APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 7


__ADS_3


...----------------...


" Bagaimana Sir bisa tahu aku ada di sini? " Tanya Alexia kepada Arsen.


" Saya bertanya kepada seseorang yang ada di sana. " Ucap Arsen.


| Seharusnya tidak seperti ini, seharusnya Arsen tidak menemukanku sama sekali, bagaimana ini. | Pikir Alexia.


" Aku lelah, lebih baik kita kembali. " Ucap Alexia.


" Baiklah Lady. " Ucap Arsen.


...----------------...


Kilas Balik Arsen..........



Arsen yang membeli air minum dan kembali ke tempatnya.


Dia di kejutkan dengan hilangnya Alexia dari tempat itu.


Sontak itu membuatnya panik.


" Kemana Lady Alexia, jangan bilang Lady hilang. " Arsen sangat panik dia terus mencari Alexia dengan cemas.


Tapi, suatu ketika ada remaja laki-laki yang menabrak dirinya, remaja tersebut memakai topeng, rambutnya hitam, dan sekilas. Arsen melihat matanya berwarna ruby.


" Maaf, saya tidak sengaja. " Remaja itu meminta maaf kepada Arsen, karena dia telah menabraknya.


" Tidak apa-apa. " Ucap Arsen risih dan masih cemas.


" Maaf tuan, apa tuan mencari seseorang? " Tanya Anak itu.


Arsen menjawabnya dengan heran, kenapa anak itu bisa tahu.


" Ya kau benar. Tapi, dari mana kau tahu aku sedang mencari seseorang. " Tanya Arsen penasaran .


" Dari wajah anda terpampang jelas, sepertinya anda sedang kebingungan mencari seseorang. " Ucap anak itu.


" Ah..jadi seperti itu. " Ucap Arsen.


" Apa kau melihat seorang Lady bangsawan yang tadi berdiri di sini? " Tanya Arsen.


" Maksud anda perempuan yang memakai gaun biru? " Tanyanya.


" Ya, kau benar. Apa kau melihatnya? " Tanya Arsen tidak sabar.


" Aku melihatnya, dia pergi ke arah barat. Di sana ada toko yang cukup misterius, berhati-hatilah, takutnya Lady itu dalam bahaya. " Ucapnya.


" Ahhh...Sebaiknya aku segera pergi kesana dan mencari Lady. " Ucap Arsen seraya berbalik dan pergi.


| Aku belum mengucapkan terima kasih. |


Arsen lupa mengucapkan kata terima kasih kepada remaja laki-laki itu.


Saat dia berbalik dan akan mengucapkan terima kasih, remaja laki-laki itu sudah tidak ada.


" Kemana anak itu pergi? " Gumam Arsen.


| Sudahlah, mungkin dia sudah pergi dan bermain lagi dengan temannya. | Pikir Arsen.


Kilas Balik selesai......


Begitulah Arsen bisa menemukan Alexia, entah siapa remaja misterius itu, dia telah mengacaukan alur novelnya.


...----------------...


Malam Hari.....

__ADS_1



 


Alexia kembali ke mansionnya, bersama dengan ke 3 prajurit dan Sabil.


" Lady, anda sudah membuat kami cemas, mulai sekarang anda harus membawa 12 pengawal jika ingin keluar. " Ucap Sabil.


" Ya Lady, hampir saja gelar saya sebagai penjaga keluarga duke di copot karena saya tidak becus menjaga anda. " Ucap Arsen.


" Untung saja kau gesit dan menemukan Lady dengan cepat, jika tidak kau akan di keluarkan. " Ucap temannya.


| Mereka menghawatirkanku, terutama Arsen, dia sangat khawatir. | Pikir Alexia.


" Sudahlah, aku ingin sendiri. Kalian bisa kembali bertugas. " Ucap Alexia lelah.


" Baik Lady, saya permisi. " Ketiga penjaga itu pergi.


" Kalau begitu saya permisi juga Lady. " Ucap Sabil, seraya pergi.


Alexia mengurung diri di kamarnya sendiri, dia sedang memikirkan sesuatu.



" Alurnya sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Siapa yang merubahnya? " Gumam Alexia.


" Apa aku tetap tidak bisa kembali? " Alexia terus bertanya-tanya.


" Bagaimana ini? " Gumam Alexia.


| Tidak, aku masih bisa menjalankan peranku sebagai peran pembantu yang akan mati demi kenaikan tahta Killian, ya aku cukup memerankan itu dan kembali. Kumohon, semoga kali ini aku berhasil. | Pikri Alexia.


" Aku muak!! " Alexia emosi.


Dia melemparkan tubuhnya ke atas kasurnya yang empuk, kemudian dia mengingat alat sihir perekam yang dia bawa dari toko tadi.


" Ah..aku hampir lupa dengan ini. " Gumam Alexia.


Alexia bangun dari tidurnya dan dia segera pergi membawa kotak kue dan alat sihirnya.


" Mari kita temui Killian... " Ucap Alexia.


...----------------...



 


Alexia pergi mencari Killian, ada yang bilang bahwa Killian berada di kamarnya.


Alexia pergi ke kamar Killian.



Sesampai di sana, Alexia masuk dan dia melihat Killian sedang tidur di atas kasurnya.


" Ternyata dia sedang tidur, aku akan kembali besok. " Ucap Alexia.


| Jika aku membangunkan Killian dan memperlihatkan ini, dia akan sulit tidur, aku tidak mau hal itu terjadi. | Pikir Alexia.


Saat Alexia akan pergi....


Tiba-tiba, seseorang berbicara.


" Kue..


Ternyata itu adalah Killian, dia bangun dan menagih kue yang dia minta.


" Kue? " Tanya Alexia memastikan.


" Iya, kue...

__ADS_1


" Apa kau mau pergi dan tidak memberikan kotak kue itu. " Ucap Killian dingin seraya menunjuk kotak kue yang di bawa Alexia.


" Itu...itu karena kau tertidur dan aku tidak mau mengganggumu. " Ucap Alexia gagap.


" Simpan kotak kue itu. " Ucap Killian datar dan pandangannya masih tertuju pada kotak kue yang dipegang oleh Alexia.


| Dia sangat terobsesi dengan kotak kue ini. | Pikir Alexia.


" Sebelum itu, aku punya sesuatu yang bagus untukmu. " Ucap Alexia.


| Semoga ini berhasil. | Pikir Alexia berharap.


" Apa? " Tanya Killian datar.


Alexia mengeluarkan alat perekam itu.


" Kau pasti ingin tahu bagaimana ibumu meninggalkan? " Tanya Alexia.


" ....... " Killian diam dengan wajah dinginnya.


" Aku akan menunjukkannya. " Alexia memutar rekaman tersebut.



...----------------...


Rekamannya tepat seperti ini...


Rekaman tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang tubuhnya penuh dengan goresan, darah, dan luka bakar yang besar di sekujur tubuhnya.


" Heh....kau tidak mengakui anakmu...dan kau malah menyiksaku..kau laki-laki biadab!!! " Jerita perempuan itu.


" Diam!! " Laki-laki itu mencambuk tubuh perempuan itu dengan cambuk api.


" Ahhhk!!! " Jeritan rintihan terdengar nyaring.


" Ctak...Ctakkk.. " Suara cambukan.


" Aku tidak pernah memintamu untuk mengandung!! " Ucap laki-laki itu seraya mencambuk tubuh wanita tersebut dengan ganas.


Perempuan yang di siksa itu adalah ibunya Killian yang mati karena di siksa oleh ayahnya.


Dalam rekaman itu sangat jelas tergambar bagaimana ibunya Killian menjerit dan merintih kesakitan.


Di ketahui bahwa ibunya Killian pada saat itu masih masa pemulihan setelah melahirkan Killian.


Tapi Sang Raja sekaligus ayah Killian, dengan ganas menyeret ibunya Killian dan menyiksanya sampai mati.


Dia bahkan sampai merekam semuanya untuk kesenangan seksualnya.


Rekaman itu selesai setelah ibunya Killiam bersumpah dan mati.



Ibunya Killian bersumpah, bahwa anak yang dia lahirkan akan merebut tahta kerajaan dan membalas dendamnya.


...----------------...


Killian yang menyaksikan rekaman itu, dia bereaksi.


Matanya yang merah bagai batu ruby terlihat penuh amarah.



" Killian? " Alexia bertanya.


" ...... " Killian masih menatap rekaman sihir tersebut.


| Sepertinya ini berhasil.| Pikir Alexia.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG....... 


__ADS_2