APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 51


__ADS_3

" Duke Yustaf, beliau telah mengubah saya menjadi seperti ini. " Ucap Ahwin.


Ahwin terdiam sementara, lalu dia melanjutkan.


" Yah...jadi, nanti malam saya akan pulang ke kerajaan saya. Lagi pula pertunangan ini sudah terlanjur batal. "


" Anggap saja ini sebagai kunjunganku ke kerajaan Lamond. " Ucap Ahwin.


Killian hanya diam, dan Ahwin dia pun berencana kembali ke kerajaannya secepatnya.


Saron yang ada di sana, dia berpikir.


| Syukurlah, pertunangan ini tidak terjadi. Jika terjadi, aku tidak tahu akan berbuat apa. | Pikir Saron.


" Kalau begitu, saya permisi Raja Lamond. Semoga kunjungan saya di lain hari bisa di sambut lebih ramah oleh anda. " Ucap Ahwin.


Killian yang mendengarnya dia hanya tersenyum pahit. Lalu dia pun berbicara pelan.


" Kurasa saya tidak bisa menyambut anda, jika suatu hari anda berkunjung lagi kemari....


" Paling tidak, ada seseorang yang menggantikan saya...." Ucapnya dengan nada rendah.


Killian yang akan mati, dia sudah pasti tidak bisa menyambut Ahwin jika suatu saat dia berkunjung lagi. Yang akan menyambut kedatangan Ahwin tentunya adalah Lais.


Ahwin yang mendengar Killian berbicara seperti itu, dia hanya heran dan bingung.


| Apa maksudnya? | Ahwin bertanya-tanya, dalam batinnya.


...----------------...


Keesokan Harinya.



Lais pun datang berkunjung ke kamar Killian, dia membawa Agnes ke hadapan Killian.


" Kau datang? " Tanya Killian yang masih duduk di atas ranjangnya.


Lais yang datang bersama dengan Agnes, mereka pasti sudah berbaikan.


" Ya, saya datang kak. " Jawab Lais.


| Dia membawa gadis itu. Yaa, Memang seharusnya begitu. | Pikir Killian.


" Sepertinya kau sudah cukup dewasa untuk menikah. " Ucap Killian seraya menatap ke dua orang yang ada di sampingnya.


Lais pun tersenyum sedikit, dia tidak mungkin tersenyum lebar di atas penderitaan kakaknya.


" Saya pernah bercerita waktu itu, bahwa saya mencintai seorang gadis....


Killian mengerti, dia pun berbicara.


" Dia adalah Lady Agnes, putri dari Marquess. " Ucap Killian.


Agnes yang ada di sana, dia pun menjawab.

__ADS_1


" Benar, yang mulia. Saya Agnes." Jawabnya.


" Dulu kau pernah bermain denganku saat kanak-kanak. Jadi, jangan terlalu sopan di depanku. " Ucap Killian.


" Mana mungkin saya berani bersikap tidak sopan, kepada anda. " Ucap Agnes.


Killian tidak mengubris, dia tidak bisa bicara terlalu banyak karena energinya bisa terkuras.


" Jika kakak merestui hubungan kami, maka kami akan menikah secepatnya. " Ucap Lais.


Killian menatap Lais dengan tatapan sayu dan lelah.


| Aku ingin melihat anak ini menikah, tapi sayangnya tidak bisa. | Pikir Killian.


" Lady, bisakah anda keluar dan menunggu di ruang tamu sebentar. Aku ingin berbicara dengan Lais. " Ucap Killian.


Agnes berpikir apakah Killian menentang hubungan mereka berdua. Karena dia di suruh keluar.


" Baik Yang mulia, saya akan keluar. " Ucap Agnes.


| Apa Killian menentang hubungan kami, kenapa dia menyuruhku keluar. | Pikirnya.


Agnes keluar dari kamar Killian. Dan sekarang hanya ada Lais dan Killian.


Lais pun berbicara.


" Aku ingin menikah, tolong restui kami. " Ucap Lais mantap.


Killian tersenyum, dan dia menatap Lais.


Mata Lais seketika memerah, dia sebenarnya masih labil. Jika di depan Killian dia akan bersikap manja.


Karena selama ini, Lais hanya memiliki Killian sebagai kakak yang sesungguhnya.


" Kenapa?...


" Kenapa kau berbicara seperti itu? seakan kau akan pergi?....


Lais tiba-tiba menangis dan menanyakan hal-hal tersebut.


Killian hanya diam, dia tidak mau membuka mulutnya.


"......"


" Apa kau akan menyembunyikan semuanya sampai kau menjadi mayat dan membusuk!! " Lais meledak emosi, dengan sikap Killian yang terus menutupi kematiannya.


Killian yang mendengarnya, dia langsung melirik ke arah Lais dan bertanya.


" Apa kau mengetahui sesuatu? " Tanya Killian.


Lais pun menyeka air matanya dan dia menjawab Killian.


" Ya...aku tahu. "


" Kau akan mati!!!!.

__ADS_1


" Bagaiman bisa kau tidak memberitahku yang sebagai adikmu?!! " Lais berteriak, bercampur haru.


" Apa selama ini kau tidak menganggapku sebagai adikmu? apa aku bukan siapa-siapa untukmu?...


Wajar bagi Lais bersikap secara emosional.


Baru beberapa tahun dia memiliki sosok kakak yang benar-benar berperan sebagai kakak. Lais harus menghadapi kenyataan bahwa Killian sang kakak harus mati karena sihir terlarang yang dia gunakan.


Sejak kecil, Lais di istana hanya memiliki kakak yang kejam, yaitu Calix. Calix yang terobsesi dengan tahta, terus berusaha membunuhnya.


Lais tidak merasakan kasih sayang seorang kakak dengan benar walaupun dia memiliki kakak.


Baru setelah Killian datang dan merebut tahta. Lais merasakan bagaimana sosok seorang kakak yang sesungguhnya.


Meskipun Killian dingin dan acuh, dia tidak pernah mengabaikan adiknya Lais.


Saat Lais tidak bisa berpedang, memanah, dan hal lainnya. Killian lah yang mengajarkannya, layaknya seorang kakak.


Meski cuek, Killian selalu mendukung Lais. Dia tidak pernah mempermasalahkan apapun.


" Apa aku bukan keluargamu? " Tanya Lais.


Killian diam, dia tidak memiliki tenaga untuk menjelaskan. Killian hanya berpikir, bahwa ini pasti perbuatan Penyihir agung.


| Mulutnya selalu tidak bisa di tutup, dan sekarang Lais pun sudah mengetahuinya. Aku ingin meninggalkan semuanya tanpa membuat mereka sedih. Tapi apa daya, sekarang Lais sudah mengetahuinya, siapa lagi nanti? | Pikir Killian.


Dia tidak tahu, bahwa Alexia sudah tahu jika dirinya akan mati. Alexia saat ini, sebenarnya tengah mencari ramuan suci dan pemeran utama wanita untuk menyelamatkan Killian.


" Aku tidak mau membebanimu, jika suatu hari nanti aku tiada....." Ucap Killian rendah.


" Kau akan membebaniku jika kau mati tanpa pemberitahuan. " Lais tegas.


" Aku tahu kau cengeng, jika aku memberi tahumu, kau akan menangis seperti sekarang.. " Ucap Killian.


" Itu wajar untuk seseorang menangis. " Ucap Lais.


" Dari pada itu, sekarang kau sudah tahu, bahwa umurku tidak panjang. Jadi kau harus belajar bagaimana cara menjadi raja. "


" Aku tidak mau menjadi raja!! " Lais bersikukuh.


" Jika begitu, kau boleh menghancurkan kerajaan ini setelah aku mati. " Ucap Killian.


" Omong kosong, apa kau benar-benar akan mati?!!! " Lais berbicara.


Killian diam, dia kehabisan energi.


" .... "


" Jawab pertanyaanku?!! " Tanya Lais tidak sabar.


" Hah..pergilah......


" Aku......aku lelah.... " Killian dengan susah payah menyuruh Lais pergi.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2