APA AKU BISA KEMBALI ?

APA AKU BISA KEMBALI ?
CHAPTER 25


__ADS_3

" Anda tidak perlu berterimakasih, saya lebih berterima kasih. " Ucap Tanziro.


" Ya, karena lady sudah memberitahu kami mengenai keberadaan Lucia. " Ucap Same.


" Ahhh..itu bukan apa-apa. " Ucap Alexia.


| Aku ingin bertanya kepada Tanziro bagaimana penampilan si pengirim surat. Aku ingin tahu siapa dia. | Pikir Alexia.


Tanziro melihat Alexia terdiam, dia merasa jika Alexia sedang memikirkan sesuatu.


" Lady apa yang anda pikirkan? " Tanya Tanziro.


" Aku ingin bertanya, bagaimana penampilan si pengirim surat. " Ucap Alexia.


Tanziro heran, kenapa Alexia tidak tahu si pengirim surat.


" Kenapa anda bertanya tentang penampilan si pengirim surat. " Tanya Tanziro.


Alexia seperti biasa berbohong.


" Saya hanya ingin memberikan dia hadiah, karena dia telah menjalankan tugasnya dengan baik. Akan tetapi, saya lupa penampilannya." Ucap Alexia bohong.


" Ternyata ingatan anda buruk. " Ucap Tanziro.


" Yah anda benar. " Ucap Alexia.


" Si pengirim surat memakai topeng, dia tidak pernah membuka topengnya, dia hanya mengirim surat dan pergi. Tapi yang terpenting adalah warna matanya merah dan rambutnya hitam. " Ucap Tanziro mendeskripsikan.


| Warna mata hitam dan rambut merah. Kenapa aku mengingat Killian. Tapi, tidak mungkin dia. Mungkin orang lain. | Pikir Alexia.


...----------------...


Alexia kembali ke Mansionnya.



Di depan gerbang Mansion.


Alexia akan masuk, akan tetapi Arsen tiba-tiba bertanya mengenai Elf.


" Lady, berapa lama anda sudah berhubungan dengan bangsa Elf? " Tanya Arsen.


" Baru-baru ini. " Ucap Alexia.


" Ini akan sangat berbahaya jika yang mulia raja mengetahui bahwa anda berhubungan dengan Elf. " Ucap Arsen cemas.


" Tidak berbahaya jika Sir Arsen bisa tutup mulut. " Ucap Alexia dengan tatapan tajam ke arah Arsen.


" Lady, tidak usah khawatir, saya akan selalu setia kepada anda. " Ucap Arsen.


" Ya, kau harus seperti itu. " Ucap Alexia.


" Arsen, aku ingin bertanya mengenai seseorang yang memberitahumu ketika kau mencariku tempo hari lalu. " Tanya Alexia.


" Ahhh....dia hanya anak yang sedang bermain." Ucap Arsen.


" Tidak, bukan itu. Penampilan anak itu. " Ucap Alexia yang tidak puas dengan pernyataan Arsen.


" Saya hanya lihat dia memakai topeng dengan rambut hitam dan matanya merah. " Ungkap Arsen.


Alexia mengingat perkataan Tanziro yang berkata mengenai penampilan si pengirim surat.


- Dia memakai topeng.


- Tapi yang terpenting adalah warna matanya merah dan rambutnya hitam.


| Itu pasti orang yang sama, tapi siapa? | Pikir Alexia.


...-------------...


Keesokan harinya.


__ADS_1


Di suatu ruangan kecil, di mansion winter glass, Killian sedang berbincang dengan penyihir agung.



" Apa kau yakin akan melakukan pemberontakan secepatnya? " Tanya penyihir Agung.



" Ya, aku harus melakukan pemberontakan secepatnya sebelum Alexia terlibat. " Ucap Killian.


" Kau melakukan hal ini hanya untuk perempuan. " Ucap Penyihir Agung.


Penyihir agung menggelengkan kepalanya.


" Bocah? apa kau tidak akan menolong kakak perempuanmu? " Tanya penyihir agung.


" Aku akan menyelamatkannya, karena kekuatanku sudah lama bangkit. Walaupun masih belum semua. " Ucap Killian.


Penyihir agung mengerutkan alisnya, dia merasa bahwa saat ini ada seseorang yang mengintai mereka, penyihir agung sangat peka terhadap suara.


" Killian apa kau tidak merasa ada seseorang yang mengawasi kita. " Ucap penyihir Agung.


" Tidak, di ruangan ini jarang ada yang masuk. " Ucap Killian.


Penyihir agung pun mempercayai perkataan Killian, mereka mulai mengobrol lagi.


" Bocah, kau sudah memutar waktu. Bagaimana jika suatu saat anak itu mengetahui tentang hal ini? " Tanya penyihir Agung.


" Bagaimana jika perempuan itu malah membencimu? " Penyihir agung kembali bertanya.


Killian terpukul dengan pertanyaan Penyihir agung, dia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi jika Alexia mengetahui bahwa dirinya yang telah memutar waktu.


" Kurasa duniaku akan hancur. Semua usahaku akan sia-sia. " Ucap Killian murung.


" Sebisa mungkin aku akan menyembunyikan hal ini. Alexia tidak boleh mengetahuinya. " Ucap Killian serius.


' Brakk... ' Pintu masuk di banting.


" Siapa?!! " Killian dan penyihir agung berbalik dan menengok ke arah suara tersebut.



" Apa itu benar? " Tanya Alexia.


...----------------...


Saat itu aku sedang mencari Killian untuk membangkitkan kekuatan sucinya, akan tetapi dia tidak ada di mana pun.


Aku pun belum memeriksa ruangan ini, saat aku akan melangkah untuk membuka pintu ruangan.


Aku mendengar seseorang yang berbicara dan menyebut namaku beberapa kali.


Sehingga aku tertarik dan mendengarkan semuanya. Kebenaran bahwa Killian lah yang memutar waktu.


Ketika aku mendengar itu, aku sangat marah dan seolah membenci Killian.


Aku pun menerjang masuk ke dalam.


Aku tidak punya pilihan selain bertanya seperti orang bodoh. Di depan kedua orang itu, mengapa kamu memutar waktu? Aku harus bertanya kenapa?


" Apa itu benar? " Tanyaku kepada Killian yang masih kaget dengan kehadiranku.


" Apa maksudmu Alexia? " Tanya Killian seolah tidak tahu.


" Kau yang memutar waktu dan mengubah semua takdir? " Tanyaku tidak sabar.


" Apa kau mengingat kehidupan yang dulu, jadi kau mengingatnya? " Tanya Killian tidak percaya.


" Kau, apa kau sama sepertiku? " Killian menambah pertanyaannya lagi.


Aku menatap Killian tajam, dan menegaskan.


__ADS_1


" Ya, aku sama sepertimu. Aku mengingat semua kehidupan ku yang dulu. " Ucapku.


" Sejak kapan? " Tanya Killian.


Aku terkekeh dengan pertanyaan Killian.


" Sejak lama, aku sudah mengingatnya. " Ucapku.


" Kau mengingat semuanya dan masih berusaha untuk menjalankan kehidupanmu yang dulu?!!! " Tanya Killian dengan nada tinggi.


" Ya, karena aku tidak mau merubah takdir!!! " Ucapku dengan suara tinggi.


Killian mengusap wajahnya kasar seolah tidak percaya.


" Haaah.....kau tidak mau merubahnya? " Tanya Killian dengan wajah sakit.


" Ya. Aku tidak mau merubah kehidupanku yang sebelumnya. " Ucapku serius.


Killian terdiam dengan ungkapanku.


" Kenapa kau mengembalikan waktu? " Tanyaku.


" .... " Tidak ada jawaban dari Killian.


" Jawab aku Killian?!! " Tanya ku memaksa.


" Ya, aku yang memutar waktunya. " Ucap Killian jelas.


" Ha....hahah.... " Aku mengusap wajahku kasar.


Jawaban Killian yang seolah-olah melakukan aksi brilian, membuatku tertawa histeris. Ada banjir perasaan tidak enak. Aku memiliki perasaan yang tajam tentang bagaimana rasanya melakukan usaha tapi berakhir sia-sia.



" ...Persetan denganmu, dasar bajingan gila!!! "


Aku berjalan ke arahnya dan bertanya lagi.


" Untuk apa kau memutar waktu? aku bahkan tidak memintamu untuk melakukan itu." Ucapku dengan amarah.


" ..... " Killian diam.



" Jika kau merasa bersalah atas kematianku waktu itu, kau tidak usah khawatir. Karena aku memang menginginkan hal itu. " Ucapku.


Killian menatapku dengan ekspresi hancur, dan dia segera membuka mulutnya perlahan.


" Kau kejam Alexia. " Ucap Killian dengan matanya yang basah.


" Kejam kau bilang? " Ucapku.


" Kau lebih kejam Killian. " Ucapku.


Aku berpikir, mungkin jika killian tidak memutar waktu aku akan kembali keduniaku.


" Jika saja kau tidak memutar waktu, aku mungkin bisa kembali kesana. " Aku berbicara tanpa sadar mengenai hal yang tabu.


Killian mengerutkan keningnya dan bertanya.


" Apa maksudmu kembali ke sana? " Tanya Killian.


Aku mengatupkan bibirku dan berteriak.


" Dunia ini tidak berarti bagi diriku, karena dunia ini hanyalah tulisan tangan manusia!! " Ucapku dengan nyaring.


Wajahku di pupil Killian terpelintir sampai ke titik kesengsaraan.


Dia menatapku dengan hancur dan penuh kesia-siaan.


" Ternyata aku melakukan hal yang sia-sia. " Ucapnya sakit.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2