
#Halo readers dan kakak-kakak author, gimana nih kabarnya hari ini...? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya,
Terimakasih sudah bersedia mampir ke novel ini dan mendukung author setiap saat,😊
Mari terus saling mendukung, jika author ada salah mohon dimaafkan☺
.
.
.
.Kuy lah lanjut...
Clara memang senang Denis memperlakukannya dengan begitu romantis. Namun jika untuk menikah sepertinya dia harus memikirkan semuannya dengan matang. Ini bukan soal mudah, ketika bosan bisa putus bukan?
"Aku......" ucap Clara dengan sangat gugup, memikirkan apa yang harus dia katakan..
"Aku belum ingin menikah mas Denis..!" Jawab Clara pelan sambil kemudian menundukan kepalanya, tak berani menatap wajah Denis yang terlihat kaget mendengarkan jawaban Clara..
"Tidak..!! Maksudku jika untuk menikah dalam waktu dekat tidak ada di dalam rencanaku mas..." lanjut Clara masih tetap menundukan kepalanya..
Melihat itu dengan segera denis menutup kotak perhiasan tersebut, kemudian meletakannya kembali di saku celananya. Perlahan dia mendekati Clara yang sedang menundukan kepalanya itu, tentu dia tidak ingin jika Clara merasa dirinya menyakiti Denis, karena pada kenyataannya Denis tidak meninta Clara untuk menikah dengannya sekarang atau dalam waktu dekat ini, bukan?
"Apa ini pertanda jika hati Clara bukan untuk dirinya seutuhnya? Atau Clara memang belum yakin dengan dirinya, sehingga Clara semudah itu menolaknya?" Pikir Denis pada akhirnya, namun akhirnya Denis memilih untuk memperjelas saja semuanya..
"Sayang...., kenapa kau bisa sedih seperti ini? Apa kau tidak suka jika aku kelak menjadi suamimu?" Tanya Denis setelah berhasil mengangkat wajah sang kekasih untuk melihat dirinya, dengan segera Denis mengunci pandangan Clara agar tetap fokus hanya pada dirinya..
"Tidak..!! Bukan seperti itu. Aku hanya tidak ingin menikah sebelum membahagiakan kedua orang tuaku, atau setidaknya lulus kuliah terlebih dahulu, setelah itu mungkin aku baru akan memikirkan tentang menikah, maaf!" jawab Clara pelan namun pasti..
Mendengar itu tentu saja Denis tertawa terbahak-bahak,
"memangnya siapa yang ingin menikah sekarang?" Batin Denis mendengar penuturan sang pejaan hati
"Sayang...! Hey lihat aku..?" Pinta Denis kemudian, dia ingin agar Clara menatapnya agar bisa melihat keseriusan dimatanya..
__ADS_1
"Aku memang ingin menikah denganmu..!! Tetapi itu tidak sekarang sayang..? Kau tau..! Aku juga sedang memikirkan masa depanmu nanti, ingatlah itu baik-baik.." ucap Denis penuh arti untuk menenangkan perasaan Clara..
"Benarkah seperti itu? Lalu kenapa kau melamarku sekarang? Memangnya kapan kita akan menikah, kalau memang seperti itu tujuan kamu mas..?" Tanya Clara pada akhirnya, setelah memahami maksud dari ucapan Denis sekarang..
"Apa ini berarti aku bisa menganggap jika kau menerima lamaranku ini sayang..?" Tanya Denis lagi memastikan..
"Untuk masalah lain kita urus setelah kau lulus kuliah,, aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu Clara, dan aku benar-benar tidak akan pernah bisa kehilangan dirimu..!" Ucap Denis penuh tekad dan keyakinan..
Mendengar itu perlahan tangis Clara mulai menghilang dan tergantikan oleh kebahagiaan yang luar biasa dihatinya...
"Tuhan...! Terimakasih atas kau hadirkan mas Denis dihidupku saat ini" ucap Clara didalam hati, sambil menghamburkan dirinya dipelukan Denis..
Melihat itu kekhawatiran Denis beberapa waktu lalu menghilang sudah, sia sangat bahagia sekarang..
Kemudian mereka berdua saling berpelukan, saling menyalurkan kebahagiaan yang dirasakan masing-masing, hingga...
Teriakan histeris penonton adegan mereka ditempat itu, membuat mereka sadar akan perbuatannya yang dapat membahayakan kaun jomblo di sekitarnya...😂
Denis lah yang terlebih dahuku melepaskan pelukan tersebut, kemudian mendorong tubuh Clara kebelakang dengan pelan melalui kedua lengan Clara. Dengan segera Denis kembali mengambil kotak cincin dari saku celananya kemudian membukanya didepan Clara dengan posisi berlutut sekali lagi..
"Bagaimana? Apa kau bersedia jika aku mengikatmu dengan cincin ini?" Tanya Denis dengan senyum menggodanya. Mendengar itu wajah Clara terasa memanas saja, langsung saja Clara menganggukan kepalanya..
Terima, terima, terima..!!
"Iya aku mau..!! " ucap Clara dengan keras, sangat keras. "Biar sekalian malunya" batin Clara..
Mendengar itu Denis pun tertawa senang, kemudian langsung saja memasang cincin tersebut di jari manis Clara, kemudian disusul Clara yang memasang Cincin pasangannya ke jari manis Denis..
"Love you sayang..." ucap Denis kemudian mencium tangan Clara sebanyak tiga kali dengan sangat lembut.....
"Sweet banget mereka"
"Mau dong dilamar seperti itu juga.."
"Mau dong jadi cewenya"
__ADS_1
Itulah kalimat-kalimat yang di dengar oleh Clara, kalimat yang diucapkan oleh para pendengar mereka sejak tadi..
"Eh jangan ibu-ibu, ini mas Denis saya yang punya..!! Awas ya kalau kalian ganggu..?" Ucap Clara ketu, kemudian menyeret Denis untuk segera pergi dari sana..
"Tunggu sayang..!" Ucap Denis membuat Clara menghentikan langkahnya....
"Kenapa mas..? Ayo lah jangan pedulikan mereka..!" Ucap Clara ketus. Mendengar itu Denis hanya mengulas senyumnya saja..
"Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mendukung saya..! Jujur saya sangat mencintai gadis itu jadi kalian tidak ada kesempatan lagi.." ucap Denis dengan lantang membuat Clara tersenyum senang...
"Yuk sayang..! Bukan kamu yang menyeretku, tapi kita akan selalu berjalan beriringan seperti ini.." ucap Denis dengan penuh kebahagiaan, Denis pun merangkul Clara dengan mesra membuat para ibu-ibu kembali histeris...
Sementara itu tanpa mereka sadari, adegan mereka yang terbilang sangat romantis dilihat oleh seseorang dengan tatapan membunuh...
"Sial...... siallll..., jadi ini seperti ini kah kelakuan kamu diluar sana gadisku..." ucapnya dengan sorot mata yang tajam..
"Dan kau..!! Berani sekali kau, mengambil gadisku dari tanganku..? Saudara macam apa kau.." ucapnya lagi menunjuk Denis dengan jari telunjuknya dari kejauhan..
Mata Raka benar-benar memerah sempurna melihat mereka berdua meninggalkan tempat ini dengan begitu mesra dan bahagia seperti itu.
Sebenarnya Raka datang ketempat itu setiap weekend sekedar untuk melepar lelah atau menghibur dirinya sendiri bersama wanitanya dulu, namun kali ini berbeda dia benar-benar dikejutkan oleh adegan pemasangan cincin oleh gadisnya sendiri ke tangan pria lain..?, Raka benar-benar emosi sekarang..
"Sialan....." ucapnya keras membuat beberapa pasang mata menatap kearahnya heran. Namun tidak berani menanyakan ada apa dengannya..
"Sialan.., sialan kau denis.." ucapnya lagi dengan kedua tangan yang menggenggang sempurna sehingga memperlihatkan otot-otonya yang menonjol.
"Bagaimana pun caranya.. akan ku rebut dia darimu Denis,! Tak peduli dengan keadannya nanti, karena dia ditakdirkan hanya untuk aku seorang..
#Bersambung......
Halo guy ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen, rate dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote and rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
__ADS_1
#Sukses untuk kita semua
Terimakasih