APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 24


__ADS_3

" Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku. " Ucap Alexia.


Sabil dan Arsen saling memandang bingung.


" Lady, anda keluar malam-malam begini memangnya mau kemana? " Tanya Arsen.


Alexia tidak merespon pertanyaan Arsen.


" Apa Agnes dan Robert sudah tidur? " Tanya Alexia.


" Ya, Lady. Mereka berdua sepulang dari pasar tadi sempat ribut ingin bertemu dengan anda. Akan tetapi saya melarangnya, karena nona sudah berpesan tidak mau di ganggu. " Jawab Sabil.


" Ahhhh....baiklah. " Ucap Alexia seraya mengangguk.


Alexia kemudian menatap Arsen dan Alexia kemudian berbicara.


" Sir Arsen, apa kau mau menemaniku? " Tanya Alexia.


Alexia ingin Arsen ikut dengannya menemui Tanziro, karena Arsen adalah satu-satunya ksatria yang tahu bahwa Alexia pernah datang ke toko para Elf bersembunyi.


Meski Arsen tidak tahu bahwa toko itu bukan toko biasa dan manusia yang dia lihat sebenarnya bukan manusia melainkan Efl.


" Tentu saja Lady, saya akan mengawal anda kemana pun anda pergi. " Ucap Arsen.


" Kalau begitu, mari ikut denganku, aku ingin pergi ke suatu tempat. " Ucap Alexia.


Mungkin mereka berdua terlihat heran dan bingung dengan keinginan Alexia. Mana ada seorang anak perempuan yang mau keluar tengah malam.


" Malam ini? " Tanya Arsen dan Sabil.


" Ya, memangnya kenapa? " Tanya Alexia.


" Apa anda yakin? " Tanya Arsen.


" Ya, aku yakin. " Ucap Alexia serius.


" Lady, ini sudah malam. Jika anda menginginkan sesuatu saya akan membelikannya besok. " Ucap Sabil.


| Mereka tidak tahu apa yang ingin ku lakukan, aku harus secepatnya pergi menemui Tanziro sebelum sisa penangguhan hukuman kakakku habis. | Pikir Alexia.


" Aku harus pergi sekarang!! Jika Sir tidak mau aku bisa pergi sendiri. " Ucap Alexia tidak sabar.


Arsen pun tidak bisa mencegah Alexia lagi, mau tidak mau Arsen harus pergj bersama Alexia. Karena dia adalah pengawalnya.


" Tidak, saya akan ikut. " Ucap Arsen.


...----------------...



Yustaf saat ini masih terkurung di dalam penjara, dia bahkan tidak bisa tidur karena banyaknya nyamuk dan bau busuk yang berasal dari bangkai tikus.


" Satu hari sudah terlewati, tersisah satu hari lagi. Apakah Fanny sudah mendapatkan penawarnya? " Yustaf bergumam dalam kondisinya yang seperti itu.


Saat ini Yustaf berpikir, bahwa usaha dirinya selama ini tidak terlalu berguna, meski dia memiliki uang dan kekuasaan yang lebih di banding raja, itu tidak berguna saat ini.


" Haaaahh....Seharusnya aku membeli istana emas atau berlian untuk Alexia. Dari pada aku harus memberikan uangku untuk kerajaan, Pollin bukan menggunakan uangku untuk rakyat, dia malah bermain perempuan dengan uang itu. Uang para bangsawan seharusnya sebagian untuk memperbarui infrastuktur dan ekonomi kerajaannya. Tapi di kerajaan ini berbeda. " Ucap Yustaf.


" Sang raja pollin malah menggunkan uang itu untuk kesenangannya sendiri, yang di utamakan adalah nafsunya. Sedangkan rakyatnya menderita. "


" Bodohnya para bangsawan mendukung Pollin, hanya aku dan marquess yang tidak mendukungnya. " Pikir Yustaf.


" Aku harap, Fanny dapat menemukan penawar itu. " Yustaf berharap.


Mungkin di kehidupan sebelumnya, Yustaf juga berharap jika dirinya dapat bebas dan kembali ke rumah.


Tapi sayangnya, harapan itu tidak sesuai dengannya. Dia mati dalam harapan yang tak kunjung nampak.


Semoga Alexia tidak berubah pikiran untuk merubah alurnya.

__ADS_1


...----------------...


Alexia dan Arsen sekarang berada di depan toko tempat para Elf.


Pintu toko tersebut di ketuk oleh Alexia.


' Tok...tok....tok ' Suara pintu di ketuk.


" Lady, sepertinya di dalam tidak ada orang. " Bisik Arsen.


" Kita tunggu. " Ucap Alexia pelan.


Mereka berdua menunggu, tidak lama kemudian. Pintu tersebut terbuka kecil dan muncullah seorang Elf betina.


Elf itu memiliki rambut putih, mata hijau, dan pastinya telinga yang seperti Elf. Dia cantik dan manis.


" Lucia?! " Alexia repleks memanggil namanya.


Benar, Elf itu adalah Lucia.



" Elf?!! " Arsen terkejut.


" Lebih baik kita bicara di dalam. " Ucap Lucia seraya meraih tangan Alexia dan membawanya masuk.


Alexia berbalik ke belakang menatap Arsen.


" Tunggu dulu Lucia!! " Ucap Alexia seraya berhenti.


Lucia kemudian bertanya.


" Kenapa? " Tanya Lucia.


" Izinkan pengawalku masuk. " Alexia sangat mempercayai Arsen, dia tahu bahwa Arsen akan menjaga rahasia tentang Elf dan juga dirinya yang berhubungan dengan Elf.


" Baiklah. Masuklah!! " Ucap Lucia.


...----------------...



Ketika mereka masuk, di sana sudah ada banyak Elf laki-laki yang waktu pertama kali di lihat oleh Alexia sebagai manusia biasa dengan badan kekar.


Akan tetapi, saat itu mereka tidak berwujud seperti itu. Lebih bisa di bilang bahwa toko itu menyembunyikan lelaki tampan.


Mulai dari berambut putih, hitam, dan merah.




" Salam Lady. " Mereka membungkuk menyambut Alexia dengan sopan.


" Ahh, terima kasih. Tapi, kalian tidak perlu melakukan itu. " Ucap Alexia.


| Author yang membuat novel ini sangat memuja lelaki tampan, setiap karakter di buat setampan mungkin dengan deskripsi yang di gambarnya. | Pikir Alexia.


" Tan? " Lucia memanggil Tanziro.


Tidak lama kemudian Tanziro keluar.


" Ada apa?...



Tanziro melihat Alexia, dia langsung tahu mengapa dia di panggil ke sana.


" Aahh..Lady Alexia?!! " Tanziro segera menunduk.

__ADS_1


" Berhenti!!! Jangan menunduk, lagi pula saya hanya manusia biasa. " Ucap Alexia.


| Matanya merah? Aku mengingat bahwa Tanziro memiliki kekuatan khusus di matanya. Yaitu penghapus ingatan. Sepertinya dia menggunakan matanya saat berhadapan dengan manusia. | Pikir Alexia.


" Saya ingin meminta sesuatu. " Ucap Alexia.


" Mari kita bicarakan ini di ruanganku. " Ucap Tanziro.


" Sir Arsen, bisakah anda menunggu di sini bersama dengan mereka? " Tanya Alexia.


" Bisa Lady. " Jawab Arsen.


...----------------...


Ruangan Tanziro.



Alexia dan mereka duduk di kursi yang telah di siapkan.


" Apa? " Tanya Tanziro.


" Tolong selidiki racun ini sekarang. Dan tolong beri tahu aku di mana penawarnya. " Alexia mengeluarkan racun tersebut. Racun yang di gunakan untuk menuduh kakaknya. Alexia mendapatkan itu dari Fanny.



Meski sebelumnya Fanny menolak memberikan racun itu, tapi Alexia meyakinkannya. Bahwa dia pasti bisa membawa obat penawarnya.


" Racun ini?!! Aku bahkan tidak pernah melihatnya. " Ucap Lucia.


Tanziro melihat racun itu dengan penuh teliti.


" Ini racun langka. Aku tidak tahu racun apa ini. " Ucap Tanziro.


" Coba lihat lagi, siapa tahu ada petunjuk mengenai penawar racun tersebut. " Ucap Alexia tidak sabar.


" Aku tahu racun apa itu. " Ucap Seseorang.


Alexia segera menoleh ke arah suara tersebut.


Pria itu memiliki rambut panjang dan mata merah emas.



" Same?! " Tanziro memanggil laki-laki itu dengan sebutan Same.


" Apa anda mengetahui racun itu? " Tanya Alexia.


" Ya, itu racun yang di buat oleh Elf dari desaku. Racun itu tidak ada penawarnya. " Ucap Same.


Alexia terdiam dengan ungkapan Same.


| Ternyata usahaku sia-sia, karena memang takdir kakakku harus mati seperti itu. Author bahkan tidak membuat deskripsi racun tersebut. | Pikir Alexia putus asa.


Saat Alexia merasa putus asa dengan jawab Same. Same berkata lagi, dia memberi harapan kepada Alexia.


" Tapi, ada satu cara. Bukan penawar, tapi kekuatan suci. " Ucap Same.


Tanziro pun memberikan pendapatnya.


" Kekuatan suci sudah tidak ada. Siapa yang memiliki kekuatan suci di kerajaan ini? " Ucap Tanziro.


" Biasanya ada satu keturunan raja yang memiliki kekuatan suci. " Ucap Same.


| Killian, dia mempunyai kekuatan suci sekaligus iblis. Tapi kekuatan itu belum bangkit. Kenapa aku tidak terus berusaha membangkitkan kekuatan Killian. | Pikir Alexia.


" Terima kasih. Karena kalian mau membantu saya. " Ucap Alexia.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2