
...----------------...
" Semua usaha yang ku lakukan selama ini memang untuknya, dia yang selalu memberikan kasih sayang padaku dan uluran tangan yang tulus. Tentu aku tidak bisa melepaskannya begitu saja. " Gumam Killian.
" Kau memang sama seperti raja terdahulu, alasan dia meninggal muda karena hal yang sama seperti dirimu. " Ucap Penyihir Agung.
" Dia memutar waktu dengan kekuatannya, demi bertemu dengan kekasihnya yang sudah mati. Tapi, yang dia dapatkan hanya kegagalan. Kekasihnya tetap mati, karena dia mengulang waktu di waktu yang salah. Sampai akhirnya dia terus mencoba menggunakan sihir tersebut dan akhirnya mati karena banyaknya ke gagalan dalam melakukan sihir tersebut. " Penyihir Agung mengingat hal yang terjadi dengan raja terdahulu.
" Aku juga tidak percaya bahwa aku bisa memutar waktu sebanyak 5 kali, hanya untuk bertemu dengan dia dan menanyakan kenapa dia selalu mencoba menjauh dan mendorongku untuk pergi. " Gumam Killian sedih.
| Aku tidak perduli, mau 5 kali, 10 kali, bahkan jika semua umurku habis untuk memutar waktu. Aku tetap tidak perduli dengan itu semua. | Pikir Killian.
" Yah, sayang sekali. Jika kau tidak memutar waktu sebanyak 5 kali, mungkin umurmu akan panjang sepertiku yang hidup ratusan tahun dan masih terlihat muda dan tampan. " Ucap Penyihir Agung.
" Anda memakai sihir untuk mempertampan wajah anda, sebenarnya wajah anda tidak setampan ini, jelas sekali di balik wajah yang tampan ada pula wajah kakek-kakek yang tersembunyi. " Ucap Killian, yang mengejek Penyihir agung.
" Bocah!! kau selalu tahu, dan aku tidak bisa menyembunyikan rahasia apapun darimu. " Ucap Penyihir Agung.
" Aku selalu terpeleset dengan mulutku ini, sehingga semua rahasia yang ada dalam ingatanku keluar begitu saja. " Sekali lagi Penyihir agung itu berbicara.
" Anda terus mengoceh dan belum memastikan apakah anda bisa menutup semua gerbang dimensi? " Tanya Killian yang menuju ke arah percakapan semula.
Penyihir itu berdiri dari duduknya, dia berjalan ke arah suatu ruangan. Killian pun ikut berdiri dan mengikutinya.
__ADS_1
" Kau tahu killian, bahwa aku sudah hidup beratus-ratus tahun sekitar 490 tahun, aku tidak pernah melihat ada orang yang bisa membalikan waktu sebanyak yang kau bisa, tentu itu adalah sesuatu yang langka. " Gumam Penyihir Agung.
" ...... " Killian tidak merespon.
" Kita akan berpindah tempat karena pintu dimensi tidak hanya ada satu tetapi banyak. " Ucap penyihir agung.
" Menara sihir ini tidak pernah berubah. " Gumam Killian.
" Ya, karena aku tidak mau merubahnya. " Ucap Penyihir Agung.
Mereka sekarang tepat berada di depan sebuah alat sihir yang berbentuk seperti jam, Penyihir agung tersebut segera membaca mantranya dan memunculkan setiap pintu dimensi.
" Itu melelahkan, lebih baik kita mulai saja sekarang. Sekalian aku ingin menyombongkan ilmu ku padamu. " Ucap Penyihir Agung.
" Cih....kekanak-kanakan. " Gumam Killian.
Satu persatu setiap pintu dimensi di tutup oleh Penyihir agung tersebut, sesuai permintaan Killian.
" Apa itu sebanding dengan dia killian? " Tanya Penyihir Agung.
__ADS_1
Killian menjawab dengan ekspresi sedikit murung.
" Sebanding. Sudah ku bilang bahwa aku tidak memperdulikan apapun, berapa kali aku harus bicara. " Ucapnya.
| Anak ini benar-benar gigih, dia tidak perduli dengan hidupnya sama sekali, dia bahkan tidak bosan menjalani kehidupannya yang tersiksa demi perempuan itu, dia mengulang setiap rasa sakit sebelum akhirnya duke winter glass membawanya dari istana. | Pikir Penyihir Agung.
" Ku harap gadis itu tidak menghina cintamu Killian. " Gumam penyihir Agung.
...----------------...
Keesokan harinya.
Di toko persembunyian Elf.
" Apa dia baik-baik saja? " Tanya salah satu Elf yang berambut merah.
" Dia baik-baik saja, untung saja kita membawanya secepatnya dari pasar budak. Jika tidak, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. " Ucap salah satu Elf berambut hitam.
Pemimpin Elf keluar dari dalam ruangan, dan dia duduk kemudian dia membuka mulutnya.
" Ini semua berkat anak itu, kita bisa menemukan Lucia dan membawanya kemari. " Ucap Tanziro.
" Anda benar pemimpin, kami menyesal telah berperilaku tidak sopan kepadanya waktu itu. " Ucap Elf berambut merah.
" Aku harus bertemu dengannya dan berterima kasih, padahal alat yang ku berikan tidak sebanding dengan semua ini. " Ucap Tanziro.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG.........