
...----------------...
Dalam surat tertulis.
Saya Lady Alexia Winter Glass.
Sesuai perjanjian, saya akan memberi tahu anda di mana orang yang ada cari.
Lucia ada di wilayah timur, tepatnya di pasar budak.
Jika anda ingin menyelamatkan Lucia, sebaiknya anda harus bergegas.
Sebelum Raja kerajaan timur menangkapnya. Karena, Raja kerajaan timur sedang memburunya.
Anda tidak perlu bertanya saya mengetahui informasi ini dari mana, dan anda tidak perlu khawatir tertipu olehku.
Lady Alexia Winter Glass untuk Tanziro.
" kenapa dia tidak menemuiku secara langsung? " Gumam Tanziro.
Tanziro mendapat surat itu dari seseorang, orang yang mengantar surat itu bilang, bahwa surat itu dari Lady Alexia Winter Glass.
" Jika dia menipuku akan ku pastikan hidupnya menderita. " Gumam Tanziro.
Setelah mendapat petunjuk tentang Lucia, Tanziro segera mencarinya bersama dengan rekan Elf yang lain.
Tentu saja mereka tidak akan keluar dengan wujud mereka, mereka akan pergi dengan wujud manusia biasa.
...----------------...
Sementara itu di kediaman Alexia.
Selama dua hari, Alexia dan Killian tidak keluar kamar, mereka sedang merajuk satu sama lain.
Tapi, Alexia memberanikan diri untuk bertemu dengan Killian.
Dia tidak mau terus seperti itu dengan Killian. Alexia pergi mencari Killian, Arsen bilang Killian ada di halaman belakang.
" Arsen bilang, dia melihat Killian ada di halaman belakang. " Gumam Alexia yang mencari Killian.
__ADS_1
" Lagi pula, dia memang anek akhir-akhir ini. " Alexia bergumam sambil menengok ke arah kanan dan kiri.
| Killian yang dulu haus akan kasih sayang, dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kasih sayang, bahkan wajahnya yang sekarang sangat berbeda, dulu dia sangat periang dan menggemaskan, tapi sekarang wajahnya sangat serius, dingin, dan datar. Dia bahkan tidak terpengaruh sama sekali dengan apa yang telah aku lakukan selama ini. | Pikir Alexia.
" Alexia Winter Glass, perempuan yang menjaga seorang Tiran sampai usia 19 tahun, dia telah memberikan kasih sayang dan waktunya kepada Tiran itu sampai dia mati." Gumam Alexia.
| Aku tidak tahu, apa yang terjadi setelah kematianku. |
| Tapi sudah jelas, di dalam Novel tersebut Killian seharusnya bahagia dengan pemeran utama perempuan yang dapat membebaskan kutukannya. | Pikir Alexia.
Alexia yang terus mencari Killian sambil memikirkan itu semua, dia akhirnya melihat Killian yang sedang duduk di atas rerumputan dengan kotak kue di sebelahnya.
Alexia dari kejauhan memanggil Killian.
" Killian!!!! " Panggil Alexia.
Killian yang masih mengunyah kue, dia melirik.
Alexia tersenyum melihat tingkah Killian, dan dia segera menghampirinya.
" Killian?! " Panggil Alexia.
" Kau kemari? " Tanya Killian tenang, seraya menjilat tangannya.
Killian menatap Alexia, dan dia menepuk pahanya.
' Puk...puk... '
" Kemari, dan baringkan kepalamu. " Pinta Killian datar.
Alexia tidak menuruti perkataan Killian, dia malah duduk seperti biasa.
" Kau memang tidak pernah mau menurut. " Gumam Killian pelan.
Killian dengan ganas meraih kepala Alexia dan membaringkannya di pahanya.
" Hei!! " Alexia kaget.
Sontak hal itu membuat Alexia kaget, bagaimana tidak, kepalanya di tarik dan di baringkan begitu saja.
" Diamlah, lebih nyaman seperti ini. Kau bisa tidur sebentar. " Ucap Killian dingin.
" Hah...kau bahkan membaringkan kepalaku dengan kasar. " Ucap Alexia.
__ADS_1
" Apa kau sangat menyukai kue itu? " Tanya Alexia.
" Ya, aku menyukainya. " Ucap Killian.
" Kenapa kau menyukai kue itu? " Tanya Alexia lagi.
| Karena kue ini adalah pemberian terakhir dari orang itu. | Pikir Killian.
" Karena ini manis. " Ucapnya.
| Dia dulu tidak suka makanan manis, tapi sekarang dia sangat menyukainya. |
" Itu makanan manis, bukankah kau tidak menyukainya. " Ucap Alexia.
" Siapa yang bilang? " Tanya Killian datar.
" Saat kau berumur 10thun, kau bilang tidak suka makanan manis. " Ucap Alexia.
| Kau bahkan tidak menyukainya saat umur 19 tahun. | Pikir Alexia.
" Aku tidak ingat. " Ucap Killian dingin.
" Bagaimana itu mungkin. " Ucap Alexia.
" Alexi, kehidupanku tidak ada yang manis, aku ingin merasakan rasa manis dari kue ini. Meski pun ada, dia hanya akan memberi rasa manis sesaat kemudian menghilang. " Ucap Killian dalam.
" Meski aku sudah berusaha mempertahankan dan menjaga rasa manis itu, tetap saja dia selalu berusaha menghilang. " Ucap Killian terasa hampa.
Alexia tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Killian.
" Apa itu tentang kau yang tidak di anggap sebagai pangeran? " Tebak Alexia.
| Baru kali ini, aku mendengar Killian berbicara seperti itu. | Pikir Alexia.
" ..... " Killian diam tidak menjawab.
" Sepertinya itu yang membuat kehidupanmu terasa hampa dan pahit. " Ucap Alexia.
| Killian memang pangeran yang tidak di anggap, mungkin dia berpikir bahwa hidupnya terasa pahit dan hampa karena dia tidak di akui sebagai pangeran. | Pikir Alexia.
" Aku lupa tentang itu semua. " Gumam Alexia.
" Kau bilang apa? " Tanya Killian datar.
" Tidak. " Ucap Alexia.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di sana.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG........