
" Yang mulia!!! " Same berteriak, dia berlari ke arah Killian.
Killian menatap tajam, matanya setajam pisau.
' Ayo!! bunuh lagi, bunuh dia!!! ' Suara iblis terus mempengaruhi Killian.
Saat Killian maju dengan pedang yang sudah ternodai darah, matanya tiba-tiba kembali normal. Itu merah biasa, bukan kilatan membunuh.
" Jangan!! jangan bunuh siapapun!!! berhenti!! jangan lakukan itu!! " Killian histeris.
Suara iblis itu terdengar lagi.
' Kenapa berhenti? Lihatlah, kau sudah membunuh seseorang. ' Iblis itu terus berbisik.
Killian dengan tubuh gemetar, mata Killian perlahan beralih dan menatap potongan tubuh Gadis yang tadi dia penggal.
" Apa aku yang melakukannya? " Killian bertanya kosong, seraya melihat tangannya yang di penuhi darah.
" Aku membunuh orang yang tidak bersalah?? " Killian bertanya dengan tatapan kosong.
Meski Killian di cap sebagai Tirani yang menggulingkan keluarga kerajaan oleh semua orang. Tapi yang sebenarnya, Killian tidak pernah membunuh manusia tanpa adanya kesalahan, dia harus memiliki alasan untuk membunuh seseorang, dia tidak suka memandang remeh kehidupan orang lain.
" Aku membunuh orang yang tidak bersalah? Dengan tanganku? " Killian bergumam tidak percaya.
' Kenapa? Bukankah ini menyenangkan? ' Iblis itu berbisik.
" Diam!!!! " Killian berteriak.
' Ini hal biasa untukmu, kau adalah Tirani!!! Kau memang di gunakan untuk membunuh!!! Bunuh!!! Bunuh semua yang nampak!!! '
Dengan suara penuh kejahatan, kekuatan iblis itu terus mempengaruhi dan menghipnotis Killian.
" Tidak!!! aku tidak boleh melakukan itu.."
' Bunuh lagi, agar kau bisa mendapatkan kekuatan iblis yang tak tertandingi, ini demi perempuan itu!!! ' Iblis itu tidak menyerah.
Setelah mendengar bisikan itu, Killian ingat dengan Alexia, perempuan yang dia cintai.
" Alexia....ya...aku harus melindungi Alexia. " Killian menatap ke arah Same yang berlari dari jauh.
' Ya, kau harus membunuh banyak orang. Cepat, mangsa mu sudah terlihat. ' Bisik ibis semangat.
Mata Killian kembali merah tajam dan lebih menyala, Killian kembali tidak sadar dan dia, dikuasai oleh kekuatan iblis.
" Ya...aku harus membunuh semuanya!! " Ucap Killian dengan tatapan membunuh.
Dengan matanya yang merah, penampilan penuh darah dan hawa mematikan, Killian menatap Same yang berlari ke arahnya.
" Yang mulia!!! " Same hampir dekat dengan Killian.
Killian dengan pedang di tangannya dia pun sudah bersiap untuk menebas kepala Same.
" Kemari, aku akan menebas kepalamu. " Gumam Killian dengan tatapan yang berkilat.
...----------------...
Sementara itu, Tengah laut, tepatnya di laut Panpel.
__ADS_1
" Yang maha mulia, kita akan sampai besok. " Ucap Saron selaku ajudan Ahwin.
Ahwin sekarang tepat berada di atas kapal laut, dia mempercepat kunjungan ke Kerajaan Lamond.
" Aku sudah tidak sabar bertemu dengan calon tunanganku. " Gumam Ahwin yang memandang lautan di atas kapal.
" Tolong kembali!! jika gadis itu menolak dan tidak mencintai anda!!" Saron memperingati.
Ahwin hanya tersenyum dan dia menatap mata Saron.
" Kenapa anda menatap saya? " Tanya Saron malu.
" Tidak, aku hanya senang bisa melakukan perjalanan denganmu. " Ucap Ahwin.
Saron menunduk, dia pun meninggalkan Ahwin dengan canggung.
| Jika anda tahu perasaan saya seperti apa, apa anda akan berkata seperti itu? | Saron dalam batinnya.
Saron sebenarnya mencintai Ahwin, dia memiliki perasaan terhadap Ahwin. Sejak Ahwin belum menjadi raja, dia sudah menaruh hati. Tapi itu hanya cinta yang tidak bisa di ungkapkan.
Ahwin tidak pernah melirik Saron sebagai perempuan, dia hanya melirik Saron sebagai ajudannya yang setia.
| Padahal saya sudah sering menunjukkan perhatian saya, tapi anda tidak melirik sama sekali. Dan anda malah bertunangan dengan perempuan lain. Itu juga dengan gadis kerajaan lain. | Saron berpikir dalam batinnya.
...----------------...
Kembali ke istana Lamond.
Saat Same sudah semakin dekat. Tiba-tiba suara nyaring yang mencegah dirinya untuk tidak melangkah lagi terdengar.
" Jangan mendekat!! " Tiba-tiba, suara seseorang terdengar nyaring.
Same pun berhenti, dan dia melirik ke belakang.
" Penyihir agung? " Same memastikan dengan tatapan panik.
Ternyata itu adalah Penyihir Agung. Dia mencegah Same untuk tidak mendekat.
" Jangan dekati Yang mulia, pergilah, biar aku yang urus. " Ucap Penyihir agung, seraya maju di depan Same.
" Tapi, beliau? " Tanya Same gugup, sesekali dia melihat ke arah Killian.
" Pergilah......ini tidak bisa di tangani oleh siapapun, kecuali aku. " Ucap Penyihir agung.
Same terdiam sejenak, dan dia pun akhirnya mau meninggalkan mereka, seolah Same mengerti.
" Tolong, jaga yang mulia raja. " Ucap Same.
" Kau tenang saja. " Ucap Penyihir agung.
Same pergi, sedangkan penyihir agung, dia maju ke depan Killian, meski agak sedikit jauh.
" Aku sudah bilang, jangan memaksakan dirimu. Ini lah akibatnya. " Gumam Penyihir Agung.
__ADS_1
" Kanapa kau menghalangiku?!!! " Teriak Killian dengan suara nyaring, dan bergema di ruangan tersebut.
" Kau adalah iblis yang merasuki pikiran bocah ini!! " Penyihir Agung berteriak membalas teriakan Killian.
' Singkirkan dia Killian, dia mengganggumu. ' Suara iblis terdengar lagi.
" Berhenti mempengaruhi bocah ini!! " Penyihir agung berbicara.
" Ya....bunuh yang nampak!! " Killian maju dan akan menyerang penyihir Agung.
Penyihir Agung dengan kekuatannya, menenangkan Killian.
Lingkaran sihir merah keluar dari lantai, itu adalah mantra penenang.
" Tenanglah Killian!!! sadarlah!!! " Teriak Penyihir Agung.
Killian terus melawan sihir penyihir agung, dia menerobos lingkaran sihir itu.
Akibat dari melawan sihir itu, dia akan terluka parah, tubuhnya bisa saja hancur jika terus melawan.
" Haaahh....aku...harus membunuh semuanya. " Killian masih bertahan untuk menerobos sihir itu. Bahkan dengan tubuh yang luka akibat sihir tersebut.
' Ayo, kau bisa menerobos sihir itu!! ' Iblis itu terus bersuara.
" Sial!! apa dia sudah gila!! " Penyihir agung kesulitan.
| Sihir ini untuk memurnikan dan menenangkan. Tapi jika dia terus melawan, maka sihir ini akan tercampur dan terserap menjadi kekuatan iblis. Itu bahkan akan melukai dirinya. | Pikir Penyihir Agung.
" Yang mulia, gadis itu membutuhkanmu, dia..." Penyihir agung ingin mengatakan sesuatu agar Killian sadar.
| Hanya ini satu-satunya yang bisa aku lakukan. | Pikir Penyihir agung.
" Huuffttt.....Kenapa dia? " Killian yang masih tidak sadar, dia kemudian tertarik dengan ucapan Penyihir agung.
Meskipun Killian tidak sadar, dia masih bisa mengingat Alexia. Sebesar itulah cinta Killian. Dia tidak pernah melupakan Alexia.
" Gadis itu memiliki nasib buruk, dia tidak akan bahagia di dunia asalnya." Penyihir agung terpaksa mengungkapkan itu semua.
" Apa maksudmu?? " Mata Killian berangsur-angsur merah tanpa cahaya.
| Dia mulai tenang. | Pikir penyihir agung.
" Sadarlah!!!...aku akan menceritakannya!! " Penyihir agung meyakinkan.
' Tidak....kau harus membunuh. ' Suara iblis terdengar lagi.
" Sadarlah, jika kau ingin mendengar tentang gadis itu. " Ucap Penyihir semakin meyakinkan.
Killian pun mendapat kesadarannya, dia meringis dan berteriak. Karena luka akibat itu semua sangat menyakitkan, belum lagi, dia memuntahkan banyak darah.
" Ahhhkkkk.......Arrrggggghhh....sakit!!! apa...apa ini??? Ahhhkkk..... " Killian meringis.
" Kenapa ku tidak menyerah saja, itu sangat menyakitkan. " Penyihir Agung merasa kasihan dengan Killian.
Setingkat penyihir agung, bahkan mengakui jika gejala sekarat sangat menyakitkan.
__ADS_1
" Arrrgghhhh.....aku.....aku harus bertahan......Aahhhkkk......sakit!!!.... " Killian terus berguling di lantai yang penuh darah.
...----------------...