
#Terimakasih sudah mampir dan happy reading..
Jika berkenan boleh berikan kritik dan saran yang membangun ya guys...
.
.
.
.Lanjut...
"Sialan.., sialan kau denis.." ucapnya lagi dengan kedua tangan yang menggenggang sempurna sehingga memperlihatkan otot-otonya yang menonjol.
"Bagaimana pun caranya.. akan ku rebut dia darimu Denis,! bagaimana pun caranya, karena dia ditakdirkan hanya untuk aku...!" Ucap Raka dengan seringai diwajahnya
. . . . . .
Disisi lain disebuah kamar hotel yang tidak terlalu mewah namun juga tidak buruk, Dana melempar Ana diatas ranjang dengan cukup keras membuat Ana meringis kesakitan, belum lagi setelah turun dari mobil Dana langsung menyeret tangan Ana dengan kencang tanpa memperdulikan Ana yang sedang menahan sakit...
"Apa yang kau lakukan kenapa kau mengajakan ku tempat seperti ini, ha..!" Ucap Ana dengan keras tentu dengan sisa-sisa tenaganya sambil mengendalikan suara tangisnya..
"Aku ingin kau mengatakan padaku, siapa yang paling pintar bermain diatas ranjang sayang.." ucap Dana tajam membuat tubuh Ana kembali bergetar hebat..
"To-tolong, jangan lakukan itu padaku..!! Aku sungguh-sungguh tidak pernah membohongi dirimu Dana,, kau tau memiliki dirimu saja sudah membuat aku begitu susah, lalu mana mungkin aku mencari lelaki lain? Apa kau tidak sadar kau selaku posesive kepadaku? Lalu bagaimana caraku mencari lelaki yang lain..!!" Ucap Ana dengan penuh keberanian, tidak ada lagi yang akan dia tutup-tutupi sekarang. Ana sudah lelah, benar-benar lelah.
"Tolong jangan sakiti aku Dana..?" Ucap Ana lagi dengan memohon..
__ADS_1
"Hey siapa yang akan menyakitimu sayang!! Aku akan membuat kita bersenang-senang malam ini.." ucap Dana lagi tanpa perasaan bersalah sama sekali. Mendengar itu air mata Ana tak terbendung lagi, dia takut..
"Owh tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batin Ana..
"Tidak sayang aku mohon...! Aku tidak pernah melakukan itu kepada siapa pun, aku berani bersumpah. Aku mohon jangan sakiti aku, sebagai gantinya aku akan melakukan apapun yang kau mau..!" Ucap Ana kemudian meyakinkan Dana
Mendengar itu senyum tipis terpancar dari wajah Dana, inilah yang dia inginkan..
Sebenarnya Dana tidak benar-benar berniat untuk melakukan hal iti, Dia juga punya batasan. Namun kekesalan dan emosinya membuat dia melakukan ini, dia hanya ingin Ana menurut padanya tanpa membantah sedikit pun...
"Baiklah jika itu yang kau inginkan aku punya 2 permintaan dan kau tidak berhat untuk mengetahui apa alasanku, apa kau bersedia? " tanya Dana dengan seringai dan suara beratnya..
Ana beegidik ngeri membayangkan permintaan gila apalagi yang akan Dana minta dari dirinya..
"Ba-baiklah jika aku mampu aku akan melakukan apapun.." ucap Ana lirih kemudian menundukan kepalanya untuk menahan air matanya yang akan jatuh lagi..
Mendengat itu ana benar-benar tak bisa melakukan apapun lagi sekarang, Ana hanya mampu meneteskan air matanya dengan rasa cemas yang menguasai dirinya...
"Ba-baiklah" ucap Ana lirih dengan air matanya..
"Hey ada apa ini sayang..!! Kenapa kau menangis..? Aku tidak memaksamu, jika kau tidak mau aku tidak masalah!" Ucap Dana lagi dengan pandangan yang sulit diartikan..
Perlahan Dana menggeraka tangannya untuk mengusap air mata di wajah cantik milik Ana tersebut dengan pelan dan penuh kasih sayang..
"Apa sebenarnya yang dia inginkan? Kenapa aku diperlakukan seperti ini..!" Ucap Ana dalam hati
"Ayolah sayang hentikan tangismu sekarang juga..! Jangan membuatku terlihat seperti orang jahat begini" ucap Dana yang terlihat seperti ancaman..
__ADS_1
Mendengar itu Ana bergegas mengendalikan tangisnya agar suara tangisnya tidak terdengar lagi....
Beberapa menit berlalu kini Ana sudah tidak memperlihatkan tangisnya di depan Dana lagi, melihat itu tentu saja Dan tersenyum dengan senang..
"Baiklah sayang, aku punya dua permintaan..!!! Dengarkan baik-baik, kau tau bukan aku sama sekali tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun..?" Mendengar itu Ana hanya menganggukan kepalanya saja..
"Pertama kau harus selalu patuh padaku tidak ada alasan apapun yang bisa membuat dirimu mampu untuk membantahnya..!!Apa kau mengerti?" Tanya Dana setelah mengucapkan permintaannya. Mendengar itu Ana hanya bisa menelan ludahnya kasar..
"Apa lagi ini, kenapa semuannya jadi semakin menyulitkan diriku begini..?" Batin Ana tanpa menjawab permintaan Dana tersebut..
"Dan ini baru permintaan pertama, namun seakan semua hidupku sudah dikendalikan olehnya..!! Bagaimana jika ditambah permintaan yang kedua?" Ucap Ana dalam hati, dia bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi dihidupnya nanti...
"Jawab Sayang...??" Pinta Dana yang sebenarnya tidak merubah apapun, karena pada akhirnya Ana harus menerima semuanya tanpa penolakan dan alasan..
"Ak-aku....." ucap Ana dengan terputus-putus..
Bersambung....
#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
#Sukses untuk kita semua
Terimakasih
__ADS_1