
Disisi lain ana yang menuju ke toilet tidak sengaja menatap dana yang trus memperhatikannya hingga ana masuk ke lorong menuju toilet. Posisi duduk dana dekat dengan lorong menuju toilet sehingga mudah baginya untuk memperhatikan Ana.
Beberapa saat kemudian ketika ana keluar dari toilet dia hampir saja berteriak ketika melihat seseorang yang berdiri di depan pintu toilet nya sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
"Hey ngapain kamu di sini..?" Tanya Ana sedikit panik. Namun Dana masih terdiam dan hanya memperhatikan ana dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Tak kunjung mendapat respon ana berniat meninggalkan dana untuk kembali pada teman-temannya. Namun baru hendak melangkahkan kakinya tiba- tiba tangannya ditarik siapa lagi kalau bukan dana pelakunya. Sejenak ana terdiam hingga..
"Hey kau ini kenapa sih? Gak jelas banget jadi cwo..!! Tadi nabrak aku lalu pergi begitu saja tanpa kata maaf sedikit pun" Sarkas ana dengan nada biasa saja namun mampu membuat dana menajamkan pandangannya..
Akan tetapi lelaki itu masih diam saja,,,
"Hey kenapa kau diam saja? Apakah kau sudah jatuh cinta padaku sehingga tidak henti-hentinya menatapku" Lanjut ana dengan nada sedikit menyindir. Namun ampuh membuat dana mengeluarkan suaranya.
"Apa kau bilang?" tanya dana pada ana dengan nada cukup membuat ana merasa terintimidasi. Mungkin dia tidak mengira kalau ana akan mengatakan hal yang menurutnya aneh..
"Apa kau ingin aku mencintaimu begitu?? Ck ck ck. Jangan mimpi!!" Lanjut dana kemudian, namun matanya menyorot mata ana dengan tajam
Ana terus berusaha menutupi rasa takutnya
"Lalu apa mau mu, cukup katakan dengan jelas jangan bertingkah seperti orang bisu yang sedang sakit gigi" Jawab ana sambil mengendalikan dirinya dari rasa takut..
"Apa kau bilang? bisu..!!. Berani sekali kau" Jawab Dana kemudian..
"Lalu kalau bukan bisu apa namanya? Dari tadi kau terus menatapku sampai ke toilet pun kau mengikuti ku" Balas ana dengan nada tidak suka,,
"Okey langsung saja, jujur aku tidak suka dengan tingkah mu yang aneh itu, berteriak tidak jelas ketika menonton sepakbola, apa kau pikir ini tempat nenek moyang mu? " Keluh dana pada ana mengingat kejadian beberapa saat lalu
"Hey lalu apa urusannya dengan mu, aku bahkan tidak mengganggu mu, jadi berhenti mengurusi apa pun yang aku lakukan" Jawab ana dan segera meninggalkan dana seorang diri di depan toilet..
__ADS_1
Setelah kepergian ana, dana mengepalkan kedua tangannya tanda sedang menahan emosinya.
"Awas saja kalau sampai aku melihat dia lagi dengan kelakuan seperti itu, akan ku buat dia tidak bisa mengeluarkan suaranya" kata dana dalam hati.
Mengingat teriakan ana yang begitu heboh ketika sedang menonton sepakbola tadi seakan ini adalah hutan alih-alih sebuah tempat makan. Akibatnya dana merasa sangat kesal karena hal itu membuat dia tidak bisa mendengar siaran langsungnya dengan baik karena sangat berisik.
Kemudian dana bergegas keluar dari tempat itu menuju rumahnya karena jika terus disana kemungkinan telinganya akan sakit mendengar teriakan ana dan teman-temannya itu tanpa memperdulikan temannya sendiri yang masih berada di tempat walaupun berpindah meja.
Sementara itu setibanya ana di meja semula, ia segera mendudukkan dirinya sambil menekuk wajahnya hingga menyita perhatiaan semua temannya.
"Hey-hey, kenapa itu muka kok kusut begitu" tanya ratih sambil terus memperhatikan wajah ana
"Emang muka ku kenapa?" Tanya ana mencoba mengalihkan kekhawatiran teman nya.
"Pakek nanya lagi..! Cepet ngomong ada apa di kamar mandi?" Jawab clara menyanggah keduanya sambil memperhatikan ana.
"Apaan sih kalian ini, udahlah yuk makan" balas ana dan langsung mengambil pesanannya untuk mengisi perutnya yang sebenarnya sudah berbunyi sejak tadi.
"Kuy mana uangnya biar sekalian bayarnya" saran ana sambil menatap sahabatnya
Tanpa bnyak berfikir semuanya mengeluarkan uang masing-masing sesuai dengan harga pesanan masing-masing. kemudian ana bergegas untuk langsung membayarnya. Setelah selesai ana kembali menuju tempat semula.
"Guys tadi timnas kita menang kan" tanya ana pada sahabatnya. Iya pertandingan sepakbola yang mereka saksikan beberapa saat lalu adalah pertandingan timnas kebanggaan mereka
"Iya iyalah timnas pasti menang dong..!! Lah emang km ngapain di kamar mandi lama banget? Sampai sepakbolanya habis baru balik kesini?" Pertanyaan rere membuat ana salah tingkah
"Owh itu biasa lah, emang kalian ngapain kalau dikamar mandi?" Ana malah balik bertanya karena tidak ingin jujur dengan sahabatnya setidaknya untuk malam ini.
"Huuuuu" balas ke empat sahabatnya
__ADS_1
"Ya udah yuk balik, takut kemalaman nih" ajak nanda pada ke empatnya
"Yau udah ayuk" balas ke empatnya
"Hati-hati ya guys dijalan, jngan banyak ngelamun" teriak nanda, ratih dan rere dari dalam mobil
"Siap" jawab ana dan clara
Kemudiaan mereka pun menuju kos masing-masing dengan perut yang kenyang.
Sementara itu di tempat makan lain, siapa lagi kalau bukan meja anton, doni dan raka
"Cepet banget sih mereka pulang" ucap doni reflek...
"Mau mereka pulang atau enggak toh gak ada bedanya buat kita" balas anton yang juga menjawab dengan reflek.
"Mereka boleh bersikap seenaknya sekarang..!! Tapi tidak besok-besok, liat saja apa yang akan aku lakukan..!!" kata raka dengan seringainya
Kemudian ketiganya terdiam dan saling tatap
"Udah lah yuk pulang juga?" Ajak doni
Mereka pun menuju mobil untuk pulang tanpa menunggu dana karena mereka tau apa yang dana lakukan dan kemana dana sekarang.
Setelah perjalanan pulang dengan menyisakan sedikit emosi. Dia menyalakan televisi setibanya di kamar pribadinya tempat ternyamannya selama ini, siapa lagi kalau bukan dana. Lagi-lagi emosinya memuncak
"Sial...!! Semua ini gara-gara gadis gak tau diri itu. Awas saja jika aku melihatnya kembali" ucapnya di dalam hati sambil menyeringai membayangkan apa yang akan dilakukannya jika melihat gadis itu lagi
#sampai sini dulu ya guys
__ADS_1
Jngan lupa like and komen😊
Terimakasih sudah mampir