
" Jadi....
" Kenapa dengan nasibku? " Tanya Alexia.
Peramal itu memberitahu Alexia.
" Menyerahlah kepada keinginanmu, jika kau memang tidak mau menyesal. " Ucap Penyihir itu ambigu.
Alexia dan Agnes tidak mengerti, apa maksud dari ucapan peramal tersebut.
" Apa maksud anda, saya tidak mengerti? " Tanya Alexia.
" Sepertinya, aku harus memberimu sedikit gambaran. " Ucap Peramal itu.
" Kemarikan lagi tanganmu dan coba pejamkan matamu. " Ucap Peramal itu.
Alexia mengikuti keinginan Peramal tersebut, dia memberikan tangannya sekali lagi dan memejamkan matanya.
" Baiklah kita mulai. " Ucap Peramal itu, seraya membaca mantra.
Peramal itu memberikan gambaran kepada Alexia bagaimana nasibnya.
...----------------...
Alexia masuk ke dalam gambaran yang di berikan Peramal. Dia melewati lubang cahaya, hingga jiwanya sampai di dunia gambaran milik peramal tersebut.
" Dimana ini? kenapa badanku transparan? " Alexia sedang menyaksikan langsung gambaran Peramal.
" Tolong!!.....
" Tolong selamatkan kami!!!....
Suara teriakan meminta tolong terdengar nyaring.
" Teriakan siapa itu? " Ucap Alexia yang mendengar suara teriakan minta tolong di mana-mana.
Alexia berjalan-jalan dengan tubuhnya yang transparan.
" Kenapa di sini sangat berantakan? " Alexia bertanya-tanya.
Dia berjalan di atas sebuah bendera yang berlambangkan kerajaan, Alexia mulai menyadari jika itu adalah lambang kerajaan Lamond.
" Ini bendera kerajaan Lamond, apa ini istana Lamond? " Alexia mulai mengerutkan keningnya.
" Api, ini semua api? "
Dia sekarang mulai panik, dia berlari ke luar kamar untuk memastikan semuanya, tentu saja jiwanya yang transparan, hanya bisa menembus pintu.
Ketika Alexia keluar, dia di suguhkan dengan banyaknya mayat gosong yang terbakar. Ada pula yang masih merintih dan menjerit kesakitan.
" Panas!!....ahhhhhhkkkk....ahhhhhh....
Tubuh mereka melepuh bagai kertas basah, bau daging bakar menusuk hidung.
" Tolong aku!!!!....Selamatkan aku!!
Suara teriakan ada di mana-mana, Alexia yang berjalan di sana, dia melihat banyak pelayan yang mati dengan cara terbakar.
" Apa...
" Sebenarnya apa ini?!! " Alexia bertanya-tanya apa yang dia lihat saat ini.
" Aku harus menolongnya, mereka terlihat menderita. " Ucap Alexia.
__ADS_1
Dia akan meraih pelayan yang dia lihat menjerit karena tubuhnya terbakar. Tapi apa daya, itu hanyalah sebuah gambaran. Peramal itu membuat gambaran seolah nyata, seolah itu terjadi.
Alexia tidak bisa memegang apapun, setiap kali dia mengulurkan tangannya ke arah pelayan yang terbakar, tangannya hanya menembus badan pelayan tersebut.
Saat Alexia terus mencoba, tiba-tiba ada salah satu pelayan di belakang Alexia, yang terbakar cukup hebat, dia berdiri, tubuhnya sudah terbakar hebat.
Dia melangkah dengan badannya yang di penuhi api ke arah Alexia.
Alexia menoleh ke belakang, dia kaget dengan pelayan yang terbakar tersebut, karena pelayan itu seperti ingin menerjang Alexia.
Alexia seketika memejamkan matanya, karena dia pikir, pelayan itu ingin menerjangnya.
Tapi, Alexia salah, pelayan yang terbakar itu tumbang dengan menembus badan Alexia.
Alexia merasa ngeri ketika dia melihat dengan begitu jelasnya seseorang terbakar.
" Haaaaahhh...... " Alexia menghela nafasnya lega.
" Kenapa ini tidak bisa?!! " Alexia menggerutu.
Alexia kemudian menyadari lagi, bahwa dia transparan.
" Ahhhkk...aku...
" Aku tidak bisa, maaf.....
Alexia dengan gugup, dia pergi meninggalkan pelayan yang dia lihat, dia pergi ke luar istana untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
" Aku...aku harus keluar...
Saat dia sampai di luar istana, betapa terkejutnya dia.
Di luar api membakar seluruh istana, bahkan sangat kacau dari pada di dalam. Api itu berkobar dengan ganas membakar dan menghancurkan segala yang ada.
" Tidak....ini....
" Ini tidak mungkin.....
" Apa yang sebenarnya terjadi? " Alexia bertanya.
Saat Alexia bertanya, suara familiar terdengar. Tapi, itu hanya suaranya saja, tidak ada siapapun. Hanya ada teriakan, rintihan, dan suara meminta pertolongan.
' Ketika kau pulang, dunia ini akan hancur. ' Suara itu milik peramal.
" Bagaimana kau tahu, aku bukan dari dunia ini? " Tanya Alexia, yang menyadarj bahwa suara itu dari peramal.
' Jiwamu asing, aku sudah menyadari dari saat aku melihatmu. ' Ucap Peramal itu.
" Kenapa kau memperlihatkan ini kepadaku? " Tanya Alexia.
' Agar kau tidak menyesal suatu hari nanti. ' Ucap peramal.
" Apa urusannya dengan kembalinya aku ke dunia asalku dan kehancuran dunia ini? " Tanya Alexia.
' Kau akan tahu, setelah melihat semua gambaran yang aku tunjukkan. Carilah dia, dan lihatlah dia. ' Ucap Peramal itu.
" Apa?!! " Alexia berteriak.
Tapi, suara peramal itu tidak kunjung terdengar.
Alexia pun mulai berjalan lagi, dia melewati banyak kerusakan dan mayat-mayat yang hangus.
" Dimana Killian dan yang lainnya? " Alexia mulai mengingat Killian, dan orang-orang yang dia kenal.
Dia mencari, di seluruh bangunan istana, tapi, tidak ada tanda-tanda kemunculan Killian. Dia hanya menemukan mayat para pelayan.
__ADS_1
Semuanya mati dengan mengenaskan.
" Kenapa ini semua terjadi....
" Bagaimana bisa mereka semua mati terbakar.....
" Tidak, ini...ini pasti hanya kebohongan.
" Ini bohong!!! bagaimana bisa mereka mati begitu saja. " Alexia frustasi dengan gambaran tersebut.
Meskipun itu hanya sebuah gambaram, tapi Alexia merasa jika itu nyata, karena dia menyaksikannya langsung.
" Killian, dimana dia.....dia tidak mungkin mati dengan mudah. " Ucap Alexia seraya berjalan lagi, dan mencari Killian.
Tapi, di dalam istana tersebut, tidak ada jasad Killian.
" Aku sudah menelusuri semua bangunan. " Ucap Alexia.
Alexia pun memutuskan untuk mencari Killian di luar istana.
" Ya, aku belum ke luar istana, aku hanya mencari di halaman istana dan bangunan istana saja. " Ucap Alexia.
Alexia pergi keluar istana, saat keluar, Alexia hanya melihat api, di setiap jalan, desa, pasar dan di seluruh kerajaan. Semua di selimuti oleh api.
" Ternyata bukan hanya istana, tapi seluruh kerajaan Lamond terbakar, bahkan hingga ke desa-desa. " Ucap Alexia yang berjalan-jalan mencari Killian di tengah kebisingan, jeritan dan raungan dari penduduk desa.
Alexia terus mecari di mana Killian, dia hanya bisa berjalan-jalan, tidak bisa bersuara menyentuh, dan merasakan.
Alexia hanya bisa melihat dan berjalan-jalan saja.
Sesekali Alexia mengeluarkan air matanya karena tidak kuat melihat penduduk desa, dan orang-orang yang dia kenal tewas terbakar.
" Dimana dia, tidak mungkin dia mati begitu saja. " Gumam Alexa linglung.
Saat Alexia terus berjalan dengan linglung, dia melihat tumpukan mayat yang menggunung, di atas puncak tumpukan mayat tersebut, ada sosok yang familiar.
" Killian?!! " Dan ternyata itu adalah Killian.
Dia berada di puncak para mayat, badannya terbakar, Killian terlihat seperti iblis.
" Killian?!! " Alexia memanggil Killian, tapi Killian hanya bejalan dengan tubuhnya yang terbakar.
" Apa yang terjadi dengannya? " Alexia menutup mulutnya seolah tidak percaya.
Lalu suata peramal itu muncuk lagi.
' Itu adalah dia, orang yang akhirnya tragis, dia adalah orang yang mengorbankan semuanya. Lihatlah dia, dia berjalan dengan tubuh di penuhi api. ' Suara peramal itu.
" Aku tahu itu, dia memutar waktu, dia hanya melakukan itu....
" Tapi, kenapa....
' Lihatlah sampai selesai...betapa dia mencintaimu....' Ucap peramal itu.
Alexia mengikuti kemana tubuh Killian pergi.
Setelah beberapa lama Alexia mengikuti Killian. Killian berhenti di sebuah tempat, dia mana hanya ada peti mati.
" Siapa itu? " Alexia bertanya-tanya.
...----------------...
...BERSAMBUNG........
__ADS_1