
Wanita itu adalah Alexia. Dia sebenarnya datang bersama dengan Yustaf. Akan tetapi, Alexia belum siap untuk menemui Killian.
Alexia tidak pernah menyangka bahwa Killian akan merebut tahta secepat ini.
" Aku tidak tahu, apa yang harus aku tanyakan nanti. Makanya aku belum siap bertemu dengan Killian. " Gumam Alexia.
Ketika Alexia berjalan-jalan. Tiba-tiba terdengar suara.
" Kau....Kenapa kau, tidak menghadiri penobatanku? " Sebuah suara yang familiar, tapi sedikit berbeda terdengar di telinga Alexia.
Alexia berbalik dan menatap si pemilik suara tersebut.
| Ahhh.....Rambut hitam, suara rendah serta lembut, dan matanya yang merah. | Pikir Alexia.
" Killian... " Dan ternyata itu adalah Killian.
Killian melangkah ke arah Alexia.
" Alexia....." Panggil Killian lembut.
Di depan Alexia, Killian meraih tangan Alexia dan menciumnya dengan lembut, seraya berkata.
" Aku merindukanmu.... "
" Alexia....
Killian menatap wajah Alexia yang masih tidak percaya, bahwa yang mencium punggung tangannya adalah Killian.
Kini, Alexia menatap Killian dengan matanya. Wajah Killian yang berbeda dengan dulu, wajah yang kecil dan menggemaskan sudah hilang.
Rambutnya yang terkena sinar bulan, sangat elegan dan tentu saja. Alexia lebih tertarik kepada matanya yang terlihat lebih merah.
| Aku...tidak menyangka bahwa Killian akan berubah secara drastis. | Pikir Alexia.
" Kenapa kau diam? " Tanya Killian lembut.
Alexia membuka mulutnya pelan.
" Ba-bagaimana bisa—
" Tidak, maksud saya. Bagaimana anda bisa menemukan saya di sini? " Tanya Alexia.
| Tidak, itu adalah kata ambigu jika aku berbicara seperti itu. Tapi, sekarang dia sudah menjadi raja. Aku harus menjaga sikapku. | Pikir Alexia.
Killian mengerutkan alisnya murung.
" Kenapa kau berbicara seperti itu? " Tanya Killian murung.
" Apa maksud anda? " Tanya Alexia.
__ADS_1
Killian merasa bahwa dirinya sudah jauh dengan Alexia, karena Alexia berbicara secara Formal dengannya. Tidak seperti dulu.
" Aku merasa bahwa kita seperti orang yang tidak pernah bertemu. " Ucap Killian.
" Panggil aku dengan namaku. " Pinta Killian.
Tetapi, Alexia menolak permintaan Killian.
" Saya tidak bisa yang mulia, karena anda adalah raja. " Ucap Alexia.
" Meski aku adalah raja, kau bisa melakukan apapun kepadaku. Kau boleh melakukan sesuatu yang tidak sopan di depanku. Aku tidak peduli dengan itu." Ucap Killian.
| Akan tetapi, kau tidak boleh meninggalkan ku dan menjauh dariku. Aku sudah muak di tinggalkan. | Pikir Killian.
" Baiklah, aku akan berbicara seperti biasa di depanmu. Tapi, hanya di depanmu. " Ucap Alexia.
Killian tersenyum mendengar perkataan Alexia. Killian maju ke arah Alexia dan dia melingkari tangannya di pinggang Alexia.
" Killian?!! " Alexia kaget.
" Biarkan aku seperti ini. Karena aku sangat merindukanmu. " Ucap Killian.
Alexia membiarkan Killian dengan posisinya yang memeluk dirinya.
" Alexia....Aku merindukan aromamu...
" Rambutmu, dan suaramu. " Ucap Killian.
Alexia seketika merona dengan ucapan Killian, dia berfiki bahwa Killian sekarang lebih pandai menggoda dan berkata manis.
" Kenapa kau keluar. Bukankah, pesta penobatanmu belum selesai. " Ucap Alexia.
" Aku mencarimu di seluruh ruangan, tapi kau tidak ada. Aku berfikir, bahwa kau sedang melarikan diri dariku. " Ucap Killian murung.
Alexia sebenarnya ingin marah kepada Killian, karena Killian tidak meminta bantuannya untuk melakukan Kudeta.
" Kenapa kau melakukan Kudeta dengan cepat? " Tanya Alexia.
Killian memeluk Alexia erat dan dia berbicara.
" Karena aku, tidak mau kau ikut campur dalam pemberontakan ini. " Ucap Killian.
" Padahal aku bisa melakukan apapun. " Ucap Alexia.
| Aku tidak mau semua hal buruk terjadi kepadamu. Biar aku yang merasakan penderitaan ini. Dan kau hanya perlu diam di sisiku. Sampai aku mati. | Pikir Killian.
" Dari pada kita membicarakan hal itu. Aku lebih penasaran dengan dirimu. " Ucap Killian.
" Tidak ada yang berubah dari diriku Killian. " Ucap Alexia.
| Aku masih bertekad untuk pulang. Meski aku berat untuk meninggalkanmu. | Pikir Alexia.
__ADS_1
" Aku ingin bertanya, apa kau merindukanku? " Tanya Killian.
Alexia terdiam dengan pertanyaan Killian, dia tidak tahu harus menjawab apa. Jika dia menjawab bahwa dirinya juga merindukan Killian.
Killian akan semakin dekat dengannya dan tidak mau melepaskannya. Alexia tidak mau hal itu sampai terjadi.
Alexia sebenarnya memahami perasaan Killian, dia tahu. Bahwa Killian sebenarnya mencintai dirinya.
Tapi, Alexia merasa bahwa dirinya tidak berhak menerima cinta Killian. Karena Killian bukan miliknya, melainkan milik pemeran utama perempuan.
| 3 tahun lalu dia bilang bahwa dirinya mempunyai kekasih dan mencintai seseorang. Aku menyadari, bahwa orang yang di maksud Killian adalah diriku. Akan tetapi, aku tidak boleh memberi harapan palsu kepada Killian. Aku akan pulang dan Killian akan bertemu pasangannya. | Pikir Alexia.
Lagi pula, Alexia akan kembali, dia tidak mau memberi harapan palsu kepada Killian.
Maka Alexia harus menyakiti hati Killian, agar Killian menyerah pada dirinya. Dan berpaling.
" Alexia? " Tanya Killian yang menunggu jawaban Alexia.
Alexia membuka mulutnya perlahan dan berbicara.
" Aku tidak merindukanmu. " Ucap Alexia serius.
Kata itu menusuk hati Killian yang selama ini merindukan Alexia lebih dari siapapun. Killian yang merindukan Alexia siang dan malam selama 3 tahun dan selalu begitu.
Akan tetapi, orang yang dia rindukan sama sekali tidak merindukannya.
" Ahhhh....Entah kenapa ini tidak adil. Aku merindukan mu layaknya orang gila. Dan kau bahkan tidak merindukanku sama sekali. "
" Apa perkataanmu sungguhan? " Tanya Killian seolah memastikan.
" Ya...Aku tidak pernah merindukanmu sama sekali. Aku hanya ingin secepatnya pulang dan meninggalkan dunia ini. " Ucap Alexia.
| Maaf, aku tidak mau memberikan kesan baik untuk dirimu. | Pikir Alexia.
" ....... " Killian diam, dan dia melepaskan pelukannya.
" Kenapa? " Tanya Killian.
" Masuklah Killian, penobatanmu belum berakhir. " Ucap Alexia yang mengalihkan pembicaraan.
Killian menunduk dengan tangan yang mengepal.
" Ya, tidak apa-apa jika kau memang tidak merindukanku. Biar aku saja yang merindukanmu. " Ucap Killian.
" ..... " Alexia diam. Dan dia masuk ke dalam meninggalkan Killian sendirian di sana.
...----------------...
" Kenapa anak ini tidak mati saja. Lagi pula dia sudah koma selama 2 tahun. "
Ayoloh spoiler apaan tuh🤔
__ADS_1