
...----------------...
Alexia masuk, di dalam dia sudah di sambut oleh laki-laki yang cukup menawan, rambutnya putih panjang dan berkilau bagai benang platinum.
" Bagaimana kau bisa tahu kode itu? " Tanya Laki-laki itu.
" Anda adalah pemimpin Elf? " Tanya Alexia, dia tidak menjawab pertanyaan laki-laki tersebut.
" Huh...Aku bertanya, kau tahu dari mana kode itu? " Laki-laki itu bertanya lagi.
" Saya tidak bisa menjawab sekarang, tapi yang jelas saya butuh bantuan anda. " Ucap Alexia serius.
| Sebenarnya, aku hanya perlu memerankan peran Alexia dan mati, tapi aku tidak bisa menunggu dan mengulang semuanya dari awal. Karena itu, melelahkan. | Pikir Alexia.
| Aku butuh bantuan elf ini. | Sekali lagi dia berpikir.
Laki-laki itu duduk di kursi dengan tangan yang menopang dagunya.
" Duduklah, sepertinya kau memiliki sesuatu yang penting sehingga kau berani datang kemari. " Ucapnya dingin.
Alexia kemudian duduk di kursi yang telah di siapkan, kursi itu jaraknya sangat jauh dari laki-laki itu.
| Elf membenci manusia, dia tidak mau berdekatan dengan manusia. | Pikir Alexia.
" Saya butuh bantuan anda, sebagai gantinya saya bisa membantu anda. " Ucapnya.
Laki-laki itu tersenyum sinis dan dia berkata.
" Kau? mau membantuku? " Ucapnya meremehkan.
" Heh....apa yang bisa kau bantu? kau hanya anak berumur 14 tahun. " Ucapnya remeh.
" Saya mengetahui keberadaan orang yang anda cari. " Ucap Alexia dengan tegas dan dingin.
| Yang ada di depanku ini adalah pemimpin Elf, dia bernama Tanziro, Tanziro sudah lama mencari kekasihnya Lucia. Dalam novel, Lucia adalah satu-satunya Elf perempuan yang tersisa. Sampai matinya, Tanziro tidak pernah bertemu dengan kekasihnya.| Pikir Alexia.
" Apa maksudmu? " Tanya Tanziro.
" Saya tahu anda sedang mencari Lucia, Lucia adalah kekasih anda. " Ucap Alexia yakin.
" Hah...
Tanziro mengusap wajahnya kasar seolah tidak percaya, bahwa manusia yang di anggapnya remeh mengetahui rahasianya.
" .... " Tanziro masih diam.
" Bagaimana? " Tanya Alexia sekali lagi.
" Bagaimana kau bisa tahu, bahwa aku sedang mencari Lucia? " Tanya Tanziro penasaran.
" Sebelum Saya menjawab pertanyaan anda, anda harus memberikan barang yang saya minta. " Ucap Alexia.
Alexia ingin menjalin hubungan kerja sama dengan Elf, sebenarnya hanya satu yang di untungkan dari kerja sama ini.
Yang di untungkan hanya Alexia, dia tidak akan memberi tahu Tanziro di mana Lucia berada.
__ADS_1
| Jujur saja aku tidak mau melakukan ini, aku sudah menipu Tanziro dua kali, dan aku berharap ini yang terakhir kalinya. | Pikir Alexia.
" Kau berbohong, aku tidak akan percaya jika kau tidak menunjukkan buktinya. " Ucap Tanziro.
" Saya punya buktinya!! " Alexia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.
Alexia mengeluarkan kertas dari saku gaunnya, kertas tersebut terlipat tidak rapih dan sangat lecek.
" Maaf, ini terlipat-lipat dan ringsek. " Ucap Alexia.
| Mau bagaimana lagi, aku sudah berusaha menyembunyikannya dari Sabil. | Pikir Alexia.
Alexia memberikan kertas tersebut kepada Tanziro.
" Aku tidak habis pikir bahwa kau menyelipkan kertas ini di dalam gaunmu. " Gumam Tanziro, seraya membuka kertas tersebut.
| Kau akan terpancing, setelah melihatnya. | Pikir Alexia seraya memperhatikan ekspresi wajah Tanziro.
Ekspersi wajahnya sangat kaget, ketika dia melihat kertas tersebut.
Kertas itu adalah lukisan Lucia, Alexia mendapatkan itu dari Yustaf, Yustaf kira itu adalah lukisan biasa dia menyimpannya di dalam gudang.
| Kakakku Yustaf yang selalu melakukan bisnis ke berbagai benua, dia tanpa sengaja mendapatkan lukisan tersebut dari salah satu rekan bisnisnya. | Pikir Alexia.
| Siapa sangka bahwa itu adalah lukisan Lucia. | Pikir Alexia.
" Kau dapat ini dari mana? " Tanya Tanziro heran.
" Berikan dulu barangnya sekarang, saya akan memberi tahu anda sisanya nanti. " Ucap Alexia bernegosiasi.
" Hah, baiklah. Apa yang kau mau? " Ucap Tanziro terpancing.
" Pangeran yang tidak di anggap, apa itu Killian? " Tanya Tanziro.
| Killian, anak haram raja yang di buang. | Pikir Tanziro.
" Ya, Killian. Aku membutuhkan benda itu. " Ucap Alexia.
| Rekaman sihir bagaimana ibu Killian mati, yang tabu untuk di perlihatkan. Barang itu adalah jalan satu-satunya untuk membuat Killian marah dan menderita. Dia akan membangkitkan kekuatan iblisnya. | Pikir Alexia.
" Untuk apa kau menginginkan benda kejam itu? " Tanya Tanziro.
" Anda tidak usah ikut campur, cukup berikan benda itu. " Alexia tegas.
" Kau bahkan tahu, aku menyimpan barang-barang penting. " Ucap Tanziro.
| Tanziro mencuri rekaman itu dari istana kerajaan, dia sebenarnya salah curi. Tadinya dia akan mencuri rekaman tentang para Elf untuk menghapus keberadaan Elf dari istana, tapi dia malah mengambil rekaman itu. | Pikir Alexia.
Dulunya, alat rekam di gunakan sebagai alat sihir untuk memperkuat keamanan.
Tapi, sekarang itu tidak lagi. Setelah Raja sekarang naik tahta, alat sihir itu di pakai dengan sia-sia.
Contohnya rekaman para Elf, para bangsawan menggunakan vidio rekaman tersebut untuk menyebar luaskan wujud dan ciri Elf pada masyarakat.
Padahal dulunya alat rekam tidak di gunakan seperti itu.
Dan rekaman kematian Ibunya Killian, itu merupakan kesenangan bagi Sang Raja yang menduduki tahta sekarang.
__ADS_1
Dia dengan kejam merekam bagaimana ibunya Killian mati dengan tragis di depan matanya.
" Cepat berikan barang itu. " Ucap Alexia.
Tanziro membaca mantra, seketika cahaya dari tangannya keluar dan memunculkan benda yang di inginkan oleh Alexia.
" Aku tidak tahu untuk apa kau menginginkan ini. " Ucap Tanziro seraya memberikan barang tersebut.
Alexia mengambilnya.
" Terima kasih, anda akan mendapatkan informasi dari saya nanti. " Ucap Alexia bohong.
" Baiklah aku akan menunggumu, jika kau berbohong maka kau akan mati. " Ucap Tanziro serius.
| Aku tahu bahwa kau adalah adik dari duke Yustaf Winter Glass. | Pikir Tanziro.
" Saya bisa menebak pikiran anda, anda sudah tahu bahwa saya adalah bangsawan bergelar duke. " Ucap Alexia seraya pergi.
Tanziro hanya tersenyum.
" Bocah yang tidak bisa di tebak. " Gumam Tanziro.
...----------------...
Alexia keluar dari ruangan tersebut, saat keluar tiba-tiba dia melihat sosok yang familia.
Sosok tersebut sedang berusaha masuk, tapi di hadang oleh orang bar-bar tadi.
" Siapa itu? " Alexia memperhatikan sosok tersebut.
Sosok itu melihat Alexia dan dia memanggilnya.
" Lady!! Apa anda baik-baik saja? " Teriak sosok tersebut.
" Arsen!!? " Alexia kaget, dia tidak percaya jika Arsen akan mengikutinya sampai kemari.
| Bagaimana bisa dia mengetahui keberadaanku? Seharusnya sekarang dia masih mencariku. | Alexia berpikir keras.
" Lady!! " Arsen terus memanggil.
| Apa alurnya sudah berubah? siapa yang merubahnya? | Alexia bertanya-tanya dalam pikirannya.
" Lepaskan dia!! dia adalah penjagaku. " Teriak Alexia.
Orang bar-bar itu melepaskan Arsen.
" Lady? syukurlah anda tidak terluka. " Arsen cemas.
" Lebih baik kita keluar dulu. " Ucap Alexia.
Mereka keluar dari toko tersebut.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG.......