APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 27


__ADS_3


Saat ini, aku tidak tahu apakah keputusanku benar atau tidak, dengan mengambil janji yang di berikan oleh Killian.


Saat aku mengambil janji tersebut, entah kenapa aku merasa ada yang janggal. Entah itu tentang Killian yang berbohong atau tentang hal lainnya.


Saat itu, aku melihat mata Killian yang penuh ke sia-siaan. Entah apakah itu. Tapi yang jelas, aku hanya tahu bahwa dirinya yang telah memutar waktu.


Padahal, jika di pikir lagi. Mungkinkah saat ini aku sudah berada bersama dengan keluargaku yang asli.


Tapi aku pun tidak mengetahui apa yang terjadi kepada raga asliku. Apakah aku sudah mati, atau aku masih terbaring di rumah sakit dengan keadaan koma.


Aku sangat ingin kembali ke sana, dan sebenarnya aku pun merasa sedikit berat dengan meninggalkan Killian.


Tapi, Killian memang sudah di takdirkan bersama dengan pemeran utama wanita. Aku tidak boleh merubah itu.


" Meski Killian sedih dengan kepergianku yang suatu saat, itu hanya sementara waktu saja. Karena sosokku yang hilang akan tergantikan oleh pemeran utama wanita. " Gumamku kepada diri sendiri.


| Apa yang di lakukan Killian saat ini? Saat tadi, setelah pertengkaran itu, killian bilang bahwa dia akan menyelamatkan kakakku Yustaf. Tapi ketika aku bertanya kapan dia akan menyelamatkan kakakku. Dia tidak bilang apa-apa dan dia hanya tersenyum hangat. | Pikirku yang terus menebak apa yang akan di lakukan Killian dengan senyum hangatnya.


Saat itu pun aku menyadari, bahwa itu merupakan senyuman hangat yang pertama kali aku lihat dalam kehidupanku sebagai Alexia.


...___________...


Alexia terus berpikir tentang Killian, janjinya dan bagaimanakah dia setelah kembali ke dunia aslinya.


Tanpa tahu apa yang akan terjadi setelah dia meninggalkan Killian.


Dia bahkan tidak tahu keluarganya yang asli menunggunya atau tidak di sana.


Alexia yang sedari tadi berpikir dia berdiri dari duduknya, dan keluar dari kamarnya.


" Aku tidak boleh berfikir terlalu banyak, lebih baik aku keluar dan bertanya kepada Killian, kapan dia akan menyelamatkan kakakku. " Gumam Alexia seraya berdiri dan berjalan ke luar.


...----------------...


Sementara itu, di kamar Agnes.



Dia sedang memikirkan pertemuan dia dengan Lais. Saat di pasar waktu itu, dia bertemu dengan Lais. sudah pasti itu bukan kebetulan. Melainkan dari Lais sendiri.


" Dia sangat baik dan lembut. Entah kenapa aku menyukainya. " Ucap Agnes yang berguling-guling di atas kasur.


Kilas Balik Lais dan Agnes.


" Uwaaa!!!! di sini banyak gaun cantik. Aku bahkan tidak bisa menahan diri untuk membelinya. " Ucap Agnes yang melihat semua gaun yang ada di dalam toko tersebut.


" Lady, apakah anda ingin membeli semua gaun ini? " Tanya seseorang.


Agnes yang melihat-lihat gaun tersebut, dia pun berbalik. Dan ternyata itu adalah Lais yang dia kenal dengan nama Roysin.


" Roysin?!! " Panggil Agnes kaget.

__ADS_1


Roysin membungkuk dan meraih tangan Agnes kemudian dia mencium punggung tangan Agnes.


" Ya Lady, ini saya. " Ucapnya dengan tatapan lembut.


| Gila!!! dia sangat tampan!!! | Pikir Agnes.


" Kenapa kau bisa ada di sini? " Tanya Agnes seraya mengambil tangannya.


Penjual gaun tersebut kaget dengan sikap Agnes yang tidak berbicara Formal kepada Lais yang merupakan pangeran ke tiga dari kerajaan ini.


| Lady ini sangat berani dengan pangeran, dia bahkan menyebut pangeran dengan nama orang lain. Bahkan dia menggunakan bahasa yang tidak sopan. | Pikir si pemilik toko.


" Lady, apa anda tidak tahu siapa—


Sebelum pemilik toko itu menyelesaikan ucapannya. Lais berbicara dan menatap tajam ke arah penjual gaun.


" Berapa semua gaun ini? " Tanya Lais dengan tatapan tajam.


| Kenapa beliau menatap tajam seperti itu. |


" Semua?!! " Tanya Penjual gaun.


" Ya, akan lebih baik kau menunjukkan katalognya kepadaku. " Ucap Lais.


" Baiklah, mari ikut bersama saya. Saya akan memperlihatkan katalognya kepada anda. " Ucap Penjual gaun.


Agnes yang menyadari bahwa Lais akan membeli semua gaun, dia kemudian panik dan bertanya.


" Jangan bilang kau akan membeli semua gaun ini? " Tanya Agnes.


Agnes terdiam dengan ucapan Lais yang akan membeli semua gaun untuk dirinya.


" Aku tidak mau membebani Roysin, dia bukan bangsawan sepertiku. Aku tidak boleh menerima gaun tersebut. " Gumam Agnes kepada dirinya sendiri.


Setelah beberapa menit, Lais dan penjual toko keluar.


" Lady, bawalah semua gaun itu. Karena saya sudah membayarnya. " Ucap Lais dengan senyum menawannya.


" Lady, saya akan mengirim gaun-gaun ini ke kediaman anda. Anda tinggal menulis di mana kediaman anda. " Ucap Penjual gaun dengan ekspresi takut dan hati-hati.


| Beliau meminta untuk tidak memberi tahu identitas aslinya. Pantas saja beliau menatap tajam ke arahku. | Pikir Penjual toko.


Agnes menolak pemberian Lais, dia tidak mau membebani Lais. Karena Agnes kira Lais tidak seperti dirinya yang merupakan seorang bangsawan dengan kekayaan yang cukup.


" Aku tidak bisa menerima ini. " Ucap Agnes.


" Saya mohon Lady, ini bentuk ketulusan hati saya untuk anda. " Ucap Lais manis.


Mata Lais berbinar-binar agar hati Agnes luluh dan dia mau menerima hadiah yang dia berikan.


| Ughhh, ini tidak baik untuk jantung. | Pikir Agnes yang menatap wajah tampan Lais.


" Ekhemmm, baiklah. Aku akan menerimanya. " Ucap Agnes.

__ADS_1


" Kalau begitu, mari kita membeli sesuatu dan bermain bersama. " Ucap Lais seraya menarik tangan Agnes dan membawanya.


Mereka berdua menghabiskan waktu bersama dengan menonton opera, dan pertunjukan sihir.


Mereka juga banyak bercerita tentang hal-hal menarik. Hingga perasaan mereka berkembang menjadi sebuah butiran cinta.


Kilas Balik selesai.


Agnes sangat senang dengan Lais, dia bahkan mulai menaruh hati kepada Lais begitu pula dengan Lais sendiri.


" Kira-kira, kita akan bertemu lagi kapan. Karena aku besok harus kembali ke wilayahku. " Ucap Agnes.


Yang di katakan Agnes benar, dia harus kembali ke wilayahnya. Dia tidak mungkin terus tinggal di kediaman Duke.


" Aku akan sangat merindukan Roysin. " Gumam Agnes.


...----------------...


Alexia pergi ke ruangan Killian, akan tetapi dia tidak ada.



" Kemana Killian? " Ucap Alexia yang mencari Killian di dalam ruangannya.


Alexia melirik ke arah meja di sebelah kasur Killian, ternyata dia mendapati sebuah surat.


" Surat?!! " Ucap Alexia seraya mengambil dan membuka surat tersebut.


Alexia membaca surat itu, dia langsung berekspresi kaget bercampur sedih.


Dalam surat tersebut Killian memberi tahu—


Alexia, aku tidak akan bertemu denganmu selama 3 tahun. Aku berharap kau bisa menungguku. Jangan pergi ke manapun, ke tempat di mana aku tidak bisa menemukanmu.


Jika saat aku kembali 3 tahun itu, kau tidak ada. Aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan kepada dunia yang kau anggap tidak asli ini. Aku pasti akan mengobrak abrik seluruh dunia ini jika kau tidak ada di sini.


Hanya sampai saat usiaku 19 tahu kau harus bersamaku, hanya sampai itu.


Tunggu aku Alexia.


" Bodoh!! dia menyuruhku untuk tinggal bersamanya sampai usianya 19 tahun, akan tetapi dia malah pergi selama 3 tahun. Apa-apaan itu. " Ucap Alexia dengan air mata yang tiba-tiba keluar.


Meskipun Alexia memang ingin kembali dan meninggalkan Killian, akan tetapi dia yang sekarang di tinggalkan oleh Killian merasakan kalau dia memang sudah menanam Killian dalam ingatan dan hatinya.


Dia merasa kehilangan dengan kepergian Killian, karena sejak kecil mereka selalu bersama baik dalam kehidupan kedua maupun pertama.


...----------------...


BERSAMBUNG........


Spoiler.


" Kudeta ini aku persembahkan untukmu Alexia. Sekarang aku sudah menjadi raja. "

__ADS_1



__ADS_2