Sayang aku tidak akan pernah bosan dengamu..? Apalagi jika aturanku ini mau kamu ikuti aku akan sangat bahagia..!" Ucao Dana sambil tersenyum..
"Bolehkan aku memelukmu..?" Pinta Dana, mendengar itu Ana hanya tersenyum dan kemudian menganggukan kepalanya pelan pertanda bahwa Dana boleh memeluknya...
Lima menit berlalu akhirnya acara berpelukan mereka selesai, entah sebesar apa kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini
"Sekarang katakan padaku, apa yang tidak boleh aku langgar agar aku tidak melakukan hal itu dan membuatmu marah suatu saat nanti" ucao Ana sangat serius kali ini...
"Sayang...! Aku tau dan bisa menerima jika kau memiliki hobby menonton sepakbola melalui televisi atau bahkan mempunyai banyak idola aku tidak akan keberatan..! Tapi ada hal yang tidak aku harapkan untuk kau lakukan.." Dana berhenti sejenak untuk sekedar mengambil napas..
"Aku harap kamu tidak akan pernah pergi dan....."
"Sebentar sayang.." pinta Ana karena dia telah menerima panggilan dari rang tuanya di kampung..
Hal itu membuat Dana tak sempat menyelesaikan ucapannya dan harus bersabar untuk mengutarakan aturannya...
#Bersambung....
Yeay episode terpanjang..๐๐คฃ....
sarannya dong kak...
likenya jangan lupa guys๐
__ADS_1