
...----------------...
Istana Lamond.
Di suatu ruangan khusus Raja, dua bangsawan duduk di kursi dengan wajah serius.
Kedua bangsawan tersebut adalah Baron Dufrey dan Count Zerro.
Count Zerro masih muda, dia terbilang tampan dengan rambut kuning yang sedikit panjang.
Baron Dufrey.
Kursi utama tentu saja di duduki oleh Sang Raja Pollin.
Raja sedang mendiskusikan sesuatu yang penting, dia membicarakan hal tersebut dengan kedua orang kepercayaannya.
Pada saat itu, Baron Durfey mulai membuka mulutnya. Dia bertanya mengapa sang raja mau menghancurkan Duke Yustaf Winter Glass.
" Aku akan membunuh Duke Yustaf Winter Glass. " Ucap Pollin serius.
| Bocah itu sudah berani menentangku, sejak dia mengambil bocah itu (Killian), aku sudah bertekad untuk membunuhnya. Hanya saja, waktu itu kerajaan ini masih membutuhkan dirinya. | Pikir Pollin.
__ADS_1
" Yang mulia, apa anda yakin akan melengserkan Duke Yustaf Winter Glass? " Tanya bangsawan yang bergelar Baron tersebut.
" Tentu saja, tekadku sudah bulat. Bocah itu sangat sombong hanya karena dia pintar berbisnis. " Ucap sang raja dengan wajah sombongnya.
Count Zerro mulai mengutarakan pendapatnya.
" Tapi, selama ini Duke Yustaf sudah memberikan pengabdian yang tinggi kepada kerajaan. Jika beliau mati, siapa yang akan menjadi penyokong kerajaan ini? " Salah satu bangsawan mengajukan pendapatnya.
" Kau bodoh, tentu saja kekayaan Duke Yustaf akan jatuh ke tangan adiknya yaitu Alexia Winter Glass, dia akan menjadi pewarisnya. Setelah itu, kita akan memanfaatkannya, untuk mengabdikan dirinya kepada kerajaan. " Ucap Baron Dufrey.
" Yang mulia bahkan bisa menggunakan dia sebagai alat untuk pernikahan politik dengan raja kerajaan lain. Dia masih muda jadi lebih mudah untuk diatur. " Tambah Baron Dufrey.
" Bagaimana yang mulia? " Tanya Baron.
Pollin menganggukkan kepalanya seolah dia setuju dengan pendapat Baron Dufrey.
" Kau benar, selain mudah di atur. Dia juga bisa di jadikan sebagai alat pernikahan politik. Aku akan menikahkan dia dengan Raja kerajaan lain yang kuat dan berpengaruh, agar kerajaan ini lebih kuat. " Ucap Pollin.
" Jadi, kita akan membunuh Duke Yustaf dengan cara? " Tanya Count.
" Aku sudah merencanakan semuanya, saat ini dia sedang berbisnis di benua barat. Kau tahu dia sedang berbisnis apa? " Ucap Pollin seraya bertanya dengan senyuman licik.
" Saya tidak tahu, karena setahu saya Duke Yustaf banyak melakukan bisnis apapun, mulai dari sandang, pangan, dan papan. Dia menguasai semuanya. " Ucap Count.
" Ya, tapi dia jarang melakukan bisnis minuman. Dia hanya melakukan bisnis ini sekitar 4 tahun sekali. Dan Saat ini adalah waktu yang tepat, karena dia sedang melakukan bisnis minuman yaitu Wine (Anggur) di benua barat. " Ucap Pollin.
" Sepertinya anda sudah menunggu hal ini. " Ucap Baron.
" Tentu saja. " Ucap Pollin.
" Lalu langkah apa yang akan di ambil dari wine tersebut. " Tanya Count.
__ADS_1
Pollin tersenyum licik dan dia berbicara.
" Aku butuh antek-antek kalian yang ada di benua barat, untuk memasukkan racun ke dalam minuman anggur tersebut. " Ucap Pollin.
" Maka dari itu anda memanggil kami kemari. " Ucap Baron.
" Ya, kau benar. " Ucap Pollin.
" Kenapa anda memilih racun, bukankah ada kemungkinan gagal? " Tanya Count.
" Kalau-kalau kita berhasil, dan duke di hukum di sana, pasti duke meminta untuk melakukan penyelidikan, dia pasti akan melakukan segala cara untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Duke tidak bodoh yang mulia. " Ucap Count.
" Kau tidak tahu hukum apa yang ada di wilayah barat. " Ucap Pollin.
" Meskipun Yustaf dinyatakan tidak bersalah dan bukan dia yang membawa racun. Dia akan tetap di eksekusi jika dia tidak bisa membawa penawar racun tersebut. " Ucap Pollin.
" Hukum di sana sangat berbeda, orang yang tidak berbuat jahat atau pun yang berbuat harus memperbaiki semuanya dan mencari jalan keluarnya. Jika mereka tidak menemukan jalan keluar dan cara memperbaiki maka mereka akan di eksekusi, tidak peduli mereka tidak bersalah salah, ataupun bersalah. Yang pasti kau harus memperbaiki seperti semula dan jika tidak bisa kau harus bersiap mati. " Ucap Pollin.
" Saya agak pusing tentang hukum benua barat. Tapi, singkatnya. Mau jahat atau pun tidak selagi kita bisa memperbaiki maka semuanya selesai dan tidak menjadi masalah. Tapi, jika kita tidak bisa memperbaiki, kita akan di eksekusi. Mungkin seperti itu. " Ucap Count mempersingkat.
" Apakah racun yang di pakai tidak ada penawarnya? " Tanya Baron yang sedari tadi mendengarkan.
" Benar, tidak ada yang bisa membuat penawarnya. Jika ada, itu pun hanya kekuatan suci. " Suara lembut itu dipenuhi dengan kegembiraan. Pollin telah lama merencanakan masa depan Yustaf untuk dimainkan dan dihancurkan.
" Saya mengerti yang mulia. " Kedua orang kepercayaanya berbicara.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
Spoiler
__ADS_1
" Aku tidak peduli jika kakakku meninggal lagi, karena dia hanya sebuah karakter novel yang suatu saat akan ku lupakan."