
...----------------...
Killian yang masih bayi, dia di perlakukan dengan kasar, jika dia menangis, dia akan di cubit dengan keras, tubuhnya selalu memar-memar akibat dari cubitan tersebut.
Ada kalanya, saat Killian tidak berhenti menangis, pelayan itu akan mencubit tubuhnya hingga berdarah-darah.
Kulit bayi yang seharusnya lembut dan bersih, justru malah kasar akibat dari cubitan tersebut.
Killian di besarkan di gudang itu, saat usianya menginjak 5 tahun, dia sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu.
Meski dia mengemis kasih sayang dari pelayannya, dia tidak pernah mendapatkannya.
Jatah makan yang di berikan pun, Killian tidak pernah mendapatkannya.
" Kau tidak perlu makan, lagi pula sang raja tidak peduli mau kau mati atau pun tidak. " Ucap Pelayan itu kepada Killian kecil.
Killian hanya diam dengan tatapan dingin, dia sudah terbiasa dengan perlakuan pelayannya.
" ........ " Killian diam, tetapi matanya terus menatap tajam ke arah pelayan itu.
" Jangan menatapku dengan mata itu, itu menjijikan!! " Ucap pelayan itu.
Killian terus menatap pelayan itu dengan tajam.
Pelayan itu merasa di remehkan, dia dengan tangannya segera menampar pipi kecil Killian dengan ganas.
' Plaaakk. ' Suara tamparan.
" ...... " Killian tidak goyah sama sekali, dia tetap menatap pelayan itu dengan ekspresi dingin dan tajam.
" Kau!! Singkirkan tatapan itu!! " Teriak pelayan itu.
Tatapan Killian sangat menyeramkan, matanya yang merah menjadi ciri khasnya.
Pelayan yang terus di tatap oleh Killian, dia merasa aneh.
" Kau, kenapa kau menatapku seperti itu? " Tanya Pelayan itu gemetar.
" ..... " Killian diam, dia masih menatap lekat pelayan itu.
__ADS_1
Karena tatapan Killian sangat menyeramkan, pelayan itu pergi dan meninggalkan sisa makanannya.
Killian yang ditinggalkan di sana, dia tersenyum dengan senyuman khasnya.
" Pelayan serakah. " Ucapnya dingin.
Killian yang kecil bertahan di sana, sampai suatu ketika, kakakku tidak sengaja bertemu dengannya.
Killian pada saat itu, usianya 10 tahun. Dia yang menyelinap keluar dari gudang anggur untuk mencari makan karena perutnya yang lapar, tidak sengaja bertemu dengan Yustaf.
" Aku lapar. " Gumam Killian.
" Aku ingin makan. " Sekali lagi dia bergumam.
Killian mencari makanan yang bisa dia makan.
Buah apapun dia akan memakannya karena rasa laparnya.
Kakakku Yustaf yang baru saja menghadap raja, dia melihat Killian yang sedang duduk di atas rumput sambil memakan buah.
" Siapa anak itu? " Gumam Yustaf.
" Dia bukan siapa-siapa. " Ucap penjaga istana, seolah menyembunyikan keberadaan Killian.
Yustaf terus melihat dengan teliti ke arah Killian, dia menyadari bahwa buah yang Killiam makan, itu adalah buah beracun.
Penjaga istana berusaha menghentikan Yustaf dengan panik.
" Yang mulia duke, anda sebaiknya pergi. " Penjaga itu berusaha menghentikannya.
" Kau pikir, kau ini siapa. Beraninya kau menghentikan seorang bangsawan yang bergelar duke!! " Ucap Yustaf tegas, seraya mendorong penjaga itu dan menghampiri Killian.
Yustaf bertekuk lutut dan mencegah Killian untuk tidak memakan buah tersebut.
" Hei nak!! Kau tidak boleh memakan buah ini!! " Yustaf mengambil buah tersebut dan membuangnya.
Killian menatap Yustaf dengan mata penuh harapan, tetapi ekspresinya tetap dingin.
" Aku lapar. " Ucap Killian sendu dan datar.
Melihat hal itu, Yustaf tidak tega.
" Dia anak siapa? " Tanya Yustaf.
__ADS_1
| Mata merah, rambut hitam, kulit putih. Kenapa penampilannya mirip dengan pelayan nabil. | Pikir Yustaf.
" ..... " Penjaga itu diam tidak menjawab.
" Aku tanya dia anak siapa?!!!! " Yustaf berteriak emosi.
" Dia..dia adalah anak dari yang mulia Raja dan pelayan yang bernama Nabila. " Ucap penjaga itu gagap dan panik.
" Apa?!! " Yustaf kaget.
| Jadi ini anak raja dan nabil, kenapa dia memperlakukannya seperti ini. Aku sempat dengar gosip, bahwa raja memiliki putra lain selain 2 pangeran yang ada di istana. Tapi aku tidak menyangka, dia mempunyai anak dengan pelayan Nabil. | Batin Yustaf.
" Kenapa anak ini di biarkan begitu saja?! " Tanya Yustaf.
" Itu.....itu karena raja tidak mau mengakui anak itu. " Ucap Penjaga itu latah.
" Dia yang berbuat, dan dia pula yang tidak bertanggung jawab. " Gumam Yustaf.
| Dia terlihat menyedihkan, dari pakaian, wajah hingga tubuh, sangat mengkhawatirkan. | Batin Yustaf.
Killian yang sudah memakan buah itu, tiba-tiba tumbang tak sadarkan diri.
Otomatis hal itu membuat Yustaf panik, dan dia segera memerintahkan penjaga itu untuk mengobati Killian.
" Itu tidak perlu, karena dia sudah terbiasa dengan racun. " Ucap Penjaga itu enteng.
Yustaf yang mendengar itu sangat marah, dia tanpa basa basi menggendong Killian dan membawanya kepada tabib istana.
Tabib istana sempat menolak Killian, tapi karena paksaan Yustaf dia bersedia mengobatinya.
Selagi Killian di obati, Yustaf kembali menghadap Raja.
" Salam yang mulia. " Yustaf berbicara.
" Ada apa kau kembali lagi. " Ucap Sang raja.
" Tidak perlu basa basi. Saya ingin mengambil anak itu dan saya akan menjadi walinya. " Ucap Yustaf.
" Apa Maksudmu? " Tanya sang raja.
...----------------...
BERSAMBUNG......
Yustaf Winter Glass.
__ADS_1