
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐๐...
Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.
Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐....
.
.
.Lanjut kuy..
"Gw kalah cepet dari saudara gw..!" Ucap Raka pelan, hal itu membuat Dana bisa menyimpulkan sendiri apa yang sedang Raka alami...
"Maksud lo..?" Tanya Dana pura-pura tidak mengerti..
"Clara Dan..! Dia sudah dilamar sama saudara gw sendiri, dan parahnya lagi Clara nerima dia begitu aja..? Terus gw harus gimana sekarang Dan? Gw bingung, jujur gw sayang banget sama Clara. Lo tahu sendiri kan gw gak pernah sayang sama cewe sebelumnya selama ini gw cuma menjalankan apa yang datang ke gw, gw cuma iseng.! Tapi kenapa disaat gw udah suka, tidak sangat suka sama cewe tapi gw keduluan orang..!! Saudara gw sendiri lagi?" Curhat Raka panjang lebar. Mendengar itu, tiba-tiba saja Dana terbatuk..
Uhuk uhuk uhuk uhuk..
"Apa katanya tadi, dilamar! Secepat itu kah? Sialan si Denis gercep banget dia bertindak.." ucap Dana dalam hati..
"Lo tahu dari mana kalau Clara sudah dilamar?" Tanya Dana menatap Raka dengan sangat serius, dirinya juga merasa sangat penasaran..
"Gw kemaren ngeliat mereka di suatu tempat..!! Dan lo tahu? Gw liat dengan mata kepala gw sendiri bagaimana dia dilamar sama si bedebah itu..!" Ucap Raka yang mulai emosi kembali, mengingat kejadian yang sudah membuat dirinya hancur sehancur hancurnya itu...
"Kendalikan emosi lo Rak..! Inget lo masih sakit, jangan sampai lo bersikap bodoh seperti kemaren lagi..! Kalau lo memang sayang sama Clara perjuangin..? Ya siapa yang tau kan apa yang Clara rasakan, siapa tau Clara menerima lamaran itu dengan terpaksa kan..?" Ucap Dana suara yang sedikit lembut, membuat emosi Raka sebelumnya sedikit menghilang..
"Hey..! Lihatlah dirimu Dan, kenapa wajah datarmu itu pergi, lalu suara tajam mu itu hilang kemana? Kenapa kau bisa berbicara dengan sedikit lembut begini padaku.!! Kau tau aku merasa begitu geli mendengar suaramu yang seperti itu?" Ucap Raka dengan penasaran, bahkan dia lupa jika sebelumnya dia sedang menahan gejolak emosi di dadanya..
Melihat itu Dana mulai merasa lega, biarlah sekarang dia ditertawakan, nanti setelah Raka pulih Dana pasti akan membalasnya..
__ADS_1
"Lalu apa yang akan lo lakuin sekarang..?" Tanya Dana kemudian, tentu saja dia tidak ingin jika Raka sampai melakukan hal yang dapat membahayakan nyawa seseorang dan juga dirinya sendiri...
"Aku belum tau Dan..! Tapi yang pasti aku akan mengambil apa yang memang sudah tuhan takdirkan hanya untukku.." ucap Raka penuh makna, Raka terlihat sedang memikirkan sesuatu yang membuat Dana heran dengan kelakuannya itu
"Kau ini selalu saja menganggap gadis itu milikmu, taoi kenapa pergerakan mu itu lambat sekali. Pada akhirnya kau kecolongan terlalu jauh Rak..?" Kesal Dana mengingat kebodohan sahabatnya itu...
"Aku pikir dia akan fokus kuliah dulu, seperti orang-orang pada umunya.." jawab Raka pelan. Mendengar itu tentu saja Dana tertawa terbahak-bahak..
"Hey apa kau itu sudah sangat bodoh sekarang..! Kenapa otakmu itu bisa berfikir begitu, sementara kau terus saja mencoba mendesak mama agar aku bergerak cepat pada Ana..!" Ucapan Dana ini benar-benar membuat Raka terdiam..
"Kau sendiri yang bilang bukan jika mereka sahabat baik, lalu kenapa kau bisa befikir hal seperti itu..? Dasar aneh..!" Ucap Dana lagi dengan kesal.
Mendengar itu Raka hanya diam saja tanpa menjawab sepatah kata pun. Hal itu membuat Dana sangat kesal, agar rasa kesalnya tidak bertambah besar maka Dana langsung pamit untuk pulang kepada Raka agar kekuarganya dikhawir lagi. Langsung saja Raka mengizinkan, dia juga tidak ingin mamanya Dana menjadi sedih jika mengetahui keadaannya..
. . . . . . . .
"Lagi dimana sayang" tanya Dana langsung sesaat setelah Ana mengangkat panggilan teleponnya
"Lagi dikos sayang, lagi ngerjain skripsian..!! Ada apa?"jawab Ana dengan suara yang begitu lembut.
"Sepertinya sikap aslinya sudah kembali.." ucap Ana di dalam hati..
"Kenapa diam.?" Ucap Dana lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari sang kekasih..
"Maaf sayang, aku lagi pusing skripsian nih..!! Kita bahas besok ya..?" Pinta Ana dengan lembut, karena memang benar dirinya sedang sibuk..
"Benarkah..! Vidio call ya..?" Pinta Dana dan langsung saja Dana melakukan apa yang dia katakan. Setelah melihat jika sang kekasih memang benar sedang sibuk Dana kemudian mencoba untuk mengerti..
"Baiklah lanjutkan pekerjaanmu, aku tidak akan mengganggu, tapi ingat pesan ku baik-baik" ucap Dana tegas..
"Iya sayang, mana berani aku melakukan itu" jawab Ana dengan cepat, lagian Ana memang jarang keluar bukan..!
"Bagus..!" Ucap Dana singkat, kemudian langsung mematikan sambungan panggilan whatsapp tersebut...
__ADS_1
Mendengar itu Ana menggerutu sebal,,
"Kapan sih orang ini akan berubah menjadi romantis, seperti mas Denisnya Clara..?" Ucap Ana dalam hati. Siapa coba yang tidak ingin punya pasangan yang romantis, pengertian dan penuh kasih sayang seperti mas Denisnya Clara.
"Huh....!" Ana menghembuskan napasnya kasar, kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda..
. . . . . .
Sementara itu di tempat lain, setelah memutuskan panggilannya dengan Ana dana bergegas mencari mamanya karena sesampainya dirumah beberapa waktu lalu mama meminta Dana agar menemui sang mama setelah beristirahat. Mama Dana meminta agar putrs sulungnya itu istirahat terlebih dahulu, akhirnya Dana menuruti keinginan sang mama tak ingin mamanya curiga...
"Kak ayo duduk sini" pinta mama ketika melihat Dana berjalan kearahnya..
Tanpa menjawab permintaan sang mama Dana bergegas mengikuti perintah tersebut.
"Kak, lain kali kalau ada tugas luar kota atau ada masalah apapun itu tolong bilang sama sama supaya mama tidak khawatir seperti semalam?" Ucap Mama tepat ketika Dana mendaratkan pantatnya disebelah sang mama. Terlihat jelas diwajah sang mama jika ia begitu kesal dengan kelakukan Dana semalam..
"Maaf ma ini mendadak jadi Dana lupa mengabari mama..! Jadi langsung saja Dana berangkat tepat setelah atasan Dana memberi perintah" ucap Dana memberi alasan.
"Dengan siapa kamu kesana? Tidak mungkin kan kamu kesana sendiri? Atau Raka juga ikut bersamamu..?" Tanya mama lagi dengan penasaran..
"Emmz i-iya ma.." jawab Dana pelan dan gugup. Mama yang sudah hafal dengan kelakuan sang anak ketika berbohong langsung mengerutkan dahinya..
"Apa sebenarnya yang dilakukan anak ini semalaman" batin mama
#Bersambung...
#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
#Sukses untuk kita semua
__ADS_1
Terimakasih