APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 31


__ADS_3


Penampilan Killian saat ini lebih terlihat seperti Tirani yang haus akan darah. Seluruh tubuhnya di lumuri oleh merahnya darah. Darah dari orang-orang yang selama ini membuatnya menderita dan kesal.


Dalam benaknya terbayang


bagaimana jika dia langsung pergi menemui Alexia dan memeluknya. Karena Killian sangat merindukan Alexia lebih dari apapun.



Tapi, dia harus keluar dari bayangan tersebut. Bayangan yang tidak nyata dan dia harus segera menyelesaikan semuanya.


" Mari kita selesaikan ini. "


Killian bersama dengan sekutunya membunuh setiap bangsawan yang menentang dirinya. Terutama bangsawan yang serakah terhadap kekayaan dan kedudukan.


Bangsawan yang membuat rakyat menderita dan hanya peduli kepada dirinya sendiri tanpa memandang kesusahan orang lain.


Mereka membersihkan semuanya, tidak ada yang tidak di bersihkan. Killian ingin semuanya di potong tuntas sampai ke akar-akarnya.


Setelah situasi mulai membaik sedikit. Killian melepaskan tugasnya dan membagi sekutunya untuk melakukan tugas. Mulai dari Yustaf, dia di tugaskan untuk membrantas para korupsi yang memakan uang rakyat. Sisanya membunuh bangsawan yang dulunya adalah sekutu dari Pollin.



Sementara Killian, dia harus menyiapkan kenaikan tahtanya. Dan menyiapkan surat wasiat untuk tahtanya kelak.


" Karena umurku hanya sampai 19thun kurang, aku harus menetapkan penerus dari tahta ini. " Gumam Killian.


Penyihir Agung yang tugasnya mendampingi Killian, dia berbicara.


" Siapa yang akan kau tunjuk? " Tanya Penyihir agung.


Killian sejenak diam dan dia segera berpikir tentang penerus tahtanya nanti.


Lalu seseorang muncul di benaknya. Itu adalah Lais.


" Pangeran ke 3, akan menjadi penerusku. Tahta ini akan aku berikan kepadanya jika aku mati nanti. " Ucap Killian.


" Aku tidak percaya bahwa kau membuat surat wasiat lebih awal. " Ucap Penyihir agung.


Killian tidak memiliki banyak waktu, dia akan hidup sampai usianya 19tahun, itu pun kurang. Karena dirinya meminta satu hal lagi untuk Alexia. Dia mengurang umurnya lagi demi Alexia.


Killian meminta sesuatu untuk kehidupan Alexia nanti. Dia menukar itu dengan umurnya.


" Rasanya aku ingin memberi tahu gadis itu seberapa besar pengorbananmu selama ini. " Penyihir Agung geram.


" Tidak, biarkan dia tidak mengetahui tentang ini. Agar kelak dia tidak merasa bersalah dan sedih. " Ucap Killian dengan senyum pahitnya.

__ADS_1


Killian tidak mau jika pengorbanannya menjadi pukulan berat bagi Alexia. Apalagi jika Alexia mengetahui bahwa Killian memutar waktu sebanyak 5 kali, bukan hanya itu. Killian mengurangi umurnya lagi dengan meminta kebahagiannya kelak.


" Alexia tidak bersalah dengan ini. Karena dia tidak memintaku untuk melakukan ini. Dan dia tidak berhak merasa bersalah. " Ucap Killian.


| Aku tidak mengerti jalan pikiran orang ini. Gadis itu akan merasa bersalah walau dia tidak meminta hal ini. | Pikir Penyihir Agung.


 


...----------------...


1 tahun kemudian.


Sudah 3 tahun lamanya Killian dan Alexia tidak bertemu. Sebentar lagi mereka akan bertemu kembali.



Hari ini adalah hari penobatan Killian sebagai seorang Raja. Semua bangsawan yang baru mengikuti penobatan itu. Dan menyambut Raja baru.


" Aku dengar raja baru cukup muda. " Ucap Nyonya bangsawan tentang Killian.


" Ya anda benar. Akan tetapi, di usianya yang muda dia sudah merebut tahta dan menumpas semua bangsawan. " Bangsawan Baru bergelar Baron menanggapi.


Para bangsawan yang hadir semua membicarakan kehebatan Killian.


Siapa yang tidak membicarakannya. Seorang anak muda yang dulunya tidak di anggap oleh ayahnya yang seorang raja. Kini telah merebut tahta dengan memenggal kepala ayahnya sendiri dan duduk di atas singgasana dengan mahkota di atas kepalanya.


Bangsawan itu ternyata adalah Yustaf Winter Glass, dia bergabung bersama dengan bangsawan lain untuk menghadiri hari penobatan.



" A-ah...Yang mulia Duke!! " Para bangsawan kaget dengan kehadiran Yustaf.


" Salam yang mulia Duke. " Ucap Para bangsawan.


Yustaf mengangkat tangannya sebagai tanda tidak perlu memberi hormat.


" Yang mulia, apakah Lady Alexia hadir? " Tanya Baron.


" Kau bertanya mengenai adikku?....


Para bangsawan melirik satu sama lain.


" Adikku tidak ada di sini, dia sedang melakukan sesuatu. " Ucap Yustaf.


" Sepertinya Lady Alexia sangat sibuk. " Ucap Baron.


" Ya, dia sangat sibuk. " Ucap Yustaf.

__ADS_1


Di tengah pembicaraan, penjaga pintu masuk ruangan berteriak.


Mereka mengumumkan kehadiran Raja baru yaitu Killian.


" Yang Mulia Killian Lamond, akan memasuki ruangan!!!! " Teriak prajurit.


Pintu masuk ruangan terbuka lebar, dan muncullah Killian dengan beberapa ksatria di belakangnya.



Semua bangsawan menunduk hormat, dan suasana pun mulai serius dan tegang.


Killian dengan pakaian khusus Raja berjalan di tengah, dengan karpet merah yang dia injak. Dia terlihat gagah dan juga bermartabat.


" Salam yang mulia. " Seorang imam agung menyapa Killian.


" Salam. " Ucap Killian.


" Mari kita lanjutkan penobatannya. " Ucap Imam agung.


Killian mengangguk. Dan imam agung segera melakukan penobatan.


" Perhatian, dengan ini kerajaan Lamond akan memiliki pemimpin baru sekaligus pemilik dari kerajaan Lamond. "


" Saya sebagai imam agung dari kerajaan ini. Menobatkan Killian Lamond sebagai Raja dari Kerajaan Lamond. Dan kalian sebagai saksinya. "


Imam Agung memasangkan mahkota di atas kepala Killian.




Semua bersorak dengan Killian sebagai Raja baru dari kerajaan Lamond.


Kini Killian sudah menjadi raja, sesuai dengan keinginan Alexia. Killian menambah beban baru di kepalanya. Dan dia harus menanggungnya.


...----------------...


Sementara itu, di luar istana kerajaan.


Seorang perempuan berjalan-jalan, di dekat air mancur. Dengan gaun biru yang indah dan elegan. Dia sangat cantik, rambutnya yang terkena sinar bulan, sangat cantik dan mengkilat.


" Aku belum siap bertemu dengan Killian. "


...----------------...


BERSAMBUNG......

__ADS_1



__ADS_2