APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 20


__ADS_3


...----------------...



Alexia masih bersama dengan Killian. Mereka masih berbicara dengan suasana canggung.


" Kau tahu Killian? saat kau datang kemari dengan tubuhmu yang masih terluka, aku merasa kasihan dan sedih. Melihat bagaimana seorang anak kecil sepertimu menanggung semua siksaan. Andai ayahmu tidak seperti itu, mungkin saja kau sudah mendapatkan pendidikan layaknya seorang pangeran. " Ucap Alexia.


Killian menaruh buku yang dia baca. Setelah itu, dia mendekat ke arah Alexia dan berbicara.



" Alexia, ketika kau berbicara seperti itu, kau terlihat seperti orang dewasa. " Ucap Killian.



Alexia terdiam mendengar ucapan Killian, dia lupa bahwa dirinya saat ini adalah gadis yang berumur 14 tahun, yang hanya bisa membicarakan hal-hal yang kekanak-kanakan.



" Itu...aku hanya berpikir seperti itu. " Ucap Alexia gugup.


" Alexia, kau seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku. " Ucap Killian dingin.


" Mungkin itu hanya perasaanmu saja. " Ucap Alexia.


" Benarkah? " Tanya Killian seraya mendekati Alexia.


Killian terus mendekat ke arah Alexia hingga dahinya hampir menempel di dahi Alexia.


" A...apa yang kau lakukan? " Tanya Alexia gugup.


" Tolong jangan buang aku seperti ayahku. Jika kau memang merasa kasihan kepadaku. " Ucap Killian dengan mata terpejam seolah mendalami.


| Tidak peduli jika kau hanya mengasihaniku. | Pikir Killian.


Suasana menjadi hening, ketika Killian berbicara seperti itu.


Alexia bahkan tidak bergeming sedikit pun.


Saat keadaan hening, tiba-tiba—


" Lady? bolehkah saya masuk? "


Itu adalah Sabil, dia sekarang tepat berada di depan pintu ruangan tersebut.


" Lady? " Sabil memanggil sekali lagi.


Alexia yang masih diam, dia segera tersadar dan mendorong dada Killian. Kemudian dia berbicara menanggapi Sabil yang berada di luar.


" Kau boleh masuk Sabil. " Ucap Alexia yang segera menjauh dari Killian.


Sabil masuk, dan dia terlihat membawa sebuah surat di tangannya.


" Lady, Tuan muda Killian. Maaf, saya mengganggu waktu anda. " Ucap Sabil seraya membungkuk.


" Tidak apa. " Alexia berbicara, sedangkan Killian, dia hanya diam.


" Ada apa? " Tanya Alexia.


Sabil memberikan surat kepada Alexia.


" Ada surat yang datang, pengantar itu bilang, surat itu untuk anda. " Ucap Sabil seraya memberikan surat tersebut.


" Surat?! " Gumam Alexia seraya mengambil surat tersebut.

__ADS_1


" Ya Lady. " Jawab Sabil.


" Terima kasih, Sabil. Kau boleh pergi. " Ucap Alexia.


" Sama-sama, Lady. Kalau begitu saya permisi. " Ucap Sabil seraya pergi.


Sabil sudah pergi dari ruangan itu, Killian terus menatap ke arah surat yang di pegang oleh Alexia dan dia pun bertanya penasaran.


" Surat dari siapakah itu? " Tanya Killian.


Alexia belum membuka surat tersebut, dia masih melihat nama pengirimnya.


" Aku tidak tahu, di sini tidak ada namanya. " Ucap Alexia.


| Siapa yang mengirim surat kepadaku, di depan sini tidak ada nama pengirimnya. | Pikir Alexia yang terus mencari nama pengirimnya.


" Sepertinya ini tidak ada nama pengirimnya. " Ucap Alexia.


" Biar ku lihat. " Killian ingin melihat surat tersebut. Akan tetapi, Alexia tidak mengizinkannya.


" Tidak!! " Ucap Alexia.


Killian menatap Alexia dengan wajah bingung.


" Kenapa kau melarangku, apa surat itu sangat penting? " Tanya Killian.


" Tidak, maksudku. Aku akan membacanya sendiri, aku...aku akan kembali ke kamarku. " Ucap Alexia gugup.


" Tapi—


Alexia pergi begitu saja meninggalkan Killian.


" Alexia?!! " Panggil Killian.


" Aku akan kembali lagi nanti!! " Alexia berteriak dari kejauhan.


" Sepertinya Elf itu sudah menemukan Lucia. " Gumam Killian.


| Maaf Alexia, semua usahamu akan sia-sia. Aku akan merubah semua yang terjadi di kehidupan masa lalumu, semua orang tidak akan ada yang mati, kecuali diriku. | Pikir Killian.


| Maka dari itu, jangan mendorongku. Biarkan aku di sisimu meski hanya sampai usia 19 tahun. | Pikir Killian dalam.


...----------------...


Alexia kembali ke kamarnya dan dia segera membaca surat tersebut.



Isi suratnya seperti ini.


Salam Lady Alexia Winter Glass.


Saya Tanziro, anda pasti masih mengingat saya.


Sebenarnya saya tidak mau berterima kasih dengan cara seperti ini, hanya dengan secarik kertas tidak cukup untuk mengutarakan rasa terimakasih saya untuk anda.


Saya benar-benar berterima kasih, jika anda tidak memberi tahu saya di mana Lucia berada. Mungkin saya tidak akan pernah bertemu dengan Lucia.


Tolong, datanglah ke toko sebelumnya, agar saya dapat berbicara dengan anda dan berterimakasih dengan benar.


Saya harap anda dapat hadir menemui saya, karena identitas saya tidak bisa menemui anda secara langsung.


Tanziro.


Ketika Alexia membaca itu semua, ekspresi dia terlihat bingung sekaligus kaget.


" Apa maksudnya ini? " Gumam Alexia.

__ADS_1


Dia membaca surat itu terus menerus dan berulang-ulang.


Tidak ada yang salah dengan surat tersebut.


" Lucia di temukan?!! " Gumam Alexia tidak percaya, karena dia tidak pernah memberikan informasi apapun kepada Tanziro.


" Aku bahkan tidak pernah memberi tahu Tanziro di mana Lucia berada, tapi kenapa dia mengirim surat ini kepadaku. Seakan dia mengira bahwa aku yang telah memberi tahunya. " Ucap Alexia resah.


Alexia menggigit ujung kukunya dan dia terus berpikir kenapa ini bisa terjadi.


| Bagaimana bisa? kenapa? | Pikir Alexia yang terus bertanya-tanya.


" Aku yakin ada seseorang yang mengubah semua ini, tapi siapa? " Ucap Alexia yang terus bertanya-tanya tanpa mendapatkan jawaban apapun.


" Apakah seseorang itu sama sepertiku, dia kembali ke masa lalu dan mengubah semuanya. " Alexia berpikir keras.


Saat Alexia sedang berpikir keras dengan beribu pertanyaan yang ada di kepalanya.


Sabil memanggilnya dengan resah, dia bahkan langsung memasuki kamar Alexia tanpa izin.


" Lady?!! " Panggil Sabil panik.


" Sabil?! " Alexia memanggil Sabil yang berlari ke arahnya dengan wajah panik.


Alexia segera bertanya apa yang terjadi.


" Apa yang terjadi Sabil? " Tanya Alexia.


" Duke....duke dalam masalah. " Ucap Sabil dengan helaan nafas berat.


Alexia masih termenung, dan dia pun mulai mengingat konflik yang akan terjadi di novel.


Yaitu sekarang.


Bahwa kakaknya Yustaf akan mendapatkan tuduhan yang membuat nyawanya melayang.



| Saking banyaknya alur yang berubah, aku sampai lupa dengan konflik yang akan menimpa kakakku. | Pikir Alexia.


" Kakakku kenapa? " Tanya Alexia.


" Duke...duke di tunduh membawa racun ke benua barat. Saat ini beliau masih di kurung di wilayah benua barat. " Ucap Sabil.


" Dari mana kau mengetahuinya. " Tanya Alexia pura-pura panik.


" Asisten Duke kembali dan dia memberitahu saya. " Ucap Sabil.


" Ba..bagaiman ini bisa terjadi. Kakakku tidak mungkin melakukan itu. " Alexia berakting panik.


| Sebenarnya, Aku tidak peduli jika kakakku meninggal lagi, karena dia hanya sebuah karakter novel yang suatu saat akan ku lupakan. | Pikir Alexia.


" Lalu, bagaimana kelanjutannya? " Tanya Alexia.


" Duke meminta anda untuk bersiap jika sesuatu menimpa dirinya, karena duke tidak tahu apa yang akan terjadi. "


| Sama seperti sebelumnya, Sabil mengatakan itu agar aku bersiap dengan kemungkinan bahwa kakakku Yustaf meninggal dan aku harus mewarisi gelar Ducess. | Pikir Alexia.


| Entah kenapa masalah ini terus bermunculan. |


...----------------...


BERSAMBUNG.....


Guys, Novel yang judulnya " Suamiku. Tidak tahu aku " sudah rilis yah, baru 2 ch.


Kalau minat silahkan nyimpang/mampir🤣

__ADS_1


__ADS_2