
Alexia kembali ke dunia nyatanya.
Alexia membuka matanya, dengan perlahan. Mata yang tertutup itu bergerak dan menampilkan bola mata yang berwarna merah. Tapi, seketika mata itu di banjiri dengan derasnya air.
" Itu gambaran bohong!! " Alexia menangis, seraya menyangkal bahwa itu semua bohong.
Semua yang dia lihat, dia menyangkal bahwa itu bohong, itu tidak mungkin, Killian tidak mungkin melakukan itu semua.
" Dimana peramal itu?? " Alexia bertanya-tanya, seraya menyeka air matanya.
Ketika dia bangun, peramal itu sudah tidak ada, dia menghilang begitu saja. Alexia mencari peramal itu di seluruh ruangan, tapi tidak ada.
" Kemana dia pergi?? " Alexia mencari di ruangan itu.
Tapi, yang dia temukan hanya Agnes, dia tertidur di atas meja. Alexia tidak tahu apa maksud dari semua ini.
" Agnes!! " Alexia membangunkan Agnes.
" ......Hmmm??..." Agnes bangun dengan mata yang masih menyipit.
" Kemana dia?!! " Alexia tidak sabar.
" Siapa? " Tanya Agnes yang mengucek-ngucek matanya.
" Peramal?? " Tanya Alexia.
" Eytt...kita ke sini untuk makan, dan tiba-tiba kita mengantuk...
" Mana ada peramal......
Alexia tidak paham dengan ucapan Agnes, dia mengatakan sesuatu yang aneh.
" Apa.... maksudmu? " Tanya Alexia tidak percaya.
" Kita ketiduran di sini, kau memakan terlalu banyak hidangan, begitu pula denganku. " Ucap Agnes seraya berdiri.
" Tidak mungkin....." Alexia seperti akan kehilangan akal, dia merasa bingung dan tidak mengerti dengan semua yang terjadi.
" Ayo kita kembali, sepertinya hari sudah malam.....
" Sir Arsen pasti kebingungan. " Ucap Agnes.
Alexia duduk dengan pandangan kosong, dan dia tersenyum seperti orang yang tidak tahu apa-apa.
" Alexia? " Agnes bertanya.
" Pergilah....aku akan menyusul..." Ucap Alexia.
" Hmmmm?..." Agnes heran.
" Ahhkk...baiklah. " Agnes pun mengerti dan dia keluar duluan dari rumah makan tersebut.
Alexia yang di tinggalkan sendiri, dia bergumam kosong.
" Siapa dia?.......
" Kenapa dia memperlihatkan itu kepadaku?.....
" Itu terasa nyata, aku menyaksikannya sendiri...
| Aku harus menemui Killian besok....| Alexia bertekad.
...----------------...
Keesokan Harinya, istana kerajaan.
Hari itu sangat cerah, burung berkicau dengan tenang dan para pekerja yang ada di istana sangat menikmatinya, mereka terlihat bahagia.
__ADS_1
Akan tetapi, di sisi lain, di dalam ruangan yang gelap dan hampa. Killian menahan sakitnya, dia penuh ke gelapan, setiap hari dia memuntahkan darah.
Hawa iblis dari kekuatan yang dia miliki terus berbisik di telinganya.
' Bunuh seseorang, dan kau tidak akan merasa haus. ' Kekuatan iblis milik Killian berbisik seperti itu, secara terus menerus.
Jika saja Killian tidak menggunakan terlalu banyak kekuatan sucinya, maka kekuatan iblisnya akan teratasi dengan mudah.
Dia memakai kekuatan suci untuk menolong Yustaf, Killian menyembuhkan semua yang terkena racun dengan kekuatannya. Hingga kekuatan sucinya habis, karena begitu banyak orang pada saat itu yang terkena racun.
Kekuatan suci dapat menetralisir kekuatan iblis. Karena kekuatan suci Killian habis, tidak ada yang bisa menenangkan kekuatan iblisnya.
Killian hanya bisa menahannya, dia tidak akan keluar dari kamarnya, sampai bisikan iblis itu perlahan menghilang.
" Aku sudah lelah....." Killian bergumam dengan penampilan yang berantakan.
Sesekali dia mengusap wajahnya kasar, dengan bergumam.
" Aku harus membunuh seseorang......
Bisikan iblis itu terus menjalar dari telinga hingga ke otaknya.Tapi, Killian selalu berusaha kembali ke alam sadarnya.
" Tidak, kau tidak boleh melakukan itu......"
Seperti itulah Killian..
Dia sakit, menahan semuanya sendiri, tapi dia tidak pernah merasa menyesal dengan semuanya. Tidak ada yang dia sesali selama itu untuk Alexia.
" Yang mulia?? " Seseorang berbicara dari luar, itu pasti Same.
Killian tidak mau menjawab, dia tidak bisa.
" Yang mulia, ada surat yang datang. " Ucap Same dari luar.
" Taruh.....di ruangan meja kerjaku. " Killian akhirnya mau menjawab dan dia memerintahkan agar surat itu di taruh di meja kerja.
" Baik yang mulia. " Ucap Same dari luar ruangan.
...----------------...
Dia sekarang tengah mengawasi pasar yang ada di kerajaan. Killian menyuruh dia untuk mengecek semuanya secara langsung.
Lais datang ke setiap toko, mau yang kecil atau toko besar sekaligus. Dia akan mengunjunginya.
" Yang mulia, kita akan ke toko mana lagi? " Tanya prajurit uang bersamanya.
Lais pun teringat dengan toko pakaian yang ia datangi bersama dengan Agnes.
" Kita ke toko pakaian...." Ucap Lais.
" Baik yang mulia pangeran. " Ucap Mereka patuh.
Lais pun datang ke toko pakaian, dia berharap jika Agnes ada di sana.
" Bisakah kita bertemu lagi? " Gumam Lais.
Lais terus melihat-lihat, dia mencari seseorang, tidak lama kemudian terdengar suara perempuan.
" Lady, tolong jangan pergi dan menghilang." Terdengar seseorang sedang mengomel.
" Baiklah, aku tidak akan kabur lagi. " Sura perempuan yang berbeda dari yang sebelumnya.
" Suara itu?.....
Lais, segera keluar seperti kilat.
" Yang mulia, anda mau ke mana?!! " Prajuritnya bertanya.
Lais pun bergegas keluar dari toko dan pada saat itu pula dia menabrak seorang Lady.
__ADS_1
" Kyaaaa!!....." Perempuan itu terjatuh.
" Lady Agnes!!!......." Pelayan yang ikut bersamanya kaget.
Lais pun melihat ke arah perempuan tersebut, di matanya dia melihat perempuan yang cantik, dengan rambut merah muda seperti gulali, dan mata sedikit merah.
| Ahhhkk.....akhirnya dia muncul juga. | Lais bergumam dalam batinnya.
Itu adalah Agnes, dia jatuh terduduk di sana. Lais pun segera membantunya berdiri.
" Maaf Lady, saya tidak sengaja. " Ucap Lais seraya memberikan tangannya.
Agnes pun dengan lembut memegang tangan Lais dan dia berdiri.
" Terima kasih. " Ucap Agnes seraya berdiri.
Lasi terus memprhatikan Agnes dan dia pun bertanya seraya memiringkan wajahnya.
" Apa kau tidak mengenaliku? " Tanya Lais.
" Apa maksud anda? " Tanya Agnes.
" Ahhh...sepertinya kamu tidak mengenali aku. " Ucap Lais murung.
Dalam hatinya, Agnes berpikir dan mengingat siapa orang yang berdiri di depannya. Dia merasa familiar.
| Rambut putih, mata merah, dan wajah manis. Roysin??!! dia Roysin?? | Pikir Agnes.
" Apa kamu Roysin? " Tanya Agnes memastikan.
Lais tersenyum dan dia mengangguk.
" Ya...ternyata kau masih mengingatku. " Lais tersenyum bahagia.
" Kau sangat tampan!! " Agnes mengungkapkan isi hatinya, dia lemah terhadap pria tampan.
" Lady! " Pelayannya menegur.
" Ahh..maaf, tapi kau memang tampan. " Ucap Agnes.
Lais seketika menyembunyikan wajahnya, dia merasa terbakar ketika Agnes menyebut dia tampan.
| Dia manis seperti biasa....malah, dia malah bertambah cantik.| Pikir Lais.
" Aku.....aku sudah lama menyukaimu....aku tidak bisa menahannya lagi. " Ucap Lais tiba-tiba.
| Lebih cepat, lebih baik!! | Pikir Lais semangat.
Agnes dan pelayan yang mendengarnya, mereka bingung dengan ungkapan perasaan yang tiba-tiba itu.
" Apa....maaf, tapi apa maksud mu? " Tanya Agnes.
" Lady, sepertinya orang ini agak aneh. " Bisik pelayannya.
" Stttttt....jangan berbicara seperti itu....dia bisa mendengarnya. " Agnes berbisik.
" Aku menyukaimu, lebih tepatnya mencintaimu.....sejak 3 tahun yang lalu. " Ungkap Lais malu-malu.
| Dia.....aku....dia menyukaiku? | Pikir Agnes.
" Tapi, ini pertemua pertama kita setelah 3 tahun. Bagaiman kau mengatakan itu dengan mudah. " Tanya Agnes.
" Karena aku sudah merindukanmu, siang dan malam, saat di meja makan pun aku membayangkanmu. " Ucap Lais.
" Aku butuh waktu..." Ucap Agnes.
| Gila!!! mana ada yang mau nolak, dia sangat tampan, terutama rambutnya, dan matanya. Itu sangat estetik. | Pikir Agnes.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG.....