
Terimaksih sudah mampir ke novel ini..
mohon dukungannya ya guys...
selamat membaca dan semoga sedikit terhibur😊🤣
.
.
.
.Lanjut......
1 kali, 2 kali , 3 kali ia melakukan panggilan tidak juga diangkat oleh pemiliknya, padahal ia tau dengan jelas kalau Ana sedang online.
"Oke sekali lagi..! jika tetap tidak dijawab terpaksa aku akan meminta izin darurat kepada pemilik kos agar diizinkan masuk.." pikir Dana kemudian, dan langsung saja dia bergegas melakukan panggilan lagi, tepatnya panggilan terakhir sebelum emosinya meledak....
"Halo" ucap seseorang diseberang sana dengan suara yang lesu dan nada bicara yang biasa saja, seakan tidak tau siapa yang meneleponnya..
"Aneh..!! Biasanya dia tidak sebiasa ini menjawab panggilan telepon dariku!"pikir Dana kemudian dengan sangat penasaran...
"Turun sekarang juga..!! Turun sendiri atau kau mau di jemput paksa sayang ?" Ucap Dana dingin dengan penuh penekanan, siapa pun yang mendengar pasti akan merasa takut..
Namun yang diajak bicara malah tetap diam saja...
"Ana Sayang...?" Akhirnya Dana memanggil nama sang kekasih dengan bentakan yang cukup keras...
"Da-Dana..?..sa-sayang..!" Ucap Ana dari sebrang sana dengan suara yang sedikit panik dan bergetar..
Sepertinya dia baru sadar dengan siapa dia berbicara sekarang, terbukti dengan suaranya yang terdengar panik dan bergetar tersebut..
"Turun sekarang juga..!" Titah Dana tak ingin dibantah kemudian mematikan ponselnya dengan perasaan yang yang campur aduk dan juga merasa sangat kesal..
Beberapa saat kemudian tampak seseorang membuka gerbang dengan hati-hati, ya..! tentu saja itu adalah Ana dengan wajah yang seakan berusaha menahan rasa takut yang luar biasa dihatinya. Mungkin saja Ana merasa seperti seorang penjahat yang akan disidang sebentar lagi...
Tanpa menunggu persetujuan Dana, Ana bergegas masuk kedalam mobil Dana dengan wajah yang terus saja menunduk dan perasaan yang campur aduk antara gugup dan rasa takut dihatinya🤣...
"Kenapa aku merasa seperti seorang penjahat yang akan segera dihukum saja..! Dia benar-benar sangat menyeramkan..?" Ucap Ana dalam hati tanpa berani menatap wajah Dana sam sekali karena wajah tersebut terlihat sangat menyeramkan sekarang..
__ADS_1
Dana yang melihat itu berusaha keras mengendalikan emosinya. Setelah semuanya dipastikan aman terkendali, Dana bergegas menjalankan mobilnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Alhasil Ana tidak tau kemana Dana akan mengajak dirinya pergi saat ini, karena Ana pun tidak berani menanyakannya pada Dana..
"Oh ya tuhan..!! Semoga saja Dana tidak melakukan hal yang buruk kepada diriku nanti." batin Ana
Perlahan mobil yang dana kendari mulai membelah jalanan yang tidak terlalu ramai dengan kecepatan sedang. Sesekali Dana melirik kearah Ana yang masih saja berusaha menundukan kepalanya, namun sesekali dia melihat kearah luar jendela mobil tersebut ketika merasa lehernya mulai pegal...
"Lihatlah dia bahkan tidak berniat menjelaskan sesuatu padaku.."pikir Dana dalam hati sambil menajamkan tatapannya kepada Ana, namun tentu saja Ana tidak menyadarinya tatapan yang Dana tujukan untuknya saat ini..
Beberapa saat berlalu Dana sudah tidak mampu menahan dirinya lagi, melihat tingkah Ana yang diluar ekpektasinya. Kemudian dengan segera Dana meminggirkan mobilnya disalah satu bagian jalan yang cukup sepi. Dana menghentikan mobilnya dengan mendadak, sehingga membuat Ana tersetak kaget dan langsung saja dia menatap Dana dengan tatapan anehnya, kemudian...
"Apa yang kau lakukan..? Apa kau ingin mengajak ku mati bersama dengan dirimu..?" Tanya Ana dengan tatapan yang memperlihatkan sedikit kemarahannya, tentu saja Ana reflek mengucapkan kalimat itu..
Dia memang takut dengan Dana, namun dia tidak mau mati konyol. Biarlah..!! Dia akan menerima konsekuensinya sekarang, dia tidak bisa diam lagi sekarang. Apapun yang dia lakukan toh sama saja Dana tetap memperlihatkan wajah datar dan dinginnya itu padanya dikombinasikan dengan tatapan tajam yang membuatnya bergidik ngeri saja ..
"Apa sekarang kau ingin mati denganku..? " tanya Dana kemudian dengan memincingkan sebelah matanya.
"Dasar manusia aneh.!! Benar-benar Aneh dan sangat menyebalkan" ucap Ana dalam hati dan menghiraukan bagaimana tatapan Dana padanya saat ini..
Melihat Ana yang tak kunjung menjawab dan merespon perkataannya, kemudian Dana mendekatkan badannya ke arah Ana dengan cukup cepat..
Dengan perlahan Dana mengangkat tangannya kemudian memegang pipi Ana dengan kedua tangannya. Dielus-elus pipi tersebut dengan sayang, sungguh Ana justru semakin takut saja melihat sikap Dana ini,
Cup cup cup..
Ana kaget bukan main, ketika Dana dengan tanpa Aba-aba menyentuh bibirnya sebanyak tiga kali. Melihat itu Dana akhirnya membuka suaranya lagi...
"Mulai sekarang biasakan dirimu untuk menerima sentuhan dariku..!" Titah Dana penuh maksud dengan suara penuh beratnya..
Sebenarnya Dana juga tidak tau kenapa dia melakukan itu, entahlah dia hanya ingin membuat Ana tau dimana posisinya saat ini sehingga tidak berniat untuk meninggalkannya suatu saat nanti.
Sementara itu mendengar ucapan Dana, Ana semakin bingung saja, "sebenarnya manusia aneh ini kenapa sih, membuat ku pusing saja?" Pikirnya..
"Apa maksudmu..? Kenapa aku harus membiasakan diriku untuk kau sentuh?" Ucap Ana penasaran,,
"Enak saja main sentuh-sentuh sembarangan" pikir Ana kemudian..
"Memangnya kenapa? Kau kekasihku bukan! Dan sebentar lagi kita akan menikah, aku tentu tidak mau memiliki istri yang terlalu pasif seperti dirimu kini" ucap Dana dengan nada santainya. Mendengar itu Ana menutup mulutnya, tidak percaya dengan kalimat yang di ucapan Dana barusan..
"Dan juga itu adalah hukuman pertama untukmu karena kau sudah berani mengabaikanku selama hampir lima belas jam? Jadi kau harus dihukum yang setimpal dengan itu, apa kau paham sekarang?" Lanjut Dana kemudian dengan seringai diwajahnya..
__ADS_1
"Apa katanya tadi mengabaikanya..!! Dihukum!, lima belas jam!... " gumam Ana pelan karena sekarang dia semakin bingung saja..
"Tunggu..!! Jangan-jangan...?" Pikirnya kemudian menyadari sesuatu....
"Apa kau baru sadar dengan tindakan mu semalamam, hingga kau membuatku sekesal ini sekarang, Sayang......?" Ucap Dana dengan menekankan setiap Kata yang keluar dari mulutnya, membuat Ana menundukan kepalanya takut...
"Maaf..!" Hanya itu kata yang berhasil Ana keluarkan di tengah ketakutannya, apalagi ketika melihat mata Dana yang menatapnya dengan tajam saat ini. Dia benar-benar di buat mati kutu😓
"Bodoh-bodoh..!! Ternyata dia menghubungi aku semalaman dan tentu saja tidak bisa..?? Habis lah aku sekarang.." pikir Ana kemudian sambil menghembuskan nafasnya kasar..
"Maaf aku melupakan ponselku semalam!" Ucap Ana pelan, takut jika memikirkan hukuman apa lagi yang akan Dana berikan padanya saat ini..
"Apa kau bilang melupakan ponselmu? Apa segitu bahagianya dirimu bersama laki-laki lain..!! Apa semalam kau sibuk menonton sepakbola hingga melupakan ponselmu begitu saja..?" Tanya Dana dengan sorot mata yang tajam, seakan mampu menusuk jantung ana dengan seketika..
"Ma...maaf.." lirih Ana, sesekali dia memejamkan matanya takut..
"Ohh jadi kau sudah berani bermain dengan laki-laki lain sekarang..?, baiklah mungkin aku memang terlalu baik padamu selama ini? .." Ucap Dana di sela-sela emosinya setelah mendengar permintaan maaf dari Ana..
"Tidak..!! Kamu salah paham, aku tidak menonton dengan laki-laki lain.... aku.." ucapan Ana langsung dipotong oleh Dana..
"Owh bukan laki-laki lain..? Lalu siapa? Mantan pacarmu!, calon pacar barumu,! Atau selingkuhanmu..?" Kalimat yang Dana ucapkan ini benar-benar membuat Ana sakit hati..
"Inikah yang akan terjadi pada akhirnya...?" Lirih Ana dengan air mata yang meluruh sempurna menghiasi pipi cantiknya dengan air bening yang berasal dari kedua bola matanya..
Bersambung...
#Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara
.LIKE
.KOMEN
.RATE dan
.VOTE
Maaf ya guys kalau masih suka ada typo😁
#Terimakasih guys, love you all
__ADS_1