APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 35


__ADS_3

Kediaman Marquess Of Remian.



Pagi hari.



Seorang perempuan tengah duduk di sebuah sopa yang empuk dan nyaman.



Penampilan wanita itu bak bunga mawar. Rambut merah mudanya tergerai panjang, matanya secantik mutiara yang berwarna merah jambu, kulitnya putih dan lembut. Bibirnya yang merah dan lembut menambah kesempurnaan wajahnya.


Dia adalah putri dari keluarga Marquess, Agnes Remian.



Agnes saat ini tengah memikirkan kakaknya Robert. Dia bergumam dengan tangan yang mempermainkan bunga.


" Kapan kakak akan pulang? " Gumam Agnes.


" Selama 2 tahun dia melakukan pelatihan ksatria, dan dia bahkan tidak memberi tahuku tentang kepergiannya. Saat aku mengetahui bahwa dia telah pergi, aku sangat marah. Aku ingin bertanya kenapa dia pergi tanpa pemberitahuan apapun. "


" Dia bahkan belum kembali, seharusnya dia sudah pulang, karena ini sudah 3 tahun. "


Sebenarnya, Robert sudah selesai dengan pelatihan ksatrianya. Dia sudah selesai 2 tahun yang lalu, selama ini Robert hanya melakukan tugasnya sebagai anggota keluarga Marquess.


Keluarga Marquess bertugas menjaga pertahanan kerajaan dari musuh. Robert di tempatkan di wilayah perbatasan kerajaan. Namun, saat ini dia belum kembali ke rumahnya.


Beruntung, Agnes dan Robert berserta keluarganya tidak bernasib buruk seperti yang tertulis di novel.


Karena Killian telah merubah alur dan memulai Kudeta lebih awal. Keluarga Marquess tidak kehilangan putrinya dan putranya, seperti yang di katakan Alexia.


Di novel di ceritakan, Agnes akan mati akibat tuduhan pembunuhan terhadap keluarga kerajaan yaitu Lais. Robert yang seharusnya melakukan pemberontakan akibat kematian Agnes dan berakhir mati pun tidak terjadi.


Itu semua karena kerja keras Killian. Mereka tidak tahu, bahwa takdir mereka telah berubah karena Killian.


" Apa dia tidak merindukan keluarganya? " Agnes bertanya-tanya, tanpa adanya jawaban.


" Aku akan pastikan, jika dia kembali, aku akan menendang kakinya terlebih dahulu." Gumam Agnes.


Ketika dia memikirkan Robert, dia teringat dengan Alexia.


" Bagaimana kabar Alexia sekarang? Haruskah aku mengunjunginya? "


" Aku ingin tahu reaksi Alexia ketika dia mengetahui, bahwa anak yang selama ini bermain bersamanya telah menjadi raja dari kerajaan ini. "


" Itu pun dengan cara kudeta. Aku bahkan tidak menyangka bahwa dia memiliki kemampuan yang mengerikan. Dia membunuh keluarga kerajaan dengan tangannya sendiri. Tapi hanya satu yang tidak dia bunuh, yaitu pangeran ke 3 Clovis Lais Lamond. Selain itu, dia membasmi semua bangsawan yang berpihak kepada raja terdahulu dan merugikan rakyat. "


" Wah...aku ingin melihat wajahnya. Saat penobatan, aku tidak bisa hadir karena sakit. Apakah dia masih tampan seperti dulu atau tidak."


Seperti itulah Agnes bergumam mengenai Robert dan yang lainnya.


...----------------...


Menara Sihir.



" Bagaiman ini, apakah aku harus memberi tahu Killian, jika gadis itu bernasib buruk di dunia aslinya. " Gumam pernyihir agung yang bimbang.

__ADS_1


Saat Penyihir agung sedang bergumam, tiba-tiba—


" Kenapa kau terlihat bingung? " Tanya seseorang tiba-tiba.


Penyihir Agung segera melirik ke arah sumber suara.


" Yang mulia raja?! " Panggil penyihir Agung, dan ternyata itu adalah Killian.



Killian datang tanpa pemberitahuan. Dia menggunakan sihir teleportasi dan masuk begitu saja ke menara sihir.


" Berhenti memanggil Yang mulia raja. Aku bosan mendengarnya. " Ucap Killian seraya maju ke hadapan Penyihir Agung.


" Bukankah kau lebih suka memanggilku Killian atau bocah. Jadi panggil saja dengan sebutan itu. " Ucap Killian.


" Baiklah. Jadi, apa yang mambawa mu kemari? " Tanya penyihir agung.


Killian menjawab.


" Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Apa kau sudah membuka dimensi? " Tanya Killian curiga.


" Tidak, dimensi yang kau maksud hanya bisa di buka satu kali. Jika aku membuka nya, maka gadis itu tidak bisa kembali ke dunia nya. Karena dimensi itu hanya bisa di buka satu kali. " Ucap Penyihir agung.


" Apa kau yakin? " Tanya Killian.


" Ya, aku tidak akan berbohong. " Ucap Penyihir agung.


| Aku tidak mungkin memberitahu Killian, jika gadis itu bernasib buruk di dunia nya. Ketika Killian tahu, dia pasti tidak ragu untuk mengurangi umurnya untuk membantu memperbaiki nasib gadis itu. | Pikir penyihir agung.


| Jika itu terjadi, dia akan mati lebih cepat. Bahkan, waktu yang di milikinya saat ini hanya 5 bulan. | Pikir Penyihir Agung sekali lagi.


" Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Killian.


Penyihir agung tersadar dari pikirannya, dia langsung menjawa Killian.


" Aku tidak memikirkan apapun. " Jawab penyihir agung bohong.


Killian mengerutkan alisnya dan dia berkata dengan serius.


" Jika kau mengetahui sesuatu tentang Alexia, jangan menyembunyikan nya. Beritahu aku, jika tidak. Menara ini akan hancur!! " Ucap Killian mengancam.


| Lebih baik menghancurkan satu menara, dari pada kau mengurangi umurmu. Nikmatilah sisa umurmu yang sudah sedikit. Jangan mengorbankan apapun lagi. | Pikir Penyihir Agung, yang merasa kasihan kepada Killian.


" Aku akan memberitahumu apapun tentang gadis itu. Tidak ada yang aku sembunyikan. " Ucap Penyihir agung.


Killian mengangguk mengerti.


" Apa itu sudah bereaksi? " Tanya Penyihir Agung.


Killian mengerti apa yang di tanyakan penyihir agung.


" Sudah.....


" Itu sudah bereaksi....


Ucap Killian, dengan tatapan kosong.


" Haaaahhh......sejak kapan? " Tanya Penyihir agung dengan kelaan nafasnya.


Killian menatap ke arah penyihir agung, dan dia menjawab pertanyaannya. Seolah dia tidak peduli.

__ADS_1


" 5 hari yang lalu. " Ucap Killian.


" Jika kau tidak bisa menahannya, aku akan meringankannya. " Ucap penyihir agung.


Killian menggelengkan kepalanya.


" Tidak perlu, simpan sisa kekuatanmu untuk membantu orang lain. " Ucap Killian seraya pergi dengan sihir teleportasinya.


Penyihir agung yang di tinggalkan, dia bergumam dengan ekspresi sedih.


" Gejalanya sudah bereaksi....Orang yang memutar waktu dan mengurangi umurnya akan mati perlahan, Killian akan merasakan bagaimana rasanya sekarat selama 5 bulan sebelum dia mati. Di hari pertama, dia akan muntah darah dengan rasa sakit yang melebihi satu tebasan pedang dan satu tembakan senjata api. Itu terus berlanjut sampai dia mati. "


" Bahkan raja terdahulu, saking tidak kuatnya menahan rasa sakit tersebut. Dia memintaku untuk membunuhnya, kerena dia ingin cepat mengakhiri penderitaanya. "


" Aku tidak tahu, apa dia juga akan melakukan hal yang sama.....atau...


" Dia akan bertahan, sampai kematian menghampirinya. "


...----------------...


Kerajaan Shaman.



Kerajaan yang terletak di wilayah timur.



Kerajaan yang dulunya miskin, tetapi, baru-baru ini di kabarkan menjadi kerajaan yang makmur dan kaya.



Sama hal nya dengan Kerajaan Lamond, Kerajaan Shaman baru melakukan pergantian tahta. Setelah raja baru naik tahta, kerajaan itu di katakan kaya dan makmur.


Dari desas desus yang beredar, Raja baru yang bernawa Ahwin Al Shamanat menemuka sebuah tambang emas, tembaga dan perak .


Selain itu, Ahwin juga mengganti setiap kebijakan yang tadinya merugikan kerajaan menjadi menguntungkan.


Di ruangan terbuka khusus raja.



Seorang perempuan, dengan pakaian rapih layaknya asisten pribadi/ajudan, berdiri di hadapan seseorang.



" Salam, yang maha mulia. "


" Ada apa Saron ? " Tanya seorang laki-laki, yang duduk di atas permadani. Rambutnya putih kebiruan, matanya berwarna emas redup dan kulitnya cukup putih.


" Apa anda benar-benar serius akan bertunangan dengan Lady kerajaan Lamond? " Tanya Perempuan yang bernama Saron.


" Tentu saja, kenapa tidak. " Ucapnya, laki-laki itu adalah Raja dari kerajaan Shaman, Ahwin Al Shamanat.


Sekaligus orang yang akan bertunangan dengan Alexia.



...----------------...


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2