APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 43


__ADS_3

Saat mereka sedang mengobrol, para prajurit yang mengejar Lais, mereka memanggil Lais dengan gelarnya.


" Yang mulia pangeran!!! " Teriak prajurit tersebut serentak.


| ....Sial!! | Lais meludah dalam batinnya.


Agnes dan pelayannya bertanya-tanya siapa yang mereka panggil Pangeran. Mereka terlihat heran.


" Aaahhhh.....Haahh....yang mulia, tolong jangan berlari seperti itu...." Ucap prajurit Lais, di depan mereka.



Lais menepuk jidatnya, dia sekarang tidak tahu harus bilang apa.


Melihat dari ekspresi Agnes, dia terlihat bingung dan tidak mengerti.


" Apa...


" Apa maksudnya itu, kau? " Agnes bertanya-tanya.


" Beraninya kau berbicara seperti itu kepada pangeran!!! " Prajurit itu berteriak karena Agnes bersikaf tidak sopan.


Agnes mengerutkan dahinya, Lais menegur prajuritnya untuk tidak bersikap kasar.


" Diam!!! siapa yang menyuruhmu untuk menegurnya!! " Ucap Lais dengan nada sedikit tinggi.


Lais harus bicara dengan Agnes mengenai identitasnya. Dia tidak mau ada hal yang ditutup-tutupi lagi.


" Tolong ikut denganku...." Ucap Lais.


Lais akan menggenggam tangan Agnes, akan tetapi, Agnes menolaknya, dia menepis tangan Lais.


' Tak.....' Agnes menepis tangan Lais begitu saja.


Seketika Lais merasakan sesuatu yang bergejolak, dia merasa tertusuk dengan tepisan Agnes.


" Sepertinya identitas anda adalah seorang pangeran...... " Ucap Agnes dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Lais melebarkan matanya, ketika dia mendengar nada bicara Agnes yang berubah menjadi formal. Dia tidak menyukainya.


" Lady....." Pelayannya menenangkan Agnes.


| Aku paling benci kebohongan, dia berbohong selama ini. Dan masih berani mengungkapkan perasaannya kepadaku. | Pikir Agnes merasa di khianati.


" Kau benar, aku adalah Pangeran ke 3, Clovis Lais Lamond. Maaf karena telah berbohong kepadamu. " Ucap Lais dengan nada rendah.


" Haaah....pantas saja anda bisa membeli semua gaun yang ada di toko ini. Ternyata anda adalah seorang pangeran. Bodohnya aku percaya, dengan perkataan anda. Seorang anak yang bukan bangsawan bisa membeli gaun mewah, dan dia bilang jika dia adalah putra dari pembuat baju terkenal. " Agnes terlihat kesal.


" Tidak itu...." Lais mencoba berbicara.


" Saya mengerti, anda adalah seorang pangeran, jadi anda berusaha menyembunyikan identitas anda kepada saya, karena anda takut akan terjadi masalah......


" Kau benar.....tolong bicaralah seperti biasa. " Ucap Lais.


Agnes hanya menyeringai dan dia berbicara lagi.


" Heh....bagaimana bisa saya berbicara tidak sopan kepada seorang pangeran." Ucap Agnes.


" Saya menolak.....


Lais melebarkan matanya, ketika mendengar Agnes menolak dirinya.


" Apa....tapi kenapa?


" Apa aku terlalu cepat mengungkapkan perasaanku? " Tanya Lais.


" Apa kau marah karena aku berbohong? " Lais terus bertanya.


Agnes pun menjawab dengan tegas seraya berbalik pergi.


" Saya tidak mau memiliki hubungan dengan seorang pangeran. " Ucap Agnes.


" Ayo kita pergi...." Agnes berbicara kepada pelayannya.


" Baik Lady..." Ucap pelayannya seraya mengikuti Agnes.

__ADS_1


Lais yang di tinggalkan, dia akan mengejar Agnes, tapi dia berhenti menarik lagi langkahnya.


| Aku tidak boleh mengejarnya, biarkan dia tenang dulu. Aku akan datang langsung ke kediaman Marquess dan melamarnya. | Pikir Lais.


Lais akan mengirim surat lamaran pernikahan kepada Marques. Dia tahu jika Agnes sangat marah saat ini, tapi dia akan kembali seperti semula lagi. Dia hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan itu.


" Haaahhh.......ayo kita kembali ke istana. " Perintah Lais.


...----------------...


Menara sihir.



Di sebuah ruangan yang gelap, Penyihir agung tengah membaca sebuah buku kuno, dia membaca hanya dengan mengandalkan cahaya lilin.



Dia sedang membaca buku yang bersangkutan dengan Killian. Tapi, dia tidak menemukan apapun. Tidak ada yang dia dapatkan dari buku itu.


" Sangat di sayangkan jika anak itu mati, dia adalah pemilik kekuatan yang paling kuat. " Gumam Penyihir agung.



" Apa gadis itu sudah sedikit sadar? " Penyihir agung bergumam.


| Sebenarnya, aku dengan nekad memberi sebuah gambaran kepada gadis itu, aku berpura-pura menjadi peramal dengan sihir perubah wujud. | Pikir Penyihir Agung.


Peramal itu adalah penyiihir Agung, dia sengaja memberi gambaran untuk Alexia. Sebenarnya dia akan memberi tahu Alexa bagaimana nasib dirinya di dunia asalnya.


Tapi mananya habis.


" Aku tidak bisa memperlihatkan nasibnya untuk saat ini. Tapi aku akan tetap mempeihatkannya lewat mimpi. " Ucap Penyihir Agung.


Jika Killian tahu, dia akan murka kepada Penyihir Agung. Bahkan Killian sendiri tidak tahu dengan nasib Alexia kelak.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2