APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 8


__ADS_3


...----------------...



Alexia berpikir bahwa cara itu berhasil.


" Killian? " Alexia terus memastikan.


Mata Killian yang menatap rekaman tersebut kini beralih menatap Alexia.



Killian pun berbicara.


" Kenapa kau mengungkit kematian ibuku dan memperlihatkannya padaku? " Tanya Killian tenang dan dingin.


" A...apa? " Alexia tidak percaya bahwa Killian tidak marah sama sekali.


| Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dia tidak bereaksi sama sekali. | Alexia dalam batinnya frustasi.


Alexia tidak mengira, bahwa Killian masih tidak bereaksi dengan cara tersebut.


" Kenapa kau tidak marah!!? " Alexia berteriak kesal.


Killian menunduk, dan dia menatap kembali Alexia.


" Ibuku pasti tidak ingin anaknya marah dengan sia-sia. " Ucap Killian dingin.


" Apa maksudmu? " Tanya Alexia.


| Sebenarnya apa yang terjadi kepada Killian, dia yang dulu tidak seperti ini. | Pikir Alexia.


" Alexi, lebih baik kita makan kuenya. " Killian mengalihkan pembicaraan.


" Jangan mengalihkan pembicaraan!! " Ucap Alexia.


" Apa yang mau kita bicarakan lagi? " Tanya Killian yang masih datar.


" Kenapa kau tidak marah? " Tanya Alexia lagi.


" Alexi, kau terus bertanya kepadaku, sedangkan kau belum menjawab pertanyaanku satu pun. " Ucap Killian dingin.


" Kenapa kau memperlihatkan itu kepadaku? " Tanya Killian.


Alexia mengepalkan tangannya erat, dan menjawab pertanyaan Killian.


| Masa bodo dengan alurnya, karena semuanya sudah berbeda. | Pikir Alexia.


" Aku ingin membuatmu marah!! " Teriak Alexia.


" Kenapa kau tidak bilang, jika kau mau aku marah. " Ucap Killian dingin.

__ADS_1


Killian berdiri dari duduknya dan dia mengambil rekaman tersebut.


" Apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Alexia kepada Killian.


" Perhatikan ini. " Ucap Killian dengan senyumnya yang khas.



Killian mengangkat tangannya yang memegang rekaman tersebut, kemudian dia melemparkannya ke dinding dengan ganas.


' Bang... ' Suara lemparan.


" Killian?! " Alexia terkejut dengan tindakan Killian.


Rekaman itu belum hancur, Killian menatap rekaman itu dengan garang.



" Hah...ini tidak hancur..sepertinya aku harus berusaha lagi. " Ucapnya.


" Apa yang kau lakukan?!! " Alexia berteriak.


" Bukankah ini yang kau inginkan? " Tanya Killian.


| Dia bukan marah, itu bukan kemauannya, dia hanya menuruti kemauanku. | Pikir Alexia.


Killian sekali lagi melemparkan rekaman tersebut ke dinding, hingga dinding tersebut retak dan rekamannya hancur berkeping-keping.


Padahal rekaman tersebut terbuat dari batu sihir yang kuat.


" Apa ini cukup Alexi? " Tanya Killian.


Alexia mengerutkan alisnya dan bertanya dengan gagap.


" Ke..kenapa kau bisa sekuat itu? " Tanya Alexia.


| Di usia 14 tahun, dia seharusnya masih lemah. Tapi kenapa dia sangat kuat. | Pikir Alexia.


" Laki-laki harus kuat. " Ucap Killian dingin.


" Jangan bercanda!! " Teriak Alexia.


" Mari makan kuenya. " Ucap Killian.


" Killian?!!! " Alexia berteriak memanggil nama Killian.


Killian hanya diam dengan wajah datar.


" Kenapa kau bisa sekuat itu? " Alexia terus bertanya.


" .... " Killian tidak menjawab.


Di tengah keributan itu, Sabil masuk karena mendengar suara benturan yang keras.

__ADS_1


" Tuan Muda?! " Sabil menerobos masuk.


Sabil merasakan suasana di dalam ruangan itu sangat mencekam, terutama saat Sabil melihat Killian dan Alexia yang saling bertatapan.


Sabil kemudian bertanya dengan cemas.


" Lady, Tuan muda. Apa terjadi sesuatu? " Tanya Sabil.


Alexia mengalihkan pandangannya dari Killian dan dia menjawab Sabil.


" Tidak, tidak ada yang terjadi. " Ucap Alexia.


" Lady, bagaimana mungkin tidak terjadi apa-apa, lalu siapa yang membuat dinding itu retak? " Sabil terus bertanya-tanya.


Killian berbalik dan menatap dinding dengan wajah datarnya.


" Aku tidak sengaja meretakkannya. " Ucap Killian seraya mengambil kotak kue dan pergi dari kamarnya.



Sabil yang mendengar pengakuan Killian dia kaget setengah mati.


" Sebenarnya, apa yang kalian berdua lakukan hingga dinding ini bisa retak? " Sabil bertanya kepada mereka.


Alexia yang menatap Killian pergi, dia kemudian berbicara.


" Sudahlah Sabil, lebih baik kau suruh orang untuk memperbaiki ruangan ini. " Ucap Alexia.


| Killian sangat mencurigakan. | Pikir Alexia.


...----------------...


Killian pergi ke gudang tempat dia menyendiri.



Killian menatap tangannya dan bergumam kecil.


" Aku terlalu berlebihan. " Gumamnya dingin.


" Ada hal yang harus aku urus terlebih dahulu, jadi kue ini akan ku makan besok. " Gumamnya seraya menyimpan kotak kue tersebut.


Entah apa yang akan Killian lakukan.


...----------------...


2 Hari berlalu......


" Sepertinya anak itu menepati janjinya. " Ucap Tanziro.


Tanziro sedang membaca sebuah surat, isinya adalah petunjuk tentang kekasihnya Lucia.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2