
Keesokan Harinya.
Hari pernikahan Lais, dan Agnes.
Pagi itu semuanya sudah bersiap, Altar, pendeta dan para tamu yang di undang khusus oleh kerajaan.
Tentunya Lais, dan juga Agnes sudah bersiap.
" Sebentar lagi, aku akan sepenuhnya menjadi milik Lais. Aku sangat tidak sabar Alexia. " Agnes yang tengah berada di balik pintu Altar dia berbicara riang kepada sahabatnya Alexia.
Alexia di sini sebagai pendamping Agnes, karena keluarga Marquess Remian tengah menjaga perbatasan utara, yang saat ini dalam keadaan genting.
Robert yang merupakan kakak laki-laki Agnes pun tidak bisa mengikuti acara pernikahan Agnes, dia akan pulang besok karena jalananan yang terjal, dan sulit di lalui membuat dirinya datang terlambat.
" Tenang lah Agnes, pintu ini akan terbuka, dan kau hanya berjalan beberapa langkah, mengucap ikrar janji setia, kemudian selesai. " Ucap Alexia.
mereka berdua dan beberapa pendamping lainnya berdiri di depan pintu, menunggu untuk di panggil masuk.
" Ya, aku harus sabar. " Jawab Agnes.
Tidak lama, dari dalam terdengar suara.
" Pengantin wanita silahkan menuju Altar. " Teriak dari dalam.
" Dengar. Kau sudah bisa melihat Lais, dan sebentar lagi kau sudah resmi menjadi pendamping hidupnya " Ucap Alexia.
" Ayo masuk. " Ucap Alexia sekali lagi.
Agnes hanya tersenyum bahagia, dan pintu masuk menuju Altar terbuka.
Agnes berjalan masuk, Alexia yang membawa bunga di depan Agnes, dia tersenyum tentunya matanya tidak bohong, dia mencari Killian.
| Kemana Killian? Seharusnya dia ada di sini. Acara ini sangat membutuhkan dirinya. | Pikir Alexia.
Lais yang berdiri di samping pendeta dia menangis haru melihat Agnes yang menggunakan gaun putih berjalan ke arahnya.
| Akhirnya, hari ini tiba. | Pikir Lais.
Lais memberi tangannya kepada Agnes, dan Agnes menerimannya.
" Kau sangat cantik. " Lais berbisik kepada Agnes.
__ADS_1
" Aku memang cantik, kau saja yang rabun. " Ucap Agnes dengan tawa di bibirnya.
" Lais....jangan sampai kau menyakiti temanku. " Alexia menitipkan sahabatnya kepada Lais.
| Apakah aku akan seperti mereka saat Killian dan aku menikah? | Batin Alexia.
" Aku akan turun. " Ucap Alexia.
Setelah Alexia turun dari Altar, pendeta pun memulai ikrar janji suci, dan di ulangi oleh Lais.
Setelah Ikara janji suci di ucapkan, Lais, dan Agnes sekarang resmi menjadi suami istri, yang sah.
Mereka berciuman di Altar, para tamu yang datang saling bersorak atas kebahagiaan mereka berdua.
Namun, kebahagian itu tidak berlangsung lama.
| Sejak tadi, Killian tidak terlihat, aku khawatir dengannya. | Pikir Alexia yang terus cemas.
Karena acara sudah di pertengahan, Alexia pergi mencari Killian yang sedari tadi tidak kunjung muncul.
...----------------...
Taman bunga istana.
" Aku...
" .....Waktuku sudah hampir habis....
" Ughhhharrghhh....."
" Arghhhhsakit....haaaaaa
Killian meringis dadanya kuat, mulutnya mengeluarkan darah, sesekali Killian berteriak .
Saat ini dia benar-benar sekarat, waktunya sudah hampir habis, dan dia harus membawa Alexia menuju portal dunianya sendiri.
| Aku....harus secepatnya membawa Alexia. Jika tidak, dia pasti akan sedih melihatku seperti ini, dan dia tidak mau pergi. | Pikir Killian.
Saat dia dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba suara wanita yang dia tunggu-tunggu terdengar.
" Killian!.....
__ADS_1
" Killian!...
" Kau di mana? "
Suara yang memanggil Killian, itu adalah milik Alexia. Sontak Killian segera memaksa berdiri, dan mengusap darah yang ada di mulutnya.
" Haaaa......tahan sebentar Killian. Sebentar lagi akan berakhir. " Gumam Killian.
Killian berjalan terhuyung-huyung ke arah Alexia, dan dia memanggil Alexia lemah.
" Alexi.....
" ...Aku di sini....
Suara yang rendah itu membuat Alexia berbalik, dan menatap sosok Killian yang terlihat sakit.
" Killian! " Alexia segera berlari ke arah Killian, dan dia memeluknya.
" Haaaaaaa......" Killian merasa pelukan Alexia sebagai obat, walau pun saat ini dia sakit, tapi di pelukan Alexia rasa sakitnya seolah memudar.
" Kau kenapa Killian? Kenapa kau terlihat tidak baik-baik saja? Jawab aku Killian? " Tanya Alexia panik.
" Tolong ikut aku......Aku mohon....." Killian tidak menjawab pertanyaan Alexia.
Dia tahu Alexia tidak akan mengikutinya, jika dia mengatakan yang sesungguhnya.
" .....Jawab aku terlebih dahulu, baru aku mengikutimu. " Ucap Alexia, saat ini dia jelas menangis.
" Jangan seperti ini Killian.....
" Cepat katakan apa yang terjadi?! " Air mata Alexia tidak terbendung, dia menangis sejadi-jadi, dan panik.
" Aku....
" Aku mohon ikut aku Alexia, tidak ada banyak waktu...." Suara yang hampir hilang terus memaksa keluar dari tenggorokan Killian.
Alexia menggigit bibirnya, dan dia pun mau untuk ikut dengan Killian.
" Baiklah. Setelah itu katakan yang sesungguhnya. " Ucap Alexia.
" .....Aku tidak akan membohongimu. " Ucap Killian.
Dengan sisa tenaganya, Killian membuka sihir teleportasi, saat mereka berdua akan menghilang, mereka berdua melihat Agnes, dan Lais dan berlari ke arahnya.
__ADS_1
Namun sihir teleportasi dengan cepat membawa mereka ke tempat yang sudah di tujukan.
...----------------...