APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 57


__ADS_3

Keesokan harinya.


Killian menanyakan sesuatu kepada Lais selaku adiknya.


" Lais, bagaimana persiapan pernikahanmu? " Tanya Killian penasaran.


Lais yang saat itu tengah meminum teh, dia menjawab.


" Aku sudah mempersiapkannya, kak. " Jawab Lais.


Killian dengan wajah menunduk berbicara lagi.


" .....Lais, bagaimana jika pernikahanmu di adakan di pulau lain..." Kilian mengusulkan.


Lais dengan dahi mengerut bertanya.


" Kenapa? " Tanya Lais bingung.


" ......Aku dengar, ada satu pulau yang sangat indah di luar kerajaan....


" Mungkin kau mau pergi ke sana. " Ucap Kilian.


" Tidak, pernikahanku akan di adakan besok, jadi tidak mungkin mengubah acaranya. " Tolak Lais.


Saat Lais menolak itu, dia menatap wajah Killian, entah kenapa wajahnya terlihat berbeda dari kemari.



" Kak? ada apa dengan wajahmu? apa kau sakit lagi? " Tanya Lais.


Killian menjawab dengan senyuman.


" Tidak, mungkin hanya perasaanmu saja. " Jawab Killian.


" Tapi, wajah kakak terlihat berbeda. " Ucap Lais.


Killian hanya tersenyum, dan menjawab.


" Kau mengada-ngada, sudahlah aku akan pergi. Ada sesuatu yang harus aku urus. " Ucap Killian seraya beranjak pergi.


...----------------...


Killian masuk ke dalam perpustakaan, sebelum dia masuk, Same berbicara.


" Yang mulia, jika anda membutuhkan sesuatu, tolong panggil saya. " Ucap Same selaku ajudan Killian.


" Kau tidak perlu menungguku...Pergilah!" Ucap Killian kepada ajudannya.


" Baiklah Yang mulia saya permisi. " Jawab Same.


Killian mengangguk mengerti, saat itu pula Killian langsung masuk ke dalam perpustakaan.



" Sudah saatnya kita mengakhiri semua ini...." Gumam Killian.


Killian kemudian membaca sebuah mantra, setelah di membaca mantra, sebuah lingkaran keluar dari bawa kakinya.


Saat itu pula Killian menghilang dari ruangan tersebut. Dia ternyata menggunakan sihir teleportasi.


Entah kemana dia pergi, tapi yang jelas, Killian menyembunyikan sesuatu. Jika tidak kenapa dia menggunakan sihir secara diam-diam.

__ADS_1


...----------------...


Kamar Alexia.


Alexia, dan Agnes mereka berdua sedang menyiapkan gaun untuk pesta pernikahan Agnes.


" Alexia! Setelah aku menikah, kau harus menyusul. " Ucap Agnes.


Saat itu Alexia hanya tersenyum, dia masih berpikir apa dia cocok menempati posisi ratu di samping Killian.


" Entahlah, apa aku cocok dengan Killian? " Tanya Alexia ragu.


| Meskipun sudah ku putuskan untuk tinggal di dunia ini, tetap saja aku sedikit ragu. Bukan ragu karena tinggal bersama Killian, melainkan ragu berada di puncak tertinggi setelah Killian. Aku belum cocok menjadi Ratu. | Pikir Alexia.


" Kenapa tidak cocok? Kau sangat cocok dengannya, setelah aku menikah kau juga harus! " Ucap Agnes.


" Agnes pilihlah gaun yang cocok, aku pergi dulu. " Ucap Alexia.


" Kemana kau pergi? Jangan bilang kau merencanakan sesuatu lagi? " Tanya Agnes curiga.


" Tidak, aku ingin menemui Killian. " Jawab Alexia seraya pergi meninggalkan ruangan.


" Sebenarnya Alexia kenapa? " Agnes bertanya-tanya.


...---------------...


Diruangan bawah tanah menara sihir.


Penyihir Agung berdiri menatap portal yang ada di depannya.



" Ritual sudah hampir selesai, sepertinya pernikahan Agnes dan Lais akan menjadi hari berduka. " Gumam Penyihir agung.


Saat dia tengah berpikir, tiba-tiba seseorang datang dan berbicara.


" Bagaimana hasilnya? " Tanya seseorang, suara itu sangat familiar.


" Sudah hampir selesai. " Jawab Penyihir agung seraya berbalik menatap sosok tersebut.


Sosok itu, adalah Killian.


" ......Sebentar lagi...." Ucap Killian dengan mata hampa.


Ternyata Killian diam-diam merencanakan semuanya sendiri, dia tetap memulangkan Alexia sesuai dengan keinginannya dulu.


" Apa raganya akan tetap ada? Atau hanya jiwanya saja yang pergi? " Tanya Killian.


" Karena permohonanmu, baik raga maupun jiwa, gadis itu akan membawanya. " Jawab Penyihir agung.


" Baguslah, dia tidak akan menderita. " Ucap Killian.


Mendengar perkataan Killian, penyihir agung sedikit murung, dia pun berbicara.


" Besok....


" Besok juga....Merupakan hari di mana kau akan menghilang sepenuhnya dari bumi....Haaaa...


" Tidak bisa ku percaya, ternyata anak yang ku didik dari kecil akan selalu berakhir seperti ini....." Ucap Penyihir agung dengan suara rendah menyedihkan.


" Ini....sudah jalan hidupku, berakhir tragis. " Ucap Killian, dia memandang lingkaran portal di depannya dengan mata sedih.

__ADS_1


| Besok, hari terakhir kita bertemu. Alexia.....seberapa keras kau berusaha untuk membuatku hidup di sini sendirian. Itu tidak mungkin bisa. | Batin Killian.


" Dari pada itu, besok pernikahan Lais...


" Aku merasa bersalah untuknya. Bukannya menjadi pernikahan yang bahagia, aku malah membuat pernikahan mereka sebagai hari berduka. " Killian berguman dengan senyum pahit di bibirnya.


Dia sungguh menyesal membuat hari pernikahan adiknya menjadi hari pemakaman.


...----------------...


Malam hari istana kerajaan.


" Di mana Killian? Aku tidak menemukannya sejak tadi? " Alexia mondar mandir di kamar Killian.


Dia mencari Killian sejak siang hari, tapi Killian tidak kunjung ketemu.


" Besok hari pernikahan Lais, dan Agnes. Ruangan resepsi sudah di rias dengan mewah, undangan sudah selesai, bahkan Agnes juga sudah memilih perhiasan, dan gaun. Satu hal yang aku inginkan, semoga hari esok berjalan dengan baik, tanpa adanya peristiwa apapun. " Gumam Alexia, dia menatap ke luar jendela.


" Alexia?...." Panggil seseorang dari belakang.


Alexia membalikkan badannya, dan menatap sosok tersebut.


" Killian...? " Panggil Alexia, ternyata itu adalah orang yang dia tunggu.


Alexia tanpa pikir panjang berlari ke arah Killian, dan memeluk tubuh pria itu.


Saat Alexia memeluk Killian hangat, perasaan Killian semakin tidak karuan, mengingat malam ini adalah malam terakhirnya dengan Alexia, hatinya sakit.


Dia berpikir bisakah dia menghentikan waktu saat ini juga.


| Andai saja aku bisa menghentikan waktu, mungkin akan sangat bagus. | Pikir Killian.


" .....Killian.....


" Aku mencari mu sepanjang hari. " Adu Alexia.


" Benarkah? Kau mencariku? " Tanya Killian.


" Tentu saja....Aku sangat merindukanmu." Ucap Alexia.


Alexia memeluk Killian erat, seolah dia tidak mau melepaskan Killian.


" Gawat Killian, sepertinya aku tidak mau melepaskan mu.....Rasanya aneh, aku merasa kau akan menghilang dariku, padahal semuanya sudah baik-baik saja. " Ucap Alexia.


Itu adalah firasat Alexia, jelas sekali firasat nya tidak bohong. Karena Alexia akan benar-benar kehilangan Killian, begitu pula yang lainnya.


" Kau boleh memelukku sepuasmu, karena besok kau mungkin akan sibuk. " Ucap Killian, tangannya perlahan naik, dan mengelus rambut panjang Alexia.


" Setelah adikmu menikah, bagaimana jika kita menyusul mereka? " Alexia bertanya.


| Aku sudah membulatkan tekad, aku ingin berada di sisi Killian, menjadi ratu, menjadi ibu dari kerajaan ini, dan tentunya menjadi orang yang dia cinta selamanya. | Pikir Alexia.


" Bagaimana? " Tanya Alexia sekali lagi.


| .....Haaaa. Ini membuatku sangat bahagia, dia mau menikah denganku. Tapi sayangnya hal itu tidak mungkin... Kenapa kau tidak mengatakannya dulu, mungkin itu semua tidak akan menjadi kebohongan seperti yang aku katakan saat ini. | Pikir Killian.


" Baiklah...


" .....Setelah sekian lama, akhirnya kau mau menikah denganku. Aku sangat senang mendengar nya Alexia, kau sepenuh nya milliku.....Dan aku sepenuhnya milikmu. " Ucap Killian senang.


Killian membawa Alexia ke tempat tidur, dan mereka saling berpelukan hingga esok hari.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2