APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 46


__ADS_3


Penyihir agung segera melakukan penanganan, Killian di rawat dengan baik dan di beri mantra penyembuh. Akan tetapi, mantra tersebut hanya bersifat sementara.


Killian akan kembali menggila dan membunuh seseorang.


" Aku hanya bisa melakukan ini untukmu. " Gumam penyihir agung.


Same dan Lais yang berada di kamar Killian, dia bertanya kepada Penyihir agung.


" Sebenarnya ada apa? Kenapa yang mulia bisa seperti ini? " Tanya Same.


" Ya, kenapa kakakku bisa seperti ini? " Tanya Lais.


Lais mendengar bahwa Killian telah membunuh seseorang, dan menjadi tidak waras. Mengetahui itu, dia langsung menuju ke ruangan Killian dan menanyakan langsung apa yang telah terjadi.


" Sepertinya ini tidak bisa di tutupi lagi. " Ucap Penyihir agung berat.


" Apa maksudmu di tutupi? " Tanya Lais.


Penyihir agung menceritakan semuanya.


" Yang mulia Raja berumur pendek. " Ucap Penyihir agung.


Lais dan Same, mereka terkejut. Wajah mereka terlihat mengeras dan bertanya-tanya.


" Apa maksud anda? " Tanya Same.


" Kakakku berumur pendek? Heh, itu tidak mungkin. " Ucap Lais yang tidak percaya.


" Yang mulia melakukan beberapa sihir terlarang. Setiap melakukan sihir terlarang, usia dari si pengguna akan berkurang dan beberapa bulan sebelum mati, mereka akan mendapatkan siksaan seperti sekarat. Dan yang mulia sudah memulai siksaan itu. " Ungkap Penyihir agung.


" Omong kosong macam apa ini??!!!! " Lais berteriak tidak percaya.


" Yang mulia tidak mungkin mati dengan mudah!!! " Same tidak percaya jika Killian akan mati dengan mudah.


" Ini sudah terjadi dan tidak bisa di hentikan. " Ucap penyihir agung.


Lais, dia mengepal tangannya dan bertanya kesal.


" Kenapa ini bisa terjadi, sihir terlarang apa yang dia gunakan??? " Tanya Lais.


" Anda tidak bisa tahu, itu sihir apa. Tapi yang jelas itu sihir terlarang. Tolong rahasiakan ini dari siapapun. " Ucap Penyihir agung.


" Hah.....bagaimana mungkin aku tidak boleh mengetahuinya? " Ucap Lais.


" Yang mulia tidak mau ada yang mengetahui hal ini, beliau tidak mau menghancurkan sesuatu yang sudah berjalan dengan baik. " Penyihir agung menundukkan kepalanya.


" Kenapa kau berbicara dengan perkataan yang tidak bisa aku mengerti? Apa sesuatu yang berjalan dengan baik, sehingga dia bisa berakhir seperti ini? " Lais dengan emosi, dia bertanya.


" Kehidupan. Kehidupan yang baik dan berjalan tanpa andanya kematian dari seseorang. " Penyihir agung berbicara, seolah itu adalah perkataan teka-teki.


" Baiklah......meski aku tidak mengerti. Tapi aku ingin tahu, apa kematian dirinya tidak bisa di hindari?? Apa tidak ada cara lain untuk menolongnya? " Tanya Lais.


Penyihir agung menjawab, bahwa kematian Killian tidak bisa dihentikan. Karena itu sudah menjadi keputusan mutlak dan hukum yang berlaku.


" Tidak. Tidak ada cara apapun. Karena itu sudah ketentuannya. Kita hanya bisa melepasnya pergi. Maka dari itu, kalian harus membuat yang mulia merasa bahagia di sisa hidupnya yang sempit. "


Lais dan Same yang mendengarnya, mereka diam membatu, mereka ingin menyelamatkan Killian. Tapi, jika penyihir agung sudah berbicara seperti itu. Maka itu adalah kebenaran.


" Apa.....


" Apa yang bisa saya lakukan untuk yang mulia? " Tanya Same berat.

__ADS_1


Penyihir agung berbicara dan memberi tahu sedikit tentang Alexia.


" Buat yang mulia hidup di sisi Lady Alexia sampai akhir hayatnya. Karena itu adalah satu-satunya kebahagiaan yang dia inginkan. " Ucap Penyihir agung.


" Lady Alexia? Putri dari keluarga Duke? " Lais bertanya-tanya.


" Anda benar, gadis itu bisa membuah hidup yang mulia bahagia dan tenang. " Ucap Penyihir agung.


" Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat dia berada di sisi kakakku, sampai waktu yang sudah di tentukan. " Ucap Lais.


...----------------...


POV Killian.



Jendela yang terbuka, bau obat yang menusuk hidungku, ruangan yang membosankan dan bau amis darah yang tercium.


Aku memegang pelipisku dan bertanya-tanya.


" Ughhhh.......apa aku sudah melakukan hal gila lagi? "


Aku melihat sekeliling, dan di ruangan ini tidak ada siapa-siapa. Hanya aku dan beberapa obat-obatan.


" Haaahhh.......rasanya tubuhku seperti tercabik-cabik. " Gumamku, aku merasakan tubuhku sangat sakit.


Ketika aku bergumam, aku mulai mengingat bahwa hari ini adalah hari Raja kerajaan Shaman datang.


" Aku lupa dengan itu.....apa aku akan menggila lagi nanti? "


Aku tahu, bahwa aku kemarin sudah membunuh seseorang. Maka dari itu aku harus meminta maaf kepada keluarga gadis tersebut.


" Ya.....aku membunuh lagi. Apa lebih baik aku mati lebih awal? " Gumamku tidak berguna.


Ketika aku sedang bergumam dan berpikir. Penyihir agung datang. Aku tahu apa yang ingin dia katakan.


" Yang mulia, anda sudah bangun. " Ucapnya.


" Ya....aku sudah sadar. " Jawabku acuh.


Penyihir itu membuka mulutnya lagi.


" Saya mohon jangan terlalu memikirkan hal lain. " Ucapnya.


" Apa yang bisa aku pikirkan? " Tanyaku hampa.


" Saya tahu, apa yang anda pikirkan. Karena itu mudah di tebak. " Ucap Penyihir agung yakin.


Dia benar, pikiranku mudah di tebak, karena pikiranku hanya kepada Alexia seorang. Yah, aku mengakui itu.


Aku berdiri dari tempat tidurku dan beralih ke meja kerjaku. Aku sudah terlalu lama mengabaikan semua pekerjaan istana.


" Anda mau ke mana? " Tanya Penyihir agung, yang melihatku berdiri.


" Kerja. Banyak yang harus aku urus. " Jawabku acuh.


" Tidak bisakah anda beristirahat? " Tanyanya.


Jika aku hanya tidur dan melamun, aku akan banyak memikirkan dirinya.


" Aku akan mengalihkan pikiranku kepada pekerjaan. " Ucapku.


Aku akui, bahwa aku memang lelah, muak, bosan dan hampa dengan semuanya. Walaupun aku sudah mengalihkan perhatian kepada hal yang tidak berarti, aku masih saja tidak bisa menghilangkan itu semua.

__ADS_1


" Keluar lah!! " Perintahku tegas.


Ketika aku menyuruh penyihir agung keluar, aku hampir melupakan sesuatu. Maka dari itu aku mecegahnya untuk keluar dan aku bertanya.


" Tunggu!! ada hal yang ku lupakan. " Ucapku.


Saat Penyihir agung mendengar ucapanku, dia terlihat kaku dan kaget. Gerak geriknya semakin membuatku bertanya-tanya dan penasaran.


" Kenapa? " Tanyaku sinis.


" Tidak. Hanya saja, apa yang ingin anda ketahui? " Tanya Penyihir agung, dengan wajah yang seolah menyembunyikan sesuatu.


" Bicara seperti biasanya, aku tidak terbiasa bicara formal dengan mu. " Pintaku yang tidak biasa dengan bahasanya.


" Apa yang ingin kau dengar? " Tanyanya sekali lagi.


" Kau bilang ada masalah dengan Alexia? " Tanyaku tidak sabar.


Aku bertanya seraya membuka sebuah surat dari kediaman Duke Yustaf.


" Aku tidak bisa—


Sebelum penyihir agung berbicara, aku memotongnya.


" Apa-apaan ini?!!! " Aku membelalak, ketika membaca surat tersebut.


Aku memotong pembicaraan Penyihir agung.


Karena isi dari surat tersebut yang membuatku tidak bisa berkata apa-apa.


Rasanya seluruh tubuhku mendidih di buatnya. Surat ini berisi tentang rencana pertunangan Alexia dengan Raja kerajaan Shaman. Kenapa dia mau bertunangan dengan Raja lain? Jika dia akan kembali ke dunia asalanya.


Apa dia ingin membuatku menggila dan mati lebih cepat? Tidak itu pasti hanya rencana Alexia.


" Beraninya dia!!!!......


" ****** itu berani merebut Alexia dariku?!!!! " Aku meludah kesal.


" Ada apa? " Tanya Penyihir agung yang bingung.


Aku sangat kesal, aku tidak menjawab pertanyaan penyihir agung.


" Apa dia ingin melihatku gila??!! " Ucapku rendah dengan emosi yang di tekan.


Aku meremas surat tersebut dengan kesal dan marah.



Seolah usahaku tidak ada artinya untuk Alexia. Memang benar dia tidak memintaku melakukan semua itu.


Tapi, setidaknya dia tidak melakukan ini. Ini sama saja menghina cintaku.


" Ada hal yang harus ku urus. Aku akan mendengarnya nanti. " Ucapku kepada penyihir agung.


Dan aku, segera berteleportasi ke kediaman Alexia. Tidak peduli dia mau menerimaku atau tidak. Aku tetap harus mempertanyakan ini.


...----------------...



" Pulanglah, aku akan mempercepat kepulanganmu. "


" Ternyata dunia asliku sangat kejam, semuanya adalah kebohongan. "

__ADS_1


__ADS_2