
Kembali Ke saat sekarang.
Ahwin berpikir, jika dia merasa cocok dengan Alexia. Dia akan benar-benar mengejarnya.
" Jika aku cocok dengan Alexia. Aku akan mengejarnya. Tidak peduli mau dia cantik, atau pun tidak. " Ucap Ahwin seraya pergi.
...----------------...
Kediaman Alexia.
Killian sekarang berada di kediaman Alexia.
Dia sengaja datang ke kediaman Alexia, karena merindukan kediaman itu. Tentunya dia juga merindukan Alexia.
Saat dia datang para pelayan sangat terkejut, karena Killian datang tanpa pemberitahun.
Mereka semua panik atas kedatangan Killian yang merupakan Raja dari Lamond.
" Yang....yang mulia Raja!!! " Ucap Para pelayan dan dayang.
Killian masuk ke dalam, para dayang dan pelayan menunduk karena dirinya.
" Salam yang mulia raja Lamond. " Ucap para pelayan dan dayang.
Seraya berdiri dan membungkuk hormat.
Killian berkata.
" Cukup! Angkat kepala kalian. " Killian memberi perintah.
Killian mengamati ruangan tersebut dan dia berbicara lagi.
" Di mana Lady kalian? " Killian bertanya di mana Alexia.
Para dayang menjawabnya.
" Lady Alexia berada di ruang bacanya yang mulia. " Jawab dayang itu sopan.
Killian segera pergi untuk mengunjungi Alexia.
...----------------...
Ruang baca Alexia.
Saat ini Alexia tengah berdiam diri di dalam ruang bacanya. Alexia bukan membaca buku, melainkan sedang membuat rencana bagaiman caranya menjodohkan Killian dengan pemeran utama wanita yang bahkan belum muncul.
" Kenapa pemeran utama wanita itu belum muncul juga. " Gumam Alexia yang sedang memikirkan pemeran utama yang belum nampak.
__ADS_1
" Aku tidak membaca buku novelnya hingga selesai. Aku hanya tahu, jika pemeran utama wanita memiliki rambut yang berwarna hitam dengan mata biru yang seindah lautan."
" Itu pun, aku di beri tahu oleh penggemar novel. " Gumam Alexia.
" Entah itu benar atau tidak, kita lihat saja nanti. Akan lebih bagus jika dia muncul saat aku pulang. " Gumam Alexia.
Alexia berdiri dari duduknya, dia ingin mengambil sebuah buku dari rak buku miliknya.
" Mari ambil satu buku dan alihkan pikiran dari hal tersebut. "
Alexia mengambil satu buku, dia akan mengambil satu buku lagi, akan tetapi, buku itu berada di atas, dia kesulitan untuk mengambilnya.
" Kenapa buku itu jauh sekali. " Gumam Alexia yang berusaha mengambil buku tersebut.
Saat Alexia berusaha untuk mengambil buku tersebut, ada tangan seseorang menjulur dan mengambil buku itu, secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan.
" Siapa?! " Alexia kaget.
Alexia pun menengok ke arah pemilik tangan tersebut.
" Killian?!! " Panggil Alexia kaget.
" Kau butuh bantuan? " Ucap Killian seraya menebar senyumnya.
Alexia baru menyadari, jika dirinya terlalu dekat dengan Killian, Alexia pun dengan cepat mendorong Killian menjauh.
" Tolong menjauh sedikit. " Ucap Alexia, seraya mendorong dada Killian ke belakang.
" Kenapa? " Tanya Killian.
Alexia memutar wajahnya ke samping, seolah dia ingin menyembunyikan wajahnya.
" Hanya...hanya saja ini terlalu dekat. " Ucap Alexia dengan wajah memerah.
| Itu terlalu dekat. | Pikir Alexia.
Killian yang melihat Alexia bertingkah seperti itu, dia semakin tertarik untuk menggodanya.
" Benarkah? " Tanya Killian, dengan kaki yang melangkah maju perlahan.
" A-apa yang ingin kau lakukan?!!..... " Alexia terus mundur ke belakang, dengan pertanyaannya yang gugup.
Killian semakin mendekat ke tubuh Alexia, dia tidak memberhentikan langkahnya.
" Alexia?.......
Killian memanggil Alexia lembut, Alexia dengan refleks menunduk dan memejamkan matanya.
| Apa yang mau dia lakukan?.... | Alexia bertanya-tanya dalam benaknya.
Alexia tidak bisa menghindar lagi, karena punggungnya sudah menabrak rak buku.
Killian terus mendekat.
__ADS_1
Tangan Killian dengan lembut meraih pinggang Alexia dan membawanya ke dalam pelukannya. Tangan satunya mengelus rambut Alexia dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Alexia tidak kaget dengan tingkah Killian yang selalu memeluknya. Itu sudah biasa terjadi, Alexia hanya menganggap itu sebagai pelukan untuk orang yang bersamanya sejak kecil.
Meskipun Alexia tahu jika Killian memang menaruh hati kepadanya. Dia tidak mau menyadarinya. Dia lebih suka berpura-pura tidak tahu, dan tidak menyadarinya.
| Dia memelukku...| Pikir Alexia, yang berada di pelukan Killian.
Alexia bahkan tidak membalas pelukan Killian, dia hanya diam berdiri biasa.
" Lepaskan aku...." Pinta Alexia dingin.
" Diam seperti ini...." Ucap Killian dengan nada rendah.
" Aku rasa....jika aku memelukmu seperti ini. Rasa sakitnya akan berkurang. " Ucap Killian pelan.
Alexia mengerutkan keningnya, dia tidak tahu apa yang di maksud Killian dengan mengatakan, bahwa sakitnya akan berkurang.
Alexia berpikir, apakah kekuatan iblisnya melonjak.
| Dia bilang jika dia sakit, apakah kekuatan iblisnya melonjak? | Pikir Alexia dengan bertanya-tanya.
Alexia mendorong Killian dan melepaskan Killian.
Dia segera bertanya kepada Killian, apakah dia sakit.
" Apa kau sakit? " Tanya Alexia.
Killian tidak menjawab, dia malah tersenyum dan mengatakan.
" Kau berdiam diri saja di rumah, apa kau tidak bosan? " Tanya Killian seolah mengelak dari pertanyaan Alexia.
Alexia mengerinyit, dia malah semakin penasaran.
" Aku bertanya apa kau sakit? " Tanya Alexia yang semakin penasaran.
Killian tidak mau menjawab , di malah meraih tangan Alexia dan berkata.
" Dari pada kau berdiam diri seperti ini, lebih baik kita melihat festival lampion. "
" Itu akan di lakukan malam ini. " Ucap Killian seraya memegang tangan Alexia.
Killian menyalakan sihir teleportasinya, dia memegang tangan Alexia erat. Alexia yang masih menunggu jawab Killian.
Dia berkata.
" Killian....tunggu!!.....Jawab pertanyaanku dulu. " Ucap Alexia.
Sihir teleportasi sudah di nyalakan, Killian tidak menjawab Alexia.
Alexia berpikir, mungkin dia bisa bertanya nanti.
| Baiklah, kali ini aku akan berhenti bertanya. | pikir Alexia.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG.......