
" Dia harus di perlakukan seperti itu, karena dia akan menikah...." Ucap Killian seraya memegang keningnya.
" Apa itu sakit? " Tanya Alexia, dia agak bersalah setelah menyentil kening Killian.
" Ya....ini sakit....sakit sekali. " Ucap Killian seraya menyenderkan kepalanya kepada Alexia.
Alexia menatap ke bawah tepat ke wajah Killian. Alexia tersenyum, dia bersyukur bahwa dia tidak terlambat menyelamatkan Killian.
" .....Syukurlah......
" Aku tidak terlambat menyelamatkanmu.....
Alexia berkata dengan nada rendah. Killian yang mendengarnya dia bangun dan menatap Alexia.
" .....Tenanglah Alexia, sekarang aku di sini. " Ucap Killian dengan senyumannya.
" Setelah pangeran Lais menikah, maukah kau mengunjungi sebuah pulau? " Tanya Alexia.
" .....Baiklah....aku akan pergi bersamamu...." Ucap Killian dengan wajah sedikit kaku.
" Kalau begitu maukah sekarang kau ikut bersamaku? " Tanya Killian.
Killian berkata seraya memegang tangan Alexia.
Alexia pun bertanya kemana dia akan membawanya.
" Kemana? " Tanya Alexia penasaran.
" Ke suatu tempat di mana hanya ada kita berdua. " Ucap Killian.
" Baiklah. " Alexia menjawab.
Killian tanpa basa basi langsung menarik Alexia pergi. Dia ingin membawa Alexia ke suatu tempat.
Tempat itu sudah di buat untuk Alexia sejak lama. Dan sekarang, saatnya Alexia mengetahui tempat itu.
...----------------...
Sementara itu Lais.
Lais dan Agnes sekarang berada di luar istana. Dia berdua bermain di tengah keramaian pasar kerajaan.
" Akhinya kita bisa menikmati suasana ini. " Ucap Lais dengan menggandeng tangan Agnes.
Meskipun pernikahan mereka sudah di tentukan, yaitu 2 hari lagi.
Mereka sudah terlihat seperti pasangan yang sudah menikah, padahal pernikahan mereka belum di lakukan.
" .....Padahal kita sudah mempercepat pernikahan kita, tapi rasanya aku ingin secepatnya menikah. Jika mungkin besok. " Gumam Lais.
" .....Pernikahan harus di lakukan dengan benar...karena ini sekali seumur hidup...
" Kita harus mempersiapkannya dengan baik dan jangan terburu-buru.....
" Sebenarnya 2 hari itu terlalu cepat..
Berbeda dengan Agnes, dia pikir pernikahannya terlalu cepat dengan Lais. Agnes ingin mempersiapkan pernikahannya sebaik mungkin.
" Kau tenang saja, karena kakak sudah mempersiapkannya dengan baik dan benar. " Ucap Lais.
" Tidak akan ada yang kurang satu pun. " Sekali lagi Lais berbicara.
Agnes malah terbebani dengan perkataan Lais. Dia tidak mau menyusahkan Killian, apalagi Killian baru saja sembuh.
' Bukkk.... '
" Kenapa kau menyusahkan Yang mulia, kau keterlaluan!! " Agnes memukul bahu Lais, sehingga Lais terdorong begitu saja.
" ....Oh!!....
" Coba pukul lagi....entah kenapa rasanya geli....
Lais malah geli ketika mendapat pukulan dari Agnes, seketika Agnes memukul kembali Lais dengan kedua tangannya.
' Bukbukbuk!!! '
" Awas saja kau!!!...
" Saat malam pertama tiba, bokongmu mungkin tidak akan selamat!! "
__ADS_1
Agnes mengancam dengan mengangkat kedua tangannya. Tatapannya berkilat-kilat.
Lais yang melihat Agnes, dia malah tertawa melihat tingkah calon istrinya itu.
" Pffffttttttt....hahahahahh!!!!!!.....
" Sepertinya kebalik.....
" Sebelum kau menyentuh bokongku, maka aku akan berulah duluan.....
Mereka merencanakan malam pertama dengan gila, di tengah malam yang di sinari bulan.
...----------------...
Angin malam bertiup lembut menggelitik, bulan bersinar menyinari bunga berwarna ungu yang cantik, dan kelopak bunga berjatuhan terbawa derupan angin, semakin menambah kecantikan taman tersebut.
Tamana itu adalah taman yang di buat oleh Killian untuk Alexia, sejak dulu dia membuat taman ini untuk Alexia.
Baru sekarang dia memperlihatkan taman ini kepadanya.
" Killian.....
" Apa ini nyata? " Alexia melihat taman itu dengan mata yang di sinari bulan.
Dia begitu takjub akan keindahan taman tersebut.
" Ya, ini nyata...." Killian menjawab Alexia.
" Sejak kapan taman ini ada di istana? " Tanya Alexia yang terus menatap ke arah bunga di sekitarnya.
Killian lalu memegang bahu Alexia dengan lembut, lalu dia menjawab pertanyaan Alexia.
" Sejak dulu....
" Taman ini sudah ada sejak dulu, sejak kehidupanku yang pertama hingga sekarang...." Ucap Killian.
" ...Baru kali ini aku kembali ke sinis setelah 5 kali regresi. "
Entah kenapa ada perasaan yang sakit di dalam hati Alexia, ketika Killian mengatakan hal itu.
" ....Lalu, kenapa kau baru datang kemari lagi? " Tanya Alexia dengan suara rendah.
Killian menjawab Alexia dengan tatapan lembut.
" Karena taman ini di buat khusus untukmu Alexia....
" Aku tida berani menatap taman ini, jika bukan tanpamu. " Ucap Killian.
Killian tiba-tiba bertekuk lutut dengan sebelah kaki layaknya kesatria.
Alexia yang melihatnya dia segera berkomentar.
" Killian?!!!....
" Jangan lakukan itu, berdirilah!! " Alexia meminta Killian untuk berdiri.
" Jangan biarkan aku berdiri sebelum kau manjawab pertanyaanku. " Ucap Killian.
" Apa maksudmu Killian? " Alexia bertanya-tanya.
Bagaimana pun, Killian adalah raja dia tidak boleh bertekuk lutut seperti itu.
" Berdirilah Killian. " Ucap Alexia.
" Maka, jawab ini dengan jawaban yang benar-benar keluar dari hatimu. " Ucap Killian.
" Baiklah...apa pertanyaannya? " Tanya Alexia.
Killian mengeluarkan sesuatu dari sakunya, itu terlihat sebuah kota mewah.
Dan di dalamnya ada sebuah cincin dengan satu berlian di tengahnya.
" ...Apa ini? " Alexia kager, dia bertanya-tanya.
__ADS_1
" Menikahlah denganku Alexia...." Killian menyatakan maksudnya, dia ingin menikahi Alexia.
" Jika kau tidak menjawabnya, aku akan tetap seperti ini. " Ucap Killian.
Jika Alexia tidak menjawab perasaan Killian, maka Killian akan tetap bertekuk lutut di hadapannya.
Alexia dengan perasaan yang muncak, dia pun tidak bisa memungkiri dan menyangkal mengenai perasaannya.
Maka di menjawab dengan jawaban yang sudah pasti.
" .....Aku bersedia....ya....
" Aku akan menikah denganmu Killian..."
Alexia seketika menangis setelah mengucapkan kata itu, entah kenapa perasaannya yang selama ini dia bendung mulai keluar begitu saja.
Killian tersenyum bahagia mendengar jawaban yang memuaskan itu, dia segera memakaikan Cincin itu di jari Alexia.
".....Berjanjilah...kau tidak akan melepaskan Cincin ini....baik aku ada ataupun tidak ada...." Ucap Killian, dengan suara penuh perasaan.
" Apa yang kau bicarakan, kau harus berada di sisiku sampai kapan pun, kau mengerti!!! " Ucap Alexia.
" ....Ya, itu hanya perumpamaan saja Alexia. " Ucap Killian.
" Maka bejanjilah!! " Alexia memberikan kelinkingnya.
Lalu Killian pun mengaitan kelinkingnya, janji mereka sudah terjalin.
" Aku berjanji...." Jawab Killian.
Killian tersenyum begitu pula dengan Alexia.
Karena melihat tingkah manis Killian, Alexia tidak tahan dengannya.
" ...Killian...
" Ya....
Saat Killian berbalik, Alexia sudah menyerang bibirnya dengan manis, Alexia melingkari leher Killian, dia mencium manis bibir Killian.
Tentu saja Killian juga menerima ciuman tersebut, dia lebih agresif.
Tapi tiba-tiba, di sela ciuman yang intens itu, mata Killian yang tertutup mengeluarkan butiran air mata.
Mungkin saking senangnya Killian dengan suasana itu, dia sampai meneteskan air mata.
Mereka saling berpelukan di bawah sinar bulan tersebut.
Sungguh pemandangan yang indah di pandang.
" Di sini dingin Alexia, bagaiman jika kita masuk ke dalam. " Ucap Killian yang masih memeluk Alexia.
" Hmmmm....baiklah..." Ucap Alexia.
Alexia akan melepas pelukan Killian, tapi Killian malah mengangkat Alexia.
" Uwaaaa!!!! " Alexia kaget.
" Apa yang kau lakukan? " Tanya Alexia.
" Aku ingin menggendongmu...sepertinya kau tidak kuat berjalan..." Killian hanya modus saja.
" Aku berat...lebih baik lepaskan saja. " Ucap Alexia.
" ...Tidak....aku ingin tetap seperti ini.. " Ucap Killian.
Alexia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, maka dari itu dia pun mau di gendong oleh Killian.
...----------------...
" Kak, kenapa dengan wajahmu?
__ADS_1