
" Yah, tentu kau harus hidup. Jika kau mati, maka aku akan menjadi orang yang paling merasa bersalah. " Ucap Alexia.
" Jangan merasa bersalah atas apapun yang akan terjadi padaku Alexia. " Ucap Killian.
Alexia mengerutkan alisnya dan dia memegang bahu Killian lembut.
" Killian....aku pasti akan merasa seperti itu, karena kau mendapat rasa sakit ini karena diriku. " Ucap Alexia.
Killian menatap Alexia dengan tatapan sendu, lalu Killian menyenderkan kepalanya di dada Alexia.
" Aku tidak akan mati, jika kau berbicara seperti itu. " Ucap Killian.
Killian memejamkan matanya sebentar dalam pelukan Alexia, dia tidak pernah setenang ini.
Alexia, di perlahan mulai meraih rambut hitam Killian yang lembut, dia mengelusnya perlahan penuh dengan perhatian.
" Aku akan memanggil Same, dan juga penyihir agung. " Ucap Alexia.
| Mereka harus menyembuhkan Killian. | Pikir Alexia.
Killian hanya mengangguk, dia kemudian tertidur dalam pelukan Alexia.
Alexia kemudian perlahan membaringkan Killian dengan hati-hati, dia tahu bahwa Killian saat ini tengah sakit keras.
" Bagaimana bisa kau melakukan hal yang berbahaya hanya demi diriku, Killian? " Alexia bertanya-tanya pelan.
Dia terus menatap mata Killian yang tertutup, bulu mata Killian sangat panjang dan lentik untuk seukuran laki-laki, bukan hanya itu, wajah Killian bahkan sangat sempurna dalam kondisi tertidur.
" Bagaimana jika mata itu tidak terbuka lagi? " Alexia bergumam pelan, dia takut jika mata itu tidak terbuka lagi.
| Tidak, kau tidak akan mati. | Pikir Alexia.
Alexia pergi setelah memberikan satu kecupan hangat di dahi Killian.
Saat Alexia sudah pergi, Killian perlahan membuka matanya lagi. Dia menatap ke arah pintu masuk kamarnya.
Killian terlihat menggerakkan bibirnya, entah apa yang dia bicarakan.
...----------------...
Ruang Sihir, istana kerajaan.
Same, Alexia, Lais dan Penyihir agung. Mereka berkumpul dalam satu ruangan, mereka membicarakan Killian.
" Saya tahu bahwa Yang mulia raja seperti ini karena sihir terlarang. " Ucap Alexia.
" Ya, dia melakukan sihir beberapa kali. " Ucap Penyihir agung.
" Bagaimana pun caranya, kita harus menyelamatkan beliau. " Same berbicara dengan penuh semangat.
Lais pun mengatakan hal yang sama, dia ingin Killian hidup. Dia tidak mau kehilangan satu-satunya keluarga yang tersisa.
" Same benar, kakakku harus hidup. " Ucap Lais.
Alexia kemudian berbicara.
" Same, aku sudah bilang, bahwa kau bisa membantu Yang mulia dengan kekuatanmu. " Ucap Alexia.
Penyihir Agung dan Lais mereka terkejut, terutama Penyihir Agung.
" Bagaimana mungkin—
" Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda. " Saat Penyihir Agung akan berbicara, tiba-tiba seorang penjaga pintu ruang sihir memanggil.
Penyihir Agung langsung menanggapi.
" Siapa? aku sudah mengatakan bahwa aku sedang sibuk. " Ucap Penyihir agung.
" Lebih baik, anda menemuinya terlebih dahulu. " Ucap Alexia.
" Yang di katakan Lady Alexia benar. " Lais mendukung Alexia.
Penyihir Agung akhirnya menemui seseorang yang di maksud oleh penjaga.
__ADS_1
" Kalau begitu aku permisi dulu. " Ucap Penyihir Agung, dia pergi.
Selagi Penyihir Agung pergi, mereka membicarakan soal kekuatan Same.
" Jadi, apa benar Same mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan Kakakku? " Tanya Lais.
Alexia mengangguk, dia cukup yakin bahwa kekuatan Same bisa menyembuhkan Killian.
" Same memiliki kekuatan Ilahi, kekuatan ilahi milik Yang mulia pada saat ini sedikit, sehingga menyisakan kekuatan iblis yang besar. " Ucap Alexia.
| Aku yakin, Killian bisa sembuh dengan kekuatan Same. | Pikir Alexia.
" Lady Alexia benar, bahwa saya memiliki kekuatan ilahi yang cukup sempurna, tapi itu hanya bisa di gunakan satu kali. Selama ini, saya tidak pernah menggunakan kekuatan tersebut karena kekuatan itu sangat berharga. " Ucap Same.
" Apa kau yakin, mau menggunakan kekuatan itu? " Tanya Alexia.
| Same, apa dia akan berubah pikiran dan menolak. | Pikir Alexia.
" Saya akan memberi kan semuanya untuk yang mulia, karena beliau adalah orang yang telah membebaskan perbudakan bangsa Elf. " Ucap Same.
Alexia dan Lais merasa bersyukur atas apa yang di ucapkan oleh Same.
" Terima kasih, karena kau mau melakukannya. " Ucap Lais, begitu pula Alexia.
" Jadi, nanti malam, kita harus melakukan penyembuhan terhadap yang mulia raja. " Ucap Alexia.
" Kau hanya perlu menyalurkan kekuatanmu kepada yang mulia raja. " Ucap Alexia sekali lagi.
Same mengangguk mengerti. Mereka akan melakukan penyembuhan nanti malam.
Saat mereka sedang berbincang, Penyihir Agung kembali, dia telah bertemu dengan seseorang.
Lais yang melihat Penyihir Agung kembali, dia bertanya.
" Anda baru kembali, siapa yang anda temui? " Tanya Lais.
Penyihir Agung, dia duduk di tempatnya semula, setelah dia duduk, dia diam sementara.
" Ada apa? " Tanya Alexia.
" Tidak ada apa-apa, itu hanya orang dari menara sihir. " Ucap Penyihir Agung.
Alexia mengangguk mengerti.
" Mengenai yang mulia, Penyihir Agung mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan yang mulia, tapi Lady Alexia mengatakan bahwa kekuatan saya bisa menyelamatkan yang mulia.....
" Apa itu bisa terjadi? " Same bertanya.
Penyihir Agung menjawab dengan yakin.
" Awalnya aku pikir tidak ada yang bisa menyelamatkan yang mulia, tapi mengenai kekuatan yang kau miliki, seperti kekuatan itu bisa menyelamatkan yang mulia. " Ucap Penyihir Agung.
| .....Bisa....| Pikir Penyihir Agung.
" Jadi, ini sudah pasti. Maka kita harus melakukannya malam nanti. " Ucap Alexia.
Penyihir Agung memangguk.
" Aku akan menyiapkannya. " Ucap, Penyihir Agung.
...----------------...
Lalu malam pun tiba.
Penyihir Agung menyiapkan ruangan untuk melakukan sihir.
Tepatnya untuk menyelamatkan Killian.
Same juga sudah bersiap.
" Apa kekuatanku benar-benar bisa menolong yang mulia. " Same bertanya-tanya.
"...Bisa....." Jawab penyihir agung.
Saat mereka sedang berbincang, Lais, Alexia dan juga Killian datang.
__ADS_1
Tentunya, Killian saat itu sangat lemah, tapi dia di bantu oleh Alexia dan juga Lais.
" Salam, yang mulia raja. " Same dan Penyihir Agung memberi hormat.
Killian hanya diam, dia tidak bisa mengeluarkan banyak energi.
" Bertahanlah Killian, aku yakin kau pasti selamat. " Ucap Alexia.
Alexia dan Lais mendudukan Killian di tengah lingkaran sihir.
Killian sedikit tersenyum ke arah Alexia, dan dia berbicara sedikit.
" Aku....akan bersamamu Alexi. " Ucapnya lemah.
Alexia yang mendengarnya, dia sedikit terharu.
Same kemudian memulai aksinya, dia membaca mantra.
' ደገፐየተቀጰለሰከደሀገ........
' .ጨተወቀኘጀሰፈ........
Setelah Same membaca mantra, cahaya biru mulai terlihat. Bahkan cahaya itu sangat besar, sampai keluar istana.
Karena terangnya cahaya itu, mereka tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan Killian.
" Apa Killian baik-baik saja? " Alexia bertanya pelan.
Dia terus melihat ke arah tempat Killian berada, kemudiam cahaya biru tersebut akhirnya berangsur-angsur menghilang.
Mereka mulai melihat Killian.
" Yang mulia?! " Same berteriak.
Begitu pula yang lainnya.
Killian terlihat sedang berdiri, dengan kondisi yang tidak seperti sebelumnya, dia terlihat sehat.
" Alexia...." Panggil Killian.
| Kemarilah, biar aku memelukmu. | Pikir Killian, yang terus menatap Alexia.
Alexia sangat senang melihat Killian yang baik-baik saja, tidak seperti sebelumnya.
" ......Killian...." Panggil Alexia.
Alexia melangkahkan kakinya perlahan, lalu dia berlari ke arah Killian dan memeluknya erat.
' Bruk....' Alexia memeluk Killian erat.
Killian pun memeluk Alexia dengan erat.
" Apa kau benar-benar baik-baik saja? " Tanya Alexia cemas.
Killian mengangguk, dia menggendong Alexia untuk membuktikan bahwa dia baik-baik saja.
" Lihat....
" Aku sudah tidak apa-apa....
Ucap Killian, Alexia pun percaya bahwa Killian sudah sembuh, dia membelai pipi Killian dengan lembut.
" Yah....kau harus hidup Killian. " Ucap Alexia.
Di tengah ke haruan, Lais dan Same, mereka berdua menangis melihat pemandangan tersebut.
" Kakak......." Lais memanggil, dia pun berlari dan meloncat ke arah Killian.
" Yang mulia, saya sangat merindukan omelan anda. " Same juga sama.
...----------------...
__ADS_1
Chapter yang lainnya nyusul besok, Oke....