APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 15


__ADS_3


...----------------...


Laki-laki itu menarik tangan perempuan itu, ke arahnya.


" Apa yang kau lakukan?! " Tanya perempuan itu spontan


" Diam, aku mohon. " Ucap laki-laki itu berharap.


| Sebenarnya, siapa anak laki-laki ini? | Perempuan itu berpikir.


" Kau siapa? " Tanya anak perempuan itu yang kini duduk di samping laki-laki tersebut.


" Aku, aku Roysin, aku seorang rakyat biasa.... aku tidak sengaja tersesat dan masuk ke dalam taman ini karena mengikuti lubang kelinci. " Ucapnya.


| Jelas aku berbohong dengan menyebut nama tersebut, dan mengaku sebagai rakyat biasa. Karena identitasku bukan Roysin melainkan pangeran. Namaku yang sebenarnya adalah Clovis Lais Lamond. | Pikir anak itu.


Ternyata anak itu adalah pangeran ke 3, yaitu pangeran Clovis Lais Lamond.


Dan perempuan yang bersamanya tidak lain dan tidak bukan adalah Agnes, dia sedang memetik bunga, tetapi suatu ketika dia melihat seorang anak laki-laki yang cukup menawan bersembunyi di balik semak-semak.


Agnes tidak tahu bahwa laki-laki itu adalah seorang pangeran.


Saat ini mata Agnes terus memperhatikan Lais, dia tidak percaya bahwa Lais adalah rakyat biasa, karena pakaian yang dia gunakan sangat mewah, tidak seperti rakyat biasa pada umumnya.



" Kau tidak terlihat seperti rakyat biasa, mana mungkin rakyat biasa memakai baju mewah sepertimu. " Bisik Perempuan itu.


Lais yang panik, dia segera mencari alasan agar dirinya tidak di ketahui.


" Aku bukan bangsawan, tapi keluargaku bisa membeli baju sebagus ini. " Lais berkata bohong.


" Hmmmm, tapi pakaianmu sangat mahal. " Ucap Agnes.


" Orang tuaku merupakan pembisnis baju bangsawan, dan ayahku merupakan ksatria di istana. " Ucap Lais terus menyangkal.


Agnes mengangguk seolah percaya dengan perkataan Lais.


" Ohh, jadi seperti itu. "


" Mungkin orang tuamu adalah perancang pakaian terkenal. " Tebak Agnes.


" Ahh..ya kau benar. " Ucap Lais.


" Siapa namamu? " Tanya Lais.

__ADS_1


" Namaku Agnes Remian, aku dari keluarga Marquees. " Agnes memperkenalkan dirinya.


Begitu mengetahui bahwa Agnes berasal dari keluarga bangsawan yang bergelar Marquees, Lais mengingat sesuatu tentang keluarga tersebut.


| Jadi, perempuan ini dari keluarga Marquees, setahuku keluarga Marquees Of Remian berteman baik dengan keluarga Duke Of Winter Glass, dan Duke sebelumnya memiliki anak perempuan bernama Alexia Winter Glass, mereka pasti berteman. Sepertinya aku sekarang ada di kediaman Duke. | Pikir Lais.


" Maaf, aku sudah tidak sopan kepada seorang Lady. " Ucap Lais.


Agnes menggelengkan kepalanya dan berbicara.


" Tidak, kau tidak salah. Karena aku tidak memberi tahu dirimu sebelumnya, jadi jangan di permasalahkan. " Ucap Agnes manis.


Agnes tersenyum di depan Lais dengan manis, Lais yang melihat senyumannya, wajahnya seketika memerah.



| Manis. | Pikir Lais, yang segera menyembunyikan wajahnya yang memerah.


" Maaf, sebenarnya kenapa kau bisa ada di sini? " Tanya Agnes.


| Akhirnya pertanyaan ini muncul juga. | Pikir Lais.


Lais segera menjawabnya.


" Sebenarnya, aku di paksa untuk melakukan sesuatu oleh keluargaku, sedangkan aku tidak menyukai hal itu. " Ucap Lais.


Bukan hanya itu, dia tidak mau harus berselisih dengan kakaknya, apalagi respon pangeran pertama sangat tidak lazim, mengetahui bahwa Lais adalah saingannya, Calix selalu berusaha memusnahkan Lais, karena Lais di anggap sebagai penghalang bagi dirinya.


Padahal Lais tidak menginginkan tahta sama sekali.


" Kau mengucapkan hal itu secara ambigu, aku jadi tidak memahami, coba jelaskan dengan singkat tetapi dapat di mengerti. " Ucap Agnes.


| Bagaimana aku menjelaskannya. | Pikir Lais.


" Begini, aku di paksa untuk menjadi seorang ksatria oleh ibuku, dan aku tidak menginginkan itu. " Ucap Lais.


" Ahhh, jadi seperti itu. " Agnes mengangguk mengerti.


" Kenapa kau tidak mau menjadi ksatria? " Tanya Agnes.


" Karena menjadi itu, aku harus kehilangan sesuatu yang berharga, dan belum tentu dengan menjadi itu, aku dapat bebas dan bahagia. " Ucap Lais dalam.


" Kadang kala, orang tua tidak peduli dengan keinginan anaknya, mereka memaksakan hal yang tidak di sukai oleh anaknya sendiri, padahal yang menjalani kehidupan tersebut adalah anaknya. "


" Aku tahu perasaanmu, turuti keinginan hatimu karena di masa depan bukan orang tuamu yang menjalankannya melainkan dirimu. Memang menuruti orang tua itu adalah hal yang wajib, tapi jika kau tidak bisa dan tidak tahan, kau tidak boleh memaksakannya, jika kau memaksa maka itu akan berdampak pada masa depanmu dan kesehatan mentalmu. " Jelas Agnes.


Lais mendengar nasehat Agnes, dia merasa tidak bimbang dan sedih lagi.

__ADS_1


" Kau benar, saat ini pun mentalku sudah rusak. " Ucap Lais sedih.


| Jika aku bisa memilih di keluarga mana aku akan di lahirkan, maka aku akan memilih keluarga yang sederhana dan harmonis. Tanpa adanya perebutan kekuasaan. | Pikir Lais.


Saat mereka sedang berbincang dengan suara rendah, tiba-tiba ada yang mencari Agnes dan memanggilnya.


" Agnes?!! Agnes?!!! " Teriak seseorang.


" Kemana anak itu. " Gumamnya.


Agnes mendengar hal itu, dia kemudian keluar dari semak-semak.


Tapi, saat dia akan berdiri, tangan Lais meraihnya.


" Tunggu sebentar. " Ucap Lais.


" Ada apa? " Tanya Agnes.


" Apa kita akan bertemu lagi? " Tanya Lais.


" Aku tidak tahu, memangnya kau akan pergi sekarang? " Agnes menjawab seraya bertanya.


" Ya, aku pun harus pergi. " Ucap Lais.


" Tolong, jangan beri tahu siapapun, bahwa aku sempat kesini. " Pinta Lais.


| Jika prajurit mengetahui bahwa aku datang kemari, kediaman duke bisa dalam bahaya. Calix akan mengira bahwa aku bekerja sama dengan duke. | Pikir Lais.


" Kau tenang saja, aku tidak akan memberi tahu siapapun. " Ucap Agnes.


" Janji, kita akan bertemu lagi. " Ucap Lais sekali lagi.


Agnes mengangguk, dan dia segera melepaskan genggaman Lais, dan pergi ke arah suara tadi.


" Agnes, kemana saja kau. " Ternyata yang mencari Agnes adalah Alexia.


Alexia menatap Agnes yang tiba-tiba keluar dari semak-semak, saat dia terus menatap. Alexia melihat Lais yang mengendap-ngendap pergi keluar lewat lubang kelinci.


| Rambut putih abu-abu, bukankah itu Pangeran Lais Lamond!! Sekarang aku ingat, di katakan bahwa Agnes bertemu dengan Pangeran Lais di sebuah taman, ternyata taman itu ada di kediamanku. | Pikir Alexia.


" Ada apa Alexia? " Tanya Agnes.


" Tidak, aku hanya khawatir kepadamu. " Ucap Alexia bohong.


| Sepertinya, tragedy itu akan terulang lagi, dan aku harus merelakan kematian Agnes sekali lagi. | Pikir Alexia.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2