Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Kejutan....?


__ADS_3

#Happy reading all


Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š...


Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.


Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐Ÿ˜‰....


.


.


.Lanjut kuy..


"Emmz i-iya ma.." jawab Dana pelan dan gugup. Mama yang sudah hafal dengan kelakuan sang anak ketika berbohong langsung mengerutkan dahinya..


"Apa sebenarnya yang dilakukan anak ini semalaman" batin mama


"Kak apa kamu tau, dibohongin itu rasanya bagaimana? Tak bisakah kau berkata jujur saja dengan mamamu ini? Apa kau merasa pantas untuk membohongi mama? Mama kecewa kak!" Ucap mama lagi memulai Drama. Mama tentu sangat mengerti bagaimana cara menghadapai putra sulungnya tersebut..


"Maaa..! Dana tidak bermaksud untuk berbohong, hanya saja keadaan yang memaksa Dana..!" Dana berusaha membela dirinya, tak ingin sang mama salah mengerti dengan tindakannya kala itu..


"Gini nih kalau bohong..! Kemana-mana jadinya bohong trus, sampai pada titik kebohongan itu diketahui.." ucap Dana dalam hati frustasi


"Katakan kak, sebelum mama benar-benar tak bisa memaafkanmu, apalagi jika kesalahanmu itu sangat besar sehingga berani membohongi mama seperti itu" ucap mama tegas.


Tak punya pilihan lain akhirnya Dana menceritakan semua peristiwa malam itu, malam ketika dia berniat menemui Raka hingga dikejutkan dengan keadaan Raka yang kurang baik termasuk membawa Raka kerumah sakit serta alasan dirinya tak memberitahukannya kepada mamanya tersebut, tidak lupa Dana menceritakan alasan Raka bertindak seperti itu. Mendengar penjelasan Dana mama hanya mengerutkan dahinya bingung...


"Bukankah kau bilang Dana itu seorang playboy? Lalu kenapa dia bisa sampai patah hati begitu?" Tanya mama begitu penasaran, mendengar itu Dana tidak merasa aneh karena dirinya juga awalnya berfikir begitu..


"Entahlah ma, Dana juga kurang tau..! Tapi yang Dana lihat dia sangat mencintai gadis itu ma, tapi ya mungkin belum saatnya atau bahkan bukn jodohnya ma..!" Ucap Dana dengan spontan..


"Emzz benar juga, lalu apa kamu mengenail gadis itu?" Tanya mama lagi..

__ADS_1


"Kenal sih enggak terlalu ma, cuma Dana pernah ketemu sama dia saat Denis mengutarakan isi hatinya, dan lagi dia sahabat baiknya kekasih Dana ma..!" Jawab Dana lagi dengan hati-hati, namun Dana tidak sadar telah mengeluarkan kata-kata yang membuat mata mama berbinar senang,


"Kekasih Dana..!!" Ucap mama dakam hati sambil menatap anaknya dengan intens..


"Hmmm, semoga saja Raka diberikan jalan yang terbaik. Coba deh kamu pertemukan Raka sama gadis itu, ya siapa tau setelah itu Raka bisa move on atau gadis itu suka sama Raka..?" Ucap mama mengira-ngira..


"Semuannya tidak akan semudah itu ma, nanti biar Dana coba cari solusinya dulu dan coba membicarakan ini dengan kekasih Dana dulu..!" Lagi-lagi Dana mengucapkan kata-kata "kekasih Dana" , mendengar itu mama berniat untuk menggoda anaknya..


"Baiklah..! Semoga Raka bisa mendapat yang terbaik apapun itu..!" Ucap mama, kemudian melanjutkan kalimatnya setelah sebelumnya mama mengambil napas terlebih dahulu..


"Owh iya kak, apa kamu sudah melamar Ana calon mantu mama itu..!! Mama benar-benar tidak sabar kak..?" Ucap mama antusias, mendengar itu Dana menjadi salah tingkah sendiri..


"Emmzz, kami berencana menikah setelah dia lulus kuliah ma..!" Jawab Dana pada akhirnya, padahal itu hanya keputusan Dana seorang diri, ana hanya bisa menerima tanpa membantah..


"Yah..! Masih lama dong, padahal mama pengennya bulan-bulan ini mungkin?" Ucap mama dengan tersenyum manis, mendengar itu Dana langsung terbatuk..


Uhuk uhu uhuk..


"Ma jangan terlalu memaksa ma..!! Lagian dia kan sebentar lagi kan lulus, lagian Dana juga perlu memantapkan hati Dana terlebih dahulu, dan membuat dia menurut sama Dana..!" Ucap Dana terkesan dingin, mungkin dia kesal dengan keinginan sang mama. Kemudian dia beranjak dari tempat itu meninggalkan sang mama yang telihat tersenyum senang berhasil menggoda anaknya yang datar itu namun tentu saja Dana tidak mengetahuinya..


. . . . . . . .


Saat ini Dana tengah duduk di ruang kerjaanya dan fokus mengerjakan semua pekerjaan yang memang biasa Dana lakukan. Sesaat Dana menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya, ternyata jam makan siang masih 1 jam lagi...


"Kenapa masih lama?" Pikir Dana kemudian melanjutkan lagi perkerjaannya...


Beberapa menit berlalu dia merasa perlu menghungi Ana, untuk mengingatkan tugasnya jika dia sampai lupa sehingga Dana bisa memikirkan hukuman apa yang cocok untuk gadisnya itu,,


"Awas saja kalau dia sampai lupa..!" Gumam Dana ketus..


"Aku harap kau tidak lupa dengan tugasmu, sayang..! Aku tunggu empat puluh lima menit lagi..? Kalau kau telat liat saja apa yang akan aku lakukan..!" Isi pesan yang Dana kirimkan kepada Ana..


Beberapa saat berlalu Ana tak kunjung membalas pesan tersebut, hal itu membuat Dana kesal. Tidak-tidak sangat kesal...

__ADS_1


"Ingat baik-baik perkataanku sayang..!" Pesan yang Dana kirimkan lagi untuk Ana, namun lagi-lagi tidak ada balasan...


Hingga pada akhirnya jam istirahat tinggal lima menit lagi, tetapi tidak ada balasan apapun dari Ana, dengan wajah kesal Dana keluar dari ruangannya untuk mencari makan siang karena tadi pagi dia hanya sarapan sedikit mengingat dia ingin memakan habis makanan yang akan Ana berikan untuknya...


Sesaat setelah dia membuka pintu dia begitu terkejut melihat sang kekasih sedang duduk disalah satu tempat yang ada di depan ruang kerjanya dengan menatap kearahnya., dan jangan lupa dengan sesuatu yang ia bawa. Owh entahlah apa yang Dana rasakan saat ini?


"Apa dia marah? Karena aku telat membalas pesannya?" Ucap Ana dalam hati, meringis membayangkan jika Dana memang benar-benar marah..


"Abislah aku..?" Gumam Ana lagi, melihat Dana yang hanya diam menatapnya...


"Aku pikir kau tidak datang..?" Tanya Dana dingin, padahal dia merasa cukup senang dengan kecutan ini. Iya..!! Dana mengira Ana sedang memberikan dia kejutan..


"Maaf tadi.." tak sempat Ana menyelesaikan kalimatnya Dana terlebih dahulu memotongnya..


"Sudahlah..! Cepat masuk, aku sudah sangat lapar" tidak Dana tegas, kemudiam kembali masuk ke dalam ruang kerjanya dengan senyum tipis diwajahnya. Namun Ana tidak melihatnya karena terlalu fokus dengan rasa takut yang menyelimutinya....


"Apa yang akan dia lakukan..! Kenapa dia memintaku untuk masuk? Owh tuhan bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan sekarang? Dia bahkan tidak menerima alasanku tadi, bagaimana caranya agar dia tau kalau tadi motorku mogok jadi tidak sempat memegang ponsel..? Masih untung tidak telat sampai disini.." ucap Ana dalam hati dengan perasaan takut..


Ana mengikuti Dana untuk masuk keruang kerja Dana yang terlihat cukup rapi tersebut..!


"Kenapa kau hanya diam saja..?" Tanya Dana melihat Ana yang hanya diam saja dan menundukan kepalanya..


"Cepat duduk dan segera suapi aku..? Sudah kubilang kan jika aku sangat lapar? Segera suapi aku lalu kita putuskan hukuman apa yang pantas untukmu, sayang..!?" Ucap Dana lagi membuat detak jantung Ana kian mengencang. Melihat itu Dana hanya tersenyum senang yang tentu hanya dirinya yang tau...


#Bersambung....


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...


#Sukses untuk kita semua

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2