
" Lady!!!......Lady!!!! " Panggil Sabil, dari luar.
Alexia mengusap air matanya dan dia menjawab panggilan Sabil.
" Ada apa Sabil? Masuk lah." Tanya Alexia dari dalam ruangan, seraya menyuruh masuk Sabil.
Sabil pun masuk, dan dia memberitahu bahwa Yustaf sudah kembali ke rumah.
" Lady, Yang mulia Duke sudah kembali. Beliau sudah kembali. " Ucap Sabil.
Alexia kemudian segera keluar dan bertemu dengan kakaknya Yustaf.
" Aku...aku harus melihat kakakku Yustaf!! " Ucap Alxeia seraya meninggalkan ruangan dan Sabil.
Alexia bukan hanya ingin melihat Yustaf tetapi juga, dia ingin melihat Killian. Dia ingin memastikan bahwa Killian kembali bersama dengan kakaknya.
| Aku tidak percaya Killian pergi selama tiga tahun. Tanpa berbicara kepadaku dan hanya menyisakan surat saja. | Pikir Alexia seraya berlari.
...----------------...
Setelah Alexia berlari dari kamar Killian ke ruangan utama. Dia akhirnya melihat kakaknya Yustaf yang sedang di kerumuni oleh para dayang dan beberapa pekerja lainnya.
" Yang mulia...apa anda baik-baik saja? " Ucap Fanny yang mengkhawatirkan Yustaf.
" Aku baik-baik saja. Apakah ada kekacauan selama aku di tahan? " Tanya Yustaf.
" Tidak Yang mulia, Lady Alexia sudah mengurusnya selama anda di tahan. Beliau adalah anak yang pintar. Lady bahkan membantuku mencarikan penawar dari racun tersebut. " Ucap Fanny.
" Adikku?....Ternyata dia sudah dewasa. " Ucap Yustaf dengan senyumnya.
" Sekarang dia berada di mana? " Tanya Yustaf.
Yustaf mencari di sekeliling orang-orang, dan dia pun menatap ke arah samping.
| Alexia, adikku. Dimana kau. | Pikir Yustaf.
Ketika dia terus mencari, Yustaf pun melihat Alexia. Dan dia pun segera memanggilnya dengan hangat dan lembut.
" Alexia..... " Panggilnya lembut.
Alexia segera merangkul kakaknya dan dia menangis sejadi-jadi. Bahkan Alexia tidak tahu jika perasaan emosionalnya sebesar ini terhadap kakaknya.
" Hiks....kakak....." Alexia yang menangis dalam pelukan Yustaf.
__ADS_1
Sesuai keinginan Yustaf, dia sekarang bisa mengelus kepala adiknya yang paling dia sayangi dan dia lindungi.
" Sudah...Alexi tidak boleh menangis...kau tidak boleh menangis. " Ucapnya menenangkan.
" Aku takut kakak tidak kembali.. " Ucap Alexia.
" Kau adalah gadis dewasa yang kakak miliki. Mana mungkin kakak akan meninggalkanmu dan menanggung semua beban sendirian. " Ucap Yustaf yang terus mengusap rambut Alexia dan menciumnya.
| Kau pernah tidak kembali, dan meninggalkanku di rumah sebesar ini sendirian. Jika Killian tidak menyelamatkan kakakku, mungkin saja. Aku akan kehilangan kakakku lagi. | Pikir Alexia.
| Aku sekarang tidak merasa bersalah lagi jika harus meninggalkan dunia ini, Karena aku tidak membunuh siapapun. | Pikir Alexia
Alexia tidak mengetahui, bahwa dia akan membunuh Killian seorang. Killian yang mengorbankan dirinya demi memutar waktu dan menyelamatkan setiap orang yang dekat dengan Alexia. Dia rela mengorbankan semuanya. Hanya demi Alexia seorang.
Ketika Alexia kembali nanti, Killian akan menghilang seperti asap dan tidak akan pernah kembali.
Apa Alexia akan menyadarinya, atau tidak. Itu tergantung kepada dirinya sendiri.
...----------------...
Setelah Kepulangan Yustaf, Alexia pun harus melepas kepulangan Sahabatnya. Yaitu Agnes dan Robert.
Mereka memutuskan untuk kembali, terutama Robert. Sesuai ucapannya, dia harus pergi untuk melakukan pelatihan ksatria. Meskipun Robert tidak memberi tahu adiknya.
Mungkin Agnes akan menyadari dan dia harus melepas kakaknya. Dan menerima kenyataan.
Mungkin sekarang Alexia merasa hampa. Tanpa adanya Agnes dan Robert sekaligus Killian.
...----------------...
Dua Tahun kemudian.......
Di barak pelatihan kesatria.
Dua tahun terlewati oleh Killian dengan begitu cepat. Saat ini dia sedang menyiapkan pelatihan untuk para ksatrianya.
Killian mendapatkan ksatria dari Yustaf. Yustaf tahu bahwa yang menyelamatkan dirinya adalah Killain. Karena Yustaf sadar bahwa pemilik kekuatan suci hanyalah Killian satu-satunya keturunan raja yang memiliki kekuatan tersebut.
Yustaf selama satu tahun mencari keberadaan Killian, dia pun akhirnya mendapati bahwa Killian sedang merencanakan kudeta untuk perebutan tahta.
Yustaf pun mengirim surat kepada Killian. Bahwa dia mau menjadi sekutunya. Yustaf tahu bahwa menjadi sekutu Killian tidak akan rugi. Karena dia memiliki penyihir agung di belakangnya. Selain itu, kekuatan Yustaf yang sebagai Duke sangat berpengaruh terhadap Killian. Tentunya dengan dukungan Duke, Killian akan lebih mudah mengatasi para bangsawan dan dia pun akan mudah untuk melakukan aksi kudetanya.
__ADS_1
Sebenarnya Killian bisa melakukan kudeta sendiri dengan kekuatannya. Akan tetapi, untuk bisa hidup sampai usia 19 tahun, killian tidak boleh mengeluarkan terlalu banyak kekuatan suci dan iblisnya.
Karena dampak yang di timbulkan oleh pengguna kekutan suci dan iblis sangat tinggi.
Dia tidak bisa mengambil resiko tersebut. Jika dia memang ingin hidup sampai usia 19 thun.
Bukan hanya duke saja yang menjadi sekutunya, tetapi Tanziro sang Elf dan pangeran ketiga Lais pun ikut menjadi sekutunya.
Penyihir agung sendiri yang telah melakukan pertemuan dengan Tanziro. Awalnya Tanziro menolak, akan tetapi setelah penyihir agung berkata bahwa Killian bisa mewujudkan janji dari raja terdahulu yang sebelumnya tidak terwujud. Para Elf akhirnya mau menjadi sekutunya.
Berbeda dengan Lais. Dia tidak menginginkan tahta.
Dia hanya tidak mau di tekan oleh ibunya lagi. Bahkan ibunya sendiri tidak menginginkan Lais hidup jika dirinya tidak menjadi raja. Lais sudah muak dengan tingkah ibunya.
Dan pada saat itu pula, ibunya Lais meninggal. Bukan karena Lais. Melainkan karena Putra mahkota. Dia meracuni ibunya Lais dan Lais sendiri. Dia tidak mau ada penghalang dalam tahtanya. Akan tetapi yang terkena racun bukan Lais tetapi ibunya sendiri. Yaitu sang ratu.
Pada saat itu Calix berpikir bahwa yang melakukan pertemuan adalah Lais dan ibunya.
Calix berpikir bahwa mereka berdua sedang membicarakan rencana untuk merebut tahtanya.
Akan tetapi dugaan itu salah. Melainkan pertemuan itu di hadiri oleh Sang ratu ibunya sendiri dan ibunya Lais.
Pertemuan itu pun membahas tentang tahta Calix, Sang ratu ibunya Calix meminta agar selir yaitu ibunya Lais untuk berbalik mendukung Calix. Hal itu di setujui oleh ibunya Lais. Karena dia di imingi pangkat.
Akan tetapi, dengan bodohnya Calix membunuh kedua orang yang akan membantunya untuk menaiki tahta.
Dia meracuni mereka sampai mati, mengetahui hal itu, Calix tidak jera dan tidak merasa bersalah.
Calix bahkan belum menyerah, dia masih berusaha membunuh Lais. Lais yang muak dia pun bersedia untuk menjadi sekutu dari Killian.
Dengan bantuan Elf, Duke dan Lais. Itu sudah lebih dari cukup.
Killian pasti bisa merebut tahta dan menyingkirkan putra mahkota.
Terutama Killian sangat membenci Calix karena dia menyebut bahwa Alexia adalah miliknya.
" Sebentar lagi. Aku akan merebut tahta itu. Yang pasti Kudeta ini akan aku persembahkan untuk Alexia. " Ucap Killian dengan wajah sangarnya.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG.........