APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 16


__ADS_3


...----------------...


" Alexia?! " Panggil Agnes.


" Aahh..ya?! " Alexia segera menjawab Agnes.


" Kenapa kau terus menatap ke arah sana? " Tanya Agnes.


" Aku melihat ada bunga yang cantik di sana. " Jawab Alexia bohong.


Alexia dengan cepat mengalihkan pembicaraan.


" Agnes, bagaimana jika kita kembali ke mansion, aku sudah lelah bermain. " Ucap Alexia.


" Jadi, kau mencariku hanya untuk mengajakku kembali? " Tanya Agnes.


Alexia menjawab.


" Ya, memangnya kenapa? " Alexia balik bertanya.


| Aku lupa bahwa kau akan bertemu Lais, jika aku ingat mungkin aku tidak akan mengganggu kalian berdua. | Pikir Alexia.


" Tidak, tapi kau sedikit tidak tepat. " Ucap Agnes.


| Aku tidak tahu, akan bertemu dengan Roysin lagi atau tidak, tapi kuharap kita bertemu lagi. | Pikir Agnes, yang teringat Lais.


" Mari! " Alexia menarik tangan Agnes dan membawanya pergi.


...----------------...


Malam hari.




Saat ini aku sedang berendam di dalam bak mandi untuk meredakan rasa lelahku, karena seharian ini aku bermain dengan Agnes dan Robert.

__ADS_1


Untung saja Sabil sangat pandai dalam menyiapkan sesuatu sehingga aku tidak perlu menunggu lagi.


" Aku tidak menyangka bahwa aku melupakan hal sepenting itu. " Yang aku maksud adalah pertemuan Lais dan Agnes.



Aku tidak bisa melihat wajahnya karena rumput-rumput, Tapi aku yakin bahwa itu adalah Lais.


Biar ku akui, bahwa aku tidak mengingat semuanya karena itu sudah lama. Aku tidak bisa mengingat semua yang terjadi di kehidupanku yang sebelumnya. Entah itu adalah efek dari kebangkitanku atau bukan, yang jelas aku tidak mengingat semuanya.


" Ya, lebih dari itu. Aku tidak melihat Killian dari tadi. " Gumamku.


Aku tidak percaya bahwa dia menghilang entah kemana, dan tidak menunjukan batang hidungnya sedikit pun.


" Kemana kau? " Gumamku yang penasaran kemana perginya Killian.


Karena aku sudah berendam terlalu lama, aku memutuskan untuk segera berpakaian dan bersiap untuk tidur.


Mungkin besok aku bisa bertemu Killian, aku akan berusaha untuk menjadikan dia Tiran dan membangkitkan kekuatannya.


...----------------...



Killian sedang duduk di sebuah kursi bersama dengan seorang pria yang memakai tudung.


Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu.


" Sepertinya hari ini aku tidak akan pulang, Alexi apa kau merindukanku? Curang jika dia tidak merindukanku sama sekali, sementara aku setiap saat merindukannya. " Gumam Killian.


Pria yang memakai tudung itu berbicara dengan nada rendah.


" Berhentilah berharap kepadanya, kau sudah cukup berusaha selama ini, bahkan kau sampai rela membuang sebagian umurmu hanya demi dia. " Ucap seorang pria bertudung tersebut.


Killian berbalik dan menatap ke arah pria itu dengan ekspresi dingin dan senyum pahitnya.


" Itu tidak masalah, asalkan aku bisa melihat dirinya dan aku ingin tahu apa yang dia maksud selama ini. " Ucap Killian dengan senyum pahitnya.


" Kau terlalu gigih nak, lebih baik kau sudahi semuanya. " Ucap pria bertudung.

__ADS_1


" Ini urusanku, anda tidak perlu ikut campur, meski dia tidak menyadarinya, aku tidak akan menyerah, walau umurku habis olehnya. " Ucap Killian.


" Kau keras kepala, sama seperti mantan kaisar terdahulu. " Ucap Pria bertudung.


" Aku ingin meminta bantuan anda, karena kekuatanku masih belum pulih sempurna, bahkan efek dari itu semua masih terasa hingga saat ini. " Ucap Killian.


Pria bertudung itu menyeringai, dia pun membuka tudungnya.


Rambut hitam dan beberapa warna rambutnya ada yang putih, matanya biru sebiru kristal, dagunya yang sedikit lancip, rahang yang sempurna, serta bibir merah yang menggoda.


Semua terlihat ketika tudung kain yang menutupi wajahnya terbuka dan menampilkan sosoknya yang tampan.



Dia berbicara.


" Hanya kau yang berani memberi perintah kepada penyihir agung sepertiku. " Tenyata laki-laki ini adalah penyihir agung yang di maksud Alexia.


" Berbicara tentang efek samping karena hal itu. "


" Efek itu akan membawa dampak buruk bagi tubuhmu, selain mengurangi umurmu, efek terburuk akan muncul saat kau berusia 19 tahun, kau harus bersiap akan itu semua. " Ucap penyihir agung.


" Aku sudah siap dengan resiko apapun, asalkan aku bisa melihatnya lagi. " Ucap Killian.



" Bagus jika kau sudah bersiap. " Ucap Penyihir agung.


" Sekarang langsung pada intinya, aku ingin anda menutup semua pintu-pintu yang ada di dunia ini, apapun yang terjadi. " Pinta Killian.


" Kau memintaku untuk menutup semua pintu dimensi yang ada di dunia ini? " Tanya Penyihir Agung.


" Ya, karena aku merasa bahwa dia tidak menyerah. " Ucap Killian.


" Kau hanya memikirkan dia. "


...----------------...


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2