APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 36


__ADS_3


" Kenapa anda tidak menikah dengan gadis dari kerajaan ini? " Tanya Saron.


Ahwin pun menjawab pertanyaan Saron seraya mengangkat bahunya.


" Yah..aku sangat tertarik dengan kerajaan itu. " Ucap Ahwin.


Saron yang mendengar jawaban dari rajanya, dia sedikit mengerutkan alisnya.


" Pernikahan bukan lulucon yang mulia! " Tegur Saron.


Ahwin tersenyum mendengar teguran Saron, dengan tangan yang memegang secawan air, Ahwin menanggapi perkataan Saron.


" Ini baru pertunangan, aku belum memikirkan sampai situ. " Ucap Ahwin serius.


" Jika anda benar-benar tertarik dengan Lady itu, anda pasti akan menikahinya bukan? " Tanya Saron.


" Jika dia memang menarik, aku pasti akan menikahinya. " Ungkap Ahwin.


" Kapan anda akan mengunjunginya? " Tanya Saron.


| Kenapa anda harus bertunangan dengan Lady itu...| Saron bertanya dalam pikirannya.


" 5 hari lagi aku akan mengunjunginya. Untuk itu kau harus mengirim surat ke kerajaan Lamond. " Ucap Ahwin, seraya memberi perintah.


Saron menjawab dengan nada rendah dan terpaksa.


" Baik Yang maha mulia, saya akan mengirim surat mengenai kunjungan anda. "


" Baiklah, kau boleh pergi. " Ucap Ahwin.


" Salam, semoga kejayaan menyertai anda. " Ucap Saron, dan dia pergi.


Ahwin yang di tinggalkan, dia bergumam mengenai Alexia yang akan menjadi tunangannya.


" Alexia Winter Glass, aku mengirim surat kepada kakaknya Yustaf, bahwa aku ingin bertunangan dengan adiknya. " Gumam Ahwin.


" Sebenarnya aku sedikit tertarik dengan Alexia, meskipun kita tidak bertemu. Itu karena Yustaf selalu membicarakan Alexia, dia bilang Alexia adalah gadis baik, tegas, dan penuh rencana. Makannya aku tertarik dengan Alexia. " Ahwin bergumam dengan senyuman hangat.


...----------------...


Cerita sampingan mengenai Ahwin.


__ADS_1


Ahwin dan Yustaf, keduanya merupakan sahabat. Yustaf yang sering berbisnis ke berbagai benua, dia bertemu dengan Ahwin saat dia berbisnis di kerajaan Shaman.


" Di sini sangat panas. " Ucap Yustaf, yang pada saat itu sedang menaiki kereta kuda untuk bertemu dengan teman bisnisnya.


Saat Yustaf sedang melihat-lihat keluar jendela kereta, dia melihat Ahwin yang pada saat itu berumur 13 tahun. Ahwin sedang duduk dengan kedua kaki terlipat.


" Hentikan kereta kudanya! " Perintah Yustaf.


Yustaf tidak tega melihat anak kecil yang bekerja seperti itu. Dia selalu teringat dengan Alexia, jika melihat anak kecil seusianya.


| Apa dia gelandangan? | Pada saat itu Yustaf mengira bahwa Ahwin adalah gelandangan yang menjual koran.


Yustaf turun dari kereta kudanya dan dia menghampiri Ahwin.


" Kenapa kau berada di sini? " Tanya Yustaf.


" Saya menjual koran, cobalah membeli ini. Karena koran bisa membuat anda mengetahui sesuatu, seperti berita tentang keluarga kerajaan, anda bahkan bisa melihat lowongan pekerjaan di sini. " Ucap Ahwin cerewet.


Yustaf membeli semua koran yang ada, dia memborongnya, karena tidak tega melihat Ahwin.


" Kemari, biar aku beli semua. " Ucap Yustaf, seraya mengeluarkan koin emas dari sakunya.


" Apa kau benar-benar membeli ini semua karena ingin? " Tanya Ahwin.


" Ya, aku ingin membeli ini. " Ucap Yustaf.


Yustaf tercengang dengan perkataan Ahwin, dia memiliki pemikiran seperti orang dewasa.


" Tidak, aku benar-benar ingin membeli ini. Karena aku membutuhkan koran untuk di baca. " Ucap Yustaf.


" Baiklah....kau bisa membelinya. " Ucap Ahwin.


" Anak pintar. " Ucap Yustaf.


" Di mana ibumu? " Tanya Yustaf.


" Ibu saya tidak ada....dia sudah meninggal sejak lama. " Ucap Ahwin dengan tatapan sedih.


Identitas Ahwin yang sebenarnya adalah seorang pangeran di kerajaan Shaman. Akan tetapi, dia di buang oleh ibunya, karena Ahwin tidak memiliki rambut yang berwarna hitam.


Warna hitam di kerajaan Shaman merupakan ciri seorang penerus Shaman. Karena setiap Raja di kerajaan Shaman pasti berambut hitam.


Ibunya membenci Ahwin, dia membuang Ahwin dengan cara meninggalkannya di jalanan. Saat di buang, Ahwin berusia 6 tahun.


Dia tidak mau mencari ibunya, karena dia tidak mau berharap. Makanya dia menganggap ibunya mati.

__ADS_1


Mungkin, ada sedikit di hatinya, jika dia berharap bahwa ibunya tidak membuangnya begitu saja.


" Jangan bertanya mengenai ibuku. " Ucap Ahwin.


" Baiklah, tapi, bisakah kau ikut denganku? Sepertinya kau senang berjualan? " Ucap Yustaf, seraya bertanya.


" Anda benar....saya sangat suka berjualan. Saya ingin menjadi pembisnis dan menghasilkan banyak uang. " Ucap Ahwin dengan mata yang berbinar.


Yustaf tidak tega melihat Ahwin, dia dengan rasa kasihannya, membelikan sebuah toko perhiasan kecil untuk Ahwin.


Yustaf melihat, Ahwin adalah seorang anak yang pekerja keras sekaligus penuh semangat seperti dirinya.


Ahwin awalnya menolak, tapi Yustaf memaksa.


" Terima toko ini, kau harus mengelolanya. " Ucap Yustaf.


" Tidak, saya tidak mau. Itu bukan hasil usaha saya. " Ucap Ahwin menolak.


" Jika kau tidak mau menerimanya, aku akan menghancurkan toko perhiasan ini. " Ucap Yustaf.


" Tapi, itu bukan toko biasa. Kenapa anda memaksa saya. " Ucap Ahwin.


" Aku teringat dengan adikku, dia seperti dirimu. Jadi, terima saja toko ini. " Ucap Yustaf.


Ahwin terpaksa menerima toko tersebut. Dari situ mereka menjalin persahabatan, setiap Yustaf berbisnis ke kerajaan Shaman, Yustaf tidak lupa mengecek toko milik Ahwin.


Dan ternyata toko yang dia berikan berkembang pesat, menjadi toko perhiasan besar.


Ahwin selalu berterima kasih kepada Yustaf, karena berkat dirinya dia bisa hidup nyaman.


Lalu suatu hari, keluarga kerajaan mencari Ahwin. Mereka ingin mengangkat Ahwin sebagai Pangeran lagi.


Ahwin menerima mereka lagi, Ahwin berpikir jika dia harus memberi kesempatan kepada ibunya beserta keluarganya. Ahwin berharap, jika keluarganya dapat memberikan kasih sayang untuknya secara tulus dan benar-benar.


Akan tetapi, harapan itu musnah. Mereka hanya menginginkan harta Ahwin. Karena kerajaan sudah jatuh miskin akibat keborosan keluarga kerajaan.


Mereka mempergunakan Ahwin untuk menutupi kerugian yang mereka timbulkan.


Bahkan mereka berencana untuk membunuh Ahwin, agar kekayaan Ahwin jatuh ke tangan mereka.


Mengetahui itu, Ahwin sangat marah. Dia merasa di khianati. Dia tidak mau lagi berharap kepada keluarganya. Maka dari itu, dia melakukan pemberontakan.


Hingga akhirnya dia bisa menyingkirkan semua kelurganya dan menaiki tahta seperti sekarang.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2