APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 13


__ADS_3


...----------------...



Meski Killian dan Robert tidak akur satu sama lain. Mereka tetap menghabiskan waktu bersama.


" Alexia? jika kau besar nanti, dan sudah waktunya menikah, kau akan menikah dengan laki-laki yang seperti apa? " Tanya Robert.


Killian yang mendengar itu, dia langsung menatap Alexia, seolah dia juga ingin tahu jawabannya.


" Entahlah, aku tidak tahu. " Ucap Alexia.


Mendengar jawaban Alexia, Killian menundukkan wajahnya lagi dan dia sesekali melihat ke luar jendela dengan ekspresi dingin.


" Kau harus mengatakannya sekarang. " Robert memaksa.


" Kau selalu memaksa, sudah ku bilang aku tidak tahu!! "


| Lagi pula, aku hanya ingin pulang. Aku tidak pernah berniat tinggal di sini. | Pikir Alexia.


" Sudah, sudah. Lebih baik kita pikirkan apa yang akan kita lakukan besok. " Agnes yang sedari tadi diam akhirnya berbicara.


" Bagaimana jika berpedang. " Robert mengusulkan.


" Tidak, itu permainan laki-laki, bukan permainan perempuan. " Ucap Agnes.


" Bagaimana jika laki-laki bermain pedang dan kita perempuan berkebun. " Ucap Alexia.


" Kau benar Alexi, akan lebih baik seperti itu. " Agnes mendukung usulan Alexia.


" Lalu bagaimana denganmu Killian? " Tanya Alexia.


Killian yang sedang memandang ke luar dengan wajah datarnya, dia menjawab.


" Aku tidak suka berpedang. " Ucap Killian datar.


" Kenapa? " Tanya Alexia tidak sabar.


" Si pungut memang tidak bisa berpedang, karena dia sejak kecil tidak pernah memegang pedang. Kau malah beralasan tidak suka berpedang. " Ucap Robert seolah mengejek.


Alexia mencubit Robert dengan tangannya.


" A...aduh....aduh..sa...sakit!! " Robert merintih seraya menggeliat.

__ADS_1


" Rasakan ini!! " Alexia mencubit kulit Robert lebih keras.


Saat Alexia mencubit Robert, ekspresi Killian yang melihat hal itu, dia terlihat murung.


Killian menarik tangan Alexia dan dia berbicara dengan ekspresi yang tidak biasa.


" Alexia!! " Panggil Killian, seraya menarik tangan Alexia.


" ? " Alexia kaget.


"Jangan lakukan hal itu di hadapanku. " Ucap Killian dengan ekspresi murung.


| Aku tidak melakukan apapun, aku hanya mencubit Robert. | Pikir Alexia.


" Memangnya apa yang aku lakukan, dia memang pantas di cubit. " Ucap Alexia.


" Ayo Alexia, ini sudah sore, kau harus mandi dan tidur. " Ucap Killian seraya menarik Alexia.


" Tunggu dulu Killian!! " Ucap Alexia dan melepaskan tangan Killian.


" Apa lagi? " Tanya Killian.


" Kenapa kau tidak suka berpedang? " Tanya Alexia.


Dengan wajah datarnya dia menjawab.


" Bilang saja kau tidak bisa menggunakan pedang. " Ucap Robert.


" Kakak!! " Agnes menegurnya.


" Terserah kau mau bilang apa, tapi yang jelas aku tidak suka. " Ucap Killian seraya menarik tangan Alexia dan pergi.


Agnes dan Robert yang di tinggalkan di ruangan tersebut, mereka saling tatap menatap.


" Kenapa kau menatapku? " Tanya Robert.


" Aku benci kakak!!! " Celoteh Agnes.


" Dih..." Ucap Robert.


" Kakak seharusnya tidak bersikap seperti itu, aku jadi malu, lagi pula yang di katakan Alexia benar. Kenapa kakak ikut kemari? " Ucap Agnes memarahi kakaknya.


" Karena anak itu aku jadi penasaran, aku ingin melihat dia. Pangeran yang tidak di anggap. " Ucap Robert.


" Berhentilah berperilaku seperti itu, itu tidak cocok denganmu. " Ucap Agnes.

__ADS_1


" Kau pula sebagai adik kenapa tidak mendukungku? " Tanya Robert.


" Jangan bicara omong kosong, awas saja jika kakak besok berbicara hal yang aneh-aneh lagi. Aku pastikan akan mengotori pakaianmu dengan tanah. " Ucap Agnes seraya pergi.


...----------------...


Wilayah Timur.



Tanziro bersama rekannya sekarang ada di wilayah timur.



" Pemimpin, sepertinya Lucia ada di pasar budak yang ada di sebelah sana. " Ucap salah satu Elf.


" Kau yakin? " Tanya Tanziro.


" Saya yakin pemimpin, lebih baik anda segera bergerak sebelum Lucia di beli oleh seseorang.


"


" Baiklah, aku akan segera bergerak dan membawa Lucia pergi dari sini. " Ucap Tanziro.


...----------------...


Malam Hari di mansion Duke.





Killian yang sedang menatap indahnya bulan di malam hari, dia terlihat sedang menggumamkan sesuatu dengan wajah dinginnya.


" Seharusnya, dia sudah menemukannya. " Gumam Killian.


" Alexia. " Panggil Killian dengan tatapan kosong.


" Kenapa kau selalu mengulangnya, kenapa? " Gumam Killian.


| Aku harap hal itu tidak terulang lagi. | Pikir Killian.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG..........



__ADS_2