
Setelah perjalanan pulang dengan menyisakan sedikit emosi. Dia menyalakan televisi setibanya di kamar pribadinya tempat ternyamannya selama ini, siapa lagi jika bukan dana. Laki-lagi emosinya memuncak
"Sial...!! Semua ini gara-gara gadis gak tau diri itu. Awas saja jika aku melihatnya kembali" ucapnya di dalam hati sambil menyeringai membayangkan apa yang akan dilakukannya jika melihat gadis itu lagi.
Sejenak dia terdiam, kemudian pikirannya melayang pada pertanyaan gadis itu "Bagaimana mungkin dengan begitu percaya diri gadis bodoh itu mengatakan kalau aku mencintainya" Pikir dana dalam hati, hal itu mampu menarik guratan cahaya kecil dari wajahnya. Tidak lama kemudian..
Tok tok tok
"Ternyata bener kau sudah pulang duluan..!! Kau ini kenapa? Ada yang salah dengan gadis itu? Siapa namanya? Ah iya namanya ana..!, dan juga kenapa kau mengikutinya ke toilet? Atau jangan-jangan?" Tanya doni yang langsung masuk ke kamar kakaknya tanpa menunggu di persilahkan masuk oleh kakaknya.
Dana mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dana
"Hey apa yang kau pikirkan..? Dasar bodoh.!" Ucap dana kemudian
"Hey kak mengaku saja kepadaku aku janji akan merahasiakannya!!" Goda doni pada kakaknya sambil senyum mengejek membuat dana bertambah emosi
"Keluar dari sini" Perintah dana gak ingin di bantah sama sekali. Mendengar itu doni segera berdiri dan berlari meninggalkan kamar sang kakak...
"Ck ck ck, dasar kakak tidak tau diri. Masih untung aku mengajaknya makan diluar tadi, jika tidak maka dia hanya akan tambah beku sendirian di rumah sambil menonton sepakbola kesayangannya itu" gumam doni ketika sudah melewati pintu kamar dana
Disisi lain ketika sampai dikamar kosnya ana masih memikirkan pria aneh yang ditemuinya tadi
"Dasar manusia aneh, untuk aja baru kali ini ketemu orang model begitu, seperti es batu saja jika tidak mungkin aku akan segera ikut menjadi es batu?" Batin ana sambil mengingat tingkah pria aneh yang ditemuinya secara tidak sengaja tadi..
"Udah lah lupain aja semoga aku tidak akan bertemu lagi dengannya" kata ana kemudian dengan semangat
Setelah selesai beres-beres kemudian dia segera menuju tempat tidur, karena besok dia akan bertemu dengan dosen pembimbingnya.
Keesokan paginya ana terbangun dengan keadaan yang sangat baik, entahlah. Yang pasti semalam dia memimpikan sesuatu yang indah.
"Ah semoga saja mimpi itu bisa menjadi nyata" batin aja kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menemui dosen pembimbing yang teramat 'disayanginya' (yang udah ngerasain pasti tau rasanya)
Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan bergegas siap-siap dengan kilat
__ADS_1
"Semoga saja hari ini ada pencerahan dari dosen tersayang, bosen di gantungin mulu..!" Tegas ana bersemangat. Selesai siap-siap dia bergeser berangkat ke kampus mengendarai motor kesayangannya yaitu supra x 125 (anggap aja begitu)
Sementara di tempat lain, dana dengan penampilan yang begitu mempesona dengan celana panjang dasar berwarna hitam dan kemeja berwarna biru laut membuatnya nampak lebih berkarisma. Dasi? Tidak dia tidak pernah menggunakan dasi karena dia bekerja di bidang IT sehingga penampilannya tidak terlalu di perhatikan yang penting otak cuyyy
Tiba-tiba....
Drt drt drt (anggap saja suara panggilan handphone dana)
"Ya ada apa" jawab dana langsung tanpa basa- basi..
"Nanti kita ada kunjungan ke kampus B untuk sekedar sharing-sharing dengan pihak kampus..!! Atasan menugaskan kita berdua yang berangkat, jadi jangan lupa pakai dasi.. oke?" Ucap raka dengan cukup cepat..
"What..? Kenapa aku, tumben sekali?" Jawab dana tak kalah cepat,,
"Gak usah banyak omong buruan ya kita ketemuan disana, segala keperluan udah gw bawa lu tinggal berangkat" titah raka
"Okey" jawab dana sedikit kesal karena sebenarnya dia tidak suka mengikuti acara kunjungan seperti ini, tapi apa boleh buat akhirnya dana mengambil dasi dan segera memakainya sambil berjalan menuju parkiran dan segera menuju kampus tujuannya.
"Itu muka biasa aja dong, jangan diserem-seremin begitu kita di kampus nih siapa tau ada yang nyantol kan..?" Saran raka sambil menggoda dana
"Apaan sih lo gak gak jelas banget..!! Ya udah cepetan dimana ruangannya biar cepet selesai" ajak dana tidak sabar
"Santai bro" ajak raka sambil menuju ruangan IT di kampus tersebut
Sesampainya di ruangan IT ternyata mereka berdua sudah di tunggu oleh orang-orang IT di kampus B tersebut.
"Ayo mas-masnya silahkan masuk" ajak salah satu dari mereka sambil tersenyum ramah. Iya mengetahui tamu mereka masih bujang jadi dia memutuskan memanggil mas alih-alih bapak agar lebih santai
"Oh iya pak, terimakasih" jawab dana dan raka bersamaan yang kemudian duduk ditempat yang telah di sediakan. Kemudian sesi sharing-sharing pun di mulai.
Sementara itu disini lain saat ini ana sudah tiba dikampus b, tepatnya di sebelah ruangan IT karena dosen pembimbingnya ada keperluan disana jadi dia di minta datang ke tempat tersebut guna menghemat waktu.
Sesampainya di depan ruangan dia mengetuk pintu terlebih dahulu
__ADS_1
Tok tok tok
"Permisi bu" ucap ana dengan sopan
"Oh ana sudah datang ya? Ya sudah langsung saja ya?" Jawab sang dosen tanpa basa-basi..
"Iya bu" jawab ana kemudian dengan sangat sopan dan mulai melakukan tugasnya..
Kemudian mereka pun membicarakan segala hal yang berhubungan dengan tugas akhir ana, hingga tanpa terasa 90 menit sudah berlalu dan bimbingan ana pun sudah selesai sekarang..
"Terimakasih ya bu" kata ana sambil melangkah ke luar ruangan dengan penampilan yang cukup berantakan. You know lah bimbingan itu seperti apa (semoga aja kalian tau?)
Setelah membuka pintu dengan pelan ana bergegas keluar dari ruangan tersebut kemudian membuka pindu dengan sangat pelan. Entahlah hanya saja ana merasa agak pusing. Setelah itu anah berbalik hendak menuju parkiran untuk segera pulang ke kosnya, namun tiba-tiba...
Brakkk
"Aduhhh" teriak ana sedikit keras karena merasa sakit sekaligus kesal
"Maaf pak, saya salah saya kurang hati-hati" ucap ana sambil menundukan kepalanya.
"Bagus, akhirnya kamu sadar kalau kamu itu memang bodoh" balas laki-laki itu dengan nada mengejek kemudian berlalu pergi meninggalkan ana sendirian. Karena dia harus mengambil barangnya yang tertinggal di ruangan IT.
"Eh, suara itu kayak pernah denger deh" pikir ana sambil berusaha mengingatnya dan mengangkat kepalanya dan benar saja.
"Di...di..dia kan...? What??" Ucap ana sedikit keras
#Hay sampai disini duli jangan lupa like dan komen cerita ini ya...
Agar author tambah semngat😁
Terimaksih
see you
__ADS_1