
Kilas balik bagaimana Killian bisa mengurangi sebagian umurnya.
Waktu itu Killian mendengar Alexia menangis seraya berbicara mengenai mimpi tentang dunia aslinya. Killian sudah lama berada di taman itu, bahkan sebelum Alexia ada di sana.
Mendengar itu, Killian tahu jika itu adalah ulah dari penyihir agung.
Setelah dia berbicara dengan Alexia malam itu, dia langsung mengunjungi menara sihir.
Menara sihir.
Killian dengan wajah marah, dia bertemu dengan penyihir agung.
" Killian? " Tanya penyihir agung yang melihat Killian berjalan ke arahnya dengan wajah marah.
Killian tanpa basa basi, menarik kerah penyihir agung dan dia berteriak bertanya.
" Mimpi apa?! mimpi apa yang kau perlihatkan kepada Alexia?!! " Tanya Killian emosi.
" Lepaskan dulu ini.....aku tidak bisa bicara dengan benar... " Ucap penyihir agung kesulitan.
Killian segera menghempaskan cengkramannya dengan kasar, lalu dia menghela nafas kasar.
" Haaahhhhh!!!!............
" Jawab cepat!!! " Bentak Killian.
Emosinya akhir-akhir ini tidak dapat terkontrol, mungkin itu akibat dari kekuatan iblisnya.
Penyihir agung pun membuka mulutnya, dan menceritakan semuanya.
" Gadis itu tidak memiliki kehidupan yang baik di dunia aslinya..... " Ucap Penyihir agung.
Killian yang mendengarnya, dia langsung bertanya lagi.
" Kenapa? apa maksudmu? " Tanya Killian.
" Gadis itu tidak memiliki nasib baik di dunia aslinya. Jika dia kembali, dia akan hidup dengan tubuh yang lumpuh dan keluarganya akan membuangnya. " Jelas penyihir agung.
" Apa kau yakin? kau tidak berbicara omong kosong? " Tanya Killian tidak percaya.
" Aku sudah melihatnya sendiri. Aku tidak pernah berbicara omong kosong. " Ucap Penyihir agung.
" Jika ini kebenaran, kenapa kau tidak memberitahu ku?!! kau seharusnya memberitahuku!! biar aku yang akan mengurusnya. " Killian berbicara dengan marah.
Penyihir agung yang tidak mau kalah, dia pun marah dan meninggikan suaranya.
" Lalu kau mau apa?!! kau mau mengurangi umurmu lagi demi gadis yang tidak mencintaimu sama sekali??!! kenapa kau membuang umurmu hanya demi gadis itu!!! padahal dia tidak melirikmu sama sekali!! " Penyihir agung berteriak.
" Meski dia tidak mencintaiku sama sekali, meski dia bukan Alexia yang sebenarnya, meski dia tidak melirikku—
__ADS_1
Lalu di saat Killian berbicara, dia seperti biasa memuntahkan darah dari mulutnya.
' Uhuk.......' Darah seketika keluar dari mulutnya begitu saja, darah yang sangat kental dan sedikit hitam.
Killian meremas dadanya sakit, dia menahan rasa sakit yang amat pedih.
Penyihir agung yang melihat Killian muntah darah, dia panik dan segera merapal mantra untuk mengurangi rasa sakit Killian.
Tapi sebelum penyihir agung akan memulai mantranya, Killian mencegahnya dengan tangannya.
Kemudian, Killian melanjutkan ucapannya tadi.
" Aku tidak peduli, jika dia seperti itu, dia akan selalu berada di dalam hatiku sampai kapan pun, dan itu tidak akan pernah berubah bahkan jika aku menghilang nanti......" Lanjut Killian dengan suara yang lemah.
Penyihir agung hanya diam dengan ungkapan Killian. Penyihir agung tidak bisa membuat Killian menyerah.
" Kenapa kau gigih sekali Killian......
" Yahhh....lagi pula aku akan mati sebentar lagi, jadi lebih baik mempercepatnya.......
| Meskipun aku ingin tinggal lebih lama lagi dengan Alexia, aku tidak boleh serakah, dari pada aku membuang sisa umurku untuk hal yang sia-sia, lebih baik aku menggunakannya untuk Alexia. Karena ini sudah terjadi dan aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit sekarat yang sudah menggerogoti tubuh dan pikiranku. | Pikir Killian.
Killian berpikir, lebih baik menggunakan umurnya yang tersisa untuk kebahagiaan Alexia di dunia aslinya. Karena Killian pun sudah tidak sanggup menahan rasa sakit sekarat yang terus terjadi.
" Kau mau melakukan itu lagi? " Tanya penyihir agung.
Killian lalu berjalan ke arah bola sihir, dia melakukan ritual untuk mengurangi umurnya lagi.
" Dengan dewi, peri dan segala sesuatu yang di anggap sebagai mahluk ajaib, dan mahluk yang berasal dari surga maupun neraka......
Killian mengucap mantra terlarang.
" Aku Killian, akan meminta sesuatu lagi kepada kalian.
Lalu cahaya biru keluar, begitu pula dengan suara yang lembut dan menenangkan.
[ Anak yang malang, kau memanggil mahluk seperti kami lagi. ] Suara ilahi itu sangat lembut sehingga pendengarnya bisa terhanyut.
" Ya, aku memanggil kalian lagi. " Ucap Killian tenang.
[ Sekarang apa yang kau inginkan? ] Tanya suara itu lembut.
" Buat jiwa gadis itu bahagia, di dunia mana pun dia berada. " Pinta Killian.
[ Maksudmu gadis yang kau hidupkan beberapa kali? ] Tanya suara tersebut.
Killian mengangguk dan menjawab.
" Ya. " Jawabnya singkat.
__ADS_1
[ Lalu apa jaminannya? ] Tanya Suara itu.
Killian meremas tangannya, lalu menjawab.
" Ambillan sisa umurku, aku tidak membutuhkannya. " Ucap Killian.
[ Umurmu tidak cukup untuk menukar permintaanmu. Aku hanya bisa membuat jiwa gadis itu tidak menderita, tapi hanya sedikit. ] Ucap Suara tersebut.
" Apa tidak ada cara lain? kau boleh mengambil apapun yang berada dalam tubuhku. " Killian tidak mau menyerah.
[ Karena kau sangat malang, aku hanya akan mengambil sedikit sisa umurmu dan juga penglihatanmu. ] Ucap Suara itu.
" Baiklah, aku sudah tidak peduli lagi. " Ucap Killian.
Setelah jawaban Killian, cahaya merah keluar dari tubuh Killian. Dan Killian merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Itu pertanda, bahwa mantranya sudah terjadi, dan permintaan sudah di setujui.
[ Anak yang malang. Sisa umurmu kurang dari satu minggu. Dan kau akan menemui ajalmu. Kau akan menghilang dari seluruh alam semesta. Apa kau tidak menyesal? Kerena kau akan mati? ] Ucap Suara tersebut lembut, seraya bertanya.
| Aku tidak pernah takut neraka ataupun mati. Karena itu tidak berbeda dengan kehidupanku saat ini. Mengapa aku harus takut dengan itu? | Pikir Killian.
" .....aku tidak peduli dan aku tidak pernah menyesal. " Ucap Killian.
Namun, dalam hatinya dia jelas ketakutan.
" Aku tidak menyesalinya, mau aku masuk ke dalam jurang neraka atau apapun. Aku tidak menyesal. " Ucap Killian, bohong.
[ Baiklah, permintaanmu sudah aku kabulkan. ] Ucap Suara itu.
Killian pun kembali sadar.
Setelah mengurangi umurnya, kondisi Killian semakin parah, dia bahkan tidak bisa melihat dengan jelas, seperti orang yang rabun.
" Haaah.....
" Bahkan penglihatanku pun sudah tidak jelas.....sepertinya aku tidak dapat mengayunkan pedang dan menggunakan senjata api dengan mahir. " Killian tersenyum pahit.
Penyihir agung berbicara dengan nada rendah.
" Apa kau tahu berapa sisa waktumu lagi? " Tanya Penyihir Agung.
" Satu minggu kurang. Dalam satu minggu itu aku harus menggunakannya dengan benar. " Ucap Killian tanpa adanya penyesalan.
" Buka gerbang dimensinya, orang yang ku cintai akan pergi ke dunia asalnya. " Ucap Killian seraya pergi.
Kilas balik selesai......
...----------------...
" Dan sekarang dia ingin berduel pedang, apa dia benar-benar gila? " Penyihir Agung bertanya-tanya mengenai kewarasan Killian.
__ADS_1