
#Happy reading all
Terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk hadir disini..
.
.
.
lanjut...
Ana yang mendengar Dana memanggilnya sayang begitu terkejut apalagi posisi mereka saat ini sedang berada ditengah-tengah keluarga Dana..
"Jantung oh jantung..! Tolong kendalikan dirimu.." ucap ana dalam hati sambil meringis tipis menahan rasa malu yang serasa menggerogoti tubuhnya secara perlahan..
"Bagus......" ucap Raka langsung begitu telinganya mendengar suara yang serasa menggelitik perutnya...
"Iya ka bagus..!!" Ucap mama menyambar ucapan Raka, membuat Raka gagal menggoda Dana kali ini...
"Kapan hubungan kalian mau diresmikan kak..?" Tanya mama dengan wajah serius..
Pertanyaan yang lagi-lagi membuat Dana kesal, apa yang harus dia katakan..? Sedangkah posisi mereka sekarang masih sering bertengkar. Dana juga belum yakin dengan gadis yang diajaknya pulang tersebut, entah takut menyakitinya atau disakiti olehnya. Entahlah...!!
Tak kunjung dijawab oleh sang anak, mama beralih menatap sang calon menantu...
"Menurut kamu bagaimana nak..? Apakah kamu bersedia jika hubungan kalian ini akan segera diresmikan..?" Tanya sang mama dengan wajah penuh harap..
Apalagi ana dia benar-benar tidak tau harus menjawab apa?, dia hanya menunduk dan sesekali menatap Dana berharap Dana mengerti posisinya sekarang...
"Sudah lah ma..!! Biarkan kami membahas ini setelah Ana lulus kuliah..! Bukan begitu sayang..?" Tanya Dana kepada Ana, Ana yang lagi-lagi dilempari pertanyaan tanpa menunggu lama langsung menjawabnya dengan anggukan tanda dia menyetujui ucapan Dana....
"Sudah lah ma..!! Mama ini tidak sabaran sekali..!" Ucap papa menasehati sang mama..
"He he he, mau bagaimana lagi pa, mama sudah tidak sabar melihat cucu dari mereka.." ucap mama dengan hiasan senyum bahagia diwajahnya...
Uhuk uhuk uhuk
Suara batuk reflek Ana dan Dana bersamaan, kemudian mereka saling menatap satu sama lain ketika menyadari kelakukan masing-masing..
"Lihatlah mereka berdua ma, pa..! Sepertinya mereka juga sudah tidak sabar.." ucap Raka mencoba menggoda seorang Dana kembali..
"Diam kau..!" Titah Dana dengan suara dingin..
"Baiklah-baiklah.." balas Raka cepat..
"Gawat nih kalau dia sampai kesal, bisa-bisa dia tidak mengizinkan aku dekat dengan Ana..!! Jika ia maka Claraku akan semakin jauh saja nanti.." ucap Raka di dalam hati...
"Kau ini kenapa galak sekali kak? Lihatlah calon menantu mama jadi takut kan..!" Ucap mama menasehati Dana..
Kemudian mama menepuk-nepuk pundak Ana dengan sayang...
__ADS_1
"Kau harus banyak bersabar menghadapi anak mama yang satu itu ya nak..!! Dia memang keras kepala dan suka memaksa namun dia juga penyayang, walau terkadang sayangnya suka ketutup sama keras kepalanya.." ucap mama menasehati Ana dengan penuh perhatian..
Ana terdiam sesaat sebelum menjawab..
"Iya ma, Ana sudah terbiasa kok ma..!" Jawab Ana dengan senyuman manis ketika menatap calon mertuannya, kalau memang Dana beruntung tentunya...
Ada banyak percakapan yang tercipta setelah itu mulai dari keseharian Ana, Dana, dan keluarga Dana semuanya mereka ceritakan tanpa ada yang ditutup-tutupi...
. . . . . .
Saat ini Ana sudah tiduran santai diatas diatas ranjang kesayangannya, setelah sebelumnya ada perdebatan seperti biasanya antara Ana dan Dana, namun kali ini perdebatan mereka karena Raka..
Raka dengan sengaja meminta nomor whatsapp Ana di depan keluarga Dana tadi dengan alasan agar bisa akrab dengan calon kakak iparnya. Ana yang tidak memiliki cukup alasan untuk menolaknya pun langsung memberikan nomor whatsappnya kepada Raka. Sementara itu tentu saja Dana sangat kesal, namun untuk melarang tentu saja dia merasa malu apalagi didepan keluarganya sendiri..
Alhasil..
Ketika didalam perjalanan pulang Dana kembali memarahi Ana...
"Kamu kecentilan banget sih jadi cwe?"
"Kenapa mudah sekali kamu memberikan permintaannya itu?"
"Kamu mikirin aku tidak sih..?"
"Bisa gak besok-besok jangan terlalu mudah percaya sama orang?"
Dan masih banyak lagi kata-kata yang membuat telinga Ana sakit mendengarnya. Namun Ana hanya diam sambil mendengarkan ucapan Dana tersebut, sambil sesekali menguap karena dia sudah mengantuk. Dia diam karena tidak ingin memperpanjang acara debat diantara mereka, biarlah ana menerima semua ocehan itu.
"Anggap saja masuk telinga kanan keluar telinga kiri.." itulah kalimat yang selalu Ana ucapkan pada dirinya sendiri agar emosinya terkontrol...
. . . . . .
Disini lain setelah Dana menggantar Ana pulang, saat ini dia tengah menikmati lagu kesukaannya yang berjudul "aku tenang"...
Detik demi detik dia menikmati lagi itu hingga tiba-tiba dia tersentak saat mengingat kejadian tadi diruang keluarganya...
"Apakah aku yakin bisa menikahi gadis seperti dia..?" Batin Dana..
"Apakah dia bisa mengikuti aturan dariku, setelah menikah nanti..!!"
"Bagaimana kalau dia tidak bisa..!! Apa yang akan aku lakukan padanya..?"
Dan masih banyak lagi hal-hal yang dipikirkan oleh Dana, mengenai dirinya dan Ana.
"Ah sudah lah, sebaiknya aku menonton pertandingan sepakbola saja agar pikiranku kembali tenang.." itulah kebiasaan Dana ketika pikirannya kalut maka dia akan melampiaskannya dengan menonton sepakbola sampai dini hari..
"Setengah jam lagi..!" Ucap Dana setelah melihat jam di ponselnya. Pertandingan tersebut adalah pertandingan antara real matrid dan atletico matrid pukul 00.30 dini hari nanti...
Setelah pertandingan dimulai Dana begitu fokus menonton pertandingan tersebut, dan sesekali memukul lututnya pelan atau meniup tangannya karena takut jika tim kebanggaannya kalah... dan pada akhirnya timnya lah yang menang yaitu real matrid dengan skor 2-0, (ini author ambil dari notifikasi yang dikirim oleh im3 info pada 13 desember 2020)
Namun entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja bayang-bayang Ana terlintas dipikirannya..
__ADS_1
"Bukankah Ana menyukai sepakbola juga..?" Pikirnya kemudian..
"Awas saja jika dia berkeinginan untuk datang ke stadion.!! Aku pasti akan melakukan hal yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnnya.." ucap Dana penuh misteri..
. . . . .
Pagi harinya semua orang sudah duduk dimeja makan untuk menikmati sarapan pagi..
Kali ini Dana, Doni dan ayahnya sarapan dengan menu nasi goreng dengan telur dadar buatan sang mama....
"Masakan mama memang selalu menjadi yang terbaik..!" Puji doni mantap..
"Papa jadi ingin makan siang buatan mama deh, nanti siang mama lagi ya yang masak..!" Ucap papa dengan menatap sang mama sang sedang cemberut mendengar permintaan sang papa..
"Kebiasaan deh, kalau pagi dimasakin entar sampai makan malam pun, pasti maunya masakan mama..! Huhh" ucap sang mama kesal..
"Kan kasihan bibi pa, nanti bibi tidak ada kerjaan..?" Ucap sang mama menasehati sang papa,,
"Gak apa-apa lah ma, sekali-kali biar bibi sedikit longgar kerjaannya..!" Ucap papa lagi, jika sudah begini mama hanya bisa menurut..
"Kak kamu suka gak sama masakan mama..?" Tanya mama kepada Dana, karena sedari tadi dia hanya diam saja..
"Hmmmm" hanya suara deheman itulah yang keluar dari mulut Dana, membuat sang mama sedikit kesal..
"Ya ya ya..!! Pasti kamu sudah sering ya dimasakin sama calon menantu mama itu..? Makanya masakan mama terasa biasa saja dimulut kamu sekarang...?" Ucapan mama tersebut membuat Dana bingung harus menjawab apa..!
"Masakan calon menantu mama? Huh sekali pun aku belum pernah dimasakin oleh Ana..?" Batin dana kemudian..
"Ah sudah lah kamu memang selalu saja begitu.." ucap mama kemudian, kemudian tidak ada lagi percakapan diantara mereka sampai acara sarapan bersama mereka usai..
"Kak mau alamat kos calon mantu mama dong?" Ucap mama menatap Dana penuh harap saat Dana hendak berangkat ke kantor..
"Untuk apa ma? Nanti kalau mama kangen sama dia, kakak ajak kesini deh. Kakak rasa gak perlu deh ma..?" Ucap Dana menolak permintaan sang mama...
"Tinggal kasih aja ribet banget sih ka..?" Sanggah Doni...
Mendengar itu kemudian Dana menatap adiknya dengan tajam..
.
.
Bersambung...
#Tinggalkan jejak kalian guys
.like
.komen
.rate
__ADS_1
.dan jika berkenan vote nya ya guys😁
Terimakasih..😊