APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 38


__ADS_3


Killian membawa Alexia ke toko pakaian, mereka tidak mungkin menggunakan pakaian mewah hanya untuk jalan-jalan. Apalagi Killian yang merupakan raja baru, bisa membuat heboh masyarakat yang melihatnya.


Setelah mereka memakai pakaian rakyat biasa.


Killian membawa Alexia pergi ke luar, tentunya itu bukan ke tempat yang ramai. Hanya desa biasa, desa itu berada di dataran tinggi.


...----------------...


Desa galenos malam hari.





Killian terus menggenggam tangan Alexia. Karena malam ini Festival Lampion, seluruh masyarakat merayakannya. Banyak pedagang yang ada di sana.



" Kau mau membawa aku kemana? " Tanya Alexia.


Killian menjawab pertanyaan Alexia.


" Kita akan melihat lampion. Tentunya, itu harus di tempat yang tinggi. " Ucap Killian.


Alexia terus memperhatikan Killian dia heran dengan perilaku Killian. Alexia merasa bahwa dirinya merasa ganjil dan tidak enak.


| Ada apa dengan dirimu. | Pikir Alexia.


Killian tahu bahwa Alexia sebenarnya memang sering memikirkan dirinya.


| Tidak mungkin dia tidak memikirkanku. | Pikir Killian.


Mereka sekarang berada di puncak tertinggi, Killian meminta Alexia duduk di sampingnya.


" Duduk lah, kita akan melihat lampion di sini. " Ucap Killian.


Alexia tanpa pikir panjang, dia langsung duduk di sebelah Killian.


Festival Lampion itu mulai berjalan.


Mereka berdua duduk berdampingan, Lampion-Lampion itu mulai bertebaran di mana-mana, menyala dengan nyala yang berwarna cerah.




Akan tetapi, Killian tidak memperdulikan itu semua, dia hanya tertarik dengan wajah Alexia.


Dengan mata yang menatap Alexia, Killian berpikir.


| Sebenarnya aku ingin tahu apa reaksimu ketika aku mati nanti. Akan lebih baik kau tersenyum bahagia.| Pikir Killian.


| Ya, dia harus tersenyum, karena dia akan pulang. | Pikir Killian pahit.


Killian terus menatap, dan menatap Alexia. Tidak pernah berpaling kemana pun. Tatapannya penuh harapan dan ketulusan. Ketulusan yang sangat tulus lebih dari siapapun, dan harapan yang banyak.


Harapan di mana dirinya bisa hidup dengan Alexia, bahkan mati pun dia ingin tetap di pangkuan Alexia.


Di mana dia bernafas, berjalan, makan, tertawa, dan kehidupan lainnya.


Di mana dia mati, sekarat dan menghilang layaknya buih. Bahkan saat dia di neraka dan di syurga.


Dia.....ingin bersama Alexia.


" Apa kau menikmati Lampion nya? " Tanya Alexia yang masih melihat lampion tanpa berbalik.


Alexia terus menatap ke arah Lampion yang berterbangan, matanya yang sedikit merah, sekarang tercampur dengan cahaya oren Lampion tersebut.



" Ini sangat indah......


Alexia bergumam dengan mata berbinar yang terus melihat Lampion.


" Ya....itu indah...... " Killian menjawab Alexia dengan mata yang masih terpaku kepada Alexia.


| Sangat indah, hingga aku nyaman dan tidak bisa berpaling. Meski dirinya tidak menginginkanku. | Pikir Killian.

__ADS_1


" Kau harus banyak menikmati waktu seperti ini. Bahkan jika aku kembali nanti. " Ucap Alexia seraya berbalik ke arah Killian.


' Uhukk.......Uhukk......'


Saat itu pula Killian tiba-tiba batuk darah. Darah kental yang merah, tapi itu dalam jumlah sedikit.



Yah....meski sedikit itu sangat menyakitkan bagi Killian.


Killian meringis dadanya kuat seolah menahan sakit.


Sontak itu membuat Alexia panik.


" Killian?!! " Panggil Alexia yang melihat Killian mengeluarkan darah dari mulutnya.


| Menyebalkan!! kenapa itu harus terjadi di sini. | Pikir Killian kesal.


" Apa kau benar-benar sakit? " Tanya Alexia panik.


Killian masih meringis dadanya dan dia mengusap semua darah yang tersisa dari mulutnya.


Kemudian dia berbicara layaknya orang sehat, tanpa sakit.


" Aku baik-baik saja. Ini hanya efek samping dari kekuatanku. " Ucap Killian dengan senyumannya.


Alexia tidak percaya, dia kemudian bertanya lagi karena tidak puas dengan jawaban Killian.


" Apa kau yakin? tapi—


Alexia tidak bisa melanjutkan pembicaraanya, karena Killian memotong dirinya.


" Sebaiknya kita pulang, kau tidak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. " Ucap Killian seraya meraih tangan Alexia dan dia menarik Alexia pergi.


Alexia menarik kembali Killian, dia dengan mudah menarik Killian, seperti yang di tarik adalah seseorang yang lemah tanpa kekuatan.


" Ada apa? " Tanya Killian seolah tidak lemah, padahal dirinya sudah terlihat pucat.


" Kau berbohong......" Ucap Alexia pelan.


' Haaahh....' Killian menghela nafas.


".......Apa maksudmu Alexia?..." Ucap Killian.


Killian diam tidak bicara.



" Jawab aku!! Apa kau sakit?!! " Tanya Alexia dengan suara tinggi, seolah memastikan.


" Kau tidak usah khawatir, ini hanya efek dari kekuatanku. " Killian bersikukuh bahwa itu efek dari kekuatannya.


" Jawab aku jujur.....jangan berbohong. " Ucap Alexia dengan tatapan serius.


Killian mengerinyit dan dia berbicara.


" Aku selalu berkata jujur, tidak sepertimu yang selalu berbohong. " Ucap Killian dengan senyum pahitnya.


Alexia merasa tertusuk dengan ucapan Killian, dia tidak bisa membantah ucapannya. Alexia memang selalu berbohong kepada Killian.


Bahkan, Alexia sering kali berjanji kepada Killian, dan itu tidak pernah Alexia tepati.


" Baiklah jika kau tidak mau menjawab, aku sendiri yang akan mencari tahunya. " Ucap Alexia seraya pergi meninggalkan Killian.


| Seberapa keras kau berusaha, itu tidak akan terjadi. Karena aku tidak akan pernah membuka mulutku. Bahkan, orang yang mengetahui ini tidak akan ku biarkan untuk membuka mulutnya. | Pikir Killian.


Yang mengetahui sakitnya Killian adalah Penyihir Agung. Dia merupakan satu-satunya yang mengetahui hal tersebut.


Alexia mengingat kata-katanya yang dia ucapkan kepada Yustaf.


— Aku tidak ingin berurusan lagi dengannya.


— Semenjak dia pergi, semua urusan tentangnya bukan urusanku lagi dan berhentilah bertanya mengenai dirinya.


| Ahh....aku ingat dengan perkataanku. Hanya hari ini saja, untuk seterusnya aku tidak akan berurusan lagi dengan Killian. | Pikir Alexia.


" Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk bicara. Mau kau sakit atau tidak itu bukan urusanku lagi. Kau cukup memulangkanku saja. " Ucap Alexia seraya pergi.


| Maaf, ini demi kebaikanmu Killian. Aku seharusnya tidak ada di dunia ini. Kehadiranku hanya penghalang bagi pemeran utama wanita. | Pikir Alexia.


Killian hanya mengepalkan tangannya kuat mendengar ucapan Alexia.

__ADS_1


...----------------...


4 hari kemudian.


Ruang kerja Yustaf.



Yustaf sedang menulis surat, itu untuk Killian. Dia ingin memberi tahu Killian bahwa Alexia akan bertunangan.


" Ya....akan lebih baik jika Yang mulia raja tahu jika Alexia akan bertunangan. " Gumam Yustaf seraya menulis surat.


Yustaf merasa Alexia terlalu terburu-buru mengambil keputusan.


Sejak Killian pergi, Yustaf selalu memperhatikan adiknya, dia tahu jika Alexia sangat merindukan Killian. Tapi, Yustaf tidak tahu mengapa adiknya menyembunyikan kerinduannya.


Yang pasti, Yustaf tidak tahu bahwa roh adiknya sudah tidak ada, dan yang menepati tubuh adiknya adalah orang lain.


Bagaimana jika suatu hari nanti Yustaf mengetahui fakta bahwa yang menempati tubuh adiknya adalah orang lain. Apakah Yustaf akan menerima kenyataan itu. Atau tidak.


Itu tergantung dirinya sendiri.


...----------------...


Istana kerajaan.



Ruang kerja khusus raja.



Same yang merupakan pengawal sekaligus ajudan pribadi Killian, dia melaporkan bahwa Raja dari Shaman ingin berkunjung.


" Yang mulia, ada sesuatu yang harua saya laporkan. " Ucap Same.



Killian terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Dia tengah menyelesaikan dokumen penting, agar nanti Lais bisa dengan mudah mengisi tahtanya.


" Ada apa? " Tanya Killian.


Same menjelaskan bahwa Raja Shaman ingin berkunjung.


" Raja Shaman ingin berkunjung, beliau mengirim sebuah surat. Dan saya sudah membacanya. " Ucap Same.


Same di izinkan membaca surat yang datang dari kerajaan lain. Karena dia adalah ajudan Killian.


" Untuk apa dia berkunjung? " Tanya Killian.


Killian merasa bahwa dirinya tidak pernah berhubungan dengan kerajaan Shaman.


" Dalam surat itu, beliau bilang, bahwa beliau ingin mengunjungi teman lama yang berada di sini. Jika anda mengizinkan, beliau akan datang 5 hari lagi, jika tidak, maka beliau tidak akan memaksa. " Ucap Same.


Killian berpikir siapakah orang itu.


| Siapa teman Raja Shaman? rakyat biasa atau seorang bangsawan? | Killian bertanya-tanya.


" Yang mulia, apa anda akan mengizinkannya? " Tanya Same.


Killian berpikir lagi.


| Jika itu kerajaan Shaman. Maka akan lebih baik jika mengizinkannya. Itu akan berguna jika kerajaan Lamond berteman baik dengan Shaman. Lais akan mudah memajukan kerajaan ini. | Pikir Killian.


" Aku akan mengizinkannya. Kapan dia akan kemari


Killian tidak tahu bahwa Raja Shaman adalah orang yang akan menjadi tunangan Alexia.


Jika mengetahui itu, hati Killian akan sakit, dia bahkan tidak akan mengizinkan Raja Shaman untuk berkunjung.


" Saya akan mengirim surat kepada kerajaan Shaman. " Ucap Same.


" Kau boleh pergi. " Ucap Killian.


" Semoga anda panjang umur. " Ucap Same seraya pergi.


" Heh.......Panjang umur. Doa yang sia-sia. " Ucap Killian seraya menggosok wajahnya kasar.


...----------------...


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


Slow update.



__ADS_2