Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Bertemu keluarga...?


__ADS_3

#Hallo guys.....


Detik-detik menuju new year 2021guys....😍🤗🤩


Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih luar biasa lagi tentunya..


Terimakasih author ucapkan untuk kalian-kalian yang selalu mendukung author😁


.


.


#Happy reading all semoga bisa menambah kegembiraan kalian dihari baru ini....


.Lanjut....


Untuk beberpa menit diantara mereka tidak ada percakapan lagi, mereka berdua fokus untuk menghabiskan makanannya masing-masing, hingga...


"Emmzzz ada yang ingin aku bicarakan..?" Ucap Ana pelan membuat Dana menatapnya dengan tatapan menyelidik..


"Hemzz katakan.." tegas Dana cepat..


"Sebenarnya....sebenarnya apa tujuanmu menjebak diriku dalam hubungan yang seperti ini..?"tanya Ana pelan sambil menundukan kepalanya..


Dana mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan ana kali ini, namun dia masih fokus menatap Ana sambil mencoba menerka kemana arah pembicaraan Ana kali ini..


"Jawab aku Dana,, sayang..?" Tanya Ana lagi, dia harus menuntaskan semua rasa penasarannya selama ini dengan secepat mungkin...


Dana menarik sudut bibirnya kali ini, entahlah apa yang dia pikirkan sekarang. Melihat hal itu ana semakin bingung saja. Eh tunggu dulu....


"Dia tersenyum..? Oh ya ampun dia begitu manis jika tersenyum seperti itu..!!" Batin Ana memperhatikan senyum yang terpancar dari wajah Dana...


"Kau tenang saja, apapun tujuanku itu tidak akan menyakiti dirimu atau merugikan mu. Jadi sekarang kau bisa tenang sayang..?" Jawaban Dana tidak memberi petunjuk apapun bagi Ana, justru Ana menjadi semakin penasaran saja mendengar jawaban Dana tersebut..


"Tak bisa kah kau katakan padaku..? Agar aku bisa mencoba menerima semua ini dengan... dengan .. dengan lapang dada..." ucap Ana dengan sedikit rasa takut dihatinya, bagaimana jika ucapannya membuat Dana marah?...


"Kau memang harus menerima semua ini dengan lapang dada sayang..!! mulai sekarang kqu harus mengingat itu dengan baik-baik..!" Tegas Dana tegas, membuat Ana terdiam.


"Dan ingat aku tidak menjebakmu..!! Bukankah kau sendiri yang mau menjadi kekasihku waktu itu..!! Apa perlu aku mengingatkan dirimu lagi bagaimana kau bisa menerima diriku..?" Tanya Dana kemudian..

__ADS_1


Mendengar ini ana merasa kalah telak..


"Sepertinya aku memang selalu ditakdirkan kalah jika berdebat dengannya..!!" Batin Ana merutuki ketidakberdayaan dirinya di depan Dana...


"Jawab aku..?" Pinta Dana sambil mencondongkan sedikit badannya agar bisa menatap ana dengan lebih dekat...


"Aku... aku....aku..., Baiklah..!! Maafkan aku.." entahlah melihat Dana yang menatapnya begitu dekat dengan tatapan yang mengintimidasi membuat otaknya tidak lagi bisa berfikir dengan baik sehingga kalimat yang keluar dari mulutnya tidak nyambung sama sekali...


Dana tidak memperdulikan itu, dia ingin mendengar jawaban yang dia tanyakan..


"Jawab aku..!! Apa kau terpaksa memiliki hubungan dengan ku..?" Tanya Dana dengan wajah dan tatapan yang begitu mengintimidasi ana...


"Ti..tidak,, aku tidak terpaksa..!" Ucap Ana terbata-bata, memang apa yang bisa dia katakan selain itu?...


"Bagus..!" Jawab Dana singkat puas dengan jawaban yang keluar dari mulut Ana..


"Karena kau sudah menerimaku dengan lapang dada..! Maka persiapkan dirimu minggu depan aku akan membawamu kerumahku untuk menemui semua kelurgaku..?" Ucap Dana dengan cepat...


Mendengar itu Ana langsung terbatuk, "uhuk uhuk uhuk uhuk"


Setelah beberapa saat berlalu, Ana berhasil mengontrol dirinya kemudian Ana menatap Dana dengan perasaan yang bingung..


"Apa...!!" Teriak Ana, saat tersadar akan maksud ucapan yang Dana katakan barusan...


"Harusnya dia tidak setenang ini bukan..?" batin Ana


"Apa maksudmu mengajak diriku menemui keluargamu..?? Jangan main-main dengan semua ini dana..?" Pertanyaan Ana lolos begitu saja dari mulutnya, bahkan dia melupakan panggilan sayang yang harus selalu dia ucapkan...


"Hey kau baru saja memanggil namaku..? Apa kau sudah berani melawanku sekarang sayang..?" Cecar Dana, yang saat ini sudah mulai terlihat kesal...


"Maaf...!, sayang jawab aku..?" Lagi-lagi Ana meminta maaf kepada Dana, dia memang pintar mengendalikan emosinya saat ini...


"Apa kau menganggap diriku ini sedang main-main dengan hubungan ini..?" Tanya Dana mengerutkan dahinya, dan melebarkan kedua bola matanya, huh nyali Ana kembali menciut..


"Tidak..tidak bukan begitu..!! Hanya saja bukankan kau menganggap hubungan kita untuk mencicil hutangku waktu itu..? Bukankah setelah hutangku lunas hubungan kita juga akan berakhir..?" Ucap Ana pelan lalu menunduk.. sangat pelan, namun Dana bisa mendengar ucapannya...


Mendengar itu Dana tersenyum sinis kemudian mengangkat wajah Ana untuk menatapnya...


Lalu...

__ADS_1


"Bukankah kau sendiri yang bilang barusan..!! Kalau dirimu akan mulai menerimaku dengan lapang dada...? Mulai sekarang belajarlah untuk menepati apapun yang kau ucapkan..! Kau paham..?" Ucapan Dana benar-benar membuat denyut jantung Ana meningkat drastis....


"Benar-benar bodoh kamu ana..!! Mudah sekali manusia ini memperdaya dirimu..?" Acap Ana didalam hati..


Ana hanya terdiam mendengar ucapan Dana tersebut, bahkan dia tidak ada niat untuk menjawab pertanyaan dana diakhir kalimat yang dilontarkan Dana kepadanya barusan....


Melihat tidak ada reaksi apapun dari pertanyaannya, dana,,


"Untuk hutang itu kau tenang saja...!! Kau tidak perlu mencicilnya lagi dengan menjadi kekasihku, karena setelah bertemu dengan keluargaku nanti... maka..." ucap Dana menggantung, membuat Ana menatapnya dengan penuh penasaran..


"Huh semoga saja setelah bertemu keluarganya maka dia akan membebaskan aku..!!! Aku benar-benar ingin hidup bebas lagi..!" Batin Ana dengan senyum tipis diwajahnya, dia benar-benar tidak menyangka sebentar lagi akan bebas....


"Baiklah aku setuju menemui keluargamu..!! Lebih cepat lebih baik..!!" Ucap Ana dengan semangat, dia ingin segera lepas dari dana, tentunya...


"Benar kah..? Apa kau tidak takut dengan apa yang akan terjadi nanti..? Bukankan seorang gadis sepertimu biasanya sangat takut jika hendak bertemu dengan calon mertuanya...!!" Ucap Dana datar,


"Sepertinya dia belum mengerti tujuan aku mengajaknya kerumah...!!, lihatlah dia semangat sekali..??" Pikir Dana


"Tentu sa..." ucap ana menggantung, kali ini dia menyadari sesuatu. Ada yang tidak beres dengan kalimat yang dana ucapkan barusan, dia harus memastikan ini...


"Tunggu..!! Calon mertua..???? What...!!!" Ucap Ana syok,,,,


Ana benar-benar diam mematung ketika menyadari dan mengerti maksud dana yang sesungguhnya..


"Oh tuhan bagaimana ini..?" Pikir Ana lagi..


"Tentu saja..!! Orang tuaku akan menjadi mertuamu. Baiklah aku akan mencoba mempercepat waktunya, jika kau memang sudah tidak sabar..?" Ucap Dana dengan senyum tipis, menggoda Ana..


"Tidak..tidak..itu tidak perlu..!!" Ucap Ana cepat....


Bersambung...


#Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara


.LIKE


.KOMEN


.VOTE

__ADS_1


Terimakasih semuanya...


see you


__ADS_2