
"Iya....."
"Sepertinya rencana ku untuk menikahinya harus ku pertimbangkan lagi.." ucap Dana kemudian melajukan mobilnya dengan kencang..
.
.
Satu hari berlalu, Ana tengah duduk diatas bngku taman seorang diri karena menunggu seseorang yang semalam mengirimkan pesan agar dia datang ke tempat ini seorang diri.
"Tumben sekali dia tidak menjemputmu , dan malah menyuruh ku datang ke sini sendiri" ucap Ana dengan genangan air mata..
Membaca pesan yang kekasihnya kirimkan membuat perasaan Ana menjadi tidak tenang. Rasa gelisah menyelimuti hatinya akibat perubahan sikap kekasihnya tersebut..
"Dia juga melupakan janjinya waktu itu.."ucapnya sedih kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya..
"Aku mencari mu kemana-mana, ternyata kamu duduk disini"
Deg deg
Mendengar suara tersebut sontak sana Ana langsung mencari arah sumber suara. Namun berbeda, panggilannya berubah...
"Kenapa dia seperti orang yang berbeda" ucap Ana di dalam hati, sambil memandangi wajah Dana yang memang terlihat berbeda sejak terakhir mereka bertemu..
"Sayang...." Ucap Ana, namun tak mendapat balasan apapun dari orang yang saat ini tengah terduduk tepat disebelahnya..
Satu detik
Dua detik..
Detik terus berjalan sementara mereka berdua hanya diam. Tidak ada yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan.
Sesaat Ana melihat Dana melirik kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan..
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi, kenapa dia terlihat sangat menakutkan seperti ini" ucap Ana di dalam hati, detak jantungnya juga sudah berdetak dengan sangat kencang..
"Kau tau kenapa aku mengajak kamu ke tempat ini..?" Akhirny Dana lah yang membuka suarnya terlebih dahulu. Namun suara yang terdengar tidak bersahabat, sehingga membuat Ana merasa semakin takut.
"Tidak.." ucap Ana kemudian terdiam kembli
"Apa telah terjadi sesuatu..?" Entahlah dari sekian juta kata kenal kalimat tersebut yang keluar dari mulut Ana.
Mendengar hal tersebut Dana justru tersenyum, namun senyuman yang terlihat sangat tidak ramah. Seakan dia tengah berhadapan dengan seorang penjahat..
"Sayang..." Ana kembali bersuara karena tak kunjung mendapat jawaban atas pertanyaan sebelumnya..
"Kau bodoh..? Atau sedanga berubah menjadi gadis yang polos..?" Ucap Dana begitu saja..
__ADS_1
Mendengar hal ini hati Ana menjadi sangat terluka. Tidak ada lagi suara yang penuh dengan kasih sayang yang dia dapatkan dari Dana..
Namun Ana tetap terdiam karena tidak tahu harus mengatakan apa dari pertanyaan Dana tersebut.
"Kenapa diam? Apa mulut mu sudah tidak bisa bersuara sekarang..?" Tanya Dana lagi, terlihat ada begitu banyak kekecewaan dari matanya..
"Kau tahu..? Sebesar apa aku mencintai mu? Tapi apa yang aku dapatkan? Kau benar-benar sudah melukai ku Na..!" Ucap Dana lagi dengan putus Ana. Walau bagaimana pun seseorang yang ada disebelahnya adalah orang yang sangat dia cintai. Namun kekecewaan yang begitu besar seakan menutup hal itu
"Apa maksud mu? " Hanya itu yang bisa Ana ucapkan. Dirinya semakin was-was atas ucapan Dana tersebut..
"Apa kau masih belum paham apa salah mu? Ck"
"Biar aku katakan sekarang! Lupakan semua rencana pernikahan yang aku inginkan selama ini. Tidak akan ada pernikahan dan aku membebaskan mu mulai saat ini" ucap Dan dengan tegas tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Ana
Ana..?
Mendengar itu tentu saja dia bagai disambar petir..! Bingung..
Bibirnya kemudian bergetar hebat ketika hendak bersuara untuk membela dirinya..
"Cukup tak usah memberi penjelasan..?" Ucap Dana lagi ketiak melihat sang mantan kekasih hendak melakukan pembelaan..
"Tidak..!" Ucap Ana keras..
"Apa maksud mu? Kau pikir aku ini apa? Aku ini manusia!. Aku punya hati. Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini!" Ucap Ana berteriak dengn air mata yang turun bagai air hujan..
Diluar dugaannya, Dana justru tersenyum miring mendengar hal itu..
"Berbohong demi keinginan yang bahkan bisa ku kabulkan..! Tapi kau memilih untuk berbohong..!" Ucap Dana yang langsung tepat sasaran menusuk hati Ana..
"Maaf.." jawab Ana singkat dengan suara yang bergetar..
"Sudahlah. Tak usah berpura - pura lagi aku tidak akan terpengaruh lagi ..! Aku meminta mu kesini hanya untuk mengatakan jika mulai detik ini kita bukan siapa-siapa lagi.." ucap Dana dengan tegas..
Tes
Tes
Tes
Air mata Ana terus menetes, kata yang Dana ucapkan benar-benar telah melukai hatinya dengan sangat dalam.
"Apakah hanya sebatas ini cinta mu? Aku bahkan hanya melakukan satu kesalahan, tapi kenapa kamu memutuskan semuanya seakan aku telah menghancurkan dunia mu.." teriak Ana tak kalah keras..
"Sudahlah..! Kamu tidak akan mengerti apa arti sebuah permintaan dan juga kepercayaan. Apa kau lupa dengn apa yang aku katakan? Aku bener-benar tidak menerima sebuah penghianatan.." jawab Dana dengan sangat serius..
"Tapi aku tidak pernah mengkhianati mu?" Teriak Ana lagi dengan frustsi
__ADS_1
"Apa kau lupa dengan janji yang dengan sigapnya kau ucapkan..? Sementara beberapa jam berikutnya kau langsung melanggarnya..?" Acap Dana mengingatkan bagaimana kelakukan mantan kekasihnya tersebut...
Tahu letak kesalahannya Ana hanya bisa diam tanpa kata. Inilah hal yang paling Ana takutkan. Tetapi nampaknya semua sudah tak bisa diperbaiki lagi..
"Aku tahu aku salah, maaf.... Maaf sudah mengecewakan mu " ucap Ana pada akhirnya..
"Sudahlah.... Bukan kamu, akulah yang salah, aku terlalu memaksakan kehendakku kepadamu..! Jadi aku putuskan memang seharusnya kita tidak pernah mencoba hubungan apapun.." jawab Dana seenaknya..
"Tidak...aku sungguh sangat sayang padamu Dana. Kenapa kau selalu saja berbuat seenaknya. Kenapa kau mempermainkan aku seperti ini? " Teriak Ana lagi dengan histeris..
"Baiklah jika itu yang kamu mau! Mulai hari ini enyah lah dari hidupku. Jangan pernah menampakkan dirimu lagi dihadapan ku " ucap Ana lagi dengan rasa kecewa yang begitu dalam atas sikap kekasihnya tersebut..
"Aku benar-benar tidak berarti apapun untuknya?" Ucap Ana di dalam hatinya. Kemudian pergi dari tempat itu meninggalkan Dana seorang diri yang masih setia menatap kearahnya dengn perasaan yang tak kalah sedihny..
.
.
.
Ternyata hanya sampai disini cinta yang selalu di bangga banggakannya itu...
"Jika itu memang keputusannya okey, aku akan pergi jauh dari hidup kamu Dana. Kamu tidak akan pernah tahu sedalam apa aku mencaintai mu, semua itu seakan tertutupi karena satu kesalahan ku. Andai saja kamu tidak meminta ku untuk berjanji padamu waktu itu mungkin aku akan mengatakan segalanya..!, Tapi mungkin ini jalan terbaik untuk kita.." ucap Ana liriks di tengah tangisnya yang tak kunjung berhenti sejak dia meninggalkan Dana ditaman..
"Pernikahan..! Omong kosong, tetap saja kamu adalah lelaki yang paling egois didunia ini..? Aku benci padamu Dana..!!!" Ucapnya lagi dengn frustasi..
Beberapa saat berlalu dengan tangis yang mulai mereda, lebih tepat begitu lelah menngis akhirny Ana tertidur..
Sementara itu disisi lain, sang sahabat begitu panik mendengar ucapan kekasih sahabatnya kemaren.
"Duh gmna ini? Kenapa Ana susah sekali dihubungi?" Ucapnya lirik dengan rasa panik yang menyelimuti hatinya..
"Apa aku pergi ke tempat dia saja ya? Ini benar-benar membingungkan...! Tetapi ini sudah malam..! Telepon lagi sampai diangkat..?" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri..
Dua panggilan
.
.
.
Sepuluh panggilan
Namun tak kunjung dijawab oleh pemiliknya..
"Okey sekali lagi, angkat na please ..." Ucapnya lagi.....
__ADS_1
"Halo..." Jawab seseorang dari seberang sana...
#Bersambung...