APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 10


__ADS_3


...----------------...


Keesokan harinya.



Saat ini aku sedang berjalan-jalan di kediamanku, para pelayan sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Itu karena Agnes hari ini akan datang.


Oleh karena itu para pelayan dan penjaga sibuk bersiap-siap menyambut Agnes dan Robert.


Mereka membersihkan setiap sisi yang ada di mansion ini.



" Cepat kalian rapikan karpet dan tirai!! jangan sampai ada debu sedikit pun. " Ucap Kepala pelayan.


" Baik kepala pelayan. " Ucap mereka patuh.


Jika Robert tidak gila kebersihan, mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Robbert sangat gila kebersihan, dia tidak mau ada debu sedikit pun.


Dulu aku sempat berselisih dengannya, hanya karena aku yang tidak sengaja mencipratkan sedikit lemon ke tangannya, dia langsung marah dan pingsan.


" Semangat untuk kalian semua. " Aku memberi sedikit semangat kepada mereka layaknya anak berusia 14 tahun.


Mereka hanya tersenyum dan menyanjungku.


" Lady, terima kasih karena telah memberi kami semangat. " Salah satu pelayan wanita berbicara.



Saat itu aku sempat lupa akan Killian, dia tidak terlihat sama sekali, padahal kemarin dia masih berjalan-jalan dan menikmati derup angin bersamaku.


Sekarang dia tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali.


" Lady!! " Sabil tiba-tiba datang dan memanggilku.


" Ada apa Sabil? " Tanyaku penasaran.


" Lady Agnes sudah sampai, beliau dan kakaknya ada di luar sekarang. " Ucap Sabil.


" Cepat sekali. " Ucapku.


Mendengar hal itu aku segera keluar dan menyuruh setiap pekerja menyambut mereka.


" Semuanya keluar, kita harus menyambut mereka. " Ucapku.


| Seharusnya mereka tidak perlu di sambut, tapi mau bagaimana lagi, mereka tidak akan masuk jika tidak di sambut. Itu kebiasaan mereka. | Pikirku.


 


...----------------...



Alexia keluar dan menyambut Agnes.


Kereta kuda yang sedikit mewah terparkir di depan pintu masuk mansion, saat itu juga turun seorang laki-laki berumur 17 tahun dengan rambut merah menyala.


" Robert, si gila kebersihan. " Gumam Alexia yang menatap Robert.


" Hei Alis!! " Laki-laki yang di sebut Robert itu melambaikan tangannya dan memanggil Alexia dengan sebutan Alis.


__ADS_1


Alexia tersenyum canggung kepada Robert, dalam hatinya dia berkata.



| Dia masih tetap sama seperti sebelumnya, dia masih memanggil ku dengan sebutan Alis. | Alexia dalam batinnya.


" Kakak!! " Suara perempuan terdengar dari dalam kereta kuda tersebut.


" Aku hampir lupa dengan adikku. " Gumam Robert.


Robert, mengulurkan tangannya untuk membantu adiknya turun dari kereta.


" Cepatlah turun dari kereta!! " Ucap Robert yang tidak sabar.


Tidak lama, keluar seorang perempuan dari dalam kereta, dia cantik, dan anggun.



Dia adalah Agnes Agentine.


" Alexi!! " Panggil Agnes.


Alexia menghampiri Agnes dan memeluknya.


" Agnes!! " Panggil Alexia seraya memeluknya.


Sedangkan Robert, dia malah sibuk mengelap tangannya dengan sapu tangan.


" hih..kotor. " Gumam Robert yang terus membersihkan tangannya.


" Heii alis, apa kau akan membiarkan kami di luar dan tidak menyuruh kami masuk. " Celoteh Robert.


" Di sini banyak debu bertebaran, kulitku bisa rusak di buatnya. " Celoteh Robert sekali lagi.


" Brisik!! kau laki-laki yang cerewet. " Agnes menegur Robert.


" Kalau begitu mari kita masuk. " Ucap Alexia.


Mereka masuk, Alexia menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu.


...----------------...


Setelah mereka makan, Alexia dan mereka berbincang-bincang di dalam ruangan.



" Alis, bukankah kakakmu memungut seorang pangeran. " Ucap Robert yang sedang mengoles-oles meja, seolah memastikan ada debu atau tidaknya.


" Bukan memungut, jaga ucapanmu!! " Alexia sedikit kesal.


" Kakak, jaga ucapanmu dia masih pangeran. " Agnes menegur Robert.


" Dia memang di pungut, jika kakak Alis tidak memungutnya mungkin saja dia sekarang masih di rantai dan di siksa oleh yang mulia raja. " Ucap Robert.


" Agnes, sepertinya mulut kakakmu ini harus di beri pelajaran. " Alexia menatap Robert garang.


" Di sini tidak ada debu. " Gumam Robert.


Alexia menahan amarahnya, karena apa yang di ucapkan Robert setengahnya memang benar. Bahwa Killian, sebelum di ambil oleh kakaknya dia di kurung dan di siksa oleh para pelayan.


| Aku tidak mau mengingat bagaimana Killian pertama kali masuk kemari. | Pikir Alexia.


 


...----------------...


Seperti yang terekam dalam alat sihir, ibunya Killian yang bernama Nabila, dia meninggal karena sang raja.


__ADS_1



Raja kerajaan Lamond, yang bernama Polin Lais Lamond. Polin tidak mau mengakui Killian sebagai anaknya, karena Killian di lahirkan dari rahim seorang pelayan yang merupakan aib bagi dirinya.


Killian yang baru lahir, bayi yang tidak tahu apa-apa, dia sempat akan di musnahkan oleh Polin.


" Musnahkan anak itu, aku tidak mau melihatnya. " Ucap Polin.


" Apa anda yakin akan memusnahkan bayi ini. " Tanya seorang penyihir yang menggendong Killian.


" Tentu saja, mengapa tidak!! " Ucap Polin.


Ada alasan kenapa Polin tidak jadi memusnahkan Killian, itu karena.


" Yang mulia, anak ini bukan anak biasa. " Ucap Penyihir itu.


" Apa maksudmu? " Tanya Polin penasaran.


" Anak ini memiliki kekuatan yang dahsyat, kekuatan ini di sebut dengan kekuatan ilahi. " Ucap Penyihir itu.


" Maka dari itu aku harus memusnahkannya, jika di biarkan dia akan memberontak. " Ucap Polin.


Polin tetap kekeh akan memusnahkan Killian, tetapi seseorang yang sangat berpengaruh dan kehendaknya tidak bisa di bantah oleh siapapun datang dan menyelamatkan Killian.


" Biarkan dia hidup. " Ucap Laki-laki itu.


" Penyihir Agung!! " Penyihir itu terkejut dengan kedatangan Penyihir agung.


" Penyihir agung!! " Polin terkejut.


" Anda bahkan sampai keluar dari menara sihir dan turun tangan atas bayi ini. " Ucap Polin kepada penyihir Agung itu.


| Aku tidak bisa membiarkanmu semakin meraja rela. | Batin penyihir Agung.


" Bayi ini akan memperkuat menara sihir, dia akan menjadi wadah yang cocok untuk kekuatan itu. " Ucap Penyihir Agung.


| Dia akan cocok untuk memusnahkanmu yang serakah. | Batin Penyihir Agung.


Mau tidak mau, Polin harus mengikuti perintah Penyihir Agung.


" Baiklah, tapi aku hanya akan membiarkan dia hidup, tetapi aku tetap tidak mau mengakuinya sebagai putraku. " Ucap Polin.


" Itu terserah kepadamu. " Ucap Penyihir Agung.


" Bawa anak ini denganmu ke menara sihir!! " Polin meminta Penyihir Agung untuk membawa Killian ke menara sihir bersamanya.


" Dia masih bayi, meski dia mempunyai kekuatan yang besar dalam dirinya, dia tetap akan musnah oleh besarnya kekuatan menara sihir." Ucap Penyihir Agung.


| Aku akan mengambilnya saat kekuatannya bangkit. | Batin Penyihir Agung.


Penyihir Agung pergi begitu saja.


| Jika dia bukan salah satu pendiri kerajaan ini dan juga penyihir agung. Mungkin, sekarang dia sudah musnah di tanganku. | Polin meludah kesal dalam batinnya.


" Lalu, bagaimana dengan bayi ini yang mulia. " Tanya penyihir itu.


" Kita hanya perlu membiarkan dia hidup, simpan dia di gudang anggur, mari kita lihat dia akan bertahan hidup sampai mana. " Ucap Polin.


" Baik, yang mulia. " Ucap penyihir itu patuh.


Polin menempatkan Killian di gudang anggur, dan dia hanya di urus oleh satu pelayan, pelayan itu tidak jauh dengan sifat Polin.



Dia kejam, karena pelayan itu adalah orangnya Ratu, penguasa kerajaan setelah Raja.


 


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2