APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 21


__ADS_3

" Bagaimana ini lady? " Ucap Sabil panik.


" Panggil asisten kakakku, aku ingin mendengar lebih banyak. " Ucap Alexia.



" Baik lady. Tapi, bagaimana dengan rencana anda untuk pergi keluar mansion bersama dengan Lady Agnes dan Tuan muda Robert? " Jawab Sabil patuh seraya bertanya mengenai rencana Alexia yang akan keluar mansion.


Alexia terdiam dia sedang berfikir.


| Jika aku tidak keluar sekarang, Agnes tidak akan bertemu dengan Lais. Maka aku harus tetap keluar, agar Agnes bisa bertemu dengan Lais.| Pikir Alexia.


Alexia tidak peduli dengan masalah kakaknya, karena dia pikir bahwa kakaknya hanyalah sebuah karakter Novel yang suatu saat akan di lupakan olehnya.


Selain itu, takdir Yustaf memang seperti itu.


Dia tidak peduli dengan takdir siapapun, dia hanya peduli bagaimana menjadikan Killian sebagai tiran dan mendudukkan dia di atas tahta, serta menjalankan alur sesuai novel meski alur sudah berubah banyak.


| Jujur saja, aku mengakui bahwa aku adalah sosok yang buruk. Karena aku tidak memperdulikan kakakku sendiri. | Pikir Alexia.


" Lady?! " Panggil Sabil, yang menunggu jawaban dari Alexia.


Alexia tersadar dari pikirannya, dan dia segera memutuskan.


" Aku akan tetap keluar, jangan sampai Agnes dan Robert tahu mengenai masalah kakakku. " Ucap Alexia.


" Jadi, anda akan tetap keluar meski sedang dalam keadaan seperti ini? " Tanya Sabil dengan nada tidak percaya.


" Ya Sabil. Aku tahu, bahwa kau berfikir bahwa aku tidak peduli dengan kakakku. Sebenarnya, aku melakukan ini untuk mengalihkan kasus kakakku agar mereka tidak cemas. " Ucap Alexia bohong.


Sabil mengangguk mengerti, dia pun segera pergi untuk memanggil Asisten Yustaf yang baru saja pulang.


...----------------...


Benua barat.



Di suatu ruangan penjara yang dingin dan gelap, Yustaf di kurung di sana.



Dia di tempatkan di penjara khusus bangsawan, meski penjara tersebut tidak terlalu buruk. Tetap saja, Yustaf tidak biasa dengan tempat itu.



" Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang jelas itu bukan aku." Gumam Yustaf.

__ADS_1


| Meski terbukti bahwa aku tidak bersalah, pemerintah dari benua ini tidak melepaskanku dengan mudah, sebelum aku bisa membawa penawar racun tersebut. Karena hukum di sini sangat berbeda dengan hukum di kerajaan Lamond. | Pikir Yustaf.


" Bagaimana bisa dia memasukkan racun ke dalam anggur tersebut, padahal aku sudah melakukan pengecekan terhadap anggur itu berulang kali. Tidak ada reaksi apapun setelah aku meminumnya. " Yustaf berfikir keras.


Dia tidak akan menduga bahwa dirinya akan di tahan seperti ini karena minuman anggurnya yang beracun.


" Aku sudah mengirim asistenku Fanny untuk kembali ke Lamond, agar dia bisa mencari penawar racun tersebut. Karena ahli sihir yang bersamaku bilang, jika racun itu berasal dari Lamond." Yustaf terus berfikir di tengah situasinya.


Yustaf pun menduga, bahwa semua ini ada kaitannya dengan Sang raja bersama pengikut setianya.


" Aku tahu bahwa Pollin membenciku, karena aku sudah menjadi wali dari Killian. "


| Aku tidak menyesal menjadi wali dari anak itu, karena anak itu tidak memiliki dosa apapun dan dia tidak berhak di perlakukan seperti itu hanya karena dia lahir dari rahim seorang pelayan. | Batin Yustaf.


" Jika aku keluar dari sini aku akan menyelidiki semuanya. " Yustaf bertekad.


Dalam keheningan penjara, Yustaf tidak lupa memikirkan adiknya yaitu Alexia. Dia tidak tahu takdir apa yang akan menimpa dirinya, entah dia bisa keluar atau berakhir di eksekusi.


" Alexia? apa kau sekarang sedang cemas? kakak harap kau tidak mencemaskanku, karena kakak akan berusaha mengerahkan segala kemampuan dan orang-orang yang ku punya untuk mencari penawar itu. Agar aku bisa pulang dan mengelus kepalamu. " Yustaf memikirkan Alexia.


" Semoga Fanny mendapatkan penawarnya, karena pemerintah barat hanya memberi waktu 2 hari. " Yustaf berharap.


...----------------...


Ruang tamu kamar Alexia.



Tapi mata sebelah kirinya jelas terlihat sangat cantik.



Wajahnya sangat cantik, dia adalah Fanny Zeyyen. Yang merupakan asisten pribadi Yustaf.



" Saya menghadap Lady Alexia. " Ucapnya sopan.


Alexia yang sedang duduk, dia langsung mempersilahkan Fanny duduk dan menceritakan semuanya.


" Duduklah Fanny, aku ingin mendengar cerita lengkap mengenai kenapa kakakku bisa di tuduh membawa racun. " Ucap Alexia serius.


" Baik Lady, saya akan menceritakannya. " Ucap Fanny seraya duduk.


Fanny yang sudah duduk, dia kemudian berbicara dan menceritakan semuanya.


" Waktu itu, Duke Yustaf akan menjual minuman anggurnya, kira-kira minuman anggur tersebut ada 35rbu tong, Duke hanya menjual anggur ke benua barat sekitar 7rbu tong dan sisanya akan di bisniskan ke benua selatan. " Fanny bercerita.

__ADS_1


" Tapi, saat 7rbu tong itu di bawa ke benua barat dan di konsumsi oleh si pembeli, keesokan harinya semua yang mengkonsumsi anggur tersebut terkena penyakit kulit yang parah. Para ahli sihir yang ada di sana mulai curiga dengan anggur yang di bawa oleh duke, maka dari itu mereka mengambil sempel anggur tersebut dan mengujinya. "


" Itu terbukti bahwa anggur yang di bawa oleh kakakku beracun? Dan mereka mengambil sempel orang-orang yang terkena penyakit kulit tersebut dan mencocokkannya dengan racun yang ada di dalam anggur kakakku? "Alexia pura-pura menebak padahal dia sudah tahu.


" Ya, tebakan anda benar. Pemerintah di sana segera memasukkan Duke Yustaf ke penjara, tapi anda tidak perlu terlalu cemas. Karena beliau masih di tempatkan di tempat yang layak karena gelar beliau yang tinggi, pihak sana masih menghormatinya. " Ucap Fanny.


| Kenapa aku merasa jika Lady Alexia tidak seperti anak yang berusia 14 tahun. Saat ini Lady Alexia lebih dewasa malahan aku sempat berpikir bahwa beliau lebih tua dari diriku. | Pikir Fanny.


" Kenapa kau kembali? " Tanya Alexia.


" Sebenarnya, sebelum saya kemari, saya sudah menangkap orang yang sudah memasukkan racun ke dalam minuman anggur tersebut, akan tetapi orang itu malah bunuh diri dengan menggigit lidahnya. "


" Padahal sudah ada bukti bahwa duke tidak bersalah mengenai tuduhan membawa racun, karena orang itu adalah buktinya. Walau begitu, pemerintah di sana tetap tidak mau melepaskan duke sebelum duke membawa penawar dari racun tersebut. " Fanny menjelaskan dengan serius.


" Jadi, saya kemari untuk mencari penawar racun tersebut. " Ucap Fanny.


" Memangnya racun tersebut berasa dari Lamond? " Tanya Alexia.


Alexia tidak tahu mengenai dari mana racun tersebut dan siapa dalang di balik konflik ini, karena dalam novel tidak di ceritakan siapa dalangnya. Alexia juga tidak membaca Novelnya hingga selesai, dia hanya membaca novel tersebut sampai Killian bertemu dengan pemeran utama perempuan.


| Toh, aku juga akan mati di usia 19 tahun karena membantu Killian dalam membunuh Raja dan Ratu. Jadi, aku tidak peduli dengan dalangnya. Tapi, aku menduga bahwa raja yang ada di balik konflik ini. | Pikir Alexia.


" Ya, penyihir yang di bawa duke bilang, bahwa racun tersebut murni berbahan dasar dari Lamond, karena Lamond merupakan kawasan di mana tanaman racun banyak bertebaran. "


" Berapa lama waktu yang di berikan? " Tanya Alexia.


" 2 hari." Ucap Fanny.


" Artinya kau menggunakan sihir teleportasi untuk bisa sampai ke sini dengan cepat? " Tanya Alexia.


" Ya Lady, karena lewat dari 2 hari duke tidak bisa keluar, beliau akan di eksekusi jika tidak memberikan penawarnya. " Ucap Fanny pelan.


" Kalau begitu cepat cari penawarnya, semoga waktu yang tersisa cukup untuk menemukan penawar tersebut. " Ucap Alexia.


" Baik Lady, saya akan berusaha semaksimal mungkin. " Ucap Fanny.


| Ya, berusahalah. Karena kau tidak akan pernah mendapatkan penawar itu. Dan waktu pun habis. | Pikir Alexia.


| Kakakku akan di eksekusi, bahkan mayatnya di gantung di gerbang perbatasan benua. Itu di ceritakan di dalam Novel. Semua orang yang gagal membuktikan dirinya bersalah, akan di eksekusi dan mayatnya akan di gantung di gerbang perbatasan sebagai contoh. | Pikir Alexia yang mengingat bagian novel.


...----------------...


BERSAMBUNG.......


Spoiler.


" Kenapa kau memaksaku menjadi raja, padahal aku tidak mau menjadi raja, karena menjadi raja hanya akan membuat ku menderita. Selain itu, banyak yang harus aku korbankan demi menjadi raja. Tidak ada keuntungan yang ku dapatkan. "

__ADS_1


__ADS_2