
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah bersedia untuk selalu hadir dan mampir ke karya author ini😁😊...
Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.
Semoga bisa sedikit menghibur kalian semua guys dan maafkan author kalau masih suka ada typo yang bertebaran dimana-mana😉....
.
.
.Lanjut kuy..
"Bagaimana ini, aku takut papa marah..! Takut tuhan...?" Ucap Ana di dalam hati..
"Anu...." ucap Ana lagi gugup..
"Katakan saja kak, kamu seperti meragukan papa saja..!" Ucap papa pada akhirnya dengan raut wajah yang terlihat sedikit kecewa..
"Pa... bukan begitu..!" Ucap Ana..
"Ana mau ngomong sesuatu sama papa, Ana harap papa mau menerima semua yang terjadi sama Ana...." ucap Ana lagi dengan sedikit gugup
"Apa maksud kamu kak..? Jangan bilang kalau kamu.. kalau kamu sudah melakukan kesalahan besar..?" Tanya papa menyelidik..
"Tidak pa.! Ana tidak pernah melakukan hal seperti itu pa..? Hanya saja Ana.. Ana datang bersama kekasih Ana pa..?" Jawab Ana yakin, mendengar hal itu papa malah tertawa bahagia sambil menepuk-nepuk lengan Ana dengan sayang..
"Pa... papa tidak marah..?" Tanya Ana kemudian sesaat setelah papa menghentikan tawanya..
"Untuk apa papa marah kak..! Percayalah papa turut bahagia mendengarnya." Ucap papa lagi..
"Bernarkah..? Terimakasih pa..! Papa tolong jangan kasih tau dulu ya pa, biarkan ini menjadi kejutan..!" Ucap Ana kemudian langsung memeluk papa dengan sayang..
"Baiklah-baiklah..! Sesuai keinginan putri papa tercinta apapun sesuai keinginanmu..!" Jawab papa yakin..
"Lalu dimana kekasih mu kak..? Kenapa papa tidak melihatnya sedari tadi..?" Tanya papa penasaran, karena seingat dirinya Ana hanya datang bersama Clara tadi..
"Dia sedang istirahat dirumah pa..., sepertiny dia kelelahan diperjalanan, maklum pa dia jarang melakukan perjalanan jauh.." ucap Ana memberi penjelasan..
"Owh iya pa, dua minggu lagi Ana sidang doain ya pah..?" Ucap Ana memohon, mendengar itu papa merasa sangat bahagia karena sebentar lagi anaknya akan menggapain cita-citanya sebagai seorang sarjana..
"Syukurlah kak...! Papa senang sangat senang. Lalu apakah ini juga harus kita rahasiakan dari mama mu..?" Ucap Papa menggota sang putri karena sudah lama mereka memang jarang bercanda..
"Papa...!" Ucap Ana manja membuat sang papa sangat gemas dengan kelakuan Ana yang masih terlihat seperti anak-ana saja padahal sebentar lagi wisuda..
. . . . . .
"Asik sekali ngobrolnya..? Sampai tidak sadar kalau kami sudah kembali..?" Ucap dengan antusias..
"Sudahlah ayo makan, Ana kan capek nungguin kalian beli makan lama banget..! Cacing di perut Kakak udah pada demo dari tadi tau gak..?" Ucap Ana ketus, kemudian melangkah mendekat ke arah mama dan sahabatnya dan kemudian makan...
"Pah, makanan papa sudah dimakan...?" Tanya mama penasaran..
"Sudah dong, kan jarang-jarang disuapin sama anak kesayangan masak dilewatkan..!" Jawab papa sambil tersenyum..
"Kamu ini kayak gak makan sebulan aja kak,..! Diperhatikan dong makannya kalau gini terus kan kamu bisa malu-maluin pas ketemu calon ibu mertua kamu nanti..?" Ucap mama membuat Ana tersedak...
Uhuk uhuk uhukk..
__ADS_1
"Kamu ini dibilangin malah makin aneh..! Pelan-pelan dong kak makannya mama dan Clara gak minta kok, iya kan nak..?" Ucap mama kemudian meminta persetujuan dari Clara..
"Iya tanta...! Udah abisin ana Na.." ucap Clara menimpali sambil tertawa lebar membuat membuat Ana semakin kesal saja dibuatnya..
"Sudahlah jangan goda anak papa yang cantik ini lagi, kasian.." ucap papa yang entah membela atau semakin ikut menggodanya...
Akhirnya Ana menjadi semakin kesal karena mama, Clara dan papa semakin menjadi untuk menggodanya..
Beberapa saat berlalu Ana dan Clara menginap dirumah sakit setelah diizinkan oleh Dana dan Raka, serta adiknya tercinta dan mama juga tidak pulang karena tidak tega meninggakan papa...
. . . . . . .
Pagi hari...
"Benarkah saya sudah boleh pulang dok..?" Tanya papa memastikan ketika mendengar sang dokter sudah memperbolehkan dirinya pulang..
"Iya pak..! Bapak jangan lupa jaga kesehatannya ya pak..!" Ucap dokter lagi dan setelah urusannya selesai akhirnya sang dokter pamit undur diri..
"Akhirnya papa sudah pulang ya pa..? Mama benar-benar kangen dengan rumah kita.." ucap mama dengan bahagia membuat Ana dan Clara yang melihat itu ikut tersenyum juga..
"Owh iya pa nanti Dana yang jemput kita disini..!" Ucap Ana spontan, dia lupa jika belum memberitahu siapa Dana kepada orang tuanya..
"Dana...?" ucap mama dan papa bersamaan dengan raut wajah yang kebingungan.
"Siapa Dana kak..?" Tanya mama pada akhirnya karena penasaran..
"Anu ma..pa..." ucap Ana terbata kemudian melirik Clara untuk meminta petunjuk dan Clara hanya menganggukan kepalanya..
Setelah itu akhirnya Ana menjelaskan siapa Dana dan juga Raka ya walau hanya sekilas. Biarlah nanti mama dan papanya sendiri lah yang menilai bagaimana Dana menurut mereka, namun dia tetap berharap jika orang tuanya menyukai Dana dan semoga saja Dana bisa bersikap baik ketika menjemput nanti...
Beberapa saat berlalu,
"Sayang kamu kok sendiri..? Apa kamu tidak nyasar..?" Tanya Ana penasaran karena melihat sang kekasih yang datang sendirian untuk menjemputnya..
#Flasback on..
"Kak nanti mau jemput sama siapa..?" Tanya adik Ana ke pada Dana yang sedang bersiap-siap dari luar kamar..
"Sendiri dek, kan mereka berempat takut gak muat mobilnya..!" Jawab Dana dengan yakin..
"Tapi kakak kan tidak tau dimana kliniknya, apa kakak yakin..? Aku takut kakak nyasar dan nyusahin kak Ana nanti..?" Ucap adik Ana ketus..
"Baiklah-baiklah kau boleh ikut...! Tapi hanya mengantar kakak ketika kakak sudah tau tempatnya kakak akan mengantarmu untuk pulang..! Apa kau bersedia..?" Ucap Dana memastikan..
"Tapi kenapa ribet begitu kaka..? Sekalian saja pulangnya..." pinda sang calon adik ipar..
"Tidak apa-apa, apa kau tidak merasa takut jika meninggalkan dia seorang diri dirumah ini..?" Ucap Dana menunjuk Raka yang masih terlihat sedsng tertidur saat ketika sudah berdiri di deoan calon adik ipar tercintanya...
"Baiklah terserah kakak..! Ow iya kak Ana kan bawa motor kak, lalu mau diapakan motornya..?" Tanya sang calon adik ipar lagi dengan penasaran..
"Sudahlah kau tak perlu memikirkannya..! Sekarang sebaiknya kau bersiap dan segera kita akan berangkat..!" Pinta Dana
"Siap kak.." jawabnya dan langsung bergegas bersiap-siap..
Tidak lama kemudian akhirnya mereka sudah siap dan akhirnya berangkat, sementara Raka masih saja terlelap dengan tidak tau diri..
"Tuh kan kak, apa aku bilang kakak pasti nyasar jika berangkat sendiri..?" Ledek sang calon adik ipar..
"Makanga jangan sok tau ya kak..? Hahaha" ucapnya lagi, membuat rasa kesal Dana kian meningkat...
__ADS_1
"Sudah..! Itu kan tempatnya..? Jadi sekarang kakak akan mengantar mu pulang..!" Ucap Dana lagi dengan tegas tak ingin dibantah lagi karena dirinya sudah cukup kesal dengan kelakuan adik iparnya itu..
"Huh dazar.." gumam adik Ana..
"Cepat turun dan tolong bangunkan Raka ya..? Jangan sampai dia membuat ku malu nanti..!" Ucap Dana pada calon adik iparnya yang langsung saja di turuti..
Setelah mengantar calon adik iparnya kembali kerumah dengan selamat kemudian Dana bergegas menuju klinik untuk menjemput calon mertua..
"Huh.., kenapa aku merasa sedikit kurang nyaman.." gumam Dana ketika merasakan detak jantungnya berdetak tidak stabil..
#Flasback off
"Baiklah ayo..! Sebenarnya kami sudah menunggu kalian sejak tadi.." ucap Ana jujur, karena merasa Dana terlalu lama sehingga membuatnya sedikit kesal..
"Hmmm, maaaf membuat kalian menunggu lama.." ucap Dana dengan tulus..
"Kau tau sayang aku sangat merindukan mu..? Rasanya aku ingin menikah hari ini saja dengan mu dan membuat anak yang banyak nanti..!" Ucap Dana dan mendapat cubitan dilengannya..
Setekah sang tersangka selesai memberikan hukuman cubitan atas perkataan sang kekasih, dia bergegas berlari agar tidak dihukum baik oleh Dana..
"Hey.... sayang... kau curang sekali..? Berhentilah dan biarkan aku menghukum mu kali ini..? Aku yakin kamu pasti juga merindukanku bukan.." ucap Dana tidak terlalu keras ketika menyadari jika Ana sudah menjauh pergi dari dirinya, dan langsung saja dia menyusul sang kekasih dan juga calin mertua tercinta..
"Semoga saja semuanya berjalan lancar.." ucap Dana sambil terus berjalan mengikuti kemana langkah sang kekasih hati pergi..
"Pa, ma kenalin ini Dana.." pinta Ana kepada orang tuanya dengan senyum manis diwajahnya..
"Pagi tante, pagi om.. saya Dana.." ucap Dana dengan tegas sambil tersenyum manis mengikuti kelakuan sang kekasih..
"Owh jadi ini calon kamu kak..? Tampan sekali...!" Ucap mama dengan riang gembira..
"Mama gak yakin..? Kok bisa sih dia mau sama kamu..? Kamu gak berbuat macem-macem kan kak..?" Ucap mama lagi dengan penasaran..
"Ma.. sudahlah mama ini kenapa heboh sekali..! Sudah nanti kita bicara dirumah saja, sekarang ayo kita pulang..!" Acak papa dengan lembut dan semua orang yang ada diruangan itu pun langsung bergegas untuk keluar..
"Biayanya udah yang..?" Tanya Dana tepat ditelinga sang kekasih, takut jika orang tua Ana tau dan merasa sungkan..
"Sudah syang.." jawab Ana lembut, membuat tubuh Dana seketika merinding..
"Baiklah, jangan sungkan jika butuh bantuan sayang.." ucap Dana lagi dan Ana pun langsung menganggukan kepalanya dengan mantap..
Setelah semua orang masuk ke dalam mobil seketika Ana tersiam dan memandang dana yang saat ini ada dihadapannya dengan tatapan penuh tanya...
"Ayo masuk.." pinta Dana ketika sudah membuka pintu mobulnya dan meminta Ana segera memasukinya..
"Sayang....!" Ucap Ana kesal, entahlah apa yang sedang dia rasakan..
"Kenapa sayang..? Ayo masuk kasihan papa kamu menunggu lama di dalam.." ucap Dana lagi berharap agar Ana segera masuk ke dalam mobil tersebut. Namun Ana masih saja diam..
"Apa kamu tidak melupakan sesuatu...?" Tanya Ana dengan tatapan menyelidiknya..
#Bersambung....
#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..
dan jangan lupa juga favoritnya ya supaya tidak tertinggal jika ada updet😊
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author yang seujung kuku ini bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa lebih bersemangat lagi...
__ADS_1
#Sukses untuk kita semua
Terimakasih